
"Mas ...!!" ucapku yang memanggil Mas Yunus, ketika selesai make up.
sentak terkaget dengan diriku, yang sudah memakai baju tunangan beserta make-up nya.
"Masya Allah Ria, kamu ca - cantik sekali," pujinya untuk Ria.
kini aku hanya terdiam dan tersipu malu, mendengar ucapan mas Yunus.
"Makasih, mas juga lebih gagah," kataku kepada mas Yunus.
selesai merias aku saatnya Mis Syifa merias mama Elis dulu kemudian ibu.
sedangkan mas Yunus dan papa lagi duduk di ruang tamu, dan aku yang kembali ke kamar tamu.
sembari menunggu mama dan ibu selesai, kini aku menghubungi Wina untuk segera datang ke tempat resepsinya.
'halo Wina, gimana semua karyawan pabrik sudah siap, kalau sudah langsung saja menuju ke lokasi,' ucapku pada Wina di ujung telepon.
'***iya masih nunggu 2 anak yang belum kumpul, bentar yah',
'oh yah, selamat ya sayang ku, semoga SAMAWA*** ..,' tukasnya dengan suara bahagia.
'Amiin makasih yah, semoga kamu juga cepat nyusul,'. pintaku dengan Wina.
'Aamiin," sahut dengan barengan.
"Nak ayo semuanya sudah siap, tinggal berangkat ke lokasi!" ajak mama Eli kepada ku.
'eh win, udah dulu yah,' pekikku seraya mematikan ponsel ku.
akhirnya semua sudah selesai di make up, kini Mis Syifa pamit pulang, karena akan segera pindah tempat merias.
"Mis, makasih yah, sudah meluangkan waktu untuk merias keluarga kami," ucapku dengan Mis Syifa.
"iya kak sama sama, semoga acaranya lancar yah, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu!" singkatnya yang berjalan keluar.
semua keluarga suda ada di dalam mobil, dan juga tetangga sebelah juga, saatnya berangkat ke lokasi acaranya.
setelah 15 menit kemudian, akhirnya sampai juga di lokasi, kini saatnya aku keluar mobil untuk menuju ke tenda tunggu.
"assalamu'alaikum," salam dari pak penghulu yang baru datang.
"waalaikumsalam, pak makasih sudah mau menyempatkan untuk datang," sahut mas Yunus dengan berjabat tangan.
"ayo silahkan duduk di pelaminan untuk yang cewek nunggu di tenda sini dulu, untuk menunggu selesainya akad," jelas pak penghulu kepada kami.
sedangkan mama Elis, ibuku, dan papa sudah duduk duluan di kursi.
saatnya mas Yunus melangkah menuju kursi pelaminan untuk melakukan resepsinya.
sedangkan aku yang tengah duduk-duduk di tenda tunggu sembari di temani oleh bi Tutik.
aku juga masih menunggu Wina datang ke acaranya, dan menggandeng ku keluar setelah akad selesai.
__ADS_1
"Non, non Ria tenang yah, jangan grogi," ucap Bu Tutik yang duduk di sampingku.
"iyah bi, makasih yah," pekikku yang tersenyum kepadanya.
di tengah akad nikah yang mau dimulai dan akan segera mengucap doa akad nikah.
kini seakan-akan air mata menetes dengan sendirinya, aku tahu ini adalah tangisan bahagia.
tak lama kemudian, Wina sudah datang dan langsung berjalan menuju tenda tunggu, untuk menghampiri ku.
"Ria, Masya Allah kamu cantik banget!!" ucapnya dengan mata terbelalak melihat ku.
"makasih yah," Wina pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis padaku.
setelah akad nikah sudah di ucapkan oleh mas Yunus kini rasanya lega dan hati terasa bahagia.
selesai sudah akad nika di ucapkan saatnya giliran aku keluar yang di dampingi oleh sahabat ku sendiri, Wina.
keluar dari tenda tunggu menuju kursi pelaminan yang di samping mas Yunus.
banyak sekali orang yang datang dan duduk melihat ku berjalan menuju ke kursi pelaminan.
"wah .. cantik banget Ria!!" kata Wildan yang sedang duduk di kursi tamu.
