
Masih terasa begitu lelah tubuh ini setelah kemarin mendaki gunung. Hari ini aku tidak masuk kuliah, Semoga saja dosennya juga tidak datang.
Dering Handphoneku berbunyi begitu keras, kulihat Anggun yang menelpon.
"Syah kamu dimana?".
"Ini aku lagi di kos kenapa emangnya Nggun?".
"loh kamu kok nggak masuk kuliah. Aku udah di kampus nih, ayo kamu datang aku tunggu di kampus ya. Dosenya belum datang kok".
"Aku izin aja deh, nggak masuk rasanya kakiku ini pegal-pegal".
"ya udah, nanti aku ke kosmu ya aku mau cerita tentang Mas Rudi".
"oke masuk aja langsung ya".
Apa ya yang akan diceritakan Anggun tentang Mas Rudi, aku jadi penasaran sekali.
Tak lama ternyata Anggun datang ke kosku. Aku terkejut tiba-tiba Anggun sudah di depan pintu.
"Assalamualaikum Aisyah". sapa Anggun sambil tersenyum.
"Waalaikumsalam. kamu kok nggak kuliah Nggun?", tanyaku.
"Iyah Pak Dody nggak bisa hadir hari ini, tadi ketua kita Baru ngasih tahu. ya udah jadi aku kesini saja".
"Kamu tadi mau cerita apa Nggun".
"Oh yah untung kamu ingetin. kamu ingat waktu Mas Rudi bela-belain naik ke puncak gunung Penanggungan sendirian. Sebenarnya dia berencana menembak kamu di atas puncak gunung. Sesampainya di sana dia nggak sanggup berkata apapun kepada kamu katanya seluruh tubuhnya tiba-tiba deg-degan semuanya. bahkan kakinya gemeteran seperti kesemutan.
Kata Mas Rudi, mengungkapkan cinta kepadamu itu lebih susah, lebih pusing daripada ujian masuk kepolisian.
aku diceritain sendiri waktu di mobil oleh Mas Rudi Bahkan aku sempat terbahak-bahak bersama Mas Rizal mendengar cerita Mas Rudi yang gagal menyatakan cintanya di puncak. dia beneran suka sama kamu loh Syah gimana kalau kamu".
"iya sih waktu itu dia sempat ingin mengatakan sesuatu kepadaku namun aku menunggunya lama dia nggak berkata apapun sampai akhirnya mas Lukman mengajak kita untuk turun. Bahkan mas Rudi sempet jadi gagap dia hanya bilang (sebenarnya aku su... suk....). namun kemudian dia menyuruhku untuk melupakan perkataan itu. Mas Rudi malah mengajakku foto berdua di atas sana".
"lah itu Syah dia juga cerita seperti itu. katanya ketika mau bilang suka sama kamu. Tiba-tiba mulutnya jadi gagap. Akhirnya dia mengurungkan niatnya".
"Waktu itu sebenarnya aku juga berharap dia akan menyatakan cintanya di sana. Sebenarnya aku juga suka sama Mas Rudi namun masa' iyah perempuan yang bilang duluan". Jawabku.
"Sepertinya dia akan menembakmu dalam waktu dekat ini Kok Syah kemarin mereka berdua sudah merencanakan sesuatu. Tapi jangan bilang jika aku yang ngasih tahu".
__ADS_1
"La kamu kok tahu Nggun".
"yah kan Mas Rizal itu pacarku. jika aku tanya pasti cerita".
"iyah pasti cerita, jika nggak diceritain kamu pasti ngambek".
"he... He... he... tahu saja. Udah ah Aku balik dulu Syah".
"Iyah hati-hati Nggun".
Tak lama setelah Anggun pulang ada beberapa foto yang di share oleh Mas Aziz di grup BEM fakultas. ternyata foto waktu kita camping kemarin. Bahkan ada Video yang sudah diedit Mas Aziz.
Lucu-lucu sekali fotonya karena memang mas Aziz mengambil foto candid tanpa sepengetahuan orangnya.
Seru sekali Memang petualangan kemarin. Rasanya aku ingin kembali untuk camping lagi. Alhamdulillah di sana tidak terjadi hal-hal mistis seperti yang diceritakan para pendaki di gunung-gunung lain.
Teringat fotoku dengan mas Rudi. Aku mencoba melihatnya di handphoneku. Ternyata fotoku dan Mas Rudi terlihat sangat kaku seperti orang yang baru kenal.
