
Setelah menikah Aku tinggal dengan Mas Rudi di Surabaya. Kita memutuskan untuk mengontrak rumah disana. Sebenarnya Mas Rudi juga sudah membeli tanah di Surabaya, tinggal pembangunannya saja yang menunggu dana terkumpul.
Setelah acara wisuda minggu lalu, Aku mencoba mencari pekerjaan yang selalu Aku kirimkan via email. Sebenarnya Mas Rudi tidak memperbolehkan Aku bekerja, namun Aku bosan dirumah saja.
Sebenarnya Aku juga tidak terlalu menganggur karena Aku juga berjualan secara online, menulis buku dan jadi affiliate. Namun penghasilannya memang tidak menentu, bahkan akhir-akhir ini sepi sekali orderan. Entah Aku juga tidak tahu kenapa, mungkin karena Aku yang malas upload dan promosi.
Sore ini aku memasak untuk Mas Rudi. Dia suka sekali jika Aku memasak capjay dan ayam lada hitam.
Menu masakanku memang itu-itu aja, masakan yang simpel dan sering ku praktekkan dirumah ataupun dikos.
Setelah semua masakanku selesai aku bergegas mandi dan sholat. Aku menunggu kedatangan Mas Rudi dikamar sambil menonton TV. Namun hingga hampir magrib, Dia belum datang juga.
Aku bergegas ambil air wudhu dan sholat Magrib. Tak lama kudengar suara motor Mas Rudi datang. Aku keluar dan menyambutnya dengan senyuman.
Aku menyuruhnya Mandi dan sholat dulu, setelah itu kita makan bersama.
Setelah menikah kepulangan Mas Rudi selalu kunantikan, apalagi jika dia pulang membawa makanan.
Setelah selesai makan kita mengambil wudhu dan sholat Isya' bersama.
Akhirnya bisa istirahat juga sambil menonton TV.
"Syah, ini undangan pernikahan dari Pak Rizal", kata Mas Rudi
"Lo kamu yah dapat Mas. Nanti Aku datang bantuin waktu akad nikah dan resepsi nggak apa-apa kan Mas?", tanyaku
"Iyah nggak apa-apa dong sayang, tapi nanti Aku juga temenin waktu resepsi dirumahnya Pak Rizal yah".
"Okay siap sayang. Acaranya Jumat dan sabtu. Setelah itu hari Sabtu dan Minggu aku pergi kerumah Novi. Mereka itu nikah yah harinya beda sehari, Aku kan bingung bagi waktunya".
"Ya kamu ke akad nikahnya Novi dulu bentar lalu langsung kerumah Anggun beres kan sayang".
"Enak kalau ngomong. ya jika aku punya pintu kemana saja Mas".
"Sayang, kamu tahu sekarang hari apa?", tanya Mas Rudi
"Kamis, emang kamu habis gajian Mas? Ayo jalan-jalan", tanyaku
"Kamu ambil dijok motor ada hadiah buat kamu".
Aku bergegas lari menuju ke depan untuk mengambil hadiah yang barusan dikatakan. Ternyata benar ada sebuah baju yang terbungkus diplastik putih.
Aku membawanya kembali kekamar. Aku membukanya didepan Mas Rudi, ternyata sebuah dress brukat warna merah jambu, bagus sekali.
"Kamu tahu saja Mas, jika aku bakalan suka baju ini". tanyaku
"Iyah dong, pilihanku selalu bagus", jawab Mas Rudi
__ADS_1
Aku melihat lagi isi dalam tas plastik itu, ternyata ada lagi sebuah kemeja batik. Aku membuka lagi sebuah plastik kecil yang terpisah. Aku tertawa melihat isi didalam plastik itu. Ternyata sebuah celana ***** dan baju haram.
"Astaga kok bisa kamu beli baju ini juga Mas, memangnya kamu nggak Malu".
"Tadi itu aku diajak Pak Rizal ke sebuah butik buat nyari baju untuk nikah besok. Akhirnya Aku ikutan beli dan sama penjualnya ditawarin baju ini, katanya buat malam pertama. Ya udah akhirnya aku beli. Tadi Pak Rudi juga beli buat Anggun katanya. Kamu coba bajunya donk Syah, Aku pengen lihat".
Aku mencoba dressnya, cocok sekali aku pakai, hanya saja kepanjangan sedikit karena aku memang pendek.
