
Aku menatap wajah Mas Rudi dengan penuh senyuman bahagia.
Sungguh aku tak menyangka ternyata hari ini Mas Rudi melamarku.
Senang sekali rasanya, pertunanganku penuh dengan kejutan.
"Mas ini beneran kan, kamu nggak bercanda kan?", tanyaku seakan tak percaya
"Iyah beneran Syah, Mas serius. kamu mau kan?, jawab Mas Rudi
Aku menganggukkan kepala, sambil tersenyum bahagia. Rasanya ingin sekali aku memeluk Mas Rudi.
Keluargaku mulai banyak yang berdatangan. Kulihat Ibu datang menghampiriku beliau sudah dandan cantik sekali.
"Aisyah, Rudi ayo sana sholat dan ganti baju dulu. Teman-teman yang lain jika mau sholat masuk saja kedalam", kata Ibu.
"Iyah bu", jawabku.
Aku, Mas Rudi dan teman-teman yang lain segera sholat. Setelah sholat aku menuju kamar bersama
Novi dan Anggun.
"Aku bingung pakai baju apa nih?", tanyaku pada Anggun dan Novi
Mereka juga memilihkan baju yang pas untukku.
Ah.....Seluruh tubuhku gemeteran, karena buru-buru. Teringat baju kebaya yang kupakai waktu perpisahan SMA dulu.
Alhamdulillah masih muat kupakai. Anggun dan Novi membantuku make-up seadanya. Dari ruang tamu terdengar sudah begitu banyak orang yang berkumpul.
"Udah cantik Syah", kata Novi
"Ayo cepet sepertinya keluarga Mas Rudi sudah datang", sahut Anggun.
"Aku gemeteran nih, kalian tahu acara ini duluan kok yah nggak ngasih tahu aku".
"Aku disuruh diam sama Mas Rudi Syah. yang ngasih tahu duluan malah Mas Rizal", Jawab Anggun.
__ADS_1
"Aku juga tahunya dari Anggun Syah", sahut Novi.
Aku berjalan menuju ke ruang tamu. Kulihat memang keluarga Mas Rudi sudah datang. Terlihat juga Bu Hanny dan Pak Zain ikut hadir diacara pertunanganku. Saat aku keluar dari kamar, kulihat diruang tengah sudah penuh dengan kue dan buah-buahan yang dihias sangat cantik. Banyak sekali bawaan keluarga Mas Rudi.
Aku mencari Mas Rudi, ternyata dia duduk dipojokan bersama Ayahnya. Mas Rudi tersenyum menatapku. Aku melihat bibir mas Rudi yang berkata, "cantik Syah".
Ah..... membuatku klepek-klepek saja Mas Rudi. Dia benar-benar berhasil membuatku terkejut hari ini. Ibu ayah dan semua berhasil berpura-pura seperti tidak ada apa-apa. Mereka memang hebat Aku bahagia sekali hari ini.
Acara pertunangan ini berlangsung dengan baik. Dua keluarga sudah saling bicara. Pak Ustadz juga sudah mendoakan kebaikan untuk kita agar semua berjalan lancar hingga pernikahan nanti.
Kini pembawa acara memanggilku dan Mas Rudi untuk berdiri dibackdrop yang sudah dihias dengan indah dan bertuliskan nama kita berdua.
Rasanya tubuhku gemeteran semua dilihatin banyak orang meskipun itu sebenarnya keluarga sendiri. Acara pertunangan ini memang sebuah kejutan buatku. Ibu memang keren, menyiapkan backdrop sebagus ini.
Mas Rudi sekarang didepanku, dia memegang tanganku. Aku menatap wajahnya yang tampan itu. Astaga..... bahkan tubuhku tak bisa berhenti gemetaran, malu bercampur bahagia.
"Assalamualaikum.
Bismillahirrahmanirrahim. Aisyah didepan keluarga besar dan teman-teman kita. Saya Rudi Arga Pratama ingin melamarmu malam ini. Saya benar-benar serius mencintaimu dan menyayangi kamu. Jika kamu memang berkenan, selanjutnya saya juga ingin segera menikahimu. Apakah kamu mau menerimaku Aisyah?", kata Mas Rudi
Aku menganggukkan kepalaku sambil tersenyum dan berkata, "Iyah Mas". karena aku tidak sanggup berkata apapun selain Iyah.