Tak lama setelah itu Mas Aziz mengirimiku foto melalui pasan pribadi. Kulihat ternyata fotoku dan Mas Rudi saat kita ngobrol berdua di puncak waktu itu. Ada juga foto waktu kita makan mie. namun yang diambil hanya aku dan Mas Rudi saja padahal waktu itu kita bersama Novi, Anggun dan Mas Rizal.
"Ini siapa hayoo...... kok bisa berduaan, bukan dari rombongan mahasiswa Lo", tanya Mas Aziz
"Iyah Mas, itu teman aku. kita nggak sengaja bertemu terimakasih yah sudah difotokan", jawabku.
Aku mengeditnya dan mengirimkan kepada Mas Rudi. Lama kutunggu langsung belum juga dibales sama Mas Rudi mungkin dia sedang sibuk karena ini memang sedang jam kantor.
Aku mau lihat status diaplikasi pesan ternyata Mas Rudi masang foto waktu bersamaku dipuncak kemaren. Aku tersenyum-senyum sendiri melihatnya, padahal hanya sekedar foto yang dipajang apalagi foto pernikahan he... he...he... mengarap sekali.
Aku memberi komentar foto itu dan akhirnya dibalas juga.
"Cantik yah akunya".
"Iyah cocok denganku yang ganteng ini", jawab Mas Rudi
Rasanya meleleh hatiku ini. Aku bingung mau membalasnya apa. hingga akhirnya ku biarkan pesan itu. Namun tak lama dijam makan siang Mas Rudi menelponku.
"Assalamualaikum Syah. lagi apa".
"Waalaikumsalam lagi mikirin kamu Mas".
"Lo kok bisa samaan, jangan-jangan kita jodoh".
__ADS_1
"Ah.... bisa saja Mas".
Padahal barusan aku gombalin kok dia menjawabnya seperti itu. Setelah terjadi obrolan lama dengan Mas Rudi bahkan hingga hampir satu jam. Aku mau mendengar suara orang yang mengetuk pintu kamar kost dan berkata, "paket".
Aku mau bukakan pintunya ternyata ojek online yang mengirimkan makanan.
"Lo saya tidak memesan makanan Pak", tanyaku kepada ojol.
"Tapi ini benar kan dengan Mbak Aisyah, ini pesanan dari Pak Rudi Arga P yang dikirim disini".
Aku yang masih belum menutup telepon Mas Rudi menanyakan hal itu. Ternyata benar Mas Rudi memang pesan makanan untuk dikirimkan kepadaku. Akhirnya aku menerima makanan itu.
"Lo Mas kok pake kirim makanan segala?", tanyaku.
"Iyah kan biasanya anak kos itu telat makan, dan sering terkena penyakit maag makannya aku kirimin".
"Jika begitu setiap hari saja Mas", candaku.
"Sudah kamu makan dulu. Mas mau lanjut tugas dulu. Ada operasi patuh bulan ini".
"Iyah terimakasih Mas". (I love you, gumamku dalam hati).
Ku buka makanan itu ternyata ada dua kotak nasi minuman dan dessert. Dia juga tidak melupakan Novi.
Ah..... Senang sekali rasanya hatiku saat ini. baru pertama kali ini aku jatuh cinta beneran. Rasa ini melebihi rasaku dulu waktu pertama dekat dengan Putra.
Aku memakan makanan yang diberikan Mas Rudi. tak lupa aku berdoa sebelum makan namun kali ini doa itu ku tambahkan semoga Mas Rudi jodohku, Amin.
Tak lama Novi datang, dia hari ini masuk kuliah. Aku memberikan makanan itu kepada Novi.
"Banyak sekali Syah makanannya", tanya Novi.
"iyah dikirimin sama siwon kW he..he..he..".
"Jangan-jangan ini ada peletya Syah. Ati-ati kamu Syah".
"La ini belum makan aku sudah kepelet Nov ha..ha.. ha..ha... udalah ayo makan, dia sengaja membeli dua karena tahu aku berdua dikos sama kamu".
Aku dan Novi akhirnya makan bersama. Begini amat ya rasanya jika jatuh cinta, pantesan saja banyak anak muda yang suka pacaran.
Aku harus bisa menahan, aku nggak mau pacaran tanpa status yang jelas. Sekalipun Mas Rudi mengatakan cintanya kepadaku. Setidaknya dilamar dulu biar ada ikatan dan keluarga saling tahu. itu Prinsipku.
__ADS_1
"jangan lupa baca yah kak, mas Rudi menyatakan cintanya dibab selanjutnya (bab 20)".