Ditilang Cinta Polisi Ganteng

Ditilang Cinta Polisi Ganteng
Akad Nikah


__ADS_3

Alhamdulillah lebaran tahun ini serasa istimewa karena Akad nikahku memang digelar saat lebaran. Acaranya memang sengaja dibuat tiga hari setelah sholat Idhul Fitri agar saudara yang jauh bisa datang karena memang masih cuti bersama.


Besok adalah hari yang kutunggu. Mas Rudi akan menikahiku. Hari ini dirumahku ada acara pengajian ibu-ibu hingga nanti sore dan besok juma't adalah acara akad nikah dan walimah untuk bapak-bapak dimalam hari. Dihari Sabtu adalah resepsi pernikahanku.


Aku tidak tahu seserahan apa saja yang dibawa Mas Rudi nanti. Aku sudah menyerahkannya kepada Mas Rudi. Waktu itu Aku memang sedang fokus dengan skripsiku.


Aku sudah tidak menghiraukan apapun yang diberikan Mas Rudi. Karena waktu pertama Mas Rudi melamarku aku memang sudah mencintainya. Ku niatkan saja semua karena Allah SWT, karena Allah yang mempertemukan kami meskipun dengan cara yang lucu.


Acara pengajian Ibu-ibu hari ini sudah selesai, lelah juga ternyata. Malam ini aku ingin beristirahat saja karena besok pagi aku harus melaksanakan akad nikah.


Malam ini rasanya susah sekali untuk tidur, ku coba mengirimkan pesan ke Mas Rudi. Akhirnya dia menelponku juga.


"Assalamualaikum Sayang", kata Mas Rudi


"Waalaikumsalam Mas. Kamu lagi ngapain Mas, Aku nggak bisa tidur", jawabku


"Kamu lagi bayangin malam pertama kita ya Syah he... he... he....".


"Enggaklah Mas, kamu itu nggak waras. Udah ah mending aku tidur saja".


"Lo kan emang benar Syah. Itu termasuk ibadah. Istri nggak boleh menolak ajakan suami lo Syah. Nanti dilaknat malaikat hingga pagi. Kamu siap kan untuk itu.....".


"Enggak mau Mas, Aku belum siap. Jika begitu aku beli obat tidur saja buat kamu, biar tidur sampai pagi. Kan dilaknatnya hanya sampai pagi ha... ha.... ha...".


"Ya Pagi-pagi juga nggak apa-apa sekalian setelah itu mandi".


"Udah ah, aku mau tidur dulu. Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam sayang".


Kulihat sudah pukul 00.24 wib. Namun mata ini belum juga terlelap. Obrolan dengan Mas Rudi barusan malah membuatku semakin tak bisa tidur. Kuputuskan untuk mengambil air wudhu dan sholat.


Kulihat sudah pukul 03.00 wib, mata ini mulai mengantuk, padahal aku harus bangun pagi-pagi untuk dirias.


Alarm dihandphoneku berbunyi sangat keras hingga membuatku terbangun. Kulihat sudah jam 05.00 wib. Aku segera mandi dan sholat.


Kulihat perias pengantin sudah datang. Semoga make-up nya bagus untukku.


Rombongan keluarga Mas Rudi sudah datang pukul 07.46 wib. Acara hari ini adalah akad nikah.

__ADS_1


Make-up ku hampir selesai meskipun Pak penghulu belum datang. Aku memakai kebaya warna putih milik ibuku dulu. Kupakai sangat cocok dan modelnya juga tidak terlalu jadul, hanya butuh dipermak sedikit.


Aku dan Mas Rudi diberi bunga melati, yang wanginya harum sekali.


Ibuku memanggilku dan menyuruh untuk keluar karena penghulu sudah datang. Aku keluar kamar dan berjalan perlahan. Semua yang hadir memandangiku, malu rasanya. Kulihat Mas Rudi menatapku sambil tersenyum bahagia.


Aku duduk disamping Mas Rudi, rasanya seluruh tubuhku gemetaran.


Mas Rudi melihat ku sambil berbisik "kamu cantik sekali Syah, Mas pangling". Aku tersenyum sumringah.


Seketika meluluhkan hatiku dan grogiku yang dilihat banyak orang, senang sekali rasanya dipuji oleh Mas Rudi.


