Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 48 Air mata bahagia


__ADS_3

selang beberapa jam kemudian, kami berdua sudah berada di dalam pesawat untuk menuju pulang ke Jakarta.


"Mas, Alhamdulillah akhirnya kita diberi momongan juga sama Allah," ucap Ria dengan raut wajah bahagia.


"iya sayang Alhamdulillah banget, sebentar lagi aku mau jadi ayah dari anak kita," sahut mas Yunus yang mengelus-elus perut ku.


ketika itu, penumpang pesawat lumayan bangat dan hampir penuh semua tempat duduknya.


kini aku masih tetap duduk di sebelah jendela pesawat dengan pemandangan dari atas permukaan laut.


dari Bali ke Jakarta membutuhkan banyak waktu untuk sampai di sana.


supaya tidak bosan aku memutar musik surah Al Baqarah dengan menggunakan headset.


sedangkan mas Yunus dengan lelap tidurnya yang menyandar di bahuku.


"Masya Allah suami ku tidur, lelah nih, gara-gara ngurusin aku," racau Ria dengan menyalakan diri sendiri.


setelah lamanya di perjalanan pesawat, akhirnya kami semua sampai dengan selamat di bandara Jakarta.


ketika pesawat ingin landing, mas Yunus ku bangun kan agar nanti tidak kewalahan saat penumpang pada turun.


"Mas! bangun, udah sampai di bandara Jakarta nih," ucap Ria yang menggoyangkan lengannya.


setelah ada pemberitahuan kepada pramugari pesawat untuk tidak saling dorong-dorongan, diharapkan tertib saat turun.


"mas kita turun nanti aja, biar semua orang turun duluan," ucap Ria yang masih duduk di bangku pesawat.


"iya sayang," pekik mas yunus dengan anggukan kepala.


setelah agak longgar jalan menuju keluar kini ganti aku dan mas Yunus keluar, tidak lupa berpamitan dengan pramugari yang masih ada di dalam.


"mbak, saya pulang dulu, makasih atas kerjasamanya," ucap Ria dengan lontaran senyum manisnya.


"iya kaka, makasih juga sudah mempercayakan kepada kami disini" jawab si pramugari dengan senyum Pepsodent.


15 menit kemudian, kami berdua sudah berada di depan pintu luar Bandara dan masih menunggu sopir untuk menjemputnya.


setelah 20 menit kemudian, akhirnya pak sopir datang juga, segera aku masuk ke dalam mobil, dan pak sopir masih menaruh koper di dalam bagasi mobil.


dalam perjalanan pulang, kini aku berangan angan, tidak nyangka seindah ini kehidupan ku saat ini.

__ADS_1


yang dulunya suka di ejek sama tetangga dan juga suka merepotkan ibu ku, namun sekarang telah berubah 90 derajat.


perjalanan dari bandara menuju pulang ke rumah sangatlah jauh dan belum lagi kalau jalan macet total.


"mass sekarang sudah jam 7 malam Brati sampai di rumah sekitar jam 9 an yah," ucap Ria yang duduk di samping mas Yunus.


"iya sayang, kalau kamu ngantuk tidur aja, tadi mas di pesawat ketiduran, jadi nggak jagain kamu dan baby ku," sambung mas yunus dengan tawa kecil.


"ah bisa aja mas," singkat ku dengan mencubit pipi gemoy nya.


tak lama kemudian, akhirnya kami pun sampai di depan rumah dengan selamat dan sehat.


segera aku turun dari mobil, dengan dibantu suami ku mas Yunus yang menuntun ku masuk ke dalam rumah.


sedangkan pak sopir masih mengeluarkan koper dari bagasi mobil untuk segera di bawa masuk ke dalam rumah.


"CEKLEEKK " suara gagang pintu yang ku buka.


"assalamualaikum mah, pah" salam ku yang di barengi dengan masuk ke dalam.


