Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 9 Karyawan baru


__ADS_3

Keesokan paginya, aku berangkat kerja pada jam 06.30, karena aku ingin berangkat lebih awal.


supaya jalan tidak macet, dan aku siap menunggu Wina temanku di depan gerbang parkiran.


tidak lupa juga kau di beri pesan oleh BI Irma untuk menanyakan Soal lowongan kerja dengan atasanku.


"Hay Wina," sahutku dengan melambaikan tangan.


Wina pun langsung menuju ke parkiran sepeda, selesai parkir Wina datang kepada.


"Gimana sudah sehat kamu Ria, kok sudah keja aja nih," racaunya dengan menanyakan kabarku.


"Alhamdulillah sudah, nih .. buktinya aku udah ceria lagi," tukas ku dengan becanda.


"eh ya nanti pas jam istirahat ikut aku yuk," ajak ku dengan Wina.


"emang mau kemana kamu ngajak aku?" ujarnya sembari jalan pelan.


"kemarin tu, aku di titipin pesan sama Bu Irma, suruh aku tanyain sama atasanku, masih Nerima karyawan baru apa nggak!" jelas ku ke Wina dengan terhentinya langkah ku.


"emang siapa ya mau bekerja disini?" tanya Wina yang semakin penasaran.


"itu tu, anaknya Bu Irma si Wildan, dia baru lulus sekolah mau cari kerja tapi gak dapat-dapat," pekik ku dengan bertatapan.


"ooh gitu, ya nanti aku temenin kamu, ya udah ayo masuk," racaunya tanpa basa-basi.


jam istirahat sudah tiba, aku segera berjalan menuju atasanku untuk menanyakan sesuatu.


"Win kamu jadi temenin aku gak, aku mau ke ruang kantor bos dulu?" tanya seraya menuju ruang bos ku.


"eh i - iya aku temenin kamu," ucapnya dengan gagap.


aku dan Wina segera menuju ke ruang bos ku, saat mau nyampai aku di panggil oleh Nila.

__ADS_1


"Eh kalian berdua pada mau kemana?" tanya Nila seraya menatap kami berdua.


"oh ini, aku mau ke ruang bos," ujar ku.


"emang mau ngapain ke sana?" tanya Nila dengan rasa penasaran.


"oh hanya ingin ngobrol sedikit dengan bos," ucapku yang kehabisan kata-kata.


Nila pun dengan raut wajah yang agak asing dan tersenyum.


sedangkan aku dan Wina segera melanjutkan perjalan.


tiba di depan pintu ruang kantor.


"permisi pak saya mau bicara dengan bapak," ucapku yang begitu gugup.


"ya silakan masuk, ada apa ya kalian datang kemari?" tanya pak Hendro.


"ooh ya silakan duduk,supaya lebih enak ngobrolnya," ujarnya seraya persilakan duduk.


"emang siapa yang mau bekerja di sini?" tanya balik pak Hendro bos dari pemilik pabrik sepatu itu.


"jadi, anak tetangga saya yang baru saja lulus sekolah SMA, mau cari kerja tapi belum dapat juga, dan saya di suruh menanyakan ini kepada bapak,apa masih ada lowongan," ungkap ku dengan panjang lebar.


"dia cowok apa cewek dan sudah pernah ngelamar kerja dimana saja?"tanya bapak yang membuatku bingung menjawab.


"dia cowok seumuran dengan kami, tapi kalau masalah sudah dimana saja dia ngelamar kerja, saya kurang tau," jelas ku kepada pak Hendro.


"em ... kalau begitu, besok anaknya suruh datang ke sini dengan membawa surat ngelamar kerja, dan Ria kamu besok anterin si cowok itu ke kantor saya, saya tunggu di sana," sambung pak Hendro seraya menyeruput kopinya.


"baik pak insyaallah besok amanah bapak saya sampaikan ke dia,kalau begitu saya permisi dulu , maaf kalau sudah mengganggu jam kerja bapak," pekik ku dengan berjabat tangan dan berjalan keluar.


"akhirnya tugasku kelar juga, makasih ya Win kamu sudah Nemani aku tadi, ya udah ayok langsung ke warteg Bu Dia," tanya ku ke Wina.

__ADS_1


"iya sama-sama, yok aku dah lapar banget soalnya," racaunya dengan terkekeh.


sampai di warteg Bu Dia,aku memesan makanan dan juga minum, sembari menunggu makanannya datang, aku seraya makan kerupuk.


"nah ini neng ... makanan dan minuman nya dah siap, Monggo dinikmati," ujar Bu Dia yang kekeh.


"ah bisa aja Bu Dia ini, makasih Bu," ucapku dengan penuh syukur karena perut telah tertolong.


"iya neng sama-sama, Ibu masuk dulu ya," ucapnya seraya menganggukkan kepalaku.


selesai makan aku dan Wina segera memanggil Bu Dia.


"Bu berapa semuanya sama punya Wina tadi." ujar ku.


"biasa neng 32 ribu," racau Bu Dia.


"oh ya ini uangnya kembaliannya ambil saja," ucap ke Bu Dia.


"dah yok Win balik ke pabrik," ajak ku dengan berjalan pulang.


"eh bentar Ria aku belum bayar, Bu berapa semuanya?" tanya Wina ke Bu Dia.


" eh udah di bayar kok sama neng Ria!" pekiknya.


"hah serius Bu," Bu Dia menganggukkan kepalanya.


Wina pun datang menghampiri ku di luar.


"Ria makasih kamu udah mau bayar uang makan ku tadi,kalau gini aku jadi ngerepotin kamu." tukasnya dengan wajah cemberut.


"eh nggk ngerepotin kok, justru aku yang berterimakasih kepada kamu, karena kamu sudah mau nemenin ak ke bos tadi," ungkap ku sembari berjalan.


balasnya dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


sesampainya di pabrik aku dan Wina segera masuk dan melanjutkan kerja ku.


***


__ADS_2