
Ayah Mas Rudi terkena Stroke akibat darah tinggi yang dideritanya. Untung saja waktu itu segera dibawa kerumah sakit.
Sudah lima tahun berlalu semenjak kejadian itu, namun beliau masih belum bisa berjalan, hanya menggunakan kursi roda.
Kini cucunya sudah besar, dan hari ini adalah hari pertama dia masuk kesekolah TK.
"Mama, Ayo berangkat nanti telat", Ucap Kevin
"Kamu panggil Ayah dulu nak, ajak pulang, suruh cepat", jawabku
Kevin berlari menuju kedalam rumah memanggil Ayahnya. Tak lama Mas Rudi ikut keluar. Kita mulai berpamitan kepada ibu dan Ayah mertua. Kemaren kita memang sengaja menginap disini, karena Ayah mertuaku merindukan Kevin, cucu semata wayangnya.
Sepanjang perjalanan pulang, Kevin terus bernyanyi. Usianya kini sudah empat tahun dua bulan.
"Syah, Kevin sudah besar Lo. sudah masuk sekolah. Sudah waktunya punya adek", ucap Mas Rudi.
"Iyah, Aku pengen punya adek", sahut Kevin.
"Yah, nanti pikir-pikir dulu Mas. Nanti jika aku hamil lagi yang mengantar sekolah siapa, jika adeknya sudah lahir. Enak kamu kalau ngomong Mas", jawabku ketus.
"Kamu juga enak kan sayang".
Kevin terus bernyanyi dan sesekali menagih ingin punya adek. Mas Rudi terus saja bilang, Iyah nanti Ayah buatin adek.
Sebenarnya Novi dan Anggun juga sudah mempunyai dua anak. Padahal nikahnya duluan Aku. Kita juga jarang sekali bertemu, hanya sesekal video call saja.
Sesampainya disurabaya, Mas Rudi langsung mengantarkan kita kesebuah sekolah TK dekat rumah kita yang baru.
Aku mengantarkan Kevin masuk kedalam kelas. Dia mulai duduk dan berinteraksi dengan teman sebelahnya. Alhamdulillah dia langsung berani masuk sendiri, Aku hanya menunggu diluar.
Setelah Selesai Aku menghampirinya didepan kelas. Gurunya ternyata benar-benar memahami karakter masing-masing anak.
"Bunda, besok Kevin dijemput waktu pulang saja, tidak usah ditunggu karena anaknya cepat beradaptasi dengan teman-temannya, ucap Bu Dian, Guru Kevin.
"Iyah Bu, tapi masih tidak tega", Jawabku
"Nggak apa-apa Bunda, anaknya biar bisa belajar mandiri".
"Iyah Bu, terimakasih".
Aku pulang menunggu ojek online, karena Mas Rudi sudah berangkat bekerja dan jika jalan kali lumayan melelahkan juga.
Kulihat Bu Dian dijemput mobil pickup. Mungkin itu suaminya. Tak lama ojek datang, Aku dan Kevin bergegas pulang ke rumah.
Kevin adalah anak yang aktif, Dia tidak pernah bisa diam. Dia memang tipe anak kinestetik, hingga dihalaman rumah dibuatkan ring basket oleh Mas Rudi.
Setiap Mas Rudi pulang kerja atau libur dia selalu menyempatkan waktu untuk mengajaknya anaknya bermain.
...****************...
__ADS_1
Pagi ini Aku mengantarkan Kevin ke sekolah. Setelah tiga hari kemaren Aku menunggu dia sekolah, hari ini Aku menitipkan Kevin ke Bu Dian. Nanti aku akan menjemputnya waktu pulang saja.
Setelah satu jam bergelut dengan pekerjaan rumah. Kini saatnya Aku menjemput Kevin disekolah.
Aku menunggunya didekat pintu keluar. Kevin yang sedang bersama Bu Dian melihat dan berlari ke arahku.
"Mama...... Aku dapat mainan", ucap kevin
"Dari siapa Nak mainan itu", tanyaku
"Dari om-om yang biasanya bawa mobil".
"Astaghfirullah, kamu nggak boleh menerima mainan dari orang tak dikenal Vin. Jangan mau yah jika diajak sama orang itu".
"Kenal kok, namanya om ultramen biasanya ngobrol sama Bu guru".
"Pokoknya dengerin Mama, jangan dekat-dekat sama orang yang belum atau baru dikenal, ngerti Vin?".
"Iyah ngerti Ma".
Kulihat sebuah mobil-mobilan kecil namun harganya lumayan mahal. karena aku biasa membelikan Kevin mainan itu di minimarket. mainan itu masih baru dan bungkusnya belum terbuka sama sekali.
