
Setelah acara pertunangan kemaren hubunganku dan Mas Rudi jadi lebih baik. Aku mulai yakin dengan Mas Rudi.
Semalam Mas Rudi tidak menelponku mungkin karena dia lelah seharian jalan-jalan ditambah acara pertunangan. Tubuhku sebenarnya juga masih terasa lelah sekali. Bekas luka dikaki juga masih terasa ngilu.
Setiap hari aku selalu dirumah sendirian, bosan juga rasanya. Aku mencoba mengirim pesan ke Mas Rudi namun belum juga dibalas. Minggu ini adalah Minggu terakhir aku liburan kuliah.
Hingga siang hari aku masih berbaring diatas kasur sambil menonton TV. Aku sempat tertidur dan terbangun ketika Handphoneku berbunyi. Kulihat ternyata Mas Rudi yang menelponku.
"Assalamualaikum Mas. Lama sekali balasnya". tanyaku.
"waalaikumsalam, Iyah sayang tadi Mas lagi jaga diPos polisi. Ada apa? kamarin kan sudah bersamaku seharian", Jawab Mas Rudi
"Enggaklah pede banget, aku cuma penasaran tentang acara kemaren. kok bisa kamu kompak sekali dengan orang tuaku".
"Kamu itu sudah tunangan juga masih gengsi saja, ngakuin jika kangen ha... ha... ha...".
"Ayo cerita, Mas kan sedang istirahat. Aku dirumah sendirian ini. Minggu mungkin aku kembali ke kos".
"Yah, memang Mas sengaja bilang ke orang tua kamu, untuk buat kejutan. Kamu aku ajak pergi pagi-pagi itu biar backdropnya biar segera dipasang. Sebelum kamu ijin ke Ibumu itu, Mas sudah minta ijin duluan. Ternyata orang tua kamu setuju dengan rencana kejutan ini,
Senang kan kamu Syah?".
"Iyah senang sekali Mas, sering-sering yah ngasih kejutan indah untukku".
Setelah obrolan panjang, akhirnya Mas Rudi menutup telponnya karena dia juga belum makan siang.
Begini yah rasanya jatuh cinta, ingin rasany selalu dekat, gumamku dalam hati.
Kudengar Handphoneku berbunyi lagi, aku kira Mas Rudi namun ternyata itu Putra mengirimkan sebuah pesan.
"selamat yah Syah, aku turut bahagia. Semoga langgeng dan lancar sampai pernikahan", kata Putra
"Amin. kamu tahu dari siapa Put?", jawabku.
"Dari Novi Syah".
"Maaf yah kemaren nggak ngundang kamu. karena memang ini kejutan, aku sendiri juga tidak tahu kok".
"Iyah Syah, aku juga sangat terkejut kok, hingga mau copot jantungku".
"Maksudnya??".
"Enggak apa-apa Syah. Lupakan saja. semoga suatu hari kita bertemu lagi".
"Kamu kok ngomong gitu Put??".
Putra tak lagi membalas pesan itu, sepertinya dia benar-benar sakit hati denganku. Sudahlah jika dia juga tak mau lagi jadi sahabatku, suatu hari dia pasti mengerti.
...****************...
Anggun menghampiriku dikos pagi-pagi sekali. Dia memintaku untuk mengantarnya ke kos Mas Rizal, dia mau memberi kejutan kepada kekasihnya itu.
__ADS_1
Aku memang balik ke kos Sabtu malam, karena memang Novi sudah balik sejak hari Jumat. Aku juga bosan dirumah sendirian.
Sebenarnya aku malas sekali keluar, tapi karena Anggun sering membantuku. Aku menuruti keinginannya.
Anggu mengajakku membeli kue ulang tahun dulu. Setelah selesai kita melanjutkan perjalanan. Dari kejauhan terlihat sebuah pos polisi dan beberapa polisi yang berjaga, namun aku tidak bergitu jelas melihatnya.
"Syah.... ada Mas Rudi. ayo cepat kamu panggil. aku pelankan motorku", kata Anggun.
Teringat waktu awal bertemu Mas Rudi saja, gumamku dalam hati
Ternyata benar, terlihat Mas Rudi sedang berdiri didekat Pos. Saat sudah dekat dengan Pos aku menyapa Mas Rudi.
"Mas Rudi sayang", kataku sambil tersenyum dan melambaikan tangan.
Aku melihat kebelakang, ternyata dia juga tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Auhhhhh tampan sekali calon suamiku. Nggun muter situ lagi. aku mau menyapanya sekali lagi", kataku kepada Anggun.
"Okay siap Syah. jika panggil yang keras Syah", Jawab Anggun.
Anggun benar-benar memutar balik arah, dan sekali lagi aku melihat Mas Rudi.