Mas Rudi lalu menyuruhku mencoba baju haram yang berwarna krem. Aku berjalan didepan Mas Rudi seperti seorang model. Mas Rudi tersenyum, lalu berdiri dan menangkapku. Dia menjatuhkan ku diatas kasur.
"Kamu mau ngapain Mas", tanyaku
"Harusnya kamu nggak usah pake bra sayang", kata Mas Rudi
"Nggak usah mulai deh Mas, kemaren sudah lo".
"Tiap hari saja kan kamu juga enak".
"Lepas Mas. kamu itu berat, Aku nggak mau".
Mas Rudi tetap melanjutkan perbuatannya hingga kita tertidur begitu lelap. Aku terbangun ketika perutku terasa sakit dan mual. Kulihat sudah jam empat pagi, sebentar lagi subuh.
Aku membuat susu hangat, dan menunggu adzan subuh. Namun masih saja terasa mual. Tiba-tiba Aku teringat dengan testpack yang Minggu lalu kubeli. Aku mengambilnya dan menunggu subuh untuk mengetes sekalian mandi.
Setelah beberapa menit, Akhirnya Adzan subuh sudah berkumandang. Aku segera pergi kekamar mandi dan membawa test pack itu. Aku takut sekali melihat hasil test itu.
Aku kembali kekamar mandi, dan mengambil testpack itu. Aku masih tidak percaya dengan hasil test yang kulihat.
Aku menaruh satu lagi di air k****** dan menunggunya beberapa saat. Alhamdulillah Ya Allah terimakasih ternyata memang benar. Kulihat ada garis dua ditestpack itu.
Aku berlari menuju kamar dan menghampiri Mas Rudi. Namun dia masih tertidur pulas.
"Mas, bangun.... Mas".
"hemmm.... jam berapa. belum subuh Lo sayang".
"Yah udahlah nanti saja. kamu tidur saja, aku mau masak dulu".
Emang nyebelin, padahal cuma mau ngasih kejutan malah terus tidur, gumamku dalam hati.
Aku pergi kedapur untuk memasak nasi goreng dan membuatkan Mas Rudi susu hangat.
Bau bawang membuatku mual padahal biasanya Aku suka sekali ketika menumis bawang. Aku masih melanjutkan memasak dengan menggunakan masker.
Tiba-tiba Mas Rudi memelukku dari belakang.
"Sayang, kamu rajin sekali sih masak buat suaminya", kata Mas Rudi
__ADS_1
"Heemmmm", jawabku
"Kok gitu sih jawabnya, kamu masih marah yah?. Mas tadi kan ngantuk jadi masih setengah sadar".
"Setengah sadar kok tahu jika aku bangunin. Itu kamu minum susunya, nasi gorengnya ambil sendiri yah".
"Ambilin donk sayang".
Aku mengeluarkan testpack dari saku bajuku dan ku taruh ditangan Mas Rudi.
"Apa ini?".
"tau ah gelap".
"Lo ini beneran sayang. ini punya kamu kan sayang".
"Bukan punyanya Ibu. Aku mau punya adek lagi", candaku
"Ah kamu bohong. kamu beneran hamil kan?".
Aku menganggukan kepalaku.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, istriku hamil. Akhirnya gol juga". kata Mas Rudi dengan wajah yang bahagia.
"Kamu bahagia Mas?", tanyaku
"Iyah dong sayang. Kamu jaga calon anak kita yah Syah. Kamu jangan cari kerja dulu. Jika bosan kamu jualan online saja, nanti Mas Modalin".
"Iyah Mas, terimakasih yah Mas kamu sudah sayang denganku yang suka ngambek".
Mas Rudi tersenyum sambil memelukku dan berbisik di telingaku, "Iyah sayang".
Mas Rudi bergegas mandi dan sholat. Setelah itu kita makan nasi goreng bersama. Mas Rudi masih terus memandangiku sambil tersenyum.
"Kamu nggak apa-apa kan Mas", tanyaku.
"Yah nggak apa-apalah sayang. memangnya kenapa?", jawab Mas Rudi
"La kamu dari tadi senyum-senyum".
"Mas kan senyum bahagia. udah Aku mau ganti baju dan berangkat kerja dulu".
Mas Rudi mencium keningku dan perutku dan berkata, "Ayah berangkat kerja dulu yah nak, baik-baik diperut mama yah", kata Mas Rudi
"Iyah Ayah", sahutku.
Mas Rudi tersenyum dan mencium keningku lagi.
__ADS_1