Mas Rudi langsung mengeluarkan cincin dikotak perhiasan dan memakaikan cincin itu dijariku. Mas Rudi juga memakaikan kalung kepadaku.
Ini kan cincin pilihanku yang tadi siang aku beli sama Mas Rudi. ternyata aku terjebak padahal tadi bilangnya untuk ibu, gumamku dalam hati.
Teman-temanku bersorak-sorak ketika Mas Rudi memasukkan cincin dijariku. Aku sudah tidak mampu lagi berkata-kata, aku hanya tersenyum melihat kebahagiaan hati ini.
Setelah selesai Aku juga berfoto dengan Ayah dan Ibuku serta kedua orang tua Mas Rudi.
Kini Acara inti telah selesai namun Mas Rudi berbicara lagi jika dia akan segera menikahiku ditahun ini. Dan untuk tanggal pernikahannya akan dirundingkan bersama menunggu pihak wanita untuk datang dirumah Mas Rudi.
Kini tiba saatnya untuk makan bersama. Semua tamu dan keluarga makan mengambil sendiri. Aku mengajak Mas Rudi duduk dibackdrop.
"Mas, Jadi ini yang dimaksud Rabu Minggu depan itu yang kamu bicarakan waktu malam dengan orangtuaku. Lalu cincin dan kalung tadi katanya untuk ibu?", tanyaku.
"Iyah Syah. Cincin nya memang sebenarnya untuk kamu, dan kalungnya tadi Mas beli dua kok, nanti yang satunya untuk Ibu. Aku bingung Syah, mencari cara agar cincinnya itu bisa pas dikamu. Mangkanya Mas, ajakin kamu. meskipun sedikit berbohong", jawab Mas Rudi.
__ADS_1
"Enggak apa-apa Mas, Aku bahagia sekali kok dengan hari ini. Aku suka sekali dengan kejutannya. terimakasih ya Mas".
"Iyah Aisyah sayang".
Aku tersenyum dan menatap Mas Rudi dengan penuh cinta.
Setelah acara selesai semua tamu berpamitan untuk pulang. kulihat bu Hanny dan Pak Zain yang datang menghampiriku untuk memberiku selamat.
"Pak Zain kapan menyusul nih, masa' duluan muridnya nih. Itu kasihan Novi sudah menunggu lama", kataku kepada Pak Zain.
"Tenang saja Syah, habis ini saya susul kok", jawab Pak Zain sambil melirik ke Novi
Aku tertawa mendengar perkataan Pak Zain namun kulirik Novi melihatku seperti singa yang ingin menerkamku.
Novi, Anggun dan Mas Rizal mulai berpamitan untuk pulang. Aku memeluk Novi dan Anggun, mereka memang sahabat dekatku. Aku tahu mereka juga ikut berjasa atas terselenggaranya acara ini.
Setelah semua tamu pulang, kini tinggal Mas Rudi. Dia membantu membereskan sisa-sia makanan. Meskipun ibu melarangnya namun tetap dilakukan. Alhamdulillah aku punya calon suami yang rajin.
Setelah selesai, aku mengambil makan untukku dan Mas Rudi. Kita tadi memang tidak sempet makan.
Saat didapur Ibu sedang sibuk membungkus makanan untuk dibagikan ketetangga, terlihat masih banyak orang yang membantu Ibu, bahkan Bu deh juga ada disini.
Aku masih penasaran dengan acara ini. Kok bisa ibu kompakan dengan Mas Rudi. Ingin kutanyakan namun ibu masih repot.
Aku kembali menghampiri Mas Rudi, namun ternyata Mas Rudi sedang bercanda dengan Ayah diteras Rumah. Mereka terlihat kompak sekali.
Setelah cukup malam, akhirnya Mas Rudi berpamitan pulang.
"Mas, sebenarnya pertunangan ini rencana siapa kok bisa buat kejutan untukku?", tanyaku.
Mas Rudi hanya tersenyum dan bersalaman dengan Ayah dan Ibu. Aku mengejarnya hingga dia naik motor.
"Mas kok senyum saja. Ayo jawab dulu"?, tanyaku dengan memaksa.
"Sudah malam sayang, besok pagi Mas Harus kerja. nanti saja waktu sampai dirumah Mas ceritakan. atau kamu tanya Ayah atau Ibu". Jawab Mas Rudi.
"Sekarang saja".
__ADS_1
Mas Rudi hanya tersenyum dan mengucapkan salam sambil melambaikan tanggan.