
Hari ini awal aku libur semester. Seharusnya ini adalah hari-hari pertunanganku dengan Mas Rudi.
Aku memang masih dekat dengan Mas Rudi namun hanya sebagai sahabat saja.
Memang sedikit menyedihkan namun aku tetap menerimanya agar bisa dekat dengan Mas Rudi lagi.
Sudah dua bulan berlalu namun Mas Rudi masih belum sepenuhnya mengingat orang yang baru dikenalnya. Dia juga sudah masuk kerja lagi.
Hari ini rasanya malas sekali pulang kerumah, kedua orang tuaku juga bekerja, sepi tak ada seorangpun dirumah. Bu Deh kini sudah minta pensiun.
Aku masih dikos bersama Novi. Kerjaanku hanya berbaring dikamar sambil menonton film di YuTub dan memainkan Handphoneku.
Novi barusan keluar dengan teman-temannya. Sungguh bosan sekali, aku seperti orang stres dikos.
Aku mencoba menghubungi Putra namun ternyata dia sedang bekerja. Aku mencoba mengirim pesan juga kepada Mas Rudi.
"Mas lagi dimana?", tanyaku
Aku mengirim pesan kepada Mas Rudi, berharap dia juga sedang disurabaya dan meresponnya.
Dia membalas dengan mengirimkan sebuah foto disebuah Bioskop.
"Senang sekali yah, sama siapa disitu Mas?", tanyaku sekali lagi.
Dia mengirim sebuah foto lagi. Aku membukanya. Ternyata dia sedang bersama Mia.
"Have fun Mas. Semoga kalian berjodoh".
"Maksudnya?", Jawab Mas Rudi.
"Seharusnya bagaimana Mas. Jika kamu masih mencintai Mia yah Nggak apa-apa. Aku mundur, meskipun seharusnya Minggu ini harusnya kamu melamarku. Sayangnya kamu lupa".
"Kok gitu???".
"Lupakan saja Mas. Aku mundur".
Aku mematikan handphoneku, meskipun aku tahu Mas Rudi tidak akan menelponku.
Ah bodohnya.......Aku hanya berlari, berharap untuk dikejar meskipun itu tak mungkin terjadi.
Aku memejamkan mata mencoba untuk tidur siang. Sejenak melupakan Mas Rudi yang menyebalkan itu.
Tok.... tok.... tok....
"Assalamualaikum Aisyah........"
Sepertinya suara Anggun, mengganggu tidur siangku saja, gumamku.
Aku segera membukakan pintu dan menyuruhnya masuk.
"Waalaikumsalam. kamu kok nggak pulang kampung Nggun?".
__ADS_1
"Enggak, males dirumah. orang tuaku kerja dua-duanya, kakak malah kerja dijogja".
"Wa enak tuh kalau kita liburan ke Jogja".
"Boleh-boleh, nanti aku ajak Mas Rizal yah biar dia cuti sehari".
"La terus aku sama siapa?".
"Ya sama Mas Rudi lah, kamu nggak tahu apa? dia sudah masuk kerja dua Minggu yang lalu. Namun sama Mas Rizal kini tidak begitu dekat, Mas Rudi lebih banyak diam, dia juga sekarang ditaruh dikantor karena baru sembuh".
"Biarlah, lagian aku sudah menyerah. Ku iklaskan jika dia kembali ke mantan pacarnya".
Setelah obrolan panjang dengan Anggun, ternyata nanti Malam diap mengajakku untuk nongkrong di lapangan Brawijaya sambil nyari jajanan yang lagi viral.
Aku menerimanya ajakan Anggun namun aku melarang Anggun mengajak Mas Rudi.
...****************...
Malam ini aku berangkat ke lapangan Brawijaya bersama Anggun. Sebenarnya aku ingin sekali mengajak Novi namun Novi belum pulang dari tadi pagi.
Sesampainya di sana Aku berputar mengelilingi lapangan mencari makanan yang lagi viral di tok tok. Namun tak lama Anggun menerima telepon dari Mas Rizal ternyata dia sudah sampai dan menunggu di tempat yang dulu kita pernah duduk bersama.
Kulihat Mas Rizal hanya sendirian sedikit bernafas lega, Namun setelah beberapa saat aku menengok ke kiri ternyata ada Mas Rudi bersama Mia yang sedang membeli makanan. Mereka masih memakai baju yang sama seperti foto yang dikirim Mas Rudi tadi siang.
