Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 42 Malam pertama Ku


__ADS_3

tak terasa acara sudah berjalan dengan lancar, kini saatnya kami semua pulang dan segera beristirahat di rumah.


kami berdua menuju hotel yang sudah di pesan khusus untuk calon pengantin.


"Alhamdulillah berjalan dengan lancar ya mas," ucap Ria seraya membuka pintu kamar hotel.


"iya nih sayang, aku capek bangett!" sahut mas Yunus, dengan panggilan sayang.


sentak kaget mendengar ucapan dari mas yunus, yang memanggilku dengan sebutan sayang.


jujur selama ini mas Yunus tidak pernah memanggil ku dengan kata sayang.


selepas menikah ini, mas Yunus sudah berani memanggilku dengan sebutan sayang.


"Massss!!" ucapku dengan mata terbelalak.


"iya sayang," sahut mas yunus seraya memelukku dari belakang.


sentak kaget dalam hati, saat di peluk mas Yunus dari belakang yang pertama kalinya.


"emh mas, aku mau ke kamar mandi," ucap Ria dengan tertekan ketika di peluk dari belakang.


"iya sayang , mas tunggu di kasur yah!" sahut mas yunus dengan suara jelas.


kini aku beranjak menuju ke kamar mandi, setelah di lepas dari pelukan hangat mas Yunus.


selesai dari kamar mandi dengan berpakaian baju tidur yang dari hotel.


aku keluar dan menuju ke ranjang tidur, untuk segera beristirahat karena sudah malam.


tidak sengaja melihat mas Yunus yang sedang duduk di atas kasur menghadap ke kanan sebelah lampu tidur.


dengan dibarengi aku keluar dari kamar mandi, melihat mas Yunus dengan berpakaian kaos putih oblong dan memakai celana boxer.


"CEKLEEKK"


Ria yang sedang membuka pintu kamar mandi untuk keluar dan menuju ke meja rias.


"Aaaahhkkk,"


teriak Ria sembari menutup kedua matanya yang tidak sengaja melihat mas Yunus dengan berpakaian kaos oblong putih dan boxer.


"Ke - kenapa, ada apa sayang?" ucap mas Yunus dengan wajah bingung.


"maaf mas nggak pakai baju yah," sahut Ria dengan membuang muka ke bawah.


"hmm ayang, kita kan sudah sah, jadi yah wajar kalau aku pakaian begini," pekik mas yunus yang tertawa kecil.


"ya udah yuk tidur, mas tidur duluan yah," singkat mas Yunus dengan berjalan ke kasur.


sedangkan aku melanjutkan jalan menuju meja rias, dengan tidak menatap ke arah kasur.

__ADS_1


selesai di meja rias, saatnya aku tidur di atas kasur berdua dengan mas Yunus.


****


Keesokan paginya, masih tetap sama di hotel dengan sekamar berdua.


kami berdua yang masih enak tidur di kasur tidak mengira sudah jam 7 pagi.


ketika Ria membalikkan badannya untuk mencari tempat tidur dengan posisi enak.


tidak sengaja memeluk pinggang mas Yunus yang tepat saat berbalik badan.


terkejut bukan main, langsung membuat ku gelabakan saat bangun tidur.


"astaghfirullah hallazim ma - maafkan aku, aku tidak sengaja memelukmu," ucap Ria dengan suara terputus putus.


"hehe sayang kamu nggak perlu minta maaf, kan aku juga suami kamu, kayak sama orang lain saja," sahut mas Yunus yang menyandar di bantal dengan tertawa kecil.


"i - iya mas! sahut ku yang ingin turun dari kasur.


namun nihil, tanganku yang di pegang mas yunus membuat ku tertahan untuk turun.


"sayang .. mau kemana kamu, sini aja dulu masak nggak pengen nemenin suaminya sendiri," ucap mas Yunus dengan suara lembut dan membelai rambut ku.


aku yang tidak terbiasa tidur dan di belai oleh tangan laki-laki, kini pertama kalinya aku rasakan di manja oleh suami ku sendiri.


tak bisa dibayangkan bagaimana indahnya pacaran setelah menikah.


sekarang ini aku rasakan sentuhan dan kasih sayang terhadap mas Yunus.


"Mas! kita bangun kesiangan, dan nggak sempat sholat subuh," ucap Ria yang ada di pelukan mas Yunus.