"iyah, beneran cantik banget, nggak nyangka selama ini gue," sambung Deni dengan mata melotot melihat ku.
setelah aku duduk di kursi pelaminan tepatnya di samping mas Yunus.
senyuman yang di wajah menjadikan kenangan yang tak terlupakan seumur hidupku.
saatnya acara selanjutnya yaitu, sungkeman kepada ibu dan calon mertua.
"Win, semoga kita berdua bisa kek Ria yah," ucap Wildan yang menggoda Wina.
"is .. apaan sih!" sahut Wina dengan muka jutek.
selesai acara sungkeman, dilanjutkan dengan sambutan kepada pak MC.
1 jam kemudian akhirnya acara sudah selesai, tepat di jam 6 malam, saatnya para tamu menikmati hidangan yang disajikan.
"anak anak, jika mati sudah selesai makan makannya, bapak tunggu, untuk berfoto bersama dengan Pengantin," ucap pak Hendro.
"siap pak!" ucapnya yang serentak.
sedangkan di posisi kami berdua, kini masuk ke dalam untuk ganti baju pengantin.
selesai berganti pakaian, kini kami berdua keluar menuju kursi pelaminan.
begitu banyak tamu undangan yang hadir ke acara tunangan ku.
"Ria rekan pabrik mau foto bareng sama kamu," ucap Wina yang nyamperin aku.
"oh boleh silahkan, oh ya pak Hendro datang kan?" tanya ku dengan Wina.
__ADS_1
"tuh!" singkat dengan menujuk ke pak Hendro.
"Ria selamat Yah, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah" ucap pak Hendro dengan ku.
"Aamiin makasih banyak pak doanya," sahut ku yang tersenyum lebar.
"tunggu apa lagi yok baris semua kita Selvi bersama," pekik Deni yang baru datang menghampiri ku.
kini semua karyawan sudah baris rapi dan tahan sebentar 1 2 3 foto pun jadi, saatnya di baut kenangan yang tak terlupakan seumur hidup.
selesai foto bareng, saatnya tamu undangan menikmati hidangan makan malamnya.
tidak lupa juga dengan pemain musik grup band teman mas Yunus sendiri.
kini aku tengah menghampiri tamu undangan dengan mas Yunus, termasuk menemani para keran kerja ku.
"Mas selamat yah, moga cepat dapat momongan," ucap Deni dengan mas Yunus.
"Amiin makasih mas," pekik mas Yunus dengan senyum lebar.
sedangkan di posisi ibu dan juga mama masih menemui rekan kerja mereka dan juga tetangga rumahnya.
papa pun tidak kalah dengan perempuan, dengan banyaknya rombongan kantor papa yang berdatangan ke acara tunangan ku.
selang beberapa menit kemudian, para rekan kerja pun pamit untuk segera pulang.
"Ria kami semua pulang dulu yah, assalamu'alaikum, Mari!!" ucap pak Hendro dengan berjabat tangan.
"terimakasih banyak bapak sudah hadir di acara kami," tukas mas Yunus yang berdiri di sampingku.
sekian bergilir nya waktu tak terasa sudah hampir tenga malam, dan sudah tidak ada tamu yang berdatangan.
kini aku dan mas Yunus pergi ke hotel yang dekat dengan acaraku tadi, untuk menginap sementara.
kini semua keluarga sudah sampai di kamarnya masing-masing, saatnya untuk istirahat tidur malam.
ibu yang sendiri di kamar, kini juga capek setelah melayani para tamu undangan.
malam ini, adalah malam pertama ku, aku tidur dengan mas Yunus.
setelah ganti baju saatnya cuci muka dan tidak lupa sholat isya, karena masih ada waktu.
tepat di jam 11 malam aku dan mas Yunus tidur seranjang dengan di hadang oleh guling di tengahnya.
karena belum terbiasa tidur barengan, maklum lah, pengantin baru.
"Mas selamat malam, aku mau tidur," ucap Ria yang tidur di sebelah kiri dan mas Yunus sebelah kanan.
"iya Ria, aku juga mau tidur," sahut mas Yunus yang hanya memakai kaos putih.
sehingga membuat bentuk tubuhnya tercetak jelas dan juga sangat ideal.
__ADS_1