Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Ditilang Cinta Polisi Ganteng
Penasaran


__ADS_3

Hari ini Aku sengaja mengantar Kevin ke sekolah lebih awal. Aku masih penasaran dengan suami Bu Dian.


Aku masih bertanya-tanya, mengapa suaminya selalu memberikan Kevin mainan.


Aku sampai di sekolah lebih awal hanya ada satu guru saja yang datang dan juga ada beberapa siswa.


Selang beberapa lama Bu Dian datang diantarkan dengan membawa motor. Kulihat yg dia sedang dibonceng seorang laki-laki yang memakai helm. Aku


mulai mendekatinya sambil pura-pura untuk berjalan.


"Selamat pagi Bu Dian", ucapku


"Iyah pagi Bunda", jawab Bu Dian sambil tersenyum


Laki-laki itu menoleh dan tersenyum padaku. Namun sedikitpun aku tidak mengenal suami Bu Dian.


Ah sudahlah mungkin aku yang terlalu menganggap berlebihan, gumamku.


Setelah mengantar Kevin, Aku pulang karena masih banyak pekerjaan rumah yang masih menumpuk.


Setelah semua pekerjaan rumah beres aku bergegas menuju ke sekolah Kevin. ternyata Kevin masih belum keluar dari kelas. aku menunggu di luar sambil membeli jajanan anak sekolah.


Selang beberapa saat, bel pulang sudah berbunyi. Semua siswa pulang. Kevin berlari menghampiriku.


"Mama..... Aku beli jajan dong", ucap Kevin


"Iyah, kamu mau beli apa Nak", tanyaku.


Aku menunggu Kevin selesai makan jajan, karena dia tidak mau pulang dulu sebelum jajannya habis. Tak lama kulihat Bu Dian keluar sedang menunggu seseorang.


"Lo Kevin belum pulang", tanya Bu Dian


"Belum Bu masih pengen jajan. Bu Dian tumben kok belum dijemput?", tanyaku penasaran.


"Iyah Bun, lagi nunggu ojek. Suami saya lagi keluar kota berangkat tadi subuh".


"Lo yang tadi pagi ngantar itu siapa?".


"Oh itu adik saya Bu".


Aku tersenyum, sambil memikirkan siapa suami Bu Dian. Pantas saja Kevin tak bercerita lagi, gumamku.

__ADS_1


"Oh yah, Bu Dian sudah punya anak berapa?", tanyaku


"Masih dalam perut Bun, ini masih jalan enam bulan. Saya juga baru nikah kok".


"Oh pantesan perutnya terlihat buncit, saya mau nanya kok sungkan".


Aku mengobrol panjang lebar dengan Bu Dian. Sedikit menceritakan suaminya juga. Ingin Aku bertanya lagi namun ojek keburu datang.


...****************...


Kemaren suami Bu Dian memberi Kevin mainan dan sebuah kaos. Setelah beberapa hari lalu tidak kelihatan, mungkin karena kata Bu Dian suaminya keluar kota.


Aku masih penasaran dengan wajahnya, karena Aku sama sekali belum pernah melihatnya.


Ingin sekali rasanya Aku bercerita dengan Mas Rudi namun Aku takut jika dia marah.


Kali ini Aku akan membuat strategi biar Aku tahu siapa sebenarnya suami Bu Dian.


Aku sengaja sembunyi disebuah warung dekat dengan mobil pick up yang sering parkir disini. Sudah satu jam lebih Aku menunggu, akhirnya mobil itu datang juga.


Sudah pukul 08.15 wib sekarang waktunya istirahat, bel sudah berbunyi. Anak-anak keluar untuk bermain. Beberapa guru juga ikut menjaga mereka.


Aku belum melihat wajahnya karena dia memakai topi. Aku hanya melihatnya dari belakang.


Dia berjalan menghampiri Kevin, perlahan Aku mengikutinya dari belakang. Dia mulai bermain dengan Kevin dan anak kecil lainnya.


Aku mulai berlari dan kini Aku benar-benar ada dibelakangnya. Aku memukul punggungnya dan laki-laki itu menoleh dengan masker yang hanya berada di mulutnya. Namun Aku sangat mengenali wajahnya itu. Dia yang beberapa tahun lalu yang membuatku kecelakaan.


Astaghfirullah....... Aku mundur beberapa langkah, serasa masih tak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini.


Laki-laki itu berdiri, "Aisyah...... gimana kabar kamu?".


Aku menarik tangan Kevin dan kuajak dia masuk kedalam kelas untuk mengambil tasnya. Ku hampiri Bu Dian yang sedang duduk di kelas.


"Bu maaf saya ijin untuk pulang cepat. Saya ada keperluan", ucapku


"Iyah Bu nggak apa-apa", jawab Bu Dian


"terima kasih Bu".


Aku segera mengajak Kevin pulang. Kevin membawa tas dan paperbag yang berisi mainan. Putra mencoba mengejarku.

__ADS_1


"Syah.... tunggu.... Aku hanya ingin bermain dengan Kevin. Aku sama sekali tidak menggangunya", kata Putra


"Ma.... Om Ultraman kenapa", sahut Kevin


"Sayang sini mainannya kamu kasihkan lagi ke Om".


"Jangan Ma, Aku suka mainan ini".


"Sudahlah Syah. Aku ikhlas ngasihnya, tolong jangan dikembalikan".


Aku mengambil paksa mainan itu dari tangan Kevin dan mengembalikannya pada Putra.


Kevin menangis dengan begitu keras. Putra memberikan mainan itu lagi. Banyak orang yang melihatnya bahkan beberapa guru juga ikut keluar.


"Ada apa bunda?", tanya Bu Elly


"Nggak apa-apa Bu, Kevin nggak mau diajak pulang".


Aku segera menyalakan motorku dan bergegas pulang kerumah. Namun sepanjang perjalanan Kevin masih merengek padahal mainan pemberian Putra tadi masih tetap dibawanya.


"Kevin kenapa sayang?", tanya Mas Rudi


"Kevin kamu masuk dulu ke kamar yah, ini pakai handphone Mama", ucapku pada Kevin


"Mas, Aku mau cerita, dengerin dulu jangan marah. Janji?".


"Iyah Syah, kenapa?".


"Sudah beberapa kali Kevin diberi mainan oleh orang tak dikenal. Setelah ku tanya pada Kevin ternyata Dia suaminya Bu Dian, gurunya Kevin. Yang Aku heran Bu Dian itu tidak tahu jika suaminya memberi mainan. Sudah beberapa kali, Aku mencoba menemui suaminya namun dia selalu menghindar. Dia menggunakan Topi dan masker. Karena penasaran, hari ini Aku sengaja sembunyi dan benar Dia datang dengan membawa mainan. Saat ku hampiri ternyata Dia itu Putra suami Bu Dian".


"Kok bisa Syah. Sudah pindahkan saja Kevin dari sekolah itu".


"Tapi Putra sudah punya istri Mas, Bu Dian juga sedang hamil"


"Sudah pindahkan saja Syah atau kita pindah rumah sekalian".


"Pindah kemana Mas".


"Nanti Mas pikirkan. Besok semua mainannya kamu kembalikan atau kamu kasihkan ke orang lain".


"Iyah Mas".

__ADS_1


__ADS_2