
"Tookkk"
"Tookk"
terdengar suara pintu gerbang di ketuk.
"Siapa ya pagi-pagi sekali datang ke rumah ku," ucapku yang masih mukena.
aku pun keluar untuk membukanya,
"oh ternyata kamu to Wil," ucapku saat membuka gemboknya.
"ayo silahkan masuk, tumben pagi sekali kamu datang kesini, ada apa ya?" tanya ku saat di teras depan.
"kata ibu aku di suruh langsung ke sini, buat ngelamar kerja," ucap Wildan.
"lah .. kan ibu kamu udah aku kasih tau, kalau kamu di suruh bos berangkat jam 8, dan itu langsung ke pabriknya." ucapku menatap wajahnya.
"oh jadi gitu, pantesan aku tadi enak-enak tidur malah di suruh kesini pagi-pagi." Oce Wildan yang menyalahkan ibunya.
"iya udah kalau begitu aku pulang dulu ya, nanti jam 8 aku langsung ke sana," tukas Wildan sembari jalan ke depan gerbang.
aku pun membalasnya dengan anggukan kepala.
kembali masuk ke dalam rumah untuk tukar baju dengan seragam kerja, kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi yang sudah aku siapkan semalem.
sarapan sudah selesai aku segera ke kamas r lanjut pakai skincare dan tidak lupa minyak wangi, keluar kamar aku menurunkan motor ku yang ada di dalam ruang tamu.
di depan teras aku memanasi motorku dulu dan ku tinggal untuk mengecek dalam rumah apa semua sudah beres, baru aku tutup pintu dan berangkat kerja.
"eh ada Wina tumben pagi-pagi sekali sudah ada di sini," ucapku yang ketemu Wina di gerbang parkiran.
"iya dong karyawan teladan gitu Lo," pekik nya yang terkekeh.
setelah di parkiran sepeda, aku keluar dari gudang untuk menghampiri Wina.
"Btw dimana katanya ada anak baru yang ingin kerja?" tanya Wina sembari matanya melihat ke kanan-kiri.
"iya tadi udah aku suruh untuk berangkat jam 8, kan bos bilang suruh ke sini jam 8," jelas ku ke Wina.
di saat kami ngobrol berdua tiba-tiba headphone ku bergetar.
"Dreeettttt"
"dreetttt"
setelah aku check ternyata telpon dari mas Yunus, aku pun segera mengangkat telponnya.
"eh Win aku angkat telpon dulu ya," tukