Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 43 Pulang ke rumah mertua


__ADS_3

"Nak ibu pamit pulang dulu yah," ucap Bu Erna yang di depan stasiun.


saat ini aku dan mas Yunus sedang mengantarkan ibu ku ke stasiun kereta api.


selesai acara ibuku memutuskan untuk segera pulang, karena di rumah juga mengelola sawahnya.


"Nak Yunus, ibu minta tolong sama kamu, jaga Ria dengan baik, sekarang ibu titipkan kepada kamu, yah," jelas ibu Erna yang mengelus pundaknya.


"Iya Bu, insya Allah saya akan menjaga Ria seperti aku menjaga orang tua ku," sambung mas Yunus dengan sopan.


"ya sudah ibu pamit pulang dulu, kamu di sini baik-baik, assalamu'alaikum," singkat Bu Erna dengan berjalan masuk kereta yang membawa koper.


"waalaikumsalam hati-hati Bu," sahut kami berdua dengan bersalaman tangan ibu.


ketika kereta sudah mulai jauh, saatnya kami berdua pulang ke rumah.


sedangkan papa yang saat ini bertugas di kantor, dan juga ibu yang mengajar di kampus.


sampai di rumah, aku segera masuk kamar untuk beberes pakaian yang akan ku taruh di lemari pakaian.


hanya bertiga di rumah Segede istana, kini mas Yunus ambil cuti hanya 3 hari, dan besok sudah mulai bekerja kembali.


"Sayang kamu lagi ngapain," ucap mas yunus yang berbaring di kasur.


"lagi beberes pakaian yang sudah kubawa dari tempat kost," sahut Ria yang sedang melipat baju.


tak kusangka akhirnya aku bisa sekamar dengan mas Yunus dan menjadi istri sahnya.


"sayang aku mau ke luar sebentar yah, mau ambil minum," ucap mas Yunus di awang-awang pintu kamar.


"iya mas," singkat Ria dengan senyuman di bibirnya.


setelah selesai beberes pakaian di lemari, kini saatnya aku keluar kamar, untuk membantu bi Tutik masak.


"Bi' biar ku bantu, o iya hari menu makan siang apa bi biasanya," ucap Ria yang berjalan menghampiri bi Tutik di dapur.


"biar saya saja Non, Non Ria duduk saja di kursi meja makan," sahut bi Tutik yang tengah memotong sayuran.


"gapapa Bi, lagian saya bosen kalau duduk terus, biar saya bantu yah," tukas Ria dengan paksa.


"Tapi Non, kalau tuan marah ke saya gimana!" titah bi Tutik dengan wajah cemas.


"sudah biar nanti jadi urusan saya, yah," singkat ku seraya mencuci sayurnya.

__ADS_1


Bi Tutik terlihat pasrah dengan ucapan ku, karena ini juga kemauan ku.


sedangkan mas Yunus yang sedang berada di ruang televisi sembari minum teh.


"Non, kalau bi Tutik boleh tau, Non itu sangat baik banget, beda dengan mantan tuan Yunus yang dulu," jelas bi Tutik kepada ku sembari menggoreng ikan.


"emang ada apa bi dengan mantan pacar mas Yunus yang dulu?" sahutku yang menyerngitkan dahi.


"dulu, tuan pernah mengajak pacarnya ke rumah sini, namun setelah beberapa lama dia pacaran, ketika ingin melakukan hubungan lebih lanjut, nyonya Elis tidak merestui hubungannya," sambung bi Tutik di sela-sela memasak.


"terus, apa masalahnya, sehingga tidak direstui?" tanya ku yang semakin heran.


"masalahnya mantan pacarnya tuan Yunus pernah selingkuh di belakang, dan itu pun di ketahui sama nyonya Elis dan papanya, ketika di sebuah mall," jelas bi Tutik yang berada di samping ku.


"ternyata mas Yunus dulunya pernah punya mantan pacar, tapi kasian sekali sampai di selingkuh in gitu," gumamnya di dalam hati.


