Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 22 Liburan yang di tunggu-tunggu


__ADS_3

"Bu, ini tadi aku dapat pesan dari mas Yunus, kalau aku sudah di belikan tiket kereta untuk balik ke Jakarta," jelasku.


"Nak .. kok ceper banget kamu udah mau balik ke Jakarta, ibu sendirian lagi dong!" sahutnya dengan muka murung.


"ibu jangan sedih, oh Bu aku punya sesuatu buat ibu," ucapku sembari berjalan menuju kamar untuk mengambil barang.


"Ta Ra ..... Hadiah buat ibu, supaya ibu nggak kesepian lagi, dan bisa selalu dekat dengan ku,"


"apa ini nak, masyalloh kamu beliin ibu ponsel," sambung sembari terharu.


"iya,supaya ibu bisa menghubungi ku setiap hari, jadi ibu nggak kesepian lagi," sambung ku.


"Makasih ya nak," titahnya sembari memelukku.


"Bu nanti aku jam 8 haru berangkat ke stasiun, ibu baik-baik di rumah ya,"


"iya nak , kamu di sana hati-hati dan jangan lupa sholatnya, ibu di sini hanya bisa mendoakan kamu, meski Doa Ibu Yang Sederhana namun niat ibu ingin kamu menjadi orang sukses," jelasnya seraya menetes air mata.


"Aamiin, makasih ya Bu, aku mau berkemas dulu," tukasku.


"ibu bantu ya nak," singkat dengan tanggapan ku yang tersenyum.


kami berdua mengemasi barang ku untuk segera berangkat ke stasiun.


tepat di jam 7 pagi, driver yang sedang ku pesan kini telah tiba di depan Gang rumah ku.


saatnya aku melepas rinduku dengan ibuku.


"Bu, aku berangkat dulu ya, ibu jaga diri di rumah,"


"iya nak, kamu di sana hati-hati doa ibu mengalir untukmu," ucapnya sembari memelukku.


kini aku pergi menuju GG depan rumah yang diantar oleh ibuku.


"Bu aku berangkat yah! assalamu'alaikum ," ucapku sembari bersalaman.


ketika aku yang sudah berada di dalam mobil, dan akan melanjutkan ke stasiun kereta.


tidak lupa aku mengabari mas Yunus, bahwa aku sudah otw balik ke Jakarta.


15 menit kemudian, aku telah sampai di stasiun kereta api,ketika itu aku turun dengan membawa barang bawaan ku.


untuk menuju ke loket dengan melakukan registrasi data, setelah selesai di loket kini aku di suruh menunggu sebentar untuk menunggu kereta ku datang.


tepat di jam 8 lebih lima menit kereta yang akan ku naik ke Jakarta, telah sampai di depan ku, dan aku segera bergegas masuk ke dalam kereta.


selang waktu ketika kereta akan di berangkatkan, aku yang duduk di pinggir jendela kereta, sembari menikmati pemandangan dari dalam.


dengan kereta yang melaju sangat cepat, hingga tak terasa kini aku hampir sudah sampai di stasiun Jakarta.

__ADS_1


"Kakaknya mau ke Jakarta ya," ucap penumpang yang duduk di sampingku.


"iya, Kaka juga," tukasku.


"iya kalau aku mau ke rumah saudara, apa Kaka juga?" tebak si penumpang yang duduk di sampingku.


"oh nggak kok, kebetulan aku mau ke Jakarta balik kerja," titahku sembari nyengir.


selang waktu kemudian, sampailah aku di stasiun Jakarta, aku segera menurunkan barang ku yang ada di bagasi atas.


dengan keluar bergantian, juga di bantu oleh pramugari cantik di kereta.


"huu .. lega juga akhirnya aku bisa sampai dengan selamat di Jakarta," titahku seraya menghirup udara segar.


aku pun segera keluar dari stasiun untuk mencari gojek, dan menuju ke rumah kost ku.


"disini neng rumahnya," tanya Abang gojek.


"iya pak makasih, tadi udah bayar di aplikasi ya," ucapku di depan rumah kost ku.


"Alhamdulillah, akhirnya kembali lagi di rumah yang penuh dengan perjuangan," batin ku di dalam hati.


setelah aku sudah masuk di rumah, ak langsung menaruh barang bawaan ku,dan menuju ke kamar mandi.


selesai mandi,kini membongkar barang bawaan ku yang tadi, untuk di taruh di tempatnya.


"Dreetttt "


"Dreetttt "


'Halo Calon istri, assalamu'alaikum gimana sudah sampai di kost an?' godanya yang di ujung telepon.


'waalaikumsalam calon imam, Alhamdulillah aku sudah di kost an kok,' goda balikku.


'oh iya mas, lag di rumah apa di kantor, tumben nelpon?' tanyaku di telepon seluler ku.


'ini lagi di rumah, emang ada apa?'


'nggak papa kok, cuman pengen nanya aja,' candaku.


'oh kirain ada apa, udah makan belum kamu, kalau belum, aku jemput ya makan bareng di luar,' ungkapnya.


'emangnya kamu nggak repot apa,' tanya ku dengan suara gugup.


'nggak kok, sekarang kamu ganti baju dandan yang cantik, oke! aku jemput ke situ sekarang, dah assalamu'alaikum,' tukasnya sembari memutus telponnya.


'waalikumsalam,' singkat ku.


5 menit kemudian mas Yunus sudah ada di depan rumahku, dengan mengetuk pintu pager ku.

__ADS_1


"Tookk "


"Tookkk"


aku yang masih didalam, kini keluar dengan berpenampilan lumayan sopan, untuk membukakan pintunya.


"eh mas Yunus sudah sampai to!" titahku di hadapannya.


"iya dong, ayo kamu udah siap kan," sahutnya dengan poles senyuman.


aku mengangguk dan tersenyum manis kepada mas Yunus.


kini setelah kamu berdua sudah ada di dalam mobil, dan langsung melanjutkan perjalan untuk ke restoran.


15 menit kemudian, kami berdua sampai di restoran, ketika itu mas Yunus sedang memanggil pelayan restoran tersebut.


"Kak!!" panggilannya dengan melambaikan tangan ke atas.


si pelayan restoran tersebut datang menghampiri kami berdua dengan membawa buku daftar menu.


selesai kamu memilih makanan, kini saatnya kami menunggu makanannya datang dengan obrolan kecil.


tak lama kemudian, makanan kami datang, dan siap untuk makan bersama.


"oh ya, mas aku pengen ngomong sesuatu sama kam," ungkap ku seraya makan.


"iya, ngomong aja, kami mau ngomong apa," sahutnya.


"aku pengen main ke rumah kamu, dan sekalian silaturahmi dengan orang tua kamu," jelasku.


"oh, iya gapapa, nggak masalah kok bagiku, cuman ... kalau udah nggak sibuk, dan orang tuaku di rumah insyaallah aku akan ajak kamu ke rumahku," sambung nya.


"loh! .. emang orang tua kamu kemana mas,?" tanya ku seraya mengangkat satu alisku.


"jadi gini, aku setiap paginya kerja ke kantor yaitu di perusahaan papa aku, dan ibu ku sebagai pegawai perguruan dosen, jadi ya atu keluarga jarang di rumah, karena ya gitu deh, sibuk," jelasnya yang sangat panjang dan lebar.


"oh ... penjabat semua ya, sedangkan aku,"


"Shuutt"


ucapku terputus karena tangan telunjuk mas Yunus menghentikan pembicaraan dengan menarinya di bibirku.


"kamu jangan bilang seperti itu, semua orang pasti akan sukses," titahnya.


"aku memilih kamu, hanya karena kamu mempunyai hati yang sangat murni, dan cantik yang alami, dengan begitulah aku langsung jatuh cinta ke kamu," jelasnya ke aku.


"makasih ya, kamu sudah begitu baik dengan ku, dan mau menerima ku apa adanya," sahutku.


...20 menit kemudian, kami berdua selesai makan, kini mas Yunus menuju ke kasir untuk membayar tagihannya....

__ADS_1


"ayo kita pulang," ajaknya.


kami berdua berjalan menuju parkiran mobil, dan menuju pulang ke rumah, tapi sebelum pulang aku di ajak mas Yunus untuk ke toko batik.


__ADS_2