Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Ditilang Cinta Polisi Ganteng
Di Jogja


__ADS_3

Setelah satu bulan lebih menunggu surat tugas. Akhirnya hari ini kita berangkat menuju Jogja. Kita sudah mantap untuk pindah ke Jogja, Kevin juga sudah kuberi pengertian. Orang tua kami juga sudah memahami tentang keputusan kita.


Aku juga ingin hidup tenang terbebas dari Putra.


Kita berangkat ke Jogja dengan mengendarai mobil. Perjalanan lumayan jauh ditempuh dalam waktu delapan jam perjalanan. Namun sesekali kita berhenti sejenak dimasjid untuk sholat dan merebahkan tubuh.


Kita nantinya Akan menempati sebuah rumah kontrakan. Mas Rudi sudah menyiapkannya seminggu yang lalu. Sebenarnya Ibu juga mempunyai saudara diJogja namun kita jarang sekali mengunjunginya.


Setelah perjalanan yang cukup melelahkan, Alhamdulillah kita sudah sampai disebuah desa yang masih sangat sejuk udaranya, padahal letaknya tak jauh dari pusat kota.


Rumah yang kita tempati lumayan besar dan halamannya juga cukup luas. Ku lihat Kevin senang sekali berada disini, karena setibanya dirumah ini, kita langsung dikerubuti anak-anak kecil yang bermain bola dihalaman.


"Ramai sekali yah Mas, enak Kevin ada temannya", ucapku


"Iyah, kata pemilik rumah. Di halaman rumah tiap sore banyak anak yang bermain bola. Enak kan jadi kalian tidak akan takut tinggal dirumah baru".


"Mama...... Aku ikut main bola, boleh?", tanya Kevin.


"Iyah boleh", jawabku sambil tersenyum.


Kita segera masuk kedalam rumah. Alhamdulillah keadaan didalam sudah bersih. Mas Rudi sudah mengisi kasur dan lemari.


"Mas, besok kita adain pengajian kecil-kecilan yah, mengundang tetangga sebelah biar kita kenal".


"Iyah kamu atur saja Syah".


"Nanti malam kita ke Malioboro yuk Mas, Aku pengen jalan-jalan, Kevin pasti seneng".


"Lihat nanti lah, Aku capek nyetir dari pagi. Besok Aku juga masih libur kok, bisa dipakai jalan-jalan".


Malam ini Kevin dan Mas Rudi tidur lebih awal, mungkin karena mereka kecapekan seharian diperjalanan.


Aku juga sangat lelah, namun selalu saja banyak pekerjaan yang harus dibereskan.

__ADS_1


Setelah pekerjaan beres, Aku memutuskan untuk tidur. Namun tak lama handphonenku berbunyi, kulihat Novi yang sedang menelponku.


"Assalamualaikum Syah gimana kabarnya", ucap Novi


"Waalaikumsalam baik Nov", jawabku


"Eh besok sore datang kerumahku yah, ada acara Aqiqah anakku yang kedua. Tenang Aku nggak ngundang Putra kok".


"Waduh, Aku sudah pindah ke Jogja Nov, maaf yah tidak bisa datang. Kamu undang aja dia nggak apa-apa. Putra sungguh mengganggu kehidupanku Nov ".


"Wah jauh sekali. Lo Setelah keluar dari penjara Putra dijodohkan dengan seorang guru TK. Sekarang dia tinggal di Surabaya. Istrinya juga sebentar lagi melahirkan. Dulu memang Putra menolak karena masih cinta sama kamu Syah, sampai heboh disini. Akhirnya setelah dibawa ke orang pinter, mau juga dia".


"Kamu tahu Nov, istrinya Putra itu gurunya Kevin. Dan Putra selalu mendekati Kevin. Dia juga bilang cinta kepadaku. Gila kan Putra".


"La kok bisa Syah. Dia sekarang usaha Warkop dibeberapa tempat dan lumayan ramai. Wah wah bahaya juga Putra, saking cintanya padamu sampai gila".


Setelah mengobrol panjang lebar dengan Novi malam ini, Aku bergegas tidur karena hari sudah malam.


Aku mulai betah setelah beberapa hari tinggal disini, Kevin juga senang karena banyak teman baru. Aku juga sudah memindahkan Kevin disekolah yang baru.


Rutinitas kujalani seperti biasanya, hanya saja kali ini Aku lebih tenang tanpa gangguan Putra. Semenjak tinggal disini, kepalaku sering pusing dan mual.


Sempat terpikir jika Aku hamil lagi. namun Aku mengikuti program KB. Aku memang sengaja menunda kehamilan setidaknya sampai Kevin di TK B.


Hari ini mas Rudi mengajak kita untuk jalan-jalan ke pantai. Namun rasanya Aku mual sekali. Sebenarnya Mas Rudi sudah menyuruh untuk memeriksakannya ke dokter beberapa hari lalu, namun Aku saja yang malas.


"Mas, mampir apotik dulu yah beli obat mual", kataku


"Kita periksa dulu ke dokter saja, baru jalan-jalan. Siapa tahu kamu mual karena hamil", jawab Mas Rudi


"Ya jika itu ya mendingan dites pake testpack aja Mas".


"Ya udah sana kamu tes dulu Syah".

__ADS_1


"Nggak punya testpack Mas, udah lama nggak hamil".


"Yah udah aku beliin dulu, tunggu yah".


"Sekalian obat pusing dan mual".


Mas Rudi segera berangkat ke apotik. Dia semangat sekali, melihatku mual mual. Mungkin dikira Aku hamil.


Tak lama Mas Rudi dan Kevin Pulang sambil tersenyum. Mas Rudi memberikan testpack itu kepadaku. Dia mendorongku ke kamar mandi. Aku hanya membalasnya dengan tersenyum kecut.


Ah.... jika Aku benar hamil bagaimana, baru juga hidup dinegri orang, ah sudahlah. gumamku.


Aku mengetest air Ke****gku, begitu deg deg an takut jika benar hamil.


Kupejamkan mataku, Aku mencoba mengintipnya. Dan benar ternyata Aku hamil, padahal Aku belum siap hamil lagi.


Antara bahagia dan takut dikehamilanku yang saat ini. Aku keluar dari kamar mandi. Mas Rudi dan Kevin sudah menunggu diruang tamu.


"Syah bagaimana hasilnya", ucap Mas Rudi


"Masih garis satu Mas".


"Yah, Ayah gagal donk Vin. Tenang nanti malam Ayah buatin Adek buat kamu Vin".


"Ayo kita berangkat kepantai saja. Ini ongkos buat Ayah".


Aku memberikan testpack itu kepada Mas Rudi. Dia tersenyum bahagia. Terima kasih ya sayang".


"Alhamdulillah, Mama hamil. Kamu bakalan punya Adek, Vin".


"Here..... hore...... Aku mau Adek cowok saja biar bisa diajak main".


Mas Rudi memeluk dan menc***iku. Dia terus saja tersenyum. Aku juga heran mengapa Aku bisa hamil lagi padahal Aku menggunakan KB.

__ADS_1


__ADS_2