Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 35 calon besan


__ADS_3

1 Minggu kemudian, akhirnya hari yang ku nanti telah tiba, dan saatnya pulang kampung bersama calon mertua.


'halo, Ria udah siap belum, aku sama orang tuaku otw ke rumah kamu yah,' ucapnya dengan Suara baritonnya.


"oh iya iya, aku udah siap semuanya kok, nanti aku tunggu di depan rumah,' tukasku.


'baiklah, tunggu aku otw sekarang,' Singkatnya dengan mematikan ponselnya.


kini aku menunggu mas Yunus datang menjemput ku untuk segera pergi ke rumahku dengan menaiki mobilnya.


sekitar 15 menit kemudian, akhirnya keluarga mas Yunus sudah datang di depan rumahku.


kini yang turun hanya mas Yunus saja, untuk membantu memasukan barang bawaan ku.


"ayo Ria masuk, mama sama papa udah nungguin di dalam," pintanya seraya masuk ke dalam mobil.


"pah mah assalamu'alaikum," ucapku sembari bersalaman dengannya.


"waalaikumsalam, gimana kabar kamu nak," tanya papa mas Yunus kepada ku.


"Alhamdulillah sehat pa, papa gimana kabarnya, Ria jarang sekali bertemu papa," sambungku yang sudah di perjalanan.


Yah. membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam an untuk sampai di Surabaya.


kini jalan tidak terlalu macet, jadi lumayan cepat mas Yunus membawa mobilnya.


kini aku duduk di samping mas Yunus, sedangkan mama sama papa duduk di belakang berdua.


tak terasa sudah aku berangkat dari Jakarta jam 8 pagi, kini aku telah memasuki wilayah Surabaya jam 2 siang.


seketika itu, aku mengabari ibu ku dengan mengirimkan pesan lewat ponsel.


untuk memberitahu bahwa aku dan orang tuanya mas Yunus sudah sampai di Gang masuk rumah ku.


sekian lamanya perjalanan menuju Surabaya, akhirnya sampai juga di depan rumahku.


ibu ku yang tengah berdiri di teras, sembari menyambut kedatangan calon besanku.


satu persatu kami turun, dan masuk menemui ibuku yang sudah ada di depan teras.


ucap penuh syukur kepada yang maha kuasa, sekian lamanya perjalanan ku dan saatnya ini lah kehidupan baruku di mulai.


"assalamu'alaikum Bu Erna," ucap mam Elis dengan papa seraya berjabat tangan.


"waalaikumsalam mama Elis pah," sahut ibuku dengan penuh kebahagiaan.

__ADS_1


"ayo mari masuk!" pinta ibu yang menyuruh masuk.


"Bu!" panggil ku dan mas Yunus seraya bersalaman dengannya.


"eh Ria, nak Yunus ayo ayo silahkan duduk," pekiknya dengan wajah berbunga-bunga.


kini ibu dan calon mertua termasuk mas Yunus juga, masih ada di ruang tamu.


aku yang duluan masuk kedalam untuk menaruh barang bawaan ku.


seketika kami semua sampai di rumah, ternyata ibu sudah menyiapkan semua di depan meja ruang tamu.


"ayo Bu, Pak silakan di nikmati, maaf cuman sederhana saja," ucap ibu ku sembari menunjuk ke per suguhan.


"oh iya gapapa Bu, lagian kedatangan kami kesini hanya ingin menjalin hubungan dan sekalian silaturahmi," sambung mama Elis dengan suara lantang.


stelah selesai menaruh barang bawaan ku, kini aku keluar untuk menemui mereka semua.


"sebelumnya saya minta maaf kepada Bu Erna, sudah mengganggu waktu ibu," titah papa dan mama.


"oh nggak papa kok, sama sekali nggak ganggu," tukas ibuku yang duduk di sampingku.


sedangkan mas Yunus duduk sendiri di satu kursi, dan mama papa duduk di hadapan ibu yang terhalang oleh meja tamu di tengahnya.


"kedatangan saya kemari, ingin memperjelas hubungan anak kami Yunus dengan Ria, dan juga ingin menjalin silaturahmi dengan ibu," jelasnya kepada kita semua.


