Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Ditilang Cinta Polisi Ganteng
Liburan Bersama Teman SMA


__ADS_3

Setelah beberapa hari aku bolak-balik ke kampus akhirnya aku dan Novi memutuskan untuk ngekos saja.


Kita kos satu kamar yang diisi dua orang. Kemaren Novi sudah pulang duluan. Aku pulang sore ini karena masih ada jadwal kuliah.


Sejenak melepaskan lelah hari ini, banyak kegiatan yang harus diselesaikan pagi ini dikampus. Ingin rasanya ku pejamkan mata namun terasa susah sekali.


Semenjak kuliah aku memang sering insomnia, karena beberapa bulan sudah terbiasa mengerjakan tugas hingga tengah malam.


Kulihat handphoneku tak ada pesan atau telepon sama sekali, terasa sepi. Teringat ajakan Novi kemaren. Tentang ke Bromo, Sabtu besok. Sebenarnya rencana ini sudah lama sebelum kita lulus namun terhalang kesibukan masing-masing.


Minggu lalu saat kita berkumpul sebenarnya sudah membahas ini. Namun waktu itu aku tidak mengikutinya. Kemaren aku dan Putra memang sedikit bertengkar. Hingga hari ini Putra tak menghubungiku lagi, biasanya dia yang antusias mengajakku. Mungkin dia masih marah denganku.


Kucoba menelepon Novi, menanyakan kepastiannya. Bu Deh-nya Novi menikah dengan Om-nya Putra hingga membuat mereka jadi saudara.


Setelah sekian lama akhirnya diangkat juga.


"Hai Nov, gimana apa besok jadi ke Bromo?".


"Ya jadi dong Syah, aku sudah persiapan baju nih. Besok kamu berboncengan sama Putra, nanti aku sama Dimas, teman teman yang lain biar cari sendiri pasangannya he..he..".


"Berangkatnya kan masih besok malam, kok sudah persiapan? seperti mau pergi jauh saja. Si Putra belum menghubungiku lagi nih, kemaren aku lihat dikafe, dia lagi asik nongkrong tapi tidak menyapaku".


"Sudahlah Syah biarin sajalah, mungkin itu teman kerjanya".


"Eh gimana kalau kita ajak Pak Zain, pasti seru Nov".


"udahlah Syah, nggak usah mulai deh. Barusan aku ketemu Putra dirumah Bu deh, dan ku tanya besok berboncengan sama siapa ke Bromo? Dia jawab sama kamu Syah".


"Ya sudahlah Nov, aku tidur dulu. Besok kalau jadi ke Bromo, kabari aku yah".


"Siap Nov, besok kubawakan cemilan banyak".


Barusaja kututup telepon dari Novi, tiba-tiba teleponku berdering lagi ternyata itu Putra.


"Iyah, ada apa Put? masih ingat kau padaku, jawabku sinis".


"Waduh galak amat kamu sekarang Syah. Gimana besok jadi ikut ke Bromo? kita ngumpul dirumah Novi yah".


"okay lah, aku dibonceng siapa".

__ADS_1


"Ya sama aku, biasanya juga aku boncengin, gitu aja pake nanya".


"ya sudah,.besok Novi suruh jemput aku yah".


"Okay siap Syah, sudah istirahat sana, udah malam nih."


"Iyah Put".


Mencoba memejamkan mata sejenak, karena aku harus bangun pagi-pagi untuk pulang ke rumah.


Terasa hanya lima menit aku tertidur, namun alarmku sudah berbunyi.


Aku mempersiapkan keperluan untuk ke Bromo nanti malam. Ku lihat handphoneku ada yang membuat group chat baru, ternyata Putra yang membuatnya.


Putra menginggatkan untuk membawa baju ganti, sarung tangan dan kaos kaki, karena lagi musim hujan, takutnya kita basah waktu diperjalanan.


Tepat pukul 20.30 Wib, Novi menjemputku dirumah. Semua teman-teman sudah berkumpul dirumah Novi, Putra juga sudah sampai. Karena sudah berkumpul semua akhirnya kita memutuskan untuk segera berangkat.


Bismillahirrahmanirrahim semoga kita semua dilindungi Allah SWT.


Ayo berangkat.


Sedikit takut sih karena selama perjalanan kita diikuti oleh burung yang terus berbunyi hingga sampai di pos pemberhentian.


