Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Ditilang Cinta Polisi Ganteng
Kado dari Mas Rudi


__ADS_3

Tadi pagi aku kembali ke kos, namun aku berangkat dijemput Novi karena badanku masih gemetaran.


Novi juga mengantarkanku hingga ke kampus.


Aku menghampiri Anggun yang duduk di depan kelas.


"Hai Anggun", sapaku.


"Eh Aisyah sudah sembuh nih. Kok bisa sih sampai hujan-hujanan".


"Panjang ceritanya Nggun, kapan-kapan aja ceritanya".


"Aku mau dengerin kok meskipun panjang. Eh ini ada titipan dari Mas Rudi tersayang". (sambil tersenyum menggoda)


"Apa ini Nggun?"


"Enggak tahu lah kemaren dititipkan di Mas Rizal. Buka donk aku juga penasaran".


"nanti aja dikos. kok tiba-tiba ngasih kado yah, aneh".


"Iyah kemarin aku cerita ke Mas Rizal kamu sakit, sama nanya Mas Rudi itu udah punya pacar apa belum".


"Ah kamu comber sekali Nggun. Males cerita lagi ke kamu".


"Lo kan lumayan akhirnya kamu dapat kado".


"Tau ah gelap".


Aku dan anggun mulai masuk di kelas karena kulihat dosennya sudah datang sesekali kulihat Anggun yang masih terus tersenyum melihatku.


Sebenarnya aku juga penasaran apa isi dalam kotak itu.


Setelah mata kuliah pertama selesai aku dan anggun bergegas menuju kantin rasanya ingin sekali aku makan yang pedas-pedas. Aku memesan satu mangkok bakso dan sambal yang banyak sekali.


Enak sekali makan bakso pedas. Memang jika makan pedas sakit jadi berkurang, keringat dingin keluar semua.


Setelah selesai kuliah, aku langsung pulang ke kos, sebenarnya Anggun ingin sekali ikut, namun aku bilang mau tidur daripada dia resek he... he...


Kulihat-lihat kado berwarna merah jambu ditasku. Aku dari tadi penasaran Ingin sekali kubuka kado itu namun masih ada Novi di kamar. Aku takut dia bertanya dari siapa sementara dia tahu Putra juga menyukaiku.


Lama kutunggu, akhirnya Novi mengajakku untuk membeli makan namun aku bilang pada Novi jika aku nitip saja.


Setelah Novi berangkat aku mulai membuka kado dari Mas Rudi. Ternyata sebuah Jaket dan didalamnya bertuliskan.


"Dipakai yah biar enggak kedinginan saat mendaki nanti. Semoga kamu suka".


❤️❤️Rudi Arga P❤️❤️


Ahhhh..... meleleh seketika hatiku. Tahu saja jika aku butuh jaket buat acara camping nanti. Pasti Anggun yang ngasih tahu.


Tulisannya dikasih karakter love juga, menambah rasa penasaranku dengan Mas Rudi.


Lalu perempuan yang di cafe waktu itu siapa?


Aku masih bertanya-tanya kenapa dia bisa berduaan saja. hingga sekarang Mas Rudi juga belum menjelaskan apa-apa kepadaku. Tapi memang hubungan kita belum jelas.


Dari kemarin pesan Mas Rudi memang belum ada yang aku balas, kini aku ingin membalasnya tapi aku malu.


Akhirnya aku putuskan untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Mas Rudi.


"Terima kasih hadiahnya Mas, Jaketnya pas saya pakai. Saya suka sekali jaketnya Mas".🥰


Aku juga memberikan emoticon penuh cinta biar dia juga meleleh ha... ha... ha...


Akhirnya dibalas juga pesanku. tumben sekali cepat membalasnya.


"Boleh fotokan jaket sama orangnya", pesan Mas Rudi


"Maksudnya Mas". jawabku


"Katanya pas di kamu. aku kan pingin lihat".

__ADS_1


"waduh".


"kenapa Syah kok (waduh)".


Akhirnya aku memakai jaket itu lagi dan berdandan yang cantik. Aku foto tanpa efek dan aku kirimkan ke Mas Rudi.


"Cantik", balas Mas Rudi


"Jaket apa orangnya?".


"Dua-duanya".


"Jika dilepas jaketnya, brarti orangnya jadi enggak cantik donk?".


"Ya makin cantik".


Kudengar suara motor Novi aku segera melepaskan jaketku dan menyembunyikan kotak kado itu.


"Sebentar Mas, saya makan dulu".


"Iyah, besok malam aku maen dikosmu yah? udah sembuh kan?".


"Iyah silahkan, Alhamdulillah sudah Mas".


Dasar Anggun, pasti dia yang memberi tahu jika aku sakit, gumamku.


Aku melanjutkan makan bersama Novi. Aku tersenyum-senyum sendiri gara-gara Mas Rudi.


"Kamu kenapa Syah. Masih waras kan?", tanya Novi kepadaku.


"Ya masih lah Nov, ayo makan saja".


Setelah makan aku melanjutkan untuk mengerjakan tugas kuliah, lembur bersama Novi.


...****************...


Hari ini aku ada mata kuliah hingga siang hari.


Anggun selalu duduk di sebelahku, dia memang lebih dekat denganku daripada teman yang lain.


"Kemana Nggun sama kamu aja kah apa sama Mas Rizal".


"Berdua aja, kelapangan Brawijaya saja banyak makanan".


"enggak ah pasti nanti aku jadi obat nyamuk".


Oh yah..... untung aku menolak ajakan Anggun. Hampir saja lupa jika nanti malam kan mas Rudi mau ke kosku.