"Mas Rudi I love you", kataku sambil tertawa.
Aku menoleh kebelakang, Mas Rudi tersenyum melihat kegabutan kita.
Ah.... Aku seperti siswa SMP yang sedang jatuh cinta saja.
Sesampainya dikosnya Mas Rizal, Aku melihat handphone-ku ternyata Mas Rudi yang menelponku tadi.
Aku menelponnya kembali.
"Assalamualaikum Mas, ada apa?", tanyaku.
"Kamu mau kemana Syah", tanya Mas Rudi.
"ini lagi nganterin Anggun dikosnya Mas Rizal. Dia mau memberi kejutan ulang tahun".
"Ya udah hati-hati Syah".
Setelah menutup telponnya Mas Rudi mengirimiku sebuah pesan dan foto. Setelah kubuka ternyata foto sebuah resep obat. Dia menyuruhku untuk membelikannya dan mengantarkan obat itu dipos tadi.
Aku ikut Anggun merayakan ulang tahun Mas Rizal sebentar. Anggun memegang kue ulang tahun dan aku mengetuk pintu kamar Mas Rizal. Setelah lama akhirnya dibuka juga.
Surprise...... selamat ulang tahun Mas.
Terlihat Mas Rizal begitu kaget melihat kedatangan kita. Dia yang hanya memakai kaos dalam dan celana pendek, terlihat malu-malu dengan kedatanganku.
"Ayo masuk dulu Nggun Syah. Maaf berantakan", kata Mas Rizal
"Nggak Apa Mas", jawabku
__ADS_1
"Kamar Pak Rudi disebelah kamarku Syah, tapi orangnya sedang masuk kerja".
"Iyah Mas tadi aku sudah ketemu di Pos polisi, Aku balik dulu yah Mas, nanti Anggun anterin balik kekos yah".
Bruuuuankkkkk..........
Kita berlari keluar, ternyata kulihat Mas Rudi jatuh dari motornya. Dia pingsan dan kepalanya terpepet tembok.
Astaghfirullah aku lupa membeli obat Mas Rudi tadi, mungkin dia jatuh karena kepalanya sakit.
Mas Rizal dan penghuni kos yang lain membantu mengangkat Mas Rudi dan dibawah ke kamar Mas Rizal.
"Syah, coba kamu cari kunci kamar disakunya Pak Rudi", kata Mas Rizal.
"Iyah Mas".
Setelah kucari-cari saku baju dan celananya, akhirnya ketemu juga. Aku segera membuka pintu kamar kos Mas Rudi. Aku mencoba mencari obat dilemari kamarnya. Akhirnya aku menemukan sebuah obat yang sama dengan yang dikirim Mas Rudi melalui pesan tadi pagi.
Mas Rizal memindahkan Mas Rudi kekamar nya sendiri. Aku memberikan minyak kayu putih dan memijatnya hingga dia sadar.
Setelah hampir dua puluh menit akhirnya Mas Rudi sadar juga. Dia memegang kepalanya dan menatapku sinis. Sesekali dia menatap langit-langit kamarnya. Tiba-tiba dia bangun dan duduk.
"Ngapain kamu disini Syah. Kok bisa sampai kamarku. bukannya tadi aku antar kamu kekos", tanya Mas Rudi.
"Tadi kamu pingsan Mas, kebetulan tadi aku disini sama Anggun", Jawabku.
"Ayo aku antarkan pulang Syah".
"Lo aku bawa motor sendiri Mas".
"Bukannya tadi baru aku antarkan balik ke kos?".
"haaaa......??"
Mas Rudi mengulang ulang perkataannya. Sejenak aku berpikir apa Mas Rudi sudah ingat aku yah.
Tak lama Mas Rizal dan Anggun datang. Aku menceritakan perkataan Mas Rudi Barusan.
Terlihat Mas Rudi mulai memegang kepalanya, sepertinya dia pusing. Dahinya juga sedikit tergores akibat kena batu saat jatuh tadi.
"Sudah Mas, ini ayo minum obat kamu", kataku sambil memijat kepala Mas Rudi.
"Obat apaan ini Syah, kok banyak sekali", tanya Mas Rudi
"Mas.... Mas.... kamu sudah ingat aku kan????", tanyaku sambil tersenyum-senyum.
"Ya Ingatlah, kamu kan Aisyah gadis resek yang sering melanggar lalu lintas, imut- imut seperti Masha. Tapi aku cinta".
"Kamu ingat waktu kita mendaki gunung bersama?, tanya Mas Rizal
"Ya Ingatlah, waktu itu kan aku gagal ngomong suka sama Aisyah. Kalian semua itu kenapa sih, kok aneh. Masih waras kan".
__ADS_1
"Alhamdulillah....". ucapku, Anggun, dan Mas Rizal bersama.