Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 12 Pulang Dari Restoran


__ADS_3

setelah kami berdua sudah di dalam mobil, mas Yunus pun menancap gas mobil untuk menuju pulang.


di setengah perjalanan, mas Yunus tiba-tiba mengungkapkan perasaannya kepada.


"Ria sebenarnya aku i- itu," ucapnya dengan wajah gugup.


"kamu mau ngomong apa, katakan saja," ucapku.


"sebenarnya aku itu .. suka sama kamu," pekiknya dengan ragu-ragu.


mataku pun ter tancap melihat wajah mas Yunus, seakan-akan aku tidak salah dengar apa yang dia ucapkan barusan.


"maaf sebelumnya mas, saya hanyalah orang bawahan, tapi herannya saya kenapa mas suka sama saya," ucapku dengan merendah.


"kamu jangan ngomong gitu, mas dari awal ketemu kamu mas sudah ada rasa sama kamu, jangan anggap mas ini orang atas dan gak bisa menyukai gadi bawah seperti kmu, justru mas Mala seneng bila ada di sisi mu," jelas mas Yunus kepada ku.


"tapi kan .. kita baru aja kemaren kenal," tanya ku.


"emang salah ya, kalau baru kemarin kenal terus orang tersebut menyukai seseorang." ucapnya dengan nada sedikit keras.


"iya nggak juga si," sambung ku.


"tapi kalau mas suka sama saya, mas boleh nggak memenuhi syarat dari ku," tawaranku ke mas Yunus.


"apa itu ?" tanya mas Yunus dengan menaikan alisnya.


"mas hari menemui ibu ku dulu, setelah mas menemui ibuku, dan membahas tentang ini jika ibu ku setuju aku juga sebaliknya," jelas ku ke mas Yunus dengan sedikit ragu.


"baiklah, aku terima syarat kamu, jika kamu ada waktu cuti kita ke Surabaya dimana ibu tinggal ya, tapi kamu janji ga boleh ada yang ngisi hati kamu selain aku," ungkapnya dengan wajah sedih.


"insyaallah mas aku gak bakalan Nerima orang lain kecuali mas Yunus," ungkap dengan menatap wajah mas Yunus, yang putih berseri.


...tak terasa dalam perjalanan, aku pun sudah sampai di rumah kost ku, aku segera turun dari mobil dan tidak lupa berpamitan lalu bersalaman dengan mas Yunus....


"mas aku pulang dulu ya, makasih sudah mengantarku sampai rumah," ucap ku di luar mobil.


"iya sama-sama, aku pulang dulu ya," ucap balik.


"iya mas ati-ati di jalan, kalau sudah di rumah kabarin aku ya," pekik ku seraya tersenyum.

__ADS_1


mas Yunus pun pergi pulang dan aku pun segera masuk ke dalam rumah, tidak lupa aku menutup pintu gerbang ku.


setelah aku di rumah, aku segera mandi dan langsung sholat magrib, selesai sholat magrib, aku beberes rumah, kamar dan menyapu semua halaman dalam rumah.


ketika semua sudah beres, aku segera menuju kamar untuk beristirahat sejenak di atas kasur.


tiba-tiba telepon ku berbunyi.


Drettt ... Drettt ... Drettt ..


ternyata itu panggilan dari mas Yunus.


"ngapain ya mas Yunus telpon aku, malam-malam gini?" tanya ku yang sedang membawa teleponku.


"aku angkat nggak ya? nanti kalau nggak aku angkat marah," ucap ku yang kebingungan.


akhirnya aku memutuskan untuk mengangkat telponnya.


'Halo mas, ada ya malam-malam gini mas telpon saya?' tanya dengan suara pelan.


'nggak ada apa-apa kok cuman kangen aja sam kamu,aku di rumah kesepian soalnya, lagi papa mamaku sedang pergi ke rumah nenek aku, jadi ya aku telepon kamu aja biar ada temannya,' ungkap mas Yunus di telepon.


'oh jadi gitu, kenapa mas nggak ikut sama mama papa kamu?' sambung di dalam telepon selulernya.


