
Hari ini aku kembali ke kos bersama Novi Namun kita membawa motor sendiri-sendiri. Aku ada jadwal kuliah jam sembilan pagi.
Aku berangkat ke kampus sesamanya di kampus ternyata dosennya belum datang juga.
Aku menunggu dosen bersama Anggun dan teman-teman yang lain. Anggun adalah teman dekatku di kelas. Dia sering sekali main ke kos sehingga dia juga mengenal Novi.
"Aisyah nanti malam ikut aku yuk nonton. Aku mau bertemu dengan pacarku", ajak Anggun kepadaku.
"Nggak mau ah masa aku nanti cari obat nyamuk".
"enggak, nanti Mas Rizal juga mengajak temannya. ini aku juga disuruh Mas Rizal ngajak teman. Nanti aku aku kenalkan deh, siapa tahu kalian berjodoh".
"Nggak ah malu lah aku. kayak aku nggak laku saja he... he... he...".
"Ayolah Syah, sekali ini saja lah kalau aku pergi bertiga kasihan juga temannya Mas Rizal".
"Ya udahlah tapi nanti kamu jemput aku di kos ya".
"ya nanti setelah shalat magrib aku jemput kamu. nanti aku traktir deh".
"lah apa nanti Mas Rizal enggak jemput kamu? masa' kita boncengan bertiga".
"enggak nanti kita ketemuan aja di depannya bioskop. Mas Rizal nanti juga boncengan sama temennya kok".
Setelah ngobrol lama dengan Anggun hingga 1 jam lebih ternyata dosennya tak kunjung datang. Akhirnya Anggun dan teman-temanku yang lain mengajakku untuk membeli bakso di kantin.
Setelah dari kantin kita kembali lagi menunggu di depan kelas, karena setelah ini masih ada satu lagi mata kuliah.
Setelah kuliah hari ini selesai aku bergegas menuju pulang ke kos. Setelah salat dzuhur aku berbaring di atas kasur. Ternyata Novi kuliah hingga sore hari.
Kring..... kring..... kring.... handphoneku berbunyi begitu keras kulihat ternyata Anggun.
"Assalamualaikum, ada apa nggun?", tanyaku.
"Waalaikumsalam, aku cuma mau mastiin aja Nanti malam jadi lho. Nanti aku jemput".
"iyah.... iyah.... kamu yang pacaran tapi nyusahin orang. kan enak sih keluar berdua aja sama pacar".
"Mau ku juga gitu tapi tadi kata Mas Rizal temennya itu minta tolong dikenalin sama temanku. ya udah,..... jadi aku ngajakin kamu aja".
"Nanti jangan-jangan orangnya sudah tua tonggos gendut sudah ubanan. makanya minta dikenalin sama pacarmu".
"haha..haha... ya enggaklah. barusan aku sudah tanya ke Mas Rizal, orangnya ganteng, baik, putih".
"Putihan mana sama sapi. udahlah aku mau tidur dulu. Assalamualaikum".
"ha-ha-ha waalaikumsalam".
Kupandangi langit-langit pada atap kosku bersama semilir angin sepoi-sepoi yang masuk dari jendela kamarku membuatku semakin mengantuk.
"Syah... Syah... bangun, dicari Anggun Lo", kata Novi sambil mencoba membangunkanku.
"hemmm.... Iyah, katanya tadi habis magrib".
"He... ini sudah hampir magrib Syah. Ayo bangun", celetuk Anggun emosi.
"Apa.......?? lho kok bisa perasaan tadi baru 5 menit deh kamu telepon aku. Oh ya lupa Aku kan belum sholat, tunggu sebentar aku mandi dulu sama sholat kalian".
Setelah selesai sholat aku dan Anggun langsung berangkat menuju mall di dekat kampus.
__ADS_1
Sesampainya di depan bioskop ternyata pacarnya Anggun belum juga datang. Sudah 30 menit kita menunggu, namun tak kunjung datang, Akhirnya kita memesan tiket bioskop terlebih dahulu. Untungnya Anggun memesan tiket bioskop film horor, coba saja jika film romantis mungkin aku tidak akan mau.
Lama kita tunggu akhirnya aku mencari camilan terlebih dahulu karena perutku terasa lapar sekali. Aku berjalan sendiri mencari ayam kriuk sedangkan Novi masih menunggu pacarnya didalam bioskop.
handphoneku berbunyi kulihat ternyata Anggun yang menelpon.
"ya Anggun ada apa?".
"Ayo cepetan Syah. Mas Rizal sudah datang"
"iyah habis ini ke sana Ini mau selesai".
Aku bergegas menghampiri Novi yang sedang duduk di dalam ruang tunggu bioskop.
Kulihat hanya ada Novi dan pacarnya saja. Padahal tadi dia bilang sama temennya Mas Rizal. Ya sudahlah.... sudah terlanjur juga jadi obat nyamuk.
Aku tersenyum kepada Mas Rizal pacarnya Anggun.
"Ayo kita masuk filmnya sudah mau mulai loh".
"Bentar Syah kita nunggu temennya Mas Rizal lagi ke toilet", jawab Anggun
"Kalian masuk duluan saja nanti aku nyusul". terletak Mas Rizal kepada kita
Kita masuk duluan ke ruangan Bioskop, film memang belum dimulai dan lampu juga masih menyala Tak lama kemudian Mas Rizal masuk dan menghampiri kita dan di belakangnya kulihat Mas Rudi.
Apa mungkin Pak Rudi itu temannya Mas Rizal. jika iya kok bisa kebetulan begini. apakah mungkin Pak Rudi ke sini dengan pacarnya.
Ah...... Seluruh tubuhku tiba-tiba gemetaran, jantungku berdetak begitu kencang.