Setelah dari kampus aku langsung pulang ke kos. sejenak merebahkan tubuhku agar fit kembali, karena nanti malam aku mau keluar dengan Mas Rudi. Aku takut angin Malam membuatku demam lagi.


Tak sabar rasanya menunggu malam datang. Masih mencoba tidur siang namun susah sekali.


Hingga menjelang Ashar aku tertidur.


"Syah... Syah... sudah jam 05.00 lho Kamu enggak sholat kah?".


Astaga kok bisa aku ketiduran lama. Aku segera bangun dan bergegas menuju kamar mandi dan setelah itu melanjutkan sholat.


Aku segera bersiap-siap Karena setelah ini Mas Rudi akan datang ke kos.


Tak lama Mas Rudi mengirim sebuah pesan, kulihat ternyata dia sudah ada di depan kos.


Aku segera keluar dan menghampirinya. Mas Rudi tersenyum kepadaku. Oh..... sungguh manis sekali senyumnya. memang benar-benar Siwon versi Jawa.


"Silahkan duduk Mas, maaf yah jika hanya duduk diteras".


"Iyah.


kamu dikos sama siapa?".


"Sama Novi, teman SMA ku dulu, yang pernah bilang jika Mas, mirip sama Siwon he.. he.. he..".

__ADS_1


"he... he... he... Lo kok bisa Siwon itu artis Korea itu?".


"Iyah Mas, yang sponsor mie itu loh".


"ada-ada saja. Eh Syah, ayo kita jalan-jalan, beli apa gitu".


"Iyah ayo, bentar ambil jaket dulu sama helm".


Aku bergegas masuk dan mengambil jaket yang diberikan oleh Mas Rudi.


"Ayo Mas, sudah siap".


"Ayo, kita ke lapangan Brawijaya aja yah, banyak jajanan disana pasti kamu suka".


Sepanjang perjalanan aku berfikir bukankah tadi siang Anggun juga mengajakku ke lapangan Brawijaya. Apa mungkin nanti di sana Aku akan ketemu Anggun sama Mas Rizal ya.


Jika iya betapa malunya aku Padahal tadi siang Aku menolaknya. ah sudahlah mungkin itu rencana mereka bertiga, gumamku dalam hati.


Akhirnya sampai juga di lapangan Brawijaya. Di sana banyak sekali pedagang makanan bahkan banyak makanan yang baru aku kenal.


"Kamu mau beli apa Syah?" tanya Mas Rudi


"Nggak tahu Mas aku juga bingung makanannya banyak pilihannya sih. aku terserah kamu aja deh".


"Lo kok gitu, nanti seleranya beda lho".


"yah udah aku kebab saja sama sosis bakar minumnya jus aja atau milkshake".


Mas Rudi tersenyum melihat ku mungkin dia pikir banyak sekali aku makannya.


Setelah memutari berbagai macam jenis pedagang akhirnya nemu juga makanan yang aku inginkan.


Mas Rudi memesan dua kebab sosis bakar mungkin dia juga males mencari lagi makanan yang lain.


Kita duduk di atas rumput yang beralaskan tikar dan bisa melihat pemandangan langit yang indah. Enak sekali suasananya di sini, meskipun sedikit ramai juga.


Doorrrr..............


Seseorang menepuk punggungku. Kaget sekali aku ketika menoleh kebelakang. Benar kan ada Anggun dan Mas Rizal yang datang.


Sepertinya mereka bertiga sudah janjian tanpa sepengetahuanku.


"cie...... tadi siang diajakin kesini nggak mau tapi ternyata kencan sendirian", kata Anggun sambil mengejekku.


"Males lah Nggun jika ikut kamu sama Mas Rizal nanti aku jadi obat nyamuk dong".


"Ya udah kita aja yang jadi obat nyamuknya jika begitu". jawab Anggun.


Ku lihat Mas Rizal dan Mas Rudi juga ikut tersenyum melihatku.


Akhirnya kita nongkrong bareng di sini. Kita saling ngobrol bersama, seru juga. Ternyata Pak polisi juga asik Kok diajak nongkrong, ya mungkin karena masih muda.


Tak terasa kita mengobrol hingga larut malam. Bahkan ada pedagang yang sebagian sudah mulai menutup dagangannya. kulihat memang sudah jam sepuluh malam.


Akhirnya kita memutuskan untuk pulang karena besok aku ada jadwal kuliah pagi.


Sesampainya di depan kos, aku turun dan mengucapkan terima kasih kepada Mas Rudi. Dia tersenyum kepadaku dan berkata.


"Besok-besok masih mau kan aku ajak jalan-jalan Syah. Jangan lari lagi yah jika bertemu Aku seperti dikafe waktu itu. kamu cemburu yah?". (sambil tersenyum).


"Ih enggaklah Mas, ngapain cemburu. kita kan berteman ngapain cemburu".


"Lo maunya apa berteman apa jadi pacar, jadi istri juga nggak apa-apa. Itu dulu sampai kamu lari, pergi hujan-hujan hingga sakit. Apa hayo?".


Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Mas Rudi. karena memang itu benar.


"Itu pacarnya temenku, yang waktu itu ada laki-laki yang kamu tabrak saat kamu mau ke toilet. Temanku memang sengaja mengajakku karena waktu itu kita habis pulang dari tugas dan hanya membawa motor satu. Jadi sebenarnya kita itu bertiga bukan berdua saja".


Aku hanya mampu tersenyum malu ini semua gara-gara Anggun pasti dia yang cerita semuanya.


"Iyah udah aku masuk dulu Mas, kamu hati-hati dijalan yah".

__ADS_1


"Iyah Syah. Pulang dulu yah. Assalamualaikum".


"waalaikumsalam".


__ADS_2