
Hari ini aku mengurus SIM untuk yang kedua kalinya setelah minggu kemarin aku gagal waktu tes mengemudi.
Awalnya aku berangkat bersama Novi namun karena Novi gagal di tes akademik hingga membuat kita berangkat sendiri-sendiri.
Ternyata tesnya mengendarai motor dengan memutari angka delapan dan zig zag. lumayan ribet sih menurutku, karena kebanyakan orang itu sudah bisa naik motor namun waktu tes gagal saat memutari angka delapan. Padahal jika kita naik motor dijalan kan nggak bakalan ada jalan yang seperti itu.
Hingga siang aku masih berada di Samsat. Lelah sekali rasanya, Aku menuju masjid dilokasi polres untuk sholat dulu, karena antrean masih panjang sementara sudah hampir jam dua siang.
Aku sholat sendirian dipojokan, sedikit merinding karena kurasa ada orang yang memperhatikanku dari tadi. Masjidnya tadi juga lumayan sepi.
Setelah sholat aku melihat polisi yang barusan beranjak dari masjid. Ah.... mungkin itu tadi orangnya.
Aku masuk kembali keruangan dan menunggu antrian untuk foto. Aku duduk disamping wanita seusiaku, sepertinya aku pernah melihatnya namun entah dimana.
perutku berbunyi, lapar sekali. menunggu memang suatu yang melelahkan.
wanita itu melihatku dan tersenyum, aku pun membalas senyumannya akhirnya aku saling tegur sapa. Kita ngobrol panjang lebar dan ku tanya asalnya dari mana dan dia menjawab di jalan RA Mustika Sidoarjo.
"Kayak pernah lihat mbak, tapi saya lupa dimana".
"Sama Mbak saya juga sepertinya pernah melihat. Mbak namanya siapa?".
"Saya Aisyah mbak. Wali kelas saya waktu SMA kemaren orang sana, Mbak kenal sama Bu Hanny?".
"Lo itu kan Mama saya mbak.
Oh iya Mbak muridnya mama ya, pantesan sepertinya aku pernah melihat Mbak waktu lebaran kemaren kan kerumah saya".
"Iyah. Mbak namanya siapa?. Kok sendirian saja Mbak nggak diantar sama bu Hanny loh", tanyaku.
"Saya A'yun, Mbak. Tadi aku ke sini dianterin sama Mas Arga kok Mbak".
"Mas Arga itu Pak Rudi kah?".
"Iyah namanya kan Rudi Arga Pratama, dirumah dipanggil Arga".
"lah terus orangnya sekarang ke mana lo Mbak kok nggak kelihatan batang hidungnya".
"Tadi sih katanya sholat mungkin lagi ketemu sama temen-temennya soalnya kan dia sekarang dipindah tugaskan".
"Oh...... pantesan sudah gak pernah ketemu lagi".
kita mau ngobrol hingga lama sekali akhirnya Mbak A'yun dipanggil lebih dulu aku masih menunggu di sini sendirian.
Tak lama kulihat Pak Rudi masuk ke dalam ruang foto SIM, sepertinya dia menghampiri Mbak A'yun.
Enak sekali ya punya saudara polisi hingga mengurus SIM pun lebih cepat Andai aku punya pacar seorang polisi, gumamku dalam hati.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian kulihat Mbak A'yun keluar, dan namaku pun dipanggil. Aku segera masuk ke ruang foto di sana Aku difoto namun setelah foto aku masih disuruh duduk di dalam gak lama kemudian terlihat Pak Rudi menghampiriku.
"Hai Aisyah gimana kabarmu Sudah selesai mengurus SIM-nya".
"Sudah Pak tinggal menunggu SIM-nya jadi aja tapi kok saya masih disuruh di sini, seharusnya kan menunggu di luar. Pak Rudi ngapain di sini?".
"Ini mau nungguin kamu", kata Pak Rudi sambil tersenyum.
Ehem.... ehem.... sindir Ibu petugas bagian foto SIM.
Aku tersenyum malu.
"Saya nunggu diluar nggak Apa-apa kan Bu?", tanyaku pada ibu bagian foto SIM.
"Iyah nggak apa-apa Mbak, nanti dipanggil jika sudah selesai.
Pak Rudi bisa minta tolong mbaknya diantarkan".
"Siap Bu laksanakan, akan saya antarkan dengan aman", kata Pak Rudi
Aku masih tersenyum-senyum sendiri. Ah....Sungguh aku baper sekali, gumamku.