Pak Rudi tersenyum melihatku. tanganku mencengkram tangan Anggun. dia mencoba melepaskannya dan berkata, "Syah kamu ini kenapa sih?".
Kulihat tangan Pak Rudi mengarah kepadaku dan mengajakku bersalaman. Aku pun menyalaminya dengan gemetaran. Tangan Pak Rudi sungguh halus seperti perempuan.
"Hai Syah, gimana kabarmu. kok bisa yah kita bertemu disini", kata pak Rudi sambil tersenyum kepadaku.
"La saya juga nggak tahu Pak, ya... mungkin kebetulan aja".
"cie... cie.... Ternyata kalian sudah saling kenal. wah sepertinya kalian berjodoh nih", Kata Mas Rizal
"Jangan panggil Pak lah kalau di sini saya kan juga masih muda Syah. Panggil Mas Arga saja".
"Wah aku memang tidak salah pilih. Aku pindah deh tempat duduknya biar Aisyah sama Mas Arga saja", celetuk Anggun.
Anggun benar-benar berdiri dan pindah tempat di samping Mas Rizal. Aku duduk di samping Pak Rudi. Filmnya sudah dimulai, lampu bioskop pun sudah mulai dimatikan.
Aku menonton film namun hatiku masih memikirkan Pak Rudi sedang di sampingku.
Tiba-tiba di awal film diperlihatkan hantu dan efek sound dalam film itu sungguh sangat mengagetkanku hingga spontan aku berteriak dan menggandeng tangan Pak Rudi.
Anggun dan Mas Rizal yang melihatku hanya tersenyum seakan mereka yang mengantarkan kita kencan.
"Maaf Pak Rudi nggak sengaja, aku hanya kaget barusan".
"lho kok panggil Pak Rudi lagi tadi kan bilangnya panggil Mas Arga saja Syah".
"Iya maaf Pak lupa eh salah maaf Mas lupa", sambil tersenyum.
ehemm... ehemm... ehmm.....
__ADS_1
celetuk Anggun sambil tersenyum.
waduh harusnya tadi Aisyah menonton film action saja kenapa harus film horor. Tanganku masih saja gemeteran duduk di sebelah Pak Rudi. Sesekali ku lirik Pak Rudi dan dia tersenyum, mungkin karena dia tahu jika aku meliriknya.
Selama menonton film aku menahan agar tidak sampai berteriak. akhirnya setelah hampir tiga jam film itu selesai juga.
Lampu bioskop mulai dinyalakan lagi wajah tampan Pak Rudi terlihat sungguh mempesona. Lesung pipinya di kanan dan kiri membuat senyumannya semakin membuatnya terlihat tampan sekali.
Kita berjalan keluar bioskop dan menuju luar. Mas Rizal mengajak kita untuk makan dulu di foodcourt. Anggun berjalan bergandengan tangan dengan Mas Rizal dan aku mengikuti mereka dari belakang bersama Mas Rudi.
Sesekali aku melihat Pak Rudi dia pun berbalik melihatku juga. kami saling menatap dan tersenyum tersenyum.
Sesampainya di food court, Anggun dan Mas Rizal memesankan kita makanan. Kita benar-benar duduk berdua. aku merasa masih merasa canggung dengan Pak Rudi.
"Syah apa nomor handphonemu masih sama atau sudah ganti?", tanya Pak Rudi
"Masih sama kok Pak", kataku.
"loh kok panggil saya pak lagi tadi kan sudah saya bilang panggil Mas Arga saja".
"Oh iya saya lupa lagi Mas. Mas Rizal sama Mas arka Itu temen apa ya apa sama-sama Polisi juga".
"iyah Syah, saya juga baru kenal kok sama Pak Rizal. Saya dipindah ke sini baru beberapa bulan".
"Oh pantes aja saya nggak pernah melihat saat Mas bertugas".
"Kamu kangen ya saya tilang".
"ihh... Enggak juga lah Mas".
Kulihat Anggun dan Mas Rizal kembali menghampiri kita, mereka tetap tersenyum memandangi kita.
Aku juga tak menyangka bisa bertemu Pak Rudi di sini. Padahal niat awal Anggun memang sengaja memperkenalkanku dengan teman Mas Rizal. Ternyata malah orangnya Mas Rudi.
Setelah makan aku dan anggun bergegas untuk pulang namun Mas Rizal dan Mas Rudi menawarkan untuk mengantarkan kita. Akhirnya Anggun dibonceng sama Pak Rizal sementara aku dibonceng sama Mas Rudi.
Sepanjang jalan aku tersenyum-senyum sendiri aku tak menyangka bisa diboncengin sama Mas Rudi senang sekali rasa hatiku. dah Dig dug tak karuan.
Mereka mengantarku pulang terlebih dahulu, karena tadi aku tadi dijemput dan memakai motor Anggun.
Sesampainya di depan kos aku melihat Mas Rudi tersenyum sungguh indah sekali.
"Terima kasih ya Mas sudah mengantarkan aku pulang", kataku.
"Iyah sama-sama. Kamu ngekos di sini Syah?".
"iyah Mas Ini aku ngekos sama Novi temen SMA aku dulu".
"Lain kali Mas bolehkan main main di sini".
Aku tersenyum dan berkata, "iyah boleh dong Mas".
"ehem..... ehem...... aduh nungguin orang yang lagi jatuh cinta lama sekali", Celetuk Anggun.
"ya sudah Syah, saya balik duluan yah".
"Iyah Mas hati-hati".
Anggun dan Mas Rizal tersenyum dan melambaikan tangannya kepadaku.
__ADS_1
Senang rasanya malam ini tak sia-sia aku jadi obat nyamuk malam ini, setidaknya aku bisa bertemu lagi dengan Mas Rudi.