
keesokan harinya_____
dimana saat itu, aku tengah berkemas barang untuk segera pulang ke rumah.
berhubung masih lama jadi aku sempatkan untuk pergi ke restoran dekat hotel untuk sarapan pagi.
sembari mengemas barang ku ke koper, mas Yunus yang tengah sibuk untuk memesankan tiket pesawat yang kembali ke Jakarta.
"Mas, semuanya udah aku masukin ke koper, ini tinggal pakai mas yang nanti mas pakai saat pulang," ucap Ria yang menutup resleting koper.
"iya sayang, makasih yah," sahut mas Yunus yang rebahan di kasur.
setelah selesai berkemas, aku sisi kan dulu koperku di dekat meja lampu tidur.
tak lupa juga membuka gorden jendela hotel, setelah itu membuatkan kopi untuk mas Yunus si dapur mini.
"Mas, ini kopi nya, aku taruh sini yah," ucapku yang membawa secangkir kopi dan ku letakkan di meja dekat jendela.
"Alhamdulillah sayang, kita sudah dapat tiket untuk balik ke Jakarta," tukas mas Yunus yang tersenyum kepada ku.
"Alhamdulillah, tapi jam berapa nanti kita ke bandara?" tanya ku yang menyerngitkan dahi.
"ee sekitar jam 2 siang sayang, jadi masih punya banyak waktu," ujar mas Yunus yang turun dari kasur untuk duduk.
kebetulan aku sudah mandi jadi hanya ber make up dan ganti baju, sedangkan mas Yunus yang masih berada di kamar mandi.
sembari menunggu mas selesai mandi, aku ganti baju dulu dan segera mengeringkan rambut ku.
selang beberapa menit kemudian, kami berdua telah selesai bersiap, saatnya turun ke bawah untuk menuju ke restoran.
sampai di restoran, mas yunus tengah memesan makan dengan 6 jenis masakan yang akan kita makan.
"baik, itu saja ya mbak," ucap mas Yunus dengan pelayanan restoran tersebut.
sembari menunggu makanannya datang, aku sempatkan untuk ber foto-foto, untuk ku jadikan kenangan.
5 menit kemudian, makanan sudah datang dan sudah tertata rapi di meja makan.
"makasih mbak," pekikku dengan pelayanan restoran.
"Masya Allah mas, banyak banget makanannya," ujarku yang terbelalak melihat makanan sebanyak ini.
"iya gapapa biar kamu kenyang, ya udah yuk makan," tukas mas Yunus yang terkekeh.
sempat bingung dengan menu makanan sebanyak ini, karena seumur hidup aku belum makan makanan khas Bali.
__ADS_1
setelah beberapa menit kemudian, akhirnya kami berdua selesai makan, mas yunus yang tengah berjalan menuju kasir, untuk membayar semua tagihan.
"mbak totalnya berapa?" ucap mas Yunus yang di depan kasir.
"baik, jadi total Semua ini pak," sahut mbak kasir yang menyodorkan brosur total harganya.
dilanjut pergi Jalan jalan ke mall yang dekat dengan daerah Bali.
sampai di parkiran mall di Bali, kini aku sempat mual mual secara tiba-tiba.
"huueek"
"loh sayang kamu kenapa?" ucap mas Yunus yang panik.
"gak tau nih sayang, tiba-tiba aja mual," sahut Ria yang menahan mual di perut.
"ya sudah kita cari toilet," singkat mas Yunus yang menuntun ku menuju toilet.
Yah. tepat berada di Westafel toilet dalam aku terus saja muntah cairan bening.
mas Yunus yang terus menerus mengelus-elus punggung ku juga ikutan panik .
"gimana sudah lega," ujar mas Yunus yang masih memegangi ku.
"apa jangan jangan kamu kebanyakan makan tadi?" ujar mas Yunus dengan heran.