"jadi begini, alangkah baiknya, kalau kita para calon besan untuk segera menentukan tanggal tunangannya, dengan meminta izin dari Bu Erna,"


"kalau menurut saya, saya ikut apa kata bapak dan ibu saja, gimana enaknya dan gimana pasnya untuk tanggal tunangan mereka berdua," Sambungnya.


di sela waktu, kami berdua hanya terdiam dan mendengar ucapan mereka bertiga.


"bagaimana jika bukan depan tepatnya di tanggal 12 bulan 12 itu Bu, gimana Bu Erna setuju," tanya mama Elis kepada ibu ku.


"itu juga lebih baik Bu,. kan nggak enak nanti kalau di tunda, kan lebih cepat lebih baik gitu Lo," sambungnya dengan terkekeh.


"Alhamdulillah, Sah yah di tangga 12 dan bukan 12 ini, jadi kita nggak perlu mikir lagi soal tanggal tunangan mereka berdua," sahut papa yang tengah minum teh.


"eh hampir lupa, ayuk silakan di nikmati cemilannya, maaf Lo hanya sederhana hehe," pekiknya yang terkekeh.


"ah bisa aja Bu Erna ini, saya cicipi makanannya yah," sahut papa Dedi.


sedangkan aku yang ingin menuju ke teras depan, kini di susul dengan mas Yunus.


"shutt shutt" godanya sembari memainkan mata sebelah kiri.

__ADS_1


"ih apaan sih," singkat ku dengan wajah jutek.


"HM mulai, jangan gitu dong, kan bentar lagi kita menikah, lalu bobo bareng sama kamu," godanya dengan nada menggelikan.


"phukk"


"dasar," singkat ku yang memukul pundaknya.


"Auuww sakit tau," candanya dengan terkekeh.


sedangkan mama papa dan ibu sedang berada di ruang tamu, dengan obrolan kecilnya.


tak terasa sudah, hari sudah menjelang malam, kini saatnya mas Yunus pergi menuju ke hotel yang sudah di pesan.


"Bu saya pamit dulu ya, mau ke hotel yang tadi sudah di pesan sama anak saya," ungkapnya di awang-awang pintu depan.


"oh iya pak buk, maafkan saya belum bisa mengasih tempat menginap dengan layak," tukasnya dengan raut sedih.


"Bu sudah nggak usah di permasalahkan, kami semua memaklumi ibu," ujarnya sembari merangkul bahu ibu.


"kami pamit dulu yah, besok sekitar jam 8 pagi, saya kesini lagi yah, assalamu'alaikum," pinta mereka bertiga untuk pamit ke hotel.


kini mereka bertiga menuju ke mobil untuk segera menuju hotel.


setelah sudah agak jauh, kini saatnya ak dan ibu masuk ke dalam rumah, untuk membereskan gela kotornya.


"Nak, biar ibu bantu yah," pekik ibu yang menghampiri ku.


"nggak usa Bu, ibu istirahat saja di kamar," pintaku yang menyuruh ibu istirahat.


ini ibu hanya menuruti kemauan ku dan segera berjalan menuju kamarnya.


setelah selesai, beberes kini saatnya aku mematikan lampu ruang tamu dan juga ruang tengah.


kemudian aku menuju kamar tidur, dan beristirahat malam.


sembari menunggu ngantuk datang kini aku memainkan ponselku dan menagih kabar ke Wina.


masih belum ngantuk juga, kini aku sambi untuk mengeluarkan pakaian yang aku bawah dari Jakarta.


untuk ku tata di lemari kamarku, ponselku yang kini aku taruh di atas kasur seraya bergetar.


setelah aku lihat ternyata pesan dari mas Yunus, yang menanyakan kabarku.


"hmm baru saja di tinggal pergi ke hotel, sudah tanya kabarku, tadi kan baru saja ketemu, sekarang kang bucin," oce ku yang memegangi ponselku.

__ADS_1


tepat di jam 10 malam, tak terasa sudah hampir larut malam, ternyata lama juga ak bermain ponsel.


kini saatnya aku tidur, dan akan melanjutkan aktivitas ku di pagi hari kelak.


__ADS_2