
Pada akhirnya orang tuanya mas Yunus telah memutuskan keputusannya, bahwa dia mengatakan kalau kami berdua mendapat restu dari mama dan papanya mas Yunus.
"Bismillah, insyaallah mama dan papa, akan selalu merestui kamu dan mendukung hubungan kamu hingga ke pernikahan kelak." Ungkapnya seraya berbunga-bunga.
"Alhamdulillah, mah, pah, makasih ya kalian sudah mau merestui kamu berdua,"
"iya buk, pak, makasih banyak sudah mau menerima saya sebagai calon menantu di keluarga ibu," sahutku dengan tersenyum bahagia.
"iya sama nak Ria, oh ya ibu ingin minta sesuatu ke kamu boleh?" pinta mama mas Yunus.
"insyaallah Bu, ibu ingin apa dari saya ," sahutku.
"saya ingin bertemu dengan mama kamu, kalau kita semua ada free insyaallah akan datang dan sowan ke rumah kamu, gimana boleh?" sambung nya yang tersenyum manis.
"Masya Allah boleh banget Bu," titahku dengan wajah bahagia.
tak ku sangka, kini aku telah menjadi seorang menantu di keluarga yang sangat kaya raya, dan akan jadi seorang istri dari mas Yunus.
"oh ya, satu lagi, kamu jangan panggil kita pak, atau Bu, panggil saja mama dan papa, anggap saja saya orang tua kamu Sendiri kalau di Jakarta yah!" titah papa mas Yunus.
"baik pak, buk, eh ma-maksud saya papa dan mama," ucapku yang keliru panggil.
stelah sekian lamanya kami bersantai dan saling bertukar cerita, kini aku undur diri untuk segera pulang ke rumah.
"Bu saya ingin pamit pulang dulu, kalau ada waktu insyaallah saya akan main ke rumah mama dan papa," tukasku yang ingin beranjak pulang.
"iya Nak, kamu ati-ati di jalan yah!, oh ya Yunus .. Ria kamu antar pulang ya, jaga menantu mama dan papa," titahnya di depan pintu keluar.
:iyah ma, aku pamit dulu yah, mau anterin Ria pulang,"
"iya udah mah pah Ria dan mas Yunus pamit dulu, assalamu'alaikum," ucapku yang sembari bersalaman.
"waalaikumsalam," sahut barengan.
selang waktu kemudian, aku dan mas Yunus sudah di dalam mobil dengan perjalanan mengantar ku pulang.
"Mas!!" panggilku yang menatap ke mas Yunus.
"aku seneng banget, doa ibu ku orang tua kamu, dan juga kita berdua, bisa terkabulkan dan mendapatkan restu dari mama dan papa kamu," jelasku dengan mengingat kejadian di rumah mas Yunus tadi.
"iya nih! aku bersyukur banget, memiliki kamu yang cantik, Sholehah lagi," sahutnya dengan senyum Pepsodent.
"hmm bisa aja mas ini!" titahku.
tak terasa sudah kini kami berdua, sudah mendekati perempatan jalan menuju rumahku.
"oh ya mas kalau masalah nentuin tanggal lamaran mendingan papa mama, dan ibu ku saat bertemu bareng Giman ?" ucapku yang mengasih pendapat mas Yunus.
"eh, boleh juga si, tapi .. kalau ada waktu aku akan omongin ini sama orang tua aku yah!" tukasnya.
aku pun dengan jawaban menganggukkan kepalaku dan tersenyum.
__ADS_1
"oh ya mas aku mau ngomong sama kamu, sekalian minta izin ke kamu," jelasku.
"emangnya kamu minta izin mau kemana?" tanyanya dengan mengernyitkan dahi.
"aku dengan rekan kerja pabrik sepatu, mengadakan acara liburan di Bali dan pulangnya nanti mampir ke Jogja, apa mas izinin," tanya ku yang tertunduk ke bawah.
"iya mas izinin, tapi .. kamu hati-hati di sana, jaga diri dan jaga hati buat mas, ooh ya kalau perlu hatinya di gembok,"
"BIAR NGGAK DI MASUKIN KUCING LIAR," bisiknya di telinga ku.
"ihh mas! ada-ada saja, siap aku akan jaga diri baik-baik,"
"makasih ya maaf udah mengizinkan aku liburan bareng rekan pabrik, nanti aku sama sahabatku kok, oh ya nanti aku akan kenalin ke kamu," titahku yang tersenyum.
"iyah!! sama-sama " singkatnya.
setelah aku minta izin untuk pergi berlibur dengan rekan pabrik, tak kurasa akhirnya sampai di juga di depan rumah kost ku.
