
Semenjak Aku hamil, Mas Rudi selalu membawa pulang makanan ketika pulang kerja. Malam ini Mas Rudi juga mengajakku ke dokter untuk memeriksakan kandunganku.
Kita USG ke dokter kandungan perempuan karena Aku malu jika dokternya laki-laki. Alhamdulillah kandunganku berkembang cukup baik dan sehat, usia kandunganku sudah menginjak enam minggu.
Dokter juga memberikanku vitamin dan menyarankan Aku agar lebih banyak makan makanan yang bergizi.
“Apa masih boleh berhubungan dok?”, Tanya Mas Rudi.
“Pak, saran saya jangan terlalu sering berhubungan intim, apalagi ditri semester pertama karena akan rentan keguguran”, kata dokter.
“Boleh asal tidak terlalu sering. Ditahan dulu karena ini kehamilan yang pertama”.
Kulihat Mas Rudi mengganggukan kepalanya. Aku sibuk melihat dilayar monitor melihat calon bayiku. MasyaAllah bahagia sekali, aku tidak menyangka akan hamil secepat ini. Mungkin karena waktu pernikahan, Aku baru saja selesai haid.
Sepulang dari USG Mas Rudi juga mengajakku makan diluar dan membelikan Aku susu hamil. Alhamdulillah bahagia sekali aku hari ini, meskipun Mas Rudi sekarang lebih protektif denganku. Namun aku tahu maksudnya baik meskipun terkadang menyebalkan.
Sesampainya dirumah, kita langsung sholat Isya’ dan melanjutkan istirahat sambil menonton TV.
Aku bersandar dibahu Mas Rudi yang kekar itu. Aku mencoba menggodanya dengan mencium dan memeluknya namun tertanya dia sama sekali tidak tergoda denganku.
Akhirnya Aku menyentuh bagian tubuhnya yang sensitive namun Mas Rudi tersenyum, dan mencegahku. Mas Rudi hanya memelukku dan menci**m keningku.
“Mas, tumben kamu nggak tergoda. Biasanya belum Aku goda saja kamu sudah berada diatasku”, tanyaku.
“Kamu kan sedang hamil muda, nggak baik jika sering-sering berhubungan nanti takutnya malah beresiko keguguran”, jawab Mas Rudi sambil mencubit hidungku.
“lo kamu kok tahu Mas?”.
“La kan tadi dokternya sudah menjelaskan sayang, kamu itu dari tadi ngapain kok sampai nggak tahu. Udah jangan godain Mas, kita tidur saja”.
“Peluk dong sayang”.
Mas Rudi memelukku dan kita tidur bersama. Nyaman sekali pelukanmu Mas, gumamku sambil tersenyum.
“Mas, besok kita beli nasi bungkus saja yah. Besok pagi aku pergi kerumah Anggun, Akad nikahnya jam sembilan. Nanti pulangnya pasti dikasih nasi berkat, lumayan nanti aku tidak masak”.
“Ah, kamu nyari gratisan melulu. Udah ayo tidur sayang”.
Aku terlambat bangun pagi ini, pelukan hangat Mas Rudi semalam membuatku tidur terlelap. Kulihat disampingku ternyata Mas Rudi sudah bangun duluan namum Dia tidak membangunkanku.
Aku bergegas bangun menuju dapur. Kulihat Mas Rudi sedang membuat dua gelas susu hangat.
__ADS_1
“Eh sayang, sudah bangun”, kata Mas Rudi
“Kamu kok tidak membangunkan Aku, Mas?”, tanyaku.
“Kamu tidurnya nyenyak sekali Syah. Itu sudah Aku belikan nasi bungkus, nanti kamu makan yah, sama susunya kamu minum, itu susu hamil bagus buat perkembangan janin. Aku habis ini langsung berangkat yah. Nanti jika boleh ijin, Mas datang juga ke akad nikahnya Pak Rizal”.
“Iyah Mas. Aku mandi dulu saja, Aku belum sholat”.
“Iyah, Mas langsung berangkat yah, udah telat nih”.
“Iyah hati-hati sayang”.
Setelah mandi dan sholat, Aku melanjutkan untuk minum susu dan makan dulu. Aku melanjutkan bersih-bersih rumah terlebih dahulu. Ketika semua selesai aku bergegas ganti baju dan menuju ke rumah Anggun.
