Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 15 Antara Nila dan Wina


__ADS_3

setelah aku samapi di rumah, tidak lupa aku langsung bergegas mandi dan membersihkan rumah.


di lanjut dengan sholat magrib dan beristirahat sejenak.


tidak lupa membawa cemilan dengan menonton tv, ketika lagi enak nonton tv ponsel ku bergetar.


"Dreeettttt"


"Dreeett"


setelah aku buka ternyata pesan dari Nila, kalau aku lupa kemarin Nila mau minta nomernya Wildan.


"tapi di satu sisi Nila suka sama Wildan, tapi di sisi lain malah Wildan suka sama Wina, kok aku jadi bingung ya?" oce ku sendiri sembari menatap ponsel.


"tapi .. terserah Wildan aja deh, kalau dia serius sama Wina ya Alhamdulillah, tapi bagaimana dengan Nila nanti!, esstt aku kirim aja nomernya Wildan ke Nila." Oce ku yang semakin kebingungan.


selesai sudah aku rebahan, aku segera melakukan sholat isya, karena adzan sudah terdengar di telingaku.


Alhamdulillah, sebagai kewajiban orang muslim sudah aku lakukan, sekarang aku mau istirahat karena besok harus bekerja.


***


Suara ayam jago milik tetangga sebelah, mulai berkokok, tanda sudah mau pagi.


aku bangun jam 04.00 subuh, dan tidak lupa mandi lalu sholat subuh, selesai itu, aku membuat sarapan di dapur, sembari menunggu nasi dan lauknya matang, aku juga tidak tinggal diam.


karena dengan ku sambi menyapu kamar dan ruang tamu, aku pun kembali ke dapur untuk mematikan komporku, lalu ku lanjutkan menyapu halaman teras dan membuang sampah di samping rumah.


semua sudah selesai, aku segera sarapan pagi, selesai sarapan aku membereskan tempat makan ku untuk di cuci.


tepat di jam 06.30 aku segera berangkat kerja, tidak lupa mengecek semua yang ada di dalam dapur dan kamar, apakah sudah aman.


kalau sudah aman aku langsung berangkat, dan tidak lupa sebelum berangkat kerja aku selalu berdoa terlebih dahulu.


***


sesampainya di pabrik, ya seperti biasa, langsung menuju ke parkiran.


saat keluar dari parkiran aku berpapasan dengan Wildan yang baru sampai.


"Wil baru berangkat ya kamu?" tanyaku menatap Wildan.


"eh Ria, iya nih sengaja aku berangkat pagi, supaya nggak telat, lagian ini kan hari keduaku bekerja," jelasnya menatap balik.


"oh gitu, ya udah aku duluan ya!" sahutku dengan singkat.


Wildan pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


tak lama kemudian Nila datang dan menuju parkiran, saat itu di parkiran masih ada Wildan yang menaruh motornya.


Nila yang tergila-gila sama ketampanan Wildan pun langsung cari-cari perhatian di depannya.


"Hay Wil kenalin aku Nila temannya Ria, oh ya kamu baru berangkat ya?" tanya Nila dengan wajah malu-malu.


"eh iya nih Nila, em .. aku masuk dulu ya," ucap Wildan tanpa basa-basi ke Nila.


membuat Nila di pagi hari dengan muka jutek, karena Wildan tidak menanggapi omongannya.


di posisi lain, aku sedang menunggu sahabat ku Wina, yang belum datang.

__ADS_1


jam kerja hampir masuk, dan akhirnya Wina temanku pun datang dengan terlambat, karena dia naik ojek online dengan jalanan yang agak macet, membuat dia terlambat kerja.


"Win!!" panggil di depan pintu masuk dengan melambaikan tangan.


Wina memberi code kepadaku dengan jempolnya, karena masih bayar ojek onlinenya.


"maaf aku terlambat, motor ku rusak tiba-tiba nggak bisa buat jalan, jadinya aku naik ojek online," ujarnya dengan nafas tersengal-sengal.


"ya ampun kasihan sekali kamu, kenapa kamu nggak telpon aku, tau gitu aku jemput kamu tadi," ucapku menatapnya.


"ya sudah ayo masuk," ajak ku ke Wina.


setelah aku lama menunggu Wina, akhirnya kami berdua langsung masuk untuk bekerja, dan sampai jam istirahat tiba.


**


Wildan yang sudah di luar pabrik sedang menunggu Deni, karena jam istirahat sudah tiba.


sedangkan Wina yang sudah selesai membereskan barang-barangnya, memilih keluar lebih dulu dan bisanya menunggu aku di depan gerbang.


di saat Wina sendirian di gerbang pintu yang lama menunggu ku, tiba-tiba dia di hampir oleh Wildan.


"Hay lagi nunggu siapa?" tanya Wildan.


"lagi nunggu Ria!" jawab Wina dengan singkat.


"oh ya kamu anak baru di sini ya?" tanya lagi ke Wildan.


"iya, aku tetangga Ria, cuman beda RT saja," jelasnya ke Wina.


Wina pun hanya diam dan menanggapinya dengan anggukan kepala.


"eh sorry ak lama, Lo tumben kamu sama Wina, Wil," sahutku yang baru nyampe.


"iya tadi aku lihat Wina lagi sendirian, jadi aku samperin dia, eh aku tinggal dulu ya tu si Deni udah nungguin," ucapnya yang buru-buru.


aku pun menganggukkan kepalaku.


"ayo kita ke wartegnya Bu Dia, nanti keburu gak dapat tempat duduk," ajak ku dengan menggandeng tangan Wina.


sesampainya di sana, seperti biasa Wina yang langsung cari tempat duduk, sedangkan aku menuju kasir Bu Dia untuk memesan makanan.


selesai pesan makanan, aku langsung samperin Wina ke tempat duduknya.


"eh Ria .." panggilannya dengan suara lesu.


"Hem ya ada apa," sahutku.


belum sempat Wina ngomong tiba-tiba ponsel ku berdering.


"Kring"


"Kring .."


ternyata setelah aku lihat telpon dari mas Yunus.


"eh bentar ya aku angkat telpon dulu," pekik ku yang singkat.


'halo Ria,' ucapnya di ujung telepon.

__ADS_1


'halo mas, tumben kamu telpon aku siang siang gini,' tanyaku dengan heran.


'masak nggak boleh, aku cuman pengen tau kabar kamu sekarang, udah makan siang belum?' sahutnya dengan gaya bicara yang unik.


'ini aku lagi di warteg Bu Dia, mau makan sama temanku, mas sudah makan belum, jangan lupa makan, kalau nggak makan nanti sakit Lo,' pukas ku yang menyuruh makan siang.


'teman kamu cewek apa cowok,' tanyanya dengan nada penasaran.


'Cewek kok ini di sampingku, kenapa kamu tanya gitu ke aku, kamu cemburu ya .." pekik ku dengan menggoda mas yunus.


'ya sudah kalau cewek, tentu lah ak cemburu, aku nggak mau kamu di miliki orang lain selain aku,' ujarnya penuh kesetiaan.


'iya deh aku paham kok, oh ya aku tutup dulu ya, nanti lagi, sekarang aku mau makan siang dulu, nanti keburu abis jam istirahatnya,' ungkap ku di ujung telepon.


'siap ibu negara, kamu pulangnya hati-hati, jangan lupa berdoa, assalamu'alaikum cantik,' tukasnya yang mengakhiri telepon.


'siap pak suami, waalaikumsalam,' sahut dengan terkekeh.


selesai sudah kamu bertelepon, aku bertanya kepada Wina,


"Win maaf aku lama telponan nya, kamu tadi mau bicara apa ke aku?" tanyaku dengan perasaan bersalah.


"nggak kok nggak jadi lain kali aja," sahutnya dengan singkat dan tanpa senyuman.


"Lo .. kok gitu si kamu, kamu ngambek ya sama aku, ya maafin aku kalau aku lama," ungkap ku dengan wajah kecewa.


"sudah nggak usah cemberut gitu mukanya, aku nggak papa kok, lagian yang aku tanyain kamu cuman sepele kok, ya sudah makan dulu gih, nanti keburu abis jam istirahatnya." sambungnya dengan menenangkan diri ku.


"tapi aku minta maaf ya, kamu jadi nggak aku perhatiin," pekik ku.


"iya gapapa kok, ya udah makan gih," sahutnya dengan senyuman.


aku pun segera makan makanannya dengan di tungguin sama Wina yang selesai makan.


Alhamdulillah kami berdua sudah makan, sekarang kami berdua melanjutkan lagi bekerja di pabrik.


di saat mau masuk gerbang pabrik, terdengar suara orang yang memanggil kami berdua, setelah aku menoleh ke belakang ternyata yang memanggil kami berdua adalah Wildan.


"heh .. tunggu," panggilannya dengan suara lantang.


"Win nih aku belikan coklat buat kamu," ucapnya yang menyodorkan coklat ke Wina.


"Makasih ya coklatnya," ucap penuh syukur.


"iya sama-sama," ucap balik.


"Hem ... cuman Wina aja nih yang di belikan, buat aku mana," sahutku seraya meledek mereka berdua.


"Ria ini nanti sama aku, kamu mau?" tawarnya dengan menanggapi omonganku dengan serius.


"udah buat kamu aja Wina, aku cuman becanda kok," ucapku dengan tertawa kecil.


"iya udah ayo masuk, em Wil aku masuk duluan ya sama Ria, makasih coklatnya.


Wildan meresponnya dengan anggukan kepala dan senyuman yang di berikan khusus untuk Wina seorang.


kami bertiga pun masuk untuk melanjutkan berkerja hingga jam pulang tiba.


ketika jam pulang sudah tiba, semua karyawan pulang dan langsung menuju tempat parkir.

__ADS_1


__ADS_2