
"Ria aku pulang dulu ya," ucap Wina.
"iya Win kamu ati-ati di jalan, sampai ketemu besok," ucapku.
balasnya Wina seraya mengedipkan mata ke arah ku.
'gimana ya, aku langsung ke rumah Bu Irma atau nanti saja bada magrib ya,' gumam ku.
ketika di perjalan entah aku ngelamun apa aku juga nggak tau,dan kendaraan yang aku naikin oleng ke kiri dan aku terjatuh.
apa yang terjadi aku pun tidak tau, karena aku sempat pingsan di pinggir jalan akibat kepala terbentur aspal.
selepas dari pingsan aku terbangun dan melihat kalau aku sudah ada di rumah sakit.
"aduh ... siapa yang membawa ku ke rumah sakit," tanyaku sembari merasakan sakit di kepala.
tidak lama kemudian ada seseorang yang datang menghampiri ku.
"tenang aja kamu udah di tanganin sama dokter kok," ujar si laki-laki yang bersuara serak.
"kamu yang nolongin aku pas kecelakaan tadi?" tanya ku ke cowok yang menghampiri ku.
"iya aku yang nolongin kamu,," ucapnya.
"la- lalu di mana motor aku," ucapku dengan gugup.
"udah di bawa sama tukang bengkel ku tadi,kamu gak usah khawatir, ooh ya kenalin nama ku Yunus," ucap nya seraya menenangkan ku.
"kenalin aku Ria, makasih udah mau nolongin aku," ucapku penuh syukur.
"iya sama-sama,tadi kamu habis pulang kerja ya, dimana tempat tinggal mu biar nanti aku antar," tanya yunus sembari tersenyum.
"iya aku pulang kerja, aku tinggal di kampung pisang baru daerah Jakarta Selatan." jelas ku ke Yunus.
obrolan kami pun ter henti dengan adanya dokter dan suster masuk.
"bentar ya pak saya periksa dulu," pekik dokter sembari mengeluarkan stetoskop nya.
"Alhamdulillah Bu Ria sudah boleh pulang, dan ini resep obatnya tolong nanti di tebus di apotik ya pak, kalau begitu saya permisi dulu," ujar dokter seraya keluar ruangan.
"baik pak terimakasih," ucap Yunus ke dokter.
aku pun bangun dari tempat tidur dengan kepala yang masih kliyengan, aku mencari tatakan buat berdiri supaya tidak jatuh, di saat ingin berjalan aku pun hampir terjatuh, dengan cepatnya Yunus menangkap ku dari belakang, dan terjadilah saling tatap tatapan.
"awas Ria!!," ucap Yunus yang kaget melihat ku terjatuh.
__ADS_1
ah ... teriakku karena kaget.
dengan sigapnya Yunus menopang tubuhku dari belakang
"kamu tidak papa, lain kali hati-hati ya,sini biar aku bantu kamu berjalan." ungkapnya sembari menatap mataku.
aku pun segera berdiri dan membenarkan posisi tubuh ku dan bajuku.
"iya aku gapapa kok," ucapku seraya di gandeng tangan ku.
kami pun menuju pintu depan rumah sakit, sedangkan Yunus masih di bagian administrasi untuk membayar semua tagihan ku.
"Ria ayo masuk ke mobil ku," ajak nya yang sembari menuntunku masuk mobil.
"mas nanti saya ganti ya biaya administrasi ku tadi," ucapku seraya mengerutkan keningku.
"tidak usah aku nolong kamu ikhlas kok," ucapnya seraya terkekeh.
"ya sudah ayok masuk," ucapnya, aku pun tersenyum.
di saat sudah di dalam mobil kami berdua pun berjalan menuju pulang ke rumah, kami berdua pun memilih berdiam diri di dalam mobil, di saat ada lampu merah Yunus bertanya kepada ku.
"kamu kerja dimana, terus disini tinggal sama siapa?", ungkapnya, seraya menyetir mobil.
"aku kerja di pabrik sepatu, aku disini merantau dan ngekost, aslinya aku orang Surabaya," ucap ku yang menunduk kebawah.