Sesampainya disana, Anggun masih sibuk dimake-up. Aku menemaninya dan duduk disebelah Anggun. Namun tak lama rombongan dari keluarga Mas Rizal sudah datang.
“Syah, besok iring-ringan pengantin datang jam tiga sore, kamu jangan lupa yah besok jadi terima tamu, jika bisa datang siang”, kata Anggun.
“Iyah Nggun, Aku datang setelah dari rumahnya novi yah, besok Novi juga akad nikah jam sembilan pagi. Aku keluar dulu yah buat bantu-bantu menyiapkan makanan”.
“Iyah Syah”.
Aku bergegas keluar namun kulihat Mas Rudi juga ikut menemani Mas Rizal. Dia masih berpakaian seragam polisi bersama dua orang temanya yang lain.
Setelah penghulu datang, Anggun keluar bersama Ibunya. Akad nikah segera dimulai. Ah jadi teringat dengan pernikahanku dulu.
Aku melihat Mas Rudi ternyata dia juga menatapku sambil tersenyum. Seakan tahu saja jalan pikiranku.
Alhamdulillah ijab Qabul berjalan lancar, Setelah rombongan keluarga Mas Rizal pulang, Aku juga berpamitan untuk pulang.
Sesampainya dirumah Aku langsung istirahat, rasanya lelah sekali hari ini. Aku hanya bangun untuk sholat saja karena perutku terasa begah dan mual.
Hingga Mas Rudi pulang Aku masih beristirahat.
"Kamu kenapa sayang", tanya Mas Rudi
"Nggak tahu Mas, rasanya lemas sekali badanku", jawabku.
"Kamu kecapekan sayang, ya udah kamu istirahat saja. Aku buatin susu dulu".
Tak lama Mas Rudi menghampiriku dan memberikan susu untukku. senang rasanya selalu diperhatikan Mas Rudi. Dia mencium keningku dan berkata, "I love you sayang. dihabiskan yah susunya lalu tidur".
__ADS_1
"Iyah Mas, terimakasih yah. jika kamu mau makan, lauknya ada dikulkas tinggal diangetin aja".
"Iyah nanti aja, Aku angetin sendiri".
...****************...
Pagi ini Aku datang ke acara akad nikah Novi. Aku datang kesana lebih awal karena setelah selesai akad Aku langsung menuju resepsinya Anggun.
Tepat pukul delapan pagi, Rombongan keluarga Pak Zain datang. Pak Zain tersenyum kepadaku, dia malu-malu.
Tak lama setelah Pak penghulu datang, Novi keluar. Tiba-tiba aku dicolek seseorang dari belakang. aku menoleh ternyata Putra.
"Syah, gimana kabarmu?", kata Putra.
"Lo kamu disini juga Put? kamu kapan nyusul", tanyaku.
Wajah Putra langsung berubah, ketika aku bertanya seperti itu. Aku mencoba mengalihkan perhatian dengan membicarakan pernikahan Pak Zain dan Novi.
Tak lama acara akad nikah dimulai. Mereka pasangan yang cocok meskipun sebenarnya mereka murid dan guru. Kini pak Zain terlihat lebih mudah dibandingkan dulu.
Alhamdulillah setelah ijab qobul semua berkata sah dengan keras. Aku berdiri dan memfoto mereka.
Setelah selesai akad, dilanjutkan dengan acara makan bersama. Putra menghampiriku lagi, dia makan disebelahku. Aku sedikit takut dengannya, Dia seperti orang tak terurus sekarang.
"Mana suamimu Syah, kok nggak ikut?", tanya Putra
"Kerja, mungkin besok Dia akan ikut kesini", jawabku.
"Jika dia tak mencintai kamu, Aku siap kok menggantikannya".
"Mas Rudi sangat mencintaiku kok".
"Jika begitu, Aku akan menunggu jandamu".
Aku menaruh piringku dilantai dan menghentikan makanku. dan berkata perlahan.
"Maksud kamu apa sih Put. Kamu kok berbicara seperti itu. Kamu doain Aku janda gitu. Asal kamu tahu, Aku sudah hamil anak Mas Rudi".
"Aku cuma bercanda kok Syah, tapi Aku mencintai kamu itu serius".
"Bercandamu itu nggak lucu tahu. Cintamu sudah telat Put".
__ADS_1
Aku berdiri dan pindah kedalam rumah dan setelah acara selesai Aku langsung bergegas pulang. Kulihat Putra masih menatapku dengan sinis.