Setelah istirahat dan buang air kecil kita melanjutkan perjalanan sampai dilokasi pembelian tiket masuk.


Kita berhenti disitu sambil menunggu pintu masuk dibuka pukul 03.00 Wib.


Sambil menunggu wisata dibuka sebagian temanku pergi ke warung membeli kopi. Aku memilih duduk dan memasak kopi sendiri dipinggir hutan sambil menikmati malam yang penuh bintang. Semakin lama suhu udara semakin dingin.


Rasanya tenang sekali melihat langit dengan banyak bintang, lelah perjalanan serasa hilang seketika.


Kulihat Putra yang sedang asik ngopi diwarung bersama teman laki-laki yang lain, sedangkan yang perempuan asik menikmati indahnya langit malam dengan udara yang begitu dingin.


Kulihat ada bintang jatuh, "Eh, barusan ada bintang jatuh". kataku pada Novi dan Sari.


Kupejamkan mata dan berdoa dalam hati, semoga suatu hari nanti aku bisa kesini lagi dengan orang yang mencintaiku. Saat kubuka mata ternyata Putra berkata padaku, "Apa doamu barusan Syah?".


Ternyata Putra juga melihat bintang jatuh barusan. Belum sempat kujawab, tapi temanku yang lain menjawab, "doanya biar bisa nikah sama kamu Put".

__ADS_1


Putra pun menjawab, "Ayo aku sudah siap Syah".


Aku hanya tersenyum dan menjawab, "iihh... kePedean, siapa juga yang doanya gitu".


Sudahlah ayo kita lanjutkan perjalanan, pintu masuk mau dibuka tuh.


Kita segera melanjutkan perjalanan menuju puncak view utama, sesampainya di sana masih gelap, namun sekitar satu jam kemudian, Subhanallah sungguh indah sekali ciptaan-Mu.


Alhamdulillah bisa melihat gunung dari atas puncak, sungguh indah pemandangannya.


Tiba tiba Putra menggenggam tanganku dan berkata, "apa kamu tidak kedinginan Syah?".


Aku hanya tersenyum melihatnya.


Setelah itu kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju lautan pasir dan menaiki anak tangga di gunung Bromo. Ternyata lelah sekali berjalan dan menaiki tangga, sesekali aku berhenti. Novi dan Sari setia menungguku.


Kulihat Dimas dan Ardi berhenti menungguku juga. Namun Putra hanya melihatku dan menghinaku gendut, sungguh tega sekali dia, padahal yang lain mau menungguku. Bahkan sekalipun dia tak mau berhenti menungguku.


Aku baru sadar Putra memang lebih pantas jadi musuh dan sahabat bukan pasangan hidup,


meskipun kita cocok berpasangan saat liburan.


Namun aku masih berharap suatu hari nanti bisa kesini lagi bersama orang yang mencintaiku, siapapun itu.


Kita melanjutkan lagi perjalanan melewati lautan pasir, dan mencari bunga edelweis. kita menemukan beberapa bunga edelweis.


Sebenarnya Putra mengajak kita untuk masuk lebih dalam lagi namun teman-teman lainnya sudah lelah kita memang semalaman tidak tidur sama sekali akhirnya kita memutuskan untuk mencari warung makan sambil istirahat sejenak.


setelah makan kita lanjutkan perjalanan pulang. sepanjang jalan yang kita lewati dikelilingi bukit-bukit nan indah.


Kulihat keindahan alam ini begitu luas sekali bukit-bukit hijau dan sawah yang terbentang luas membuatku semakin bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.


Kita memang melewati jalan yang berbeda dari tadi malam. Tadi malam kita melewati jalur Nongko jajar. Pemandangannya lebih indah jika lewat arah Probolinggo.


Kita juga melewati jalan menuju air terjun Madakaripura. Sebenarnya ingin sekaliampir kesana juga namun takut pulangnya kemalaman. Mungkin nanti akan kita agendakan lagi.


Selama perjalanan pulang kita hanya berhenti sekali untuk istirahat dan sholat sebentar.


Akhirnya jam tiga sore kita sudah sampai dirumah Novi. lelah dan senang sekali hari ini.

__ADS_1


Semoga suatu hari nanti aku bisa pergi kesana lagi bersama orang yang mencintaiku.


__ADS_2