"E - iya yah, mungkin kita kecapean karena acara semalam," sambung mas Yunus yang mengelus elus rambut ku.


"Mas ...!! mandi dulu gih, aku mau beres beres kamar bentar," tukas Ria seraya bangun dari pelukan mas yunus.


"iya udah, mas mandi dulu yah!" singkatnya dengan tersenyum kepada Ria.


ria pun menanggapinya dengan senyuman dan anggukan kepalanya.


kini mas Yunus beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


sedangkan aku segera membereskan tempat tidur, melipat selimut dan juga membuka gorden jendela.


sembari menunggu mas Yunus selesai mandi, kini aku menyiapkan secangkir Kopi hangat buatan ku.


selesai membuat kopi, aku bersantai di dekat jendela kaca, dengan menikmati pemandangan dari atas kamar ku.


ketika lagi asyik menikmati pemandangan dari atas kamar jendela ku, tiba-tiba mas Yunus berteriak kecil dari kamar mandi.


"SAYANG .. Tolong ambilkan aku handuk," ucap mas Yunus dari dalam kamar mandi, hanya menampakkan wajahnya saja.

__ADS_1


aku yang mendengar suara mas Yunus, seakan-akan kaget dan langsung berdiri dari tempat dudukku.


"iya mas sebentar!" pekik Ria seraya berjalan mengambil handuk di dalam lemari pakaian.


setelah jumpa dengan handuknya kini aku berjalan menuju depan pintu kamar mandi, dengan jalan menunduk ke bawah.


"I - ini mas handuknya!!" pekik Ria dengan menyodorkan handuk tanpa melihat ke arah mas yunus.


"Makasih yah!" singkat mas Yunus yang tersenyum melihat tingkah laku ku.


selesai mas yunus keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


membuat ku syok, dan memikirkan yang di luar nalar, tak memperdulikan mas Yunus yang sedang berjalan menghampiri ku.


aku segera ambil handuk dan berlari kecil menuju kamar mandi.


"huuh huuhh untung saja, aku takut jika mas Yunus memelukku lalu lalu, astaghfirullah hallazim," gumamnya di dalam hati, dengan memukul beberapa kali kepalanya.


kini mas Yunus sudah berpakaian rapi sembari meminum kopi buatan istri pertama yaitu aku Ria.


"CEKLEEKK,"


pintu kamar mandi ku buka dan keluar hanya memakai handuk baju dan menggulung rambut ku dengan handuk.


untuk menuju ke ruang rias, tepat di depan cermin rias mas Yunus yang tengah memandangiku sembari senyum senyum sendiri.


"Mas, ada apa kok senyum senyum sendiri," tanya ria yang melambaikan tangannya di depan muka mas Yunus.


"enggak kok, ya udah ganti baju gih abis itu kita turun untuk sarapan pagi, mungkin sudah di tunggu sama ibu, mama dan papa," jelas mas Yunus yang tengah duduk-duduk di pinggir jendela.


10l5 menit kemudian, akhirnya aku selesai juga dan saatnya untuk turun ke bawah.


sebelum turun ke bawah, kini aku menyusul ibu ku yang ada di kamar apakah sudah turun apa belum.


setelah aku cek semua sudah turun dan menunggu kami berdua di meja makan.


"Pagi mah, pagi pah, pagi Bu," ucap mas Yunus seraya turun dari tangga.


"Pagi Nak, Wah .. pengantin baru, ya sudah yuk makan," goda papa dengan tertawa lebar.


"Bu, ibu gimana tidurnya semalem?" tanya Ria kepada ibu Erna.


"Alhamdulillah nyenyak Nak, kamu sendiri gimana?" sahut Bu Erna dengan muka jahil.


"em kita biasa-biasa aja kok Bu," singkat Ria dengan wajah terpaksa dan senyum tipis.


"ya sudah yuk makan!!" ajak mama Elis yang duduk di sebelah papa.


kini mama dan papa duduk bersebelahan, sedangkan aku dan mas Yunus juga bersebalahan, tidak lupa ibu juga ada di sebelah kananku.


semua keluarga begitu sangat bahagia, dan gembira, kini bisa makan bersama dengan keluarga baruku.

__ADS_1


sangatlah bersyukur karena bisa mewujudkan impian ibu ku selama ini, meski tidak ada ayah di samping ku.


__ADS_2