Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Ditilang Cinta Polisi Ganteng
Dihadang Pak Rudi


__ADS_3

Hari ini pengambilan rapot disekolah. Aku sengaja pulang lagi untuk menjemput Bu deh jam delapan pagi karena menunggu pekerjaan dirumah selesai.


Aku mengendarai motor sedikit ngebut agar cepat sampai. Dari kejauhan kulihat ada beberapa polisi yang berjaga dan memutarkan arah untuk mobil namun banyak motor yang tetap melintas lurus, aku mengikuti motor didepanku. Entah siapa yang mau lewat hingga jalannya disuruh berputar.


Prit... prit...prit....


seorang polisi yang menggunakan masker memberhentikanku dan menyuruhku untuk minggir.


"Mau kemana mbak, habis kabur dari sekolah yah?".


"Nggak Pak, mau pulang jemput Bu deh buat ambil rapot".


Aku menatap matanya, sepertinya tidak asing bagiku. Tak lama polisi itu membuka maskernya, ah Ganteng dan manis sekali senyumnya. Ternyata benar dia memang Pak Rudi.


"Ngapain sih Pak. hobi banget cegat saya, kan banyak yang lewat situ motornya kok cuma saya yang disuruh berhenti".


"Lo ini juga suatu kewajiban, ini baru jam delapan kok anak sekolah sudah berkeliaran. Salah apa nggak hayo?", tanya Pak Rudi.


"Yaudah maaf Pak Rudi yang ganteng, Tolong biarin saya pergi, lagi buru-buru ini. Kalau mau tanya SIM saya nggak punya Pak, cuma ada STNK saja".


Pak Rudi tersenyum dan berkata, " Saya nggak tanya itu kok. kamu itu suudzon. Yah sudah hati-hati, silahkan lewat sini jangan ngebut-ngebut yah".


Aku tersenyum......


"Iyah Pak terimakasih".

__ADS_1


Aku melajukan motorku menuju rumah untuk menjemput Bu deh dan kembali lagi ke sekolah.


Sejak kecil selalu saja Bu deh yang mengambil rapotku. Ibu dan Ayahku selalu sibuk kerja.


Aku kembali lagi kesekolah bersama Bu deh. Ku lihat dijalan tadi masih ada Pak Rudi yang sedang mengatur jalan. Pak Rudi tersenyum kepadaku namun tidak menyuruhku berhenti. Mungkin karena aku sedang membonceng Bu deh.


Akupun membalas senyuman Pak Rudi sambil menganggukkan kepalaku.


Pak Rudi memang Ganteng sekali, semua orang pasti menyukainya.


Aku dan Bu deh bergegas masuk kedalam kelas. Ternyata hanya tinggal tiga siswa yang belum mengambil rapot. Tak lama Putra dan ibunya juga datang.


Bu Hanny mengira Bu deh adalah ibuku, jadi beliau menceritakan kepada Bu deh jika aku sering sekali datang terlambat.


"Iyah Bu nanti akan saya sampaikan pada orang tuanya".


"Lo ibu ini siapa?".


"Saya Bu deh nya Aisyah. ornag tuanya sibuk kerja, Aisyah saya yang jaga sejak kecil".


Aku hanya tersenyum. mendengar perkataan Bu Hanny kepada Bu deh. Aku berpamitan pulang pada Bu Hanny.


Kulihat Putra hanya tersenyum-senyum melihatku. Dia tidak berani ngatain aku karena ada ibunya dan Bu deh.


Sebelum pulang aku mengajak Bu deh untuk makan bakso terlebih dulu. Aku dan bu deh duduk dimeja paling belakang. Selang beberapa lama Bu Hanny datang.

__ADS_1


"Hai Rud, haus yah".


Apa aku tidak salah mendengar perkataan Bu Hanny barusan. Apa mungkin Pak Rudi yang disebelah. Tapi tadi kan Pak Rudi masih berjaga dijalan.


Aku tersenyum kepada Bu Hanny dan berpamitan terlebih dulu. Aku berjalan menuju Motorku, Kudengar seseorang memanggilku.


Aisyah....


Aisyah....


Aku menoleh dan mencari siapa yang memanggilku, hingga Bu Hanny selesai membungkus bakso.


"Ada apa Syah?, tanya Bu Hanny.


"Nggak ada apa-apa Bu, hanya saja tadi seperti ada yang memanggilku".


"Rudi mungkin, itu anaknya ada didalam warung kopi sebelah".


Terlihat memang ada beberapa Polisi membungkus kopi dan Es. Tiba-tiba Pak Rudi muncul dengan senyumannya yang manis sekali. Aku juga membalasnya dengan senyuman.


"Hati-hati Syah. Tante juga". kata Pak Rudi.


Aku hanya berani tersenyum karena ada Bu Hanny disebelahku.


Aku dan Bu deh bergegas pulang kerumah. sepanjang perjalanan aku hanya tersenyum senyum membayangkan Pak Rudi.

__ADS_1


__ADS_2