'iya juga, tapi makasih soal yang kemarin sama yang tadi, mas Yunus sudah banyak membantu ku, tapi aku belum bisa membalas kebaikan kamu,' tukas yang membuat suasana sedikit galau.


'udah jangan di pikirin lagi, aku ikhlas kok bantu kamu lagian aku sudah menganggap kamu sebagai pendamping hidup ku,' ucapnya seraya membuat ku terkejut.


' a- apa mas bilang apa tadi,' sahut dengan mata melotot karena kaget.


'eh nggak kok nggak bilang apa-apa,' sambungnya seolah tidak mengatakan apa-apa.


' Kamu udah makan belum, maksud saya makan malam,' tanya mas Yunus.


'alhamdulillah sudah kok, mas Yunus gimana apa udah makan,' taya balik ke mas Yunus.


'iya nih lagi males makan aku,' ucap seraya nada melas dan malas.


'lo kenapa nggak makan, makan dulu gih biar nggak sakit,' ucapku dengan nada risau.

__ADS_1


'iya nanti aku makan,' pekik mas Yunus dengan singkat.


setelah lamanya kami bertelepon, akhirnya selesai dengan keberadaan orang yang ke rumah ku.


ternyata itu Bu Irma yang sempat mencarikan anaknya pekerjaan.


"assalamu'alaikum neng Ria," seraya mengetuk pintu gerbang.


"waalaikumsalam, iya sebentar," sahut ku dari dalam rumah.


"ibu Irma, silakan masuk Bu," ucapku seraya mempersilahkan masuk.


setelah kami masuk di ruang tamu, aku pun segera ke dapur untuk membuatkan nya teh anget, karena cuaca dingin habis hujan, mungkin cocok ngobrol sambil ngeteh.


"Bu silakan di minum tehnya, maaf cuman teh yang bisa saya sajikan." ucapku dengan mengulurkan secangkir teh.


"iye neng gapapa, makasih ya," ucap Bu Irma.


"jadi kedatangan ibu kesini untuk menanyakan soal lowongan baut anak saya, gimana kata bos kamu ada nggak?" ucap Bu Irma sesekali meminum teh buatan ku.


"oh ya maaf Bu Irma saya lupa, kemarin itu saya ingin langsung ke rumah ibu saat pulang kerja, tetapi nihil aku kemarin jatuh dari sepeda di perempatan jalan, jadinya belum bisa ke rumah ibu." jelas ku ke ibu Irma.


"ya Alloh .. terus bagaimana keadaan kamu sekarang, udah ke dokter," tanya ibu Irma dengan nada khawatir.


"Alhamdulillah sudah Bu," ucapku.


"jadi kata bos ku, anak ibu suruh datang langsung ke sana dengan membawa surat lamaran kerja jam 8 pagi," sambung ku dengan menatap Bu Irma.


"Alhamdulillah, besok ibu akan mengasih tau anaknya, biar bisa langsung kerja di sana, makasih ya neng Ria, sudah membantu ibu," ucap penuh syukur.


"sama-sama Bu, sebagai manusia kita harus tolong menolong," ucapku.


"ya sudah ibu langsung pulang ya," ucapnya dengan perasaan senang.


"iya Bu, hati-hati di jalan." tukas ku.


Bu Irma pulang dengan berjalan kaki, aku yang tadinya mengantarkan Bu Irma di depan gerbang, segera aku tutup dan masuk ke dalam.


sebegai umat muslim tentu tidak lupa akan suatu kewajibannya, yaitu ya sholat isya, karena adzan sudah di kumandangkan, jadi aku langsung ambil air wudhu lalu sholat.

__ADS_1


ketika selesai sholat, aku ke dapur untuk ambil air minum dan jajan yang ada di kulkas, sembari menonton tv.


entah apa yang membuatku aneh, aku menjadi sangat ngantuk sesudah makan jajan, sebelum tidur aku ke kamar mandi untuk gosok gigi dan tidak lupa skincare an malam.


__ADS_2