"ya sudah kalau begitu kita ke dokter aja yah," sahut mas Yunus yang langsung menggendongku untuk kembali ke mobil.
kami berdua masih tidak punya pikiran jika aku hamil atau keracunan, jadi suasana semua panik.
selang dalam perjalanan menuju rumah sakit, kini akhirnya sampai juga di dokter spesialis kandungan.
setelah di periksa dengan doktor, akhirnya Ria hamil sudah menginjak usia kandungan yang sudah 2 Minggu.
"selamat yah pak buk, sebentar lagi akan menjadi calon orang tua dari janin yang ada di dalam perut," ucap dokter yang tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah, sayang kamu hamil," sempat terharu dan meneteskan air mata di pipi ku.
"iya mas aku hamil," sahut Ria dengan wajah terharu.
"baik ibu dan bapak nanti saya akan segera kasih resep vitaminnya dan langsung di ambil di apotik yah," tukas dokter yang menyodorkan kertas resep obat.
"baik dok, terimakasih banyak," singkat mas Yunus yang berjabat tangan dengan dokter.
"o iya, untuk ibu. nya tolong di jaga ya pak, jangan terlalu capek dan tidak boleh banyak gerak, yang lebih penting jangan suka angkat barang berat, karena itu bisa mengakibatkan keguguran," jelas dokter yang berdiri di depan pintu ruangan.
__ADS_1
"insyaallah saya akan menjaga istri ku sebaik mungkin," sahut mas Yunus yang menuntun ria berjalan.
"ya sudah kalau begitu saya permisi dulu," pekik dokter yang pergi meninggalkan kami berdua.
seketika Ria di tuntun jalan menuju apotik untuk menebus obat vitamin.
sampai di depan apotek Ria di suruh duduk di kursi tunggu, sedangkan mas Yunus mengantri ambil obat.
"sayang, kamu duduk di sini dulu yah, mas mau ambil obat kamu," ucap mas yunus dengan kelembutan.
"iya mas!" sahut Ria yang masih lemas.
selesai di apotek, kami berdua langsung pergi pulang ke hotel, untuk beristirahat sejenak.
selang beberapa menit kemudian, akhirnya sampai di hotel dan segera menuju kamarku.
"sayang hati-hati kalau jalan, pelan," ujar mas Yunus yang sedang menunggu lift turun.
berhubung masih punya waktu untuk menuju ke bandara, kini Ria sedang beristirahat sejenak.
mas Yunus yang masih sibuk dengan kopernya dan juga tas kecil selempang punya Ria tidak lupa di persiapkan.
jadi, jika sudah jam 1 an kita bisa segera berangkat menuju bandara Bali yaitu bandara Ngurah Rai.
"Mas, lagi ngapain?" ucap Ria yang membenarkan posisi duduknya.
"sayang, kamu jangan banyak gerak, ingat kata dokter kamu ga boleh kecapean yah," sahut mas Yunus yang di sampingku.
"nanti kita berangkat ke bandara jam berapa?" tanya Ria di sela-sela lagi selonjoran.
"nanti kita berangkat jam 1 an, sekarang kamu tidur istirahat yang cukup, biar nanti kalau di pesawat gak capek yah," tutur mas Yunus yang mengelus rambut ku.
senyuman manis yang ku lontarkan kepada mas Yunus membuat semakin bahagia.
sembari menunggu jam keberangkatan ke bandara, kini aku di suruh mas Yunus untuk tidur sebentar.
sedangkan mas Yunus, lagi menemani ku di kasur dengan bermain ponselnya.
setengah jam kemudian, aku bangun dan langsung menuju ke kamar mandi, untuk bersih-bersih.
seketika itu, hari sudah siang dan adzan dhuhur sudah tepat pada waktunya, sekalian aku menunaikan ibadah sholat dhuhur di hotel.
yang paling istimewa adalah, di imam i sama suami ku sendiri yaitu mas Yunus dan aku sebagai Ma'mum di belakang.
di sela sela doa, kami berdua memohon agar bisa pulang ke rumah dengan selamat dan sehat.
__ADS_1
tidak lupa juga, berterimakasih dan bersyukur atas karunia yang telah di berikan momongan untuk kami berdua.
selesai sholat, kami berdua sudah siap untuk berangkat ke bandara dan see you Bali pulau Dewata.