"waalaikumsalam, eh sayang sayang mama dan papa sudah pulang," sahutnya yang menghampiri ku dan memeluknya.


"duduk duduk pasti capek banget yah, gimana liburannya happy nggak?" tanya mam dengan wajah ceria.


mama Elis yang sedang memanggil bi Tutik untuk membuat teh manis untuk kami berdua.


"Bi Tutik, Bi," ucap mama Elis yang memanggil bi Tutik.


"iya nyonya," sahut bi Tutik yang berjalan menghampiri kami semua.


"tolong bikinkan teh anget buat Yunus sama Ria yah," ujar mama Elis yang menyuruhnya bikin teh.


"baik nyayo," singkat Bi Tutik yang pergi ke dapur.


sembari menunggu teh nya datang, kami sempat ngobrol dengan keseruan saat di Bali.


"oh iya mah, kami berdua juga beli oleh-oleh buat mama sama papah," ujar mas Yunus yang duduk menyandar.


"nih mah, sekalian untuk papa juga," pinta mas Yunus yang menyodorkan paper bag kepada mama Elis.


"mah aku juga membeli oleh-oleh buat BI Tutik sama pak sopir juga, o iya sama punya rekan kantor mas Yunus," sahut Ria yang ada di samping mas Yunus.

__ADS_1


tak lama kemudian, teh anget pun keluar dari dapur dan segera menuju ke kami semua.


"silahkan Non, tuan diminum tehnya," ucap Bi Tutik yang menata teh di meja ruang tamu.


"makasih ya bi," pekiku dengan bi Tutik.


"o iya nak, besok kamu kerja?" tanya papa yang duduk di samping mama.


"kerja to pah, masak nggak besok ada meeting dengan klien," sahut mas Yunus di sela-sela minum secangkir teh.


"ya sudah kamu istirahat dulu gih, besok biar bangunannya gak kesiangan," seru papah yang menyuruh mas Yunus istirahat.


"iya nak, lagian udah malam juga, tuh udah jam 10 malam," sahut mama Elis yang menyandar di sofa.


"sayang yuk kita ke kamar, aku udah ngantuk," ucap mas Yunus yang duluan ke kamar.


"iya mas," pekik Ria seraya tersenyum tipis.


"kalau begitu papa sama mama mau ke kamar dulu yah," singkat mam elis yang berjalan ke kamarnya.


kini ku susul dengan ku yang masuk ke kamar yang sudah di tunggu oleh mas Yunus.


"mas, kamu tidur aja dulu, aku mau ganti pakaian, cuci muka setelah itu tidur yah," ucapku yang di depan cermin rias.


"ya sudah mas tidur dulu yah," sahut mas yunus yang sudah di atas kasur.


kini aku segera ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan juga ganti sholat isya.


karena belum sempat sholat isya di dalam pesawat, jadi aku sholat di rumah saja.


Alhamdulillah setelah selesai sholat, kini aku segera tidur, karena besok harus beraktivitas sehari-hari.


"Masya Allah nak, sehat terus ya di dalam perut ibu," ucapku yang mengelus perut ku sendiri.


tidak ku sangka, aku bakalan jadi seorang ibu yang harus siap membimbing anaknya ke jalan yang benar dan baik.


"besok rencananya akan aku beritahu saat sarapan pagi kalau aku hamil," racau Ria yang tersenyum bahagia.


tidak sabar rasanya, untuk menunggu pagi hari dengan berita gembira yang datang dari kami berdua.


semoga aku suami ku dan calon buah hati ku sehat terus sampai lahir dan bisa menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat kelak.

__ADS_1


"sekarang aku tidur, dan menunggu waktu pagi tiba, untuk segera aku beritahu mama dan papa, o iya tidak lupa ibu ku juga, karena sebentar lagi, akan punya cucu pertamanya," oce ku yang berbaring di samping mas Yunus.


tidur malam sembari menunggu matahari bersinar.


__ADS_2