
Sudah hampir setahun berlalu, aku sudah tidak pernah lagi bertemu dengan Pak Rudi. Kujalani hari-hari ku seperti biasa. Aku sudah tidak pernah lagi ditilang polisi.
Hari ini aku dan teman-teman kumpul didepan sekolah. kita mau berkunjung kerumah Bu Hanny dan beberapa guru yang lain. kita mau meminta maaf mumpung masih dalam suasana lebaran. Kita memilih hari keempat setelah lebaran karena masih ada beberapa guru yang pulang kampung.
Kami mengunjungi rumah Pak Zain terlebih dulu, karena memang lebih dekat dengan sekolah. Sebenarnya Pak Zain itu orangnya asyik meskipun terkadang suka sekali marah-marah namun dia tidak pernah marah dengan Novi. Pak Zain masih belum menikah padahal usianya sudah menginjak 25 tahun. Beliau sebenarnya naksir dengan Novi, kita seringkali menggodanya dan Pak Zain hanya tersenyum sumringah. Namun Novi selalu marah-marah jika dia kugoda dengan Pak Zain.
Kami berpamitan kepada Pak Zain. kita pun meminta maaf karena sering menggoda Pak Zain. Kulihat Novi bersalaman juga dengan Pak Zain.
cie.... cie...cie... semua bersorak melihat mereka. Kulihat Pak Zain memberikan amplop lebaran waktu bersalaman deng Novi.
"Lo Pak kok cuma Novi yang diberi angpao, kita juga mau",
tanyaku.
"Ya itu jadi satu buat sama-sama nanti beli bakso". Jawab Pak Zain
"Iyah Novi kan bendahara dikelas", jawab Putra.
"wah.... wah... wah... dibelain nie sama Putra. Pak Zain ada saingannya nie, he...he..
he..".
"Udah sana pulang-pulang berisik tahu", canda pak Zain kepada kami.
Kami berpamitan lagi dan bergegas menuju rumah Bu Hanny, wali kelas kita. sesampainya disana ternyata Bu Hanny masih keluar, kita disuruh menunggu sebentar oleh anaknya. Kulihat teman-teman yang cowok sedang asyik menghabiskan camilan yang ada dimeja. Padahal tadi dirumah Pak Zain sudah habis banyak sekali camilan.
Tak lama ada mobil merah datang.
"eh...eh Bu Hanny datang, tutup toplesnya", teriak Putra.
"Kan dari tadi kamu yang makan paling banyak", jawabku.
"Iyah emang dasar malu-maluin".
Terlihat seorang cewek cantik keluar dari mobil itu, dan tak lama seorang laki-laki keluar dari pintu depan mobil.
Ahhhh.... Ternyata itu Pak Rudi tampan sekali. sayangnya dia sudah bersama perempuan lain".
__ADS_1
"He.... itu Siwon datang", celetuk Novi
"Yang cewek mirip raisah", kata Dimas.
"Udahlah kita balik saja, Bu Hanny juga masih lama. Itu gantian sudah ada tamu yang datang".
Jantungku berdetak kencang bercampur gemetaran dan sedikit kecewa melihat Pak Rudi bersama seorang wanita.
Wanita itu masuk terlebih dulu dan menyalami kita semua. kulihat Dimas dan Aldi tersenyum-senyum melihatnya. sementara itu Pak Rudi mengambil sesuatu dibelakang mobil. Dia membawa sekantong plastik besar, entah apa itu.
"Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
"Tunggu yah, habis ini Bu Hanny pulang. Oh ya minal aidzin wali Faizin wal Faidzin yah", Kata Pak Rudi sambil menyalami semua teman-temanku.
Aku paling akhir bersalaman dengan Pak Rudi. Dia tersenyum kepadaku, aku membalasnya juga dengan senyuman.
"Lo ini Aisyah yah? udah gede nie, makin cantik aja. Udah lama nggak ketemu. Kangen cegat kamu dilampu merah".
cie.... cie...cie.... teriak teman-teman.
Aku tersenyum kepedean, tak lama wanita cantik tadi keluar dan membangikan bakso. Kepada kita. kulihat tampang teman-teman cowok pada tersenyum melihat bakso.
"Ayo dimakan, sebentar lagi Bu Hanny sampai kok", kata Pak Rudi kepada kita.
