
Tak terasa aku dan Nila jalan-jalan di pasar Minggu hingga kemalaman.
sangking serunya di pasar Minggu tiba-tiba jam sudah 23.00 malam.
"Nil udah malam nih ..?" tanya ku ke Nila seraya perasaan risau.
"ya ampun iya nih udh jam sebelah malam , ya udah ayok pulang!" ucapnya dengan nada perintah.
aku dan Nila bergegas menuju parkiran untuk mengambil motor.
di perjalan yang sudah larut malam ini, dengan Suasana jalan yang sepi, pikiranku jadi tak karuan.
"Nil kamu gak takut, jalannya sepi amat jarang ada orang yang lewat?" tanya ku dengan ketakutan.
" ala ... udah diam aja, aku udah terbiasa pulang larut malam kek gini, kamu tenang aja gak akan terjadi apa-apa kok!" serunya seraya menyetir motornya.
karena aku tidak pernah keluar sampai larut malam kek gini, baru kali ini aku di ajak jalan dengan pulang larut malam.
tak terasa sudah masuk di perempatan jalan, tiba-tiba ada banyak anak laki-laki yang sedang mabuk-mabukan di pinggir jalan dan angkringan yang buka 24 jam.
rasa takutku sudah mulai muncul, aku berpegangan seraya melingkarkan tangan ku ke pinggang Nila.
"Nil .. coba liat itu banyak anak laki-laki yang mabuk-mabukan di pinggir jalan!" ucapku yang sedang menaiki motor.
" ehh ya tu, hehe coba liat yang pakai jaket coklat itu, i - itu bukannya Deni yang tadi ada di pasar Minggu ya?" tanya Nila dengan tatapan tajam ke Deni.
" loh .. iya, ta-tapi kenapa Deni ada di situ ya, apa jangan-jangan dia juga ikutan mabuk?" ungkap ku seraya pengen tau.
" ih biarin dah, ngapain aku ngurusin dia,"
Alhamdulillah samapi juga di kost aku, sedangkan Nila harus pulang sendirian.
"Nil kamu gapapa ta pulang sendirian,dah malam Lo ini, apa kamu mau nginap di sini?" tawaran ku ke Nila yang mau pulang sendirian.
"gapapa kok Ria, aku berani kok, aku pulang dulu ya," ucapnya seraya sok menjadi anak pemberani.
"yakin kamu berani," tukas ku dengan wajah khawatir.
"iya Ria kamu tenang aja, nanti kalau aku sudah di rumah aku chat kamu kok," tuturnya dengan tersenyum tenang.
" ya sudah kamu hati-hati di jalan ya ..."
hem ucapnya seraya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis.
__ADS_1
****
pulang sudah Nila dengan sendirian, aku segera mengunci pintu pagar ku dan segera masuk ke rumah untuk istirahat lalu tidur, karena besok aku masuk kerja.
sebelum aku tidur aku sholat isya dulu mumpung waktunya masih ada, aku menuju kamar mandi untuk bersihkan badanku dan mengganti pakaian ku.
lalu ambil air wudhu dan melaksanakan sholat isya di lanjut dengan sholat tahajud.
kelar sudah sholat tahajud, aku segera tidur karena besok harus berangkat pagi untuk bekerja.
****
Adzan subuh terdengar di telingaku, membuat aku terbangun untuk segera sholat subuh, sebelum sholat subuh aku membersihkan kamarku dulu dan sapu" kamar hingga dapur.
baru lah aku mengambil handuk untuk segera mandi, di saat mau mandi entah kenapa tiba-tiba badan ku sakit semua dan terasa menggigil kedinginan.
aku memutuskan tidak mandi, tapi hanya gosok gigi dan ganti pakaian saja, lalu ambil air wudhu dan sholat subuh.
selesai sholat subuh, aku mengambil hp untuk segera menghubungi Wina, dan meminta izin ke mandor pabrik, dengan meminta libur sehari.
karena badan ku meriang jadi aku meminta izin untuk libur kerja sehari.
seraya selesai menghubungi mandor, aku menuju ke dapur untuk membuat teh hangat dan masak bubur.
makanan sudah siap segera aku makan, tidak lupa minum obat dan segera istirahat.
nada dering hp pun berbunyi.