Akad nikah dimulai, kita membaca basmalah dan dua kalimat syahadat. Aku mulai deg deg an. Ijab Qabul dimulai, Ayah menikahkan aku dengan Mas Rudi.


Mas Rudi mengucapkan ijab qbul dengan begitu lancar dan keras. Alhamdulillah sah. Semua tersenyum dan mendoakan kita.


Mas Rizal, Anggun dan Novi yang ikut menyaksikan akad nikahku, ikut berteriak "sah" dengan keras. Pak Zain dan Bu Hanny juga ikut menyaksikan acara akad nikahku.


Bu Hanny menyerahkan Mas kawin kepadaku. Sebuah pigora yang berisikan hiasan uang.


Kulihat ibu mertuaku menghampiriku dan menyerahkan kotak perhiasan yang berisi sebuah kalung emas seberat tiga gram serta uang mahar.


"Baik Bu, terimakasih".


Aku bergegas menuju kamar untuk menyimpan perhiasan itu.


Tak lama Mas Rudi ikut masuk juga ke kamar untuk mengambil video.


Setelah sesi pengambilan video, semua keluar dari kamarku.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu Mas. Kamu makan sana Mas, yang lain pada makan".


"Sudah kenyang melihatmu. Ayo sekarang Syah".


"Apanya Mas?".


"Yah, itu Syah. kita kan sudah halal. Nggak usah Resepsi Syah, langsung aja he... He...".


"Ayo kita keluar Mas, acaranya belum selesai. Semua orang sudah menunggu kita diluar".

__ADS_1


Mas Rudi mencium keningku sebelum keluar dari kamar. Kita keluar dari kamar bersama, tumben sekali dia menggandengku. Setelah acara makan bersama Mas Rudi dan rombongan keluarganya pulang.


Tepat pukul 10.30 wib acara telah selesai. Akhirnya bisa istirahat sejenak, namun ternyata salah, karena sebagian sahabat dan teman-temanku ada yang datang hari ini. Beruntung Novi mau membantuku.


Alhamdulillah saat Dzuhur semua tamu sudah pulang jadi aku bisa beristirahat sejenak. Aku membersihkan make-up, dan segera sholat. Karena setelah ini aku akan ikut membantu untuk acara nanti malam.


Tak terasa waktu begitu cepat berjalan, acara walimah akan segera dimulai.


Hari ini semua acara berlangsung dengan lancar. Kulihat dekor pernikahan sudah datang dan memasang bunga-bunga Asli dan hiasan bunga lainnya. Alhamdulillah masih bisa menggelar resepsi dirumah sendiri meskipun keadaan. keuangan orang tuaku sedang tidak baik.


Kulihat sudah pukul 21.30 wib. Rasanya sudah lelah dan mengantuk. Aku menuju kamar, Kulihat Handphoneku ternyata Mas Rudi barusan menelponku. Aku Menelpon balik Mas Rudi, ternyata langsung diangkat.


"Assalamualaikum sayang, kangen yah kamu", kata Mas Rudi


"Waalaikumsalam Mas. Siapa juga yang kangen, kan kamu duluan yang menelponku", jawabku


"Ah pake malu-malu, kamu sudah pengen yah Syah".


"Biasa ajalah, paling kamu yang udah nggak bisa nahan Mas".


"Ya, jika kamu godain terus, ya gak bisa nahan lah Syah".


"Ayo tidur saja Mas, aku sudah lelah. besok pagi iring-iringan pengantin lo jam sembilan pagi, kamu jangan telat".


"Iyah beres, berarti malamnya sudah sekamar donk".


"Capek tahu. Lusa pagi kan iring-iringan pengantin ke rumah kamu Mas. Acaranya juga sampai malam. Nunggu setelah wisudah saja".


"Lama sekali, wisudah kamu kan masih bulan depan Syah, keburu jamuren".


"Ha... ha... ha... Udah ah aku bobok dulu, Assalamualaikum Mas".


"Waalaikumsalam sayang".


Tak terasa obrolanku dengan Mas Rudi hingga hampir jam dua belas malam. Aku mulai memejamkan mataku.


Serasa tidur sebentar saja, karena aku terbangun ketika mendengar suara adzan subuh yang berkumandang. Aku segera bangun Aku memutuskan untuk mandi dan sholat terlebih dahulu.


Rasanya ingin sekali aku tidur lagi namun ternyata perias pengantin sudah datang dan menungguku diluar.

__ADS_1


__ADS_2