"Lo Pak Rudi kok tahu?", tanyaku.
"Iyah tadi telepon saya buat beliin bakso, kebetulan tadi saya sudah dekat dari sini, Ayo dimakan nggak usah malu-malu".
Aku dan teman-temanku mulai memakan bakso ini,
namun aku malu karena sesekali Pak Rudi melihatku sambil tersenyum.
Padahal sudah punya pacar masih saja ngelihatin yang lain, gumamku dalam hati.
Tak lama Bu Hanny datang bersama suaminya. Bu Hanny masuk ke rumah, kitapun langsung berdiri sambil menyalami dan meminta maaf.
__ADS_1
"Ayo lanjut dimakan baksonya". kata Bu Hanny
Bu Hanny tersenyum melihat kekompakan kita.
"Rud, makasih yah udah bantuin. kamu tadi kesini sendiri kah?", tanya Bu Hanny kepada Pak Rudi
"Nggak te, sama Adek, itu lagi didalam sama Vio".
Aku tersenyum senang, ternyata wanita cantik tadi adeknya.
"oh yah kelulusan nanti siswa kelas tiga akan ada kegiatan Outdoor learning ke Bali, kita mengunjungi beberapa musium sekalian liburan". kata Bu Hanny.
"Lo Iyah kah Bu, kok belum diumumkan untuk pembayarannya", tanyaku.
"Iyah Syah, mungkin setelah masuk akan ada pengumumannya".
Setelah cukup lama mengobrol dirumah Bu Hanny kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan, karena masih ada beberapa guru yang belum kita datangi.
Bu Hanny juga ikut berdiri dan memberikan angpao kepada kita. Tak lama Pak Rudi juga ikut memberikan angpao dan memberikannya kepada kita. Aku orang terakhir yang bersalaman dengan bu Hanny dan Pak Rudi. Aku tersenyum manis kepada Pak Rudi dan menyalaminya. Pak Rudi memberiku dua amplop dan berkata, "Ini buat jajan yah".
Aku hanya tersenyum dan berkata , "iyah Pak, terimakasih banyak. saya balik duluan".
Assalamualaikum
waalaikumsalam
Pak Rudi dan Bu Hanny ikut mengantarkan kita hingga kedepan. Kami tersenyum kepada mereka dan melanjutkan perjalanan menuju rumah Pak Muis. Sesampainya disana ternyata Pak Muis tidak ada, Rumahnya sepi sekali. Kita mencoba meneleponnya ternyata beliau sedang pulang kampung dijawa tengah.
Kita melanjutkan perjalanan menuju kerumah Bapak kepala sekolah yaitu Pak Wahyu. Sempainya disana kita memang bertemu dengan Pak Muis namun mereka hendak mudik ke Solo. Kita hanya bersalaman sebentar saja lalu melanjutkan ke tujuan selanjutnya.
Hari sudah hampir Ashar, rasanya juga sudah sangat lelah dan kenyang sekali perutku. Kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan besok. Kita besok berkumpul ditempat dan jam yang sama.
Aku bergegas pulang kerumah. Sesampainya dirumah aku langsung mandi dan sholat. Kulihat kedua orang tuaku sedang menonton TV diruang tengah. Baru kali ini aku melihat mereka bisa bersantai berdua. Biasanya Mereka setelah pulang kerja hanya bertanya kepadaku "sudah makan apa belum Syah?". Jika kujawab sudah, mereka langsung tidur atau bermain handphone.
Jika hari Minggu juga hanya dihabiskan untuk bersantai dirumah. Padahal rasanya ingin sekali aku diajak ibu jalan-jalan atau sekedar makan bersama diluar.
Aku bergegas menuju kamar untuk beristirahat sejenak sambil menonton TV dikamar.
__ADS_1
Terkadang bosan sekali melihat kehidupanku. Ingin rasanya punya orang tua yang sering dirumah menghabiskan waktu dengan anak-anaknya. namun Alhamdulillah aku bersyukur karena hidupku tidak pernah kekurangan, hanya saja kurang sedikit kasih sayang.
Semoga kelak jika aku berumah tangga bisa menjadi orang tua yang baik dan suamiku orang kaya biar aku tidak harus bekerja lagi.