Berarti seharian mereka bersama. Aku saja belum pernah diajak Mas Rudi keluar seharian, gumamku.
Aku duduk diatas rumput sendirian sambil makan sosis dan bakso bakar. Anggun dan Mas Rizal sedang mencari minuman untuk kita.
Ddddooorrrrr........ ha...ha...ha..
Seseorang mengertakku dari belakang. Rasanya jantungku ingin copot, aku benar-benar kaget.
Kutoleh ternyata Mas Erik sambil tertawa melihatku.
"Mas Erik ngagetin aja", kataku.
"Ngapain kamu sendirian disini?".
"lagi jadi obat nyamuknya Anggun sama pacarnya. La Mas sendiri nngapain disini sendirian".
"Nyariin kamulah Syah he...he... he....
Itu aku lagi sama teman-teman yang lain (Sambil menunjuk ke arah samping kananku)
Ternyata mereka sedang asyik nongkrong di angkringan bersmaa dengan teman-teman BEM yang lain.
"Ayo ikut gabung Syah".
"Iyah sebentar Mas, nunggu Anggun balik nanti dia nyariin aku".
"Ya udahlah aku temenin deh, sambil nunggu Anggun".
__ADS_1
Alhamdulillah Mas Erik mau nemenin aku duduk disini. Setidaknya aku tidak duduk sendirian seperti orang hilang.
setelah mengobrol panjang lebar sambil bercanda dengan Mas Erik tak lama handphoneku berbunyi kulihat sebuah pesan dari Mas Rudi.
Padahal dia berada tak jauh dari tempatku duduk.
"Siapa itu Syah". pesan Mas Rudi
"Teman kuliah". jawabku.
"Kok akrab sekali. sepertinya dia suka sama kamu".
"Jika mantan saja bisa kembali lagi apalagi yang hanya berteman, bisa jadi suka tanpa ada yang melarang", jawabku nyindir
Aku melihat Mas Rudi yang terus sibuk mengetik handphonennya.
Handphoneku terus berbunyi, banyak sekali pesan masuk dari Mas Rudi. Hanya kulihat saja namun enggan kubalas.
Aku sudah kecewa dengan Mas Rudi. Aku sudah tidak berharap terlalu banyak dengan hubungan ini.
Setelah lama menunggu akhirnya Anggun datang bersama Mas Rizal dan membawa banyak makanan.
"Lo kok ada Mas Erik, cie.... cie.....ehem ada apa nih". kata Anggun sambil meledek.
"Lihat tu disamping kanan, ada teman-teman BEM yang lain juga ikut".
"Kirain ada sesuatu. Eh Iyah ini kenalin Mas teman kuliahku", kata Anggun sambil mengenalkan Mas Erik kepadanya Mas Rizal.
Setelah berkenalan dengan Mas Rizal, Mas Erik pamit untuk kembali nongkrong dengan teman-teman BEM yang lain.
Tak berselang lama Mas Rudi menghampiri kita bersama Mia. Aku hanya diam saja. Mereka mengobrol dan bercanda seperti tidak ada masalah apapun.
Anggun menatapku, dia tahu jika aku kecewa saat ini.
"Mas Rizal, nanti Anggun tolong antarkan pulang yah, aku balik duluan", kataku.
"Iyah Syah", jawab Mas Rizal.
"Lo Syah, sekalian aja pulangnya", sahut Anggun.
Aku menatap Mas Rudi penuh amarah namun dia hanya menatapku dan diam saja. Aku berjalan dengan cepat hingga aku menabrak seorang Pria.
"Maaf Mas", kataku.
"Iyah", jawabnya.
Aku melanjutkan jalan menuju keparkiran. Tiba-tiba terdengar suara keributan. Aku menoleh kebelakang ternyata pria yang kutabrak barusan menarik tangan Mia namun Mas Rudi berusaha melerainya.
Sepertinya cekcok semakin memanas, banyak orang yang mengerubuti mereka berusaha untuk memisahkan.
Ah.... bodoh amat, aku menyalakan motorku dan pergi dari sini. Aku masih menoleh ketempat tadi, Mia ditarik dan diajak pergi oleh pria tadi menuju keparkiran. Terlihat Mas Rudi hanya diam saja melihat Pria itu membawa Mia.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan aku masih penasaran, Siapa sebenarnya Pria yang membawa Mia tadi??