
Malam ini aku masih penasaran Siapa laki-laki yang tadi memaksa Mia pulang dan kenapa Mas Rudi hanya diam saja.
Ingin rasanya aku mau menelpon namun kulihat sekarang sudah jam sebelas malam.
Rasa penasaranku ini membuatku tidak bisa tidur akhirnya aku mencoba mengirim pesan kepada Anggun namun hingga lama belum juga dibalas.
Aku masih memainkan Handphoneku berharap Anggun membalas pesanku. Namun tak lama Mas Rudi yang mengirimkan pesan. Aku hanya membacanya namun enggan kubalas.
Rasanya sungguh sangat kecewa sekali aku hari ini dengan Mas Rudi.
Aku mematikan Handphoneku dan mencoba untuk tidur, karena hari memang sudah hampir pagi. Mataku mulai mengantuk namun aku memunggu untuk sholat subuh dulu.
Setelah sholat aku langsung tidur. Aku terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu. hingga lama pintu itu tidak ku buka kukira ada Novi di dalam, ternyata Novi sudah keluar duluan tanpa pamit.
Aku membukakan pintu kamar kos ternyata itu Anggun yang datang.
"Akhirnya kamu muncul juga Nggun", kataku.
"Jam segini sudah tidur Syah.... Syah..... Aku dari pagi tadi menelponmu tapi tidak aktif".
Aku menyuruh Anggun masuk. Kulihat jam dinding dikamar sudah jam dua belas siang. Ternyata lama sekali aku tidur, padahal serasa cuma lima menit.
Aku masih melanjutkan berbaring sambil memeluk guling.
"Syah..... jangan tidur lagi" , kata Anggun.
"Iyah....Oh yah pria yang mengajak mantan pacar Mas Rudi kemaren itu siapa Nggun, kok sampai ribut sih?", tanyaku penasaran.
"Lo kamu lihat toh, kirain nggak tahu. Ternyata Mia itu sudah menikah namun masih dalam proses perceraian, la yang kemarin narik Mia itu suaminya".
"Ha....? kok bisa Nggun? Mas Rudi kok sampai nggak tahu itu jika Mia sudah pernah menikah. Apa mungkin Mas Rudi hanya ingat waktu pacarannya saja yah".
"Yah bisa jadi Syah. Oh ya tadi sebelum kesini, Mas Rizal sempet menelponku. Dia cerita jika Mas Rudi tadi pingsan, lalu pas dibangunin Mas Rizal. Mas Rudi tersenyum dan menyebutnya Aisyah kamu kok disini ha... ha... ha.... sepertinya dia habis mimpiin kamu Syah" .
"ha... ha... ha... masa' sih, mungkin dia sudah mulai ingat kalee atau cuma merasa bersalah saja".
"Sepertinya dia mulai penasaran Syah, udah pura-pura cuek aja biar dia yang nyariin kamu".
Obrolan kita terhenti ketika Handphoneku berbunyi, ternyata Ibunya Mas Rudi yang menelponku.
"Assalamualaikum Syah.
Lagi dimana, jika enggak sibuk mampir kerumah ibu yah, Ibu mau panen kelengkeng, sudah matang semua ini".
"waalaikumsalam. Iyah Bu, Besok Sabtu saja yah, saya mampir kesana sekalian pulang".
"Iyah nak. Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
Anggun menatapku sambil tersenyum-senyum. Dia mendengar pembicaraanku dengan Ibunya Mas Rudi.
__ADS_1
Tak lama Anggun juga berpamitan pulang karena dia hari ini juga akan pulang kampung.
...****************...
Hari ini aku pulang kerumah namun sebelum itu, aku mampir kerumah Mas Rudi terlebih dulu. Semoga saja dia tidak sedang pulang kerumahnya.
Sesampainya disana kulihat memang tidak ada motor ataupun mobil Mas Rudi yang sedang terparkir disana.
tok.... tok.... tok.... (mengetuk pintu)
"Assalamualaikum......"
Hingga lama Aku menunggu namun tidak ada yang membukakan pintu. Aku masih didepan teras rumah Mas Rudi. Mencoba mengirimkan pesan kepada ibunya Mas Rudi.
"Assalamualaikum Bu, saya dirumah ibu tapi kok Ndak ada orang?", tanyaku.
Tak lama Ibu Mas Rudi menelponku.
"Assalamualaikum Syah, kamu masuk saja ibu sebentar lagi pulang kok ini sudah diperjalanan dengan Ayah. Pintunya tidak ibu kunci".
"Waalaikumsalam Iyah Bu".
Setelah menutup telpon aku masih menunggu Ibu diteras rumah sambil memainkan handphone. Sudah sepuluh menit berlalu namun Ibu Mas Rudi belum juga datang padahal aku ingin buang air kecil.