"Alhamdulillah mereka di sana sehat, tapi ayah ku sudah meninggal,karena sakit keras," ucapku dengan raut wajah sedih ketika menceritakan ayahnya.
"oh aku turut berdukacita ya atas meninggalnya ayah kamu," ujarnya yang turut prihatin.
aku pun membalasnya dengan senyuman.
tidak terasa, kami pun sampai di rumah, segera aku turun dari mobil dengan di tuntun Yunus.
"eh tunggu, kamu tunggu di mobil," ucapnya yang mencegahku turun sendiri.
Yunus berputar arah menuju pintu mobil yang di sebelahku, dan membukanya.
"ayo aku bantu turun, hati-hati jalannya," ujarnya seraya memegang tangan ku.
aku pun di bantu berjalan hingga masuk ke dalam pintu gerbang, tidak sampai di dalam pintu rumah aku pun memintanya untuk berhenti, dengan alasan kita bukan muhrim jika memasukan laki-laki lain kedalam rumah.
"mas cukup disini saja, terimakasih kamu sudah mengantarku pulang, aku akan berjalan sendiri ke dalam," pekik ku dengan jelas.
"kamu yakin, ya udah gapapa kamu hati-hati ya, oh ya nanti motor kamu akan di antar sama tukang bengkel ku," sambungnya.
__ADS_1
"iya mas makasih banyak sudah mau membantuku hingga mengantarkan aku pulang," ucapku.
Yunus pun membalasnya dengan senyuman yang manis dan menganggukkan kepalanya.
"ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya, kamu hati-hati di rumah," pekik Yunus ketika ingin beranjak pulang.
"iya mas, mas juga hati-hati dijalan," sambung ku.
"mas pulang dulu ya, lain kali kalau mas ada waktu, mas pasti jenguk kamu kesini," tukasnya.
mas Yunus pun sudah pergi, aku segera berjalan pelan menuju masuk dalam rumah.
sesampainya di dalam rumah aku melanjutkan istirahat dan segera mengabari temanku Wina.
'Halo .. Win aku mau ngasih tau kamu, aku tadi jatuh di pinggir jalan saat mau pulang kerja tadi,' ucapku di seluler telepon.
'lalu bagaimana keadaan kamu sekarang, apa masih di rumah sakit atau sudah di rumah,?tanya Wina dengan nada kaget.
'alhamdulillah sudah membaik, ini aku sudah di rumah kok, kamu tenang aja ya,' ucapku dengan membuat hati tenang.
'syukurlah kalau begitu, maaf aku gak bisa jenguk kamu, aku saat ini lagi di rumah Tante jenguk bayi hehe,' ungkap ku yang terkekeh.
'iya gapapa kok,aku ngerti,' sambung ku.
'ya sudah buat istirahat aja dulu biar cepat pulih,' pekiknya yang selalu memberiku semangat.
Wina pun memutus ponselnya.
****
waktu sudah menjelang magrib, aku langsung pergi mandi dan segera sholat magrib, ketika selesai sholat, aku menuju dapur, untuk makan dan minum obat.
selesai makan dan minum aku menuju ke kamar untuk istirahat lagi dan nonton TV.
adzan isya telah berkumandang, aku pun segera bangun dan mengambil air wudhu lalu sholat di rumah, selesai sholat aku lanjut dengan istirahat.
"bosan sekali rasanya kalau sakit kek gini," pekik ku seraya berbaring seharian.
ketika lagi rebahan di kasur, aku pun tertidur sampai pagi sudah mendatang.
Alhamdulillah rasa badanku udah agak enakan.
"bismillah aku mau berangkat kerja, dengan badan sehat walaffiat,Aamiin," ujar ku dengan senyum syukur.
ketika aku mau keluar rumah, tiba-tiba datang seorang tukang bengkel yang membawa motorku.
__ADS_1
"permisi, saya dari bengkel mau nganterin motor Mbk, saya suruhannya pak Yunus yang kemarin," ungkap pak tukang bengkel.
"iya pak terimakasih, bapak bilang sama pak Yunus terimakasih banyak," ucap balik ke tukang bengkel.