"Mas aku pulang dulu ya, makasih udah mau nganterin aku," ucapku yang bersalaman dengan mas Yunus pertama kalinya.
"iya, aku langsung pulang yah, soalnya masih ada berkas yang harus aku kerjakan,"
"iya mas, hati-hati di jalan yah!!" seru ku.
ketika itu mas Yunus yang sudah pergi jauh, saat aku masuk ke dalam rumah.
untuk bersih-bersih dan mandi, kemudian sholat ashar mumpung masih ada waktu.
Alhamdulillah sholat ashar sudah selesai, aku lanjutkan dengan beberes di dapur hingga halaman depan.
selepas menyapu dapur hingga halaman depan, kini aku lanjutkan dengan menyetrika pakaian ku di depan televisi.
15 menit kemudian, menyetrika pakaian sudah selesai, saat aku bersantai di atas kasur.
"Alhamdulillah, sudah selesai semua," racau ku dengan merebahkan badan di atas kasur.
"aku telpon Wina dulu ah, mau ngasih tau kalau besok kita akan berlibur dengan rekan pabrik," titahku yang sedang memegang ponsel.
"tut"
"Tuuuttt "
suara deringan ponselku, yang mengarah ke telepon selulernya Wina.
telepon pertama tidak di angkat dan aku coba kembali telpon yang kedua.
"Loh!! tumben nggak di angkat," oceh ku dengan mengangkat satu alisku yang sedang menatap ponselnya.
"Tut "
"Tuuuuttttt "
__ADS_1
berdering nyaring, yang kini terdengar keras di telinga, dan akhirnya panggil ke dua pun di jawab olehnya.
'Halo Win,' ucapku di ujung telepon seluler.
'Eh .. sorry tadi aku masih di keluar,' sahutnya di ujung telepon.
'***emang ada apa, tumben telepon,'
'oh ya aku mau nanya, besok kan kita kumpul di pabrik, lah! aku jemput apa berangkat bareng***,' ucapku yang berbelit.
'oh, besok kamu aku jemput saja, oh ya satu lagi, bawa cemilan dan pakaian ganti secukupnya saja, aku besok juga gitu kok!'
'oke baik, makasih ya, besok aku tunggu kamu di rumah, eh besok jam berapa kamu jemput?' tanya balikku.
'besok aku jemput kamu jam setengah enam yah!'' sambungnya di ujung telepon.
'oh baiklah kalau begitu, makasih ya, aku tutup dulu teleponnya, mau sholat magrib soalnya,' titahku yang terkekeh.
aku pun segera mematikan ponselku dan segera bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu sholat magrib di rumah.
selesai sholat, kini aku duduk-duduk di depan televisi sembari makan cemilan.
serasa bosen jika tidak di sandingkan dengan membaca novel di buku novel.
ketika film favorit ku sponsor kini aku melanjutkan membaca novel di buku novel.
selang waktu ku yang sedang menonton televisi kini, ponsel ku bergetar.
setelah aku lihat ternyata telpon dari Ibu ku.
'Halo assalamualaikum Bu,' salamku di ujung telepon seluler.
' Waalaikumsalam nak, gimana kabar kamu?' tanya ibu mengenai kabarku.
'alhamdulillah ria disini, baik Bu, ibu apa kabar di sana,' tanya baliku ke ibu.
'ibu baik nak disini, kamu udah sholat Maghrib belum?'
'alhamdulillah sudah Bu, oh ya Bu aku ada kabar baik ... banget,' sambungku dengan nada bahagia.
'kabar apa nak, jadi penasaran ibu,' ucapnya dengan terkekeh.
'berkat doa ibu, Alhamdulillah aku dan mas Yunus tadi bertemu dengan calon mertua ibu dan juga termasuk calon besan ibu, beliau merestui kamu berdua,' titahku dengan nada yang penuh semangat.
'alhamdulillah ibu dengarnya jadi ikut seneng,'
'oh ya Bu, mas Yunus juga sudah memesan baju buat lamaran kami berdua, itu pun sudah termasuk baju ibu dan juga baju keluarga mas Yunus,' jelasku panjang dan lebar.
'Masyaalloh Nak, kamu Beruntung banget memiliki nak Yunus, orangnya sudah baik, Sholeh lagi, ibu harap semoga acara lamaran kamu sampai hari H di berikan kelancaran, Aamiin,' nasehat ibu yang penuh arti.
'Aamiin, makasih banyak ya Bu, doanya,' pekikku dengan nada santun.
__ADS_1
selesai kamu berbicara dengan ibu lewat ponsel, kini aku yang ingin sholat isya dan dilanjutkan makan malam di rumah.
seketika sholat isya sudah selesai, kini aku makan malam.