Aku berdiri dan menunggu hingga SIM jadi diruang tunggu. Aku melihat Mbak A'yun duduk tidak jauh dari tempatku yang tadi aku menghampirinya dan kulihat Pak Rudi juga mengikutiku dari belakang.
"Cie kalian kok bisa barengan sih", tanya Mbak A'yun.
"Iyah mbak barusan nggak sengaja ketemu di dalam", kataku.
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Mbak A'yun.
"Enggak kok, tadi kebetulan emang Mas lagi duduk di sana terus lihat Aisyah", Kata Pak Rudi.
"Halah tadi kan aku yang cerita Jika bertemu dengan muridnya mama namanya Aisyah, Mas Arga langsung nggak mau ikutan keluar".
Kita saling mengobrol hingga tak terasa 30 menit kemudian SIM ku sudah jadi. Kita selesai beriringan. Hingga kita pulang barengan.
Aku menuju parkiran motor ternyata Mbak A'yun dan Pak Rudi juga membawa motor.
"Syah, ikutan kita makan yuk?", tanya Pak Rudi.
"Enggak usah terima kasih Pak", jawabku.
"Ayo Mbak ikutan mumpung Mas Arga lagi ulang tahun, nggak boleh loh menolak rezeki", kata Mbak A'yun.
Perutku yang lapar seakan tak tahu malu berbunyi di depan mereka. rasanya ingin sekali ikut namun aku malu.
"Ayolah ikut Syah". tanya Mas Arga sekali lagi kepadaku.
__ADS_1
"Iyah Pak, kamu duluan aja nanti aku ikutin dari belakang".
Aku mengikuti mereka dari belakang, hingga akhirnya mereka berhenti ke sebuah rumah makan.
Ah..... Sungguh aku tak tahu malu sekali, kenapa aku bisa menerima ajakan Pak Rudi.
"Kamu mau pesan apa Sya?".tanya Pak Rudi
"Samain aja Pak", jawabku
"cie... cie... romantis sekali sih kalian, kalau gitu aku nggak mau samaan sama kalian. Siapa tahu kalian jodoh", kata Mbak A'yun
Aku hanya mampu tersenyum mendengar perkataan Mbak A'yun. Ku lirik Pak Rudi juga hanya tersenyum-senyum malu.
Setelah makan aku segera berpamitan kepada mbak A'yun dan Pak Rudi karena hari memang sudah mulai sore.
Sepanjang perjalanan pulang aku masih tersenyum sendirian, masih membayangkan kejadian hari ini.
Sesampainya dirumah aku segera mandi dan sholat. Senang sekali rasanya hari ini. Aku menuju kamar sambil rebahan Namun wajah Pak Rudi masih terus menghantuiku.
Aku mengirim pesan kepada Novi dan menceritakan kejadian hari ini. Novi langsung menelponku dan bertanya-tanya.
Ahh..... Novi kepo sekali, dia bertanya hingga detail sekali. Satu jam berlalu hanya mengobrol dengan Novi. Tak terasa sudah jam delapan malam.
Aku baru ingat jika tadi Pak Rudi ulang tahun. Aku mencoba mengirim pesan kepada Pak Rudi.
"Selamat ulang tahun Pak, semoga sehat selalu dan segera menemukan jodohnya. Terima kasih traktirannya tadi yah".
Lama kutunggu namun pesanku belum juga dibalas. Sudahlah mending aku sholat saja lanjut tidur.
Aku berbaring dikamar mencoba untuk memejamkan mata, rasanya lelah sekali hari ini. Namun hatiku masih saja memikirkan Pak Rudi.
Aku mengambil handphone mencoba mengecek pesanku kepada Pak Rudi tadi.
Satu panggilan tak terjawab kulihat dari Pak Rudi. Ah..... sungguh sayang sekali aku tak mendengar panggilan itu.
Aku tak tahu harus apa, ingin sekali rasanya menelpon balik namun aku malu.
Ku tunggu hingga larut malam, Pak Rudi tidak menelpon lagi, pesanku juga tidak dibalas.
Mencoba mendengarkan lagu galau, ternyata cocok sekali liriknya denganku.
ku ingin kau tahu
diriku disini
menanti dirimu
__ADS_1
meski kutunggu hingga ujung waktuku....
dan biarkan rasa ini kan abadi tuk selamanya.......