Drettrrr..... Dreetttt...
ternyata telpon dari Wina, segera aku angkat sebelum dia memutus telpon nya.
'Halo! Ria kamu sakit apa, udah minum obat belum?' tanya nya di dalam telpon seraya khawatir.
'gapapa kok aku hanya meriang saja, aku udah minum obat kok ini aku lagi istirahat' jawabku dengan suara lemes.
'ya sudah kalau begitu, kamu istirahat yang cukup ya, insyaallah kalau aku pulang kerja ak mampir untuk jenguk kamu,' tukasnya seraya di dalam telepon.
'gak usah repot-repot Win, aku baik-baik aja kok,' pekik ku seraya tidak mau ngerepotin Wina.
aku pun enggan menolak karena paksaan dari temanku Wina.
'eh gapapa kok nanti aku tak mampir, eh udah dulu ya ini aku mau masuk dulu nanti di lanjut lagi pas jam istirahat,' pukas nya dengan suara terburu-buru.
__ADS_1
akhirnya percakapan kami di telepon pun terputus, karena Wina juga segera masuk ke pabrik.
sedangkan aku hanya terdiam dan terbaring di atas kasur, tak lama kemudian aku ketiduran, mungkin karena efek habis minum obat tadi.
***
adzan dhuhur telah berkumandang.
" ya ampun ternyata tidurku lama juga ya," ucapku seraya menguap.
bangun tidur langsung sholat dan makan siang, selesai semuanya aku terasa badanku sudah agak enakan.
"Alhamdulillah,sudah mendingan, aku mau bersihkan rumahku dulu biar tambah sehat," racau ku dengan senyum sumringah.
selesai bersih-bersih dalam rumah kini aku keluar untuk menyapu halaman depan dan tidak lupa menyiram tanaman dan juga latar ku.
"ehh ada Mbk Ria, Lo gak kerja ya kamu?" tanya Bu Lis yang sedang lewat depan rumah.
"saya libur sehari Bu, karena kurang enak badan!" ungkap ku sembari menatap dari dalam gerbang.
"ooh gitu, semoga cepat sembuh ya," tukasnya yang mendoakan ku.
"ya sudah ibu permisi dulu ya," ucapnya.
balasku dengan menganggukkan kepalaku.
selesai sudah pekerjaan rumah kini aku masuk ke dalam rumah, belum samapi masuk ke dalam rumah, aku di panggil oleh seseorang.
"Ria!" teriaknya seraya menuju ke sini.
"ya ada ap?" jawabku dan langsung menghampirinya.
"ada yang mau Bu Irma tanyain ke kamu," ujar nya yang menatapku
"mau tanya apa bu?" balasku yang saling bertatapan.
"jadi gini, apa di tempat kerja kamu masih membuka lowongan?" ucapnya dengan menaikan satu alisnya.
aku pun melotot seraya ingin copot.
"em belum tau juga Bu, tapi .. siapa yang mau bekerja, apa Ibu Irma?" tanyaku dengan penasaran.
"eh tentu tidak, itu anak ku kemarin baru lulus SMA, dia bingung mau keja diman, makannya saya kesini, mau cari informasi mungkin masih ada lowongan kerja," ungkapnya dengan panjang lebar.
__ADS_1
"gini ya, berhubung saya sekarang cuti sehari karena kurang enak badan, tapi .. besok saya masuk kerja, nanti langsung saya tanyakan sama atas ku, kalau ada nanti aku akan datang ke rumah ibu, gimana?" sahut ke ibu Irma.
"oh gitu ta, ya udah makasih ya, besok saya tunggu kabar baiknya, ya udah ibu pulang dulu ya," tukasnya sembari berpamitan pulang.