
Hari ini aku dan Novi pergi kesurabaya untuk mendaftar kuliah di universitas Negeri di Surabaya. Aku dan Novi mengikuti jalur prestasi, namun kita menggambil jurusan yang berbeda. Novi menggambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris sedangkan aku Jurusan Sastra Inggris.
Kita memang sama-sama Bahasa Inggris, namun kelas dan teman-teman kita juga berbeda meskipun masih dalam satu gedung.
Jurusan Sastra Inggris lebih mendalami bahasa Inggris sedangkan Pendidikan lebih ke pembelajaran untuk sekolah, jadi nantinya Novi akan bisa jadi guru.
Kita menjalani berbagai macam tes. Tes ini berlangsung selama tiga kali namun diumumkan secara bertahap.
Tes pertama dan kedua sebenarnya sudah berhasil kita lalui, pendaftaran awal dilakukan secara daring dan yang kedua tes wawancara yang sebelumnya sudah kita lakukan. Jika sudah lolos tahap pertama dan kedua kita tinggal datang ke kampus dan tinggal mengisi surat keterangan mahasiswa baru. Kita sebenarnya sudah diterima dikampus ini hanya saja kita harus melunasi biaya kuliah selama satu semester serta pengambilan almamater.
Untuk tahap ketiga adalah tes TOEFL yang bisa diulang kembali jika kita tidak lulus. untuk tes TOEFL dilakukan seminggu sebelum kuliah dimulai.
Setelah urusan dikampus selesai aku jalan-jalan dulu kesebuah mall, hari ini ada pameran untuk siswa SMK. Kebetulan siswa SMK ditempatku juga mengikuti kegiatan pameran ini.
Ini pertama kalinya aku pergi ke Mall ini. Parkiran motornya berada diatas jadi kita harus berputar-putar hingga aku bingung.
Aku dan Novi masuk ke stand-stand pameran. Aku mencari stand SMK sekolahku. Akhirnya ketemu juga, aku melihat-lihat produk yang dijual disana. Hari ini yang jaga ternyata Pak Muis dan Bu Sri.
Aku dan Novi ikutan nongkrong di Stand SMK hingga sore. Tak lama kemudian datanglah Bu Hanny dan Pak Zain serta dua orang siswa yang akan menggantikan jaga stand berikutnya.
Dari kejauhan Pak Zain sudah senyum-senyum seakan tahu cintanya sudah dekat.
"cie... cie.... cie.... Pak Zain tahu saja jika Novi ada disini", kataku sambil menggoda Novi.
"Iyah mungkin sudah jodohnya", jawab Pak Zain kepadaku.
Novi menginjak kakiku seakan menyuruhku untuk berhenti menggoda Pak Zain.
Aku bersalaman dengan bu Hanny dan Pak Zain.
__ADS_1
Namun Novi hanya bersalaman dengan Bu Hanny saja.
Novi menarikku seakan mengajakku untuk pergi dari sini. Kita berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.
"Eh kalian tadi dari mana, apa memang sengaja kesini". tanya Bu Hanny.
"Nggak bu, tadi kita habis dari kampus buat daftar ulang".
"oh yah udah hati-hati dijalan".
"Iyah Bu.
Pak Zain, nggak pengen nganterin Novi pulang?", candaku sambil menggoda mereka berdua.
Aauuhhhh Novi mencubit tanganku dan menarikku untuk segera pergi dari sana.
"Kasihan tahu Nov, Pak Zain sudah menunggumu lama. sekarang sudah dua puluh lima tahun menantimu ha... ha.... ha...".
"Lo waktu itu aku kan gengsi didengar siswa satu sekolah, misalnya diajak beneran yah mau lah Nov. Ibu dan ayahku bedanya delapan tahun tapi yah bisa saling support".
"Udahlah Syah, jangan bahas itu, aku geli jika melihat kumis sama jenggotnya Pak Zain".
"cie....cie.... sudah mulai memikirkan nih yah".
"Bodoh amat, ayo pulang saja".
Aku dan Novi bergegas pulang kerumah. Masuk kuliah masih dua minggu lagi, jadi bisa bersantai dirumah dan mengurus pembuatan SIM.
...****************...
__ADS_1
Lelah sekali rasanya malam ini, setelah tadi perjalanan jauh bersama Novi ke Surabaya.
Aku masih dikamar mendengarkan musik sambil mencari inspirasi untuk menulis.
Teringat dengan rencana pembuatan SIM bersama Novi besok lusa.
Aku mencoba mengirim pesan menanyakan syarat pembuatan SIM pada Pak Rudi. Sudah lama sekali aku tidak pernah menghubungi nomor Pak Rudi, entah masih bisa atau sudah ganti. Namun Kulihat pesan itu terkirim.
Aku melanjutkan menulis Novel, sambil mendengarkan musik cinta secara online.
Ah pesanku kepada Pak Rudi tadi membuatku Writer's Block. Aku sudah kehabisan ide lagi. mencoba untuk tidur namun susah sekali karena aku belum mengantuk.
Kulihat pesanku tadi, ternyata sudah dibaca namun tidak dibalas.
Ah..... sungguh menyesal aku tadi mengirim pesan. kenapa aku tidak mencari saja di internet yah. bodoh sekali aku ini.
Aku memjamkan mata mencoba mencari ide lagi, baru tersadar jika lirik lagu ini enak sekali buat orang yang sedang galau. Ku dengarkan berulang-ulang hingga aku hafal. Mungkin sangat cocok denganku saat ini.
Ketika bunga tak bermekar lagi
dan dunia tak mungkin berputar lagi
saat cinta tak membakar hati ini,
kau kan tahu betapa aku mencintaimu.....
betapa aku menginginkan kamu.....
Alhamdulillah akhirnya muncul juga untuk membuat bagian cerita yang galau karena cinta tak terbalaskan. Meskipun sebenarnya itu cocok buatku saat ini.
__ADS_1
Aku mulai mengantuk sekali, setelah dapat banyak sekali kata yang dihasilkan malam ini. besok-besok jika aku lagi tidak punya ide, aku akan coba lagi kepoin Pak Rudi.
Ahhhh.... cinta oh cinta kenapa harus jatuh cinta. Susah, senang dan deritanya memang tiada akhir.....