Aku mencoba mengirimkan pesan kepada Bu Dian namun ternyata Bu Dian juga tidak tahu, Beliau malah mengira Kevin membawa mainan itu dari rumah.
Astagfirullah membuatku khawatir penasaran saja.
Kevin yang sudah mandi menunggu kedatangan Ayahnya didepan pintu. Dia sangat mengagumi Ayahnya hingga ingin menjadi seorang polisi juga.
Tak lama Mas Rudi datang, Kevin berlari melihat kedatangan Ayahnya. Dia langsung menagih janji Ayahnya itu.
"Ayah.......", ucap kevin
"Sebentar Ayah sholat dulu yah nak, Mama suruh siap-siap", ucap Mas Rudi.
"Mama sudah siapa Yah, ayo......", jawab Kevin
Setelah Sholat kita langsung berangkat menuju ke mall, yang tak begitu jauh dari rumah.
Sesampainya disana kita langsung menuju ke playzone. Kevin senang sekali main di sana karena dia bisa memanjat, berlari, main bom bom car serta naik mini flying fox.
"Mas jagain Kevin yah, Aku cari camilan dulu", Ucapku
"Iyah sayang", jawab Mas Rudi
Sebelum mencari camilan, Aku jalan-jalan dulu melihat-lihat baju. Aku mengambil handphonenku yang berbunyi. Ku kira Mas Rudi namun ternyata sebuah pesan yang bertuliskan,"Kamu makin cantik yah".
Mau kubalas namun tiba-tiba Bu Dian menyapaku.
"Bun, sendirian saja. Kevin mana?", tanya Bu Dian
__ADS_1
"Eh Bu Dian. Kevin sama Ayahnya lagi bermain di playzone. Bu Dian sendirian juga?"
"Sama suami saya, cuma sedang ke toilet".
"Oh ya Sudah Bu saya duluan yah", kataku
Aku menghampiri Kevin dan membawa banyak makanan. Setelah puas bermain, kita memutuskan untuk pulang.
Kevin tertidur pulas dimobil, mungkin karena kelelahan. Setelah menidurkan Kevin, Mas Rudi menarikku menuju ke kamar sebelah sambil tersenyum.
"Kamu kenapa sih Mas", tanyaku
"Kamu ingat permintaan Kevin yang sering diucapkan", jawab Mas Rudi
"Permintaan apa Mas?".
"Dia pengen punya Adik".
"Nggak mau Mas".
Aku mencoba keluar kamar namun Mas Rudi menarikku sangat kuat, dan akhirnya Aku nyerah juga. Mas Rudi melakukanya malam ini.
Semoga tidak hamil dulu, gumamku.
Aku terbangun menyiapkan sarapan dan mengantar Kevin kesekolah. Setelah itu Aku kembali kerumah untuk bersih-bersih.
Aku memasang alarm agar tidak terlambat menjemput Kevin. Setelah selesai Aku berangkat lagi untuk menjemput Kevin.
Lagi-lagi Kevin keluar dengan membawa mainan dan kali ini cukup besar.
"Mama..... Aku dapat mainan lagi. Aku senang sekali", Ucap Kevin sambil tersenyum
"Siapa yang kasih mainan ini Vin. Mama kan sudah bilang, jangan menerima mainan sembarangan, apa lagi tidak kenal sama orangnya".
"Aku kenal Ma, itu orangnya yang ada didalam mobil biru".
Kevin menunjuk kesebuah mobil pickup yang terparkir sedikit jauh dari gerbang sekolah.
Aku menyuruh Kevin untuk menunggu didalam sekolah. Aku berjalan menghampi mobil pickup itu. Terlihat orang itu tiba-tiba menggunakan masker dan topi. Dia menyalakan mobilnya dan segera pergi. Dia lewat didepanku, namun Aku susah mengenalinya karena dia menggunakan Masker.
Aku berjalan kembali kesekolah dan mengajak Kevin pulang. Bu Dian menemani Kevin diluar. Tiba-tiba Aku teringat jika Bu Dian waktu itu pernah dijemput menggunakan mobil pickup itu.
"Bu, tadi mobil pickup biru yang terparkir disana itu, apa mobil suami Bu Dian?", tanyaku kepada Bu Dian
"Iyah Bunda, biasanya suami saya parkir disana. memangnya ada apa Bun?", Kata Bu Dian
"Nggak apa-apa Bu, hanya tanya saja", jawabku sambil tersenyum
Lalu siapa sebenarnya suami Bu Dian?
__ADS_1