
Kring.....kring.... kring.... suara handphonenku membuatku terbangun.
"Assalamualaikum Syah". Suara Ibu
"Waalaikumsalam Bu", jawabku.
"Sudah bangun Nak, katanya nanti mau sidang skripsi?".
"Semangat yah Nak, Kamu nggak perlu mikirin masalahnya Ayah. Semua sudah beres. Alhamdulillah kemaren Mobil sudah terjual. Uangnya sudah cukup untuk mengganti uang perusahaan".
"Iyah Bu, semoga nanti dapat rejeki lagi biar bisa beli".
"Amin. jika ayah tidak bersalah semoga digantikan yang lebih baik. Ya sudah kamu jangan lupa beli makan dulu biar nanti kuat waktu sidang skripsinya. Ibu juga mau siap-siap berangkat kerja. Assalamualaikum".
"Amin. Iyah Bu, waalaikumsalam".
Aku bergegas mandi dan sholat subuh. Hari ini jam delapan pagi aku akan ada sidang skripsi. Alhamdulillah Aku dan keempat kelompokku maju semua untuk sidang skripsi.
Pagi ini Aku dan teman-teman mempersiapkan semuanya, kita berbagi tugas untuk konsumsi dan yang lainnya.
Beruntung Anggun jadwal sidangnya besok, jadi hari ini dia bisa membantuku. Kita juga bergantian untuk saling membantu agar satu kelas bisa wisuda bareng.
Kulihat sudah jam 7.30 Wib, semua persiapan sudah selesai. Sambil menunggu dosen datang, kita berunding siapa yang siap maju duluan. Karena semua antara siap dan tidak, akhirnya kita suit kertas batu gunting.
Alhamdulillah yang maju pertama Robin, kita suit lagi astaga ternyata Aku yang maju selanjutnya.
Ahhhhhhhh....... Aku spontan berteriak.
Tepat jam delapan dosen penguji mulia datang. Kita mulai masuk bersama menyiapkan kue, minum, dan nasi kotak. Setelah Sambutan kini tiba saatnya Robin maju, kita keluar agar Robin tidak terlalu grogi.
Kita menunggu diluar kelas. Aku yang maju setelah Robin, deg deg an tak karuan. Mencoba menghilangkan rasa stresku ini dengan menelepon Mas Rudi.
"Assalamualaikum Mas"
"Waalaikumsalam Sayang, kenapa?".
"Enggak apa-apa sih. Kamu masih tidur Mas? Yaudalah kamu lanjutin saja".
__ADS_1
Aku menutup teleponnya. Aku mulai membaca materi ku kembali. Setelah satu jam lebih akhirnya selesai juga Robin. Kini saatnya giliranku.
Aku masuk kedalam kelas, seluruh tubuhku rasanya gemeteran. Beruntung dosen penguji keluar sebentar, jadi aku bisa lari ditempat untuk menghilangkan rasa grogiku.
Teman-temanku tertawa melihat kelakuanku. Tak lama dosen pembimbingku kembali lagi ke kelas. Aku mulai mempresentasikan skripsiku didepan dosen penguji.
Setelah beberapa pertanyaan bisa kulalui dengan baik. Tinggal pertanyaan terakhir. Tak sengaja aku menoleh kepintu keluar yang bagian atasnya terdapat sebagian kaca.
Aku melihat Mas Rudi menatapku sambil tersenyum.
Ha...... aku mengucek mataku.
Apa aku tidak salah lihat, gumamku.
"Aisyah, ada apa? Ayo fokus", kata Bu Dina
"Iyah Bu maaf, boleh diulang lagi pertanyaannya?", jawabku
Alhamdulillah pertanyaan terakhir juga bisa kujawab meskipun sebenarnya sedikit kurang tepat sih.
Aku keluar kelas sambil tersenyum, senang sekali rasanya. Aku lega meskipun masih ada bagian skripsi yang harus Aku perbaiki.
Padahal yang kulihat tadi Mas Rudi tapi kok yang datang malah Mas Erik, gumamku.
"Selamat ya Syah, akhirnya selesai juga sidangnya", kata Mas Erik
"Iyah terimakasih. Mas Erik tumben kesini bukannya sudah lulus yah", jawabku
"Yah nggak apa-apalah Syah, kangen saja sama kamu he... he... he...".
"Bisa aja kamu Mas".
Aku duduk disebelah teman-temanku. Mas Erik juga mengikutiku. Kulihat Anggun yang dari tadi tersenyum senyum melihatku.
Aku menyibukkan diri dengan membantu teman-teman yang belum maju. Akhirnya Mas Erik pergi juga, mungkin bosen melihatku sibuk.
"Syah Aku kekantin yah sekalian nanti aku balik", kata Anggun
__ADS_1
"Iyah Nggun, terimakasih yah sudah dibantuin", jawabku.
Terdengar suara Adzan Dzuhur berkumandang, namun tinggal satu temanku lagi yang belum maju. Aku tetap menunggunya sambil makan nasi kotak.
Ddddooorrrrr........ Hampir saja Aku tersedak. Menyebalkan sekali sih, gumamku.
Aku menoleh kebelakang, Kulihat ternyata Mas Rudi tersenyum manis kepadaku.
"Lo kamu ngapain Mas kesini?", tanyaku sambil tersenyum bahagia
"Ya nyari kamulah, Ini buatmu biar setelah ini bisa tidur", jawab Mas Rudi
Mas Rudi memberiku sebuah boneka kucing dan dibungkus cantik dengan plastik transparan. didalamnya juga ada sebuah tulisan yang tertutup. Lucu sekali bonekanya.
"terima kasih ya Mas kau suka sekali dengan boneka kucing".
"Sama-sama Syah. Aku balik duluan yah Syah nanti Mas harus kerja".
"La kok cepat sekali Mas, Ini ada nasi kotak kamu makan Mas".
"Aku sudah dari tadi disini. Waktu kamu sidang dikelas sebenarnya aku sudah menunggu disini tapi Pak Rizal mengajakku makan dan ngopi dikantin hingga aku lupa jika sedang dikampus kamu".
"Pantas saja tadi aku sepertinya melihat kamu Mas".
"Iyah itu memang Aku, Syah. Mas balik dulu yah, Pak Rizal sudah menunggu diparkiran".
"Iyah hati-hati dijalan Mas".
Setelah Mas Rudi pergi, Aku mengambil sebuah pesan didalam boneka itu. Kubuka ternyata bertuliskan.
"Selamat sudah lulus, jangan lupa bulan depan kita nikah. Sudah siap kan kamu sayang melihat milikku??
Aku yang mencintaimu. Rudi Arga P ❤️❤️".
Aku tersenyum melihat sebuah pesan dikertas kecil itu. Untung saja Anggun tidak ikut membacanya.
Aku memfoto surat kecil itu dan kukirimkan pada Mas Rudi dan dibawahnya kutuliskan sebuah pesan.
__ADS_1
"Siap donk sayang, Aku kan sudah pernah lihat milikmu waktu handuk kamu melorot. Gede banget". 😂😂