
POV Mas Rudi
Setelah dari lapangan Brawijaya, aku langsung pulang ke Kos. Rasanya malu sekali tadi dilihatin banyak orang.
Aku mencoba merebahkan tubuhku sejenak dikasur. Namun kejadian tadi membuatku terus berpikir. Untung saja aku tadi bisa menangkis pukulan mantan suami Mia.
Kok bisa ya Aku nggak tahu jika Mia sudah pernah Menikah dan saat ini masih dalam proses perceraian.
Seingatku baru kemarin aku putus dengan Mia.
Beruntung Aisyah tadi tidak melihatku, coba jika Aisyah tahu betapa malunya diriku.
Apa benar aku sudah lama putus dengan Mia, gumamku hati.
Aku hanya mampu menatap langit-langit kamar Kos ku ini.
Ah.... kepalaku sungguh sakit memikirkan ini. Sungguh malu sekali aku tadi seharian berjalan dengan Mia yang masih belum resmi bercerai.
Aku berjalanan menuju ke kamar Pak Rizal.
Tok.... tok.... tok.... Pak Rizal
Aku mencoba mengetuk pintunya ternyata dia belum tidur.
__ADS_1
"Ada apa bro?", tanya Pak Rizal.
"Boleh ngobrol, aku nggak bisa tidur nih", Jawabku.
"Boleh.... ayo kita begadang besok kita kan dapat jadwal jaga Sore. saya buatkan kopi dulu".
"Bro... sebenarnya hubunganku dengan Aisyah itu sejauh mana. Setelah kecelakaan itu aku sudah tidak bisa mengingat. Selama ini aku hanya mengingat Mia mantan pacarku dulu waktu SMA dan kita sempat putus saat aku pendidikan polisi. Bahkan dengan Pak Rizal saja saya tidak ingat".
"Mungkin efek benturan keras dikepala Pak Rudi yang membuat hilang sebagian ingatan namun perlahan pasti bisa ingat kok.
Cerita kalian itu lucu sebenarnya Pak Rudi saya ajak kenalan dengan temannya Anggun namun ternyata Pak Rudi sudah mengenal Aisyah.
Tapi aku juga tidak terlalu mengenal Aisyah. Aku mengenal Aisyah juga karena dia temannya Anggun. Dulu sempat Pak Rudi mau menyatakan cinta digunung penanggungan namun ternyata gagal karena Pak Rudi grogi tak bisa ngomong dengan Aisyah.
"ha... ha.... ha... masa' sih Pak. Secinta itu aku dengan Aisyah. Tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya. Namun terkadang aku juga seperti mengingat seorang perempuan yang sangat aku cintai tapi aku juga tidak tahu siapa, setiap aku mengingat itu kepalaku terasa begitu sakit.
Aku juga sering memimpikan seorang wanita yang menungguku namun wajahnya hanya terlihat samar-samar".
"Yah itu Aisyah Pak bukan wanita tadi. Buktinya Pak Rudi tidak tahu jika wanita itu sudah menikah. Pak Rudi hanya ingat pernah pacaran dengan dia".
Aku memang senang sih, jika dekat dengan Aisyah dia bisa membuatku tertawa, dia juga sudah akrab sekali dengan Ibu.
Namun waktu teman-teman dan Mia menjengukku dirumah waktu itu membuatku seperti masih berpacaran dengannya, gumamku dalam hati.
__ADS_1
"Hai.... melamun saja, sadar pak. Sudahlah sama Aisyah saja, kasiahan dia, sudah berjuang untuk membuat Pak Rudi ingat lagi. bahkan dirumah sakit dia juga ikut jagain", kata pak Rizal.
"Iyah sih, namun tadi Aisyah marah kepadaku bahkan dia bilang sudah menyerah".
"Yah, jika begitu Pak Rudi donk yang harus berjuang lagi. Pak Rudi juga sempat mau melamar Aisyah jika libur kuliah. Sudah lupakan wanita tadi, mulai cari cinta sejati Pak Rudi. Sekarang Aisyah sedang libur kuliah tiga Minggu pak, Ayo kejar.... ajak liburan nanti saya bantu dengan Anggun".
Perkataan pak Rizal membuatku semakin berpikir keras. semalaman Aku tidak bisa tidur kepalaku sakit sekali memikirkan Aisyah. ditambah lagi kopi hitam buatan Pak Rizal tadi semakin membuatku tidak bisa tidur.
Aku mencoba mengirim pesan kepada Aisyah namun hanya dibaca saja tidak dibalas. Padahal aku lihat dia sedang online.
Kepalaku semakin sakit sekali hingga aku tak kuat menahannya. Aku mengambil obat yang biasa aku minum, namun tak kunjung kutemukan.
Aku mencoba mengirim pesan ke Pak Rizal mencoba minta tolong untuk membelikan aku obat. Namun tidak dibalas, mungkin dia sudah tidur karena ini juga sudah jam tiga pagi.
Setelah kubongkar isi tasku Alhamdulillah beruntung obat itu masih tinggal satu.
Mas.... Mas.... bangun....
Aku mendengar seseorang membangunkan aku, serta bau minyak kayu putih begitu menyengat dihidungku.
Aku membuka mata perlahan kulihat disampingku sudah ada Aisyah. Aku tersenyum kepadanya.
Ku usap-usap mataku sekali lagi, Apa aku ini mimpi. Kubuka mata sekali lagi, Apa ini Aisyah kenapa dia ada dikamarku??
__ADS_1