Kutunggu lagi namun aku sudah tidak bisa menahan lagi. Aku akhirnya masuk dan menuju kekamar mandi, Kulihat pintu kamar mandi tertutup dan hanya terbuka sedikit.
aku baru akan membuka pintu itu namun tiba-tiba pintu itu terbuka sendirian dan betapa kagetnya aku ternyata Mas Rudi keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang baru dipakainya.
Aahhhhhhhhhhhhhhhhh........... (suara teriak)
Tiba-tiba handuk yang dipakai Mas Rudi melorot. Astaga aku melihat Mas Rudi hanya mengenakan ****** *****, terlihat sedikit miliknya yang besar. Aku langsung memalingkan pandanganku.
Mas Rudi segera mengambil handuk yang jatuh dan memakainya kembali.
"Kamu ngapain disini Syah, enggak ketuk pintu dulu", tanya Mas Rudi.
"Bentar aku pipis dulu nanti aku jelasin".
Setelah selesai aku kembali menuju ke ruang tamu. Sepertinya Mas Rudi sedang berganti pakaian. Tak lama Mas Rudi menghampiriku dan bertanya.
"Kamu ngapain disini Syah, kangen sama aku".
"Ih..... Pede amat, Aku nyari Ibu, kemaren beliau menelponku suruh kesini katanya mau panen kelengkeng. Tadi aku telpon Ibu katanya lagi dijalan, Ibu yang suruh masuk katanya pintunya tidak dikunci, ya sudah aku masuk buat buang air kecil, lagian Mas Rudi Mandi kok tidak ditutup".
"Suka-suka aku dong, ini kan rumah aku".
menyebalkan sekali dia, gumamku dalalam hati.
Aku masih menunggu Ibunya Mas Rudi, hingga tak terasa tiga puluh menit aku disini. Sesekali aku menatap Mas Rudi yang dari tadi melihatku sambil tersenyum.
"Kamu ngapain sih Mas, ngelihatin aku melulu", tanyaku.
__ADS_1
"Siapa juga yang ngelihatin kamu terus. Ayo panen sama aku aja, daripada kamu bengong ngelihatin aku", jawab Mas Rudi.
Mas Rudi menarik tanganku dan mengajakku kekebun belakang rumah.
MasyaAllah buah kelengkengnya banyak sekali, pohonnya juga tidak terlalu tinggi hingga aku bisa icip-icip buah masak pohon.
Aku mengambil buah yang ada dibagian yang pendek dan bisa kujangkau, Sedangkan Mas Rudi memanjat pohonnya dan mengambil semua dibagian yang tinggi.
Senang sekali rasanya bisa memanen buah secara langsung. Dirumahku hanya ada bunga-bunga karena halaman depan memang tidak terlalu luas.
Tak lama Ibu datang dan membawa barang-barang belanjaan. Aku menghampirinya dan mencium tangannya.
"Maaf yah Ibu lama. itu Arga kok sudah pulang ", kata ibu.
"Iyah Bu nggak apa-apa", jawabku.
"Besok balik lagi Bu, tadi kepalaku pusing jadi pulang tapi sampai dirumah pusingnya tiba-tiba hilang".
Mas Rudi yang berada diatas pohon, menatapku sambil tersenyum. Ahhhh...... hatiku yang sebal berubah jadi bahagia.
"Ya sudah lanjutin yah, ibu mau masak saja buat kalian", kata Ibu.
Aku menangkap buah kelengkeng yang diambil Mas Rudi dengan dengan gala.
Setelah semua selesai Mas Rudi turun perlahan, Aku yang dibawah mengambil kelengkeng sambil kumakan langsung dari pohonnya.
Tiba-tiba krekkkkkkk......... Bruaaaakkkkkk......
Auhhhhh...... Auhhhhh.....
Mas Rudi jatuh dari pohon.
Tubuh Mas Rudi yang besar menindihku, kepalaku terbentur kepala Mas Rudi. Bahkan bibirnya sempat menempel dipipihku.
Rasanya gelap sesaat, Mas Rudi yang menimpaku memegang kepalanya sambil kesakitan dan membaringkan tubuhnya ditanah.
Kakiku rasanya sungguh sakit sekali tetimpa rating pohon dan sempat diinjak Mas Rudi.
Auhhhhh.... Auhhhhh sakit sekali rasanya. kulihat kakiku keluar darah sangat banyak dan dipinggirnya sedikit bengkak.
Ibu yang mendengar suara orang jatuh, langsung menghampiri kita.
"Ada apa Syah?", tanya Ibu.
"Mas Rudi jatuh Bu, dan menimpahku", Jawabku sambil kesakitan.
Ibu menolong Mas Rudi yang masih setengah sadar. Ibu mencoba membangunkan Mas Rudi.
"Syah, kita kerumah sakit saja, lukamu juga sepertinya dalam". kata ibu
Aku menganggukkan kepalaku karena memang sungguh sakit sekali.
__ADS_1
Aku melihat Mas Rudi terus memegang kepalanya, dan menyebut namaku.
"Syah...... Aisyah.... Ahhhhhhhh......".