"eem bi, sudah siap semua, aku tata di meja makan yah," ucap Ria yang mengalihkan pembicaraan Bi Tutik.


"i - iya Non," sahutnya yang sentak terkejut.


makan sudah matang, kini saatnya menunggu kepulangan mama dari kampusnya.


"Bi', saya ke kamar dulu yah," pinta Ria yang berjalan menghampiri mas yunus.


"sama-sama," pekikku dengan senyuman dan anggukan kepala.


"Mas, mama nanti pulang jam berapa?" ucap Ria yang duduk di sofa sebelah mas Yunus.


"habis ini pulang kok," sahut mas Yunus yang mengelus rambut ku.


tak lama kemudian, tiba saatnya mobil mama yang di parkir di depan pintu garasi.


"CEKLEEKK"


"assalamu'alaikum," ucap mama Elis yang di barengi dengan membuka pintu rumah.


"waalaikumsalam, mama!" sahutku yang menghampirinya.


"Nak, dimana suami kamu," tanya mama Elis yang berjalan masuk dalam.


"oh mas Yunus lagi di ruang keluarga, lagi asyik nonton," titah ku yang menggandeng tangan ibu.


"Mah, udah pulang, yuk mah makan siang, tadi yang masak makanan menantu mama Lo!" sambung mas yunus dengan menggoda ku.

__ADS_1


"serius, kamu yang masak, ya sudah kalau begitu mama bersih-bersih dulu ya, setelah itu kita makan siang bareng," jelas mama Elis yang tersenyum manis kepada kami berdua.


"siap mama, aku tunggu di meja makan yah!" singkat Ria dan mas Yunus yang berjalan menuju ke meja makan.


selang beberapa menit kemudian, akhirnya mama datang juga, untuk makan siang bersama.


"hmm baunya enak banget, mama jadi lapar nih!!" pekik mama Elis yang sedang mencium bau masakan Ria.


"Mas aku ambilkan yah!" pinta ku yang membawa piring putih.


selesai mengambilkan nasi dan lauk untuk suami ku, kini ganti melayani mama mertua ku.


"Mah, sini biar aku ambilkan!" tukas yang mengambil piring mama.


"makasih ya sayang!" pekik mama Elis yang duduk sembari tersenyum melihat ku.


sekitar 15 menit, akhirnya kami semua selesai makan siang, namun papa belum pulang juga.


"Mah, papa belum pulang?" tanya ku di sela-sela membereskan piring kotor.


"O papa pulangnya jam 3 an sore, soalnya papa sedang di luar kota ada meeting dengan klien," sambung mama Elis yang menemani ku di meja makan.


"apa sekarang pap, sudah makan!" sahut ku dengan wajah cemas.


"nanti biar mama telfon yah, kamu nggak usah cemas," singkat mama Elis yang menghampiri ku dan menenangkan ku.


aku hanya tersenyum dan menyadari keadaan, setelah bersih di meja makan, kini aku menuju dapur.


"Bi' Tutik, saya taruh di sini yah, saya mau ke kamar mandi sebentar," pekik ku yang ingin ke toilet.


"baik Non," singkat bi Tutik yang mengambil piring kotor.


mama Elis yang berada di kamar sedang beristirahat dan mas Yunus yang kembali ke kamar untuk mempersiapkan berkas buat besok kerja.


"Mas!" panggilku yang dibarengi membuka pintu kamar.


"iya sayang," sahut mas Yunus yang tengah mengemas berkas kantor.


"kenapa kok murung gitu mukanya, ada apa sayang," tanya mas Yunus yang duduk di sampingku.


"papa udah makan belum yah, aku mengemaskan papa," ucap Ria yang bersandar di bahu mas Yunus.


"tenang saja, papa di sana pasti baik-baik saja," titah mas yunus yang mengelus rambut ku.

__ADS_1


"ya sudah, aku mau istirahat ya mas," pekikku yang ingin merebahkan badan akibat lelah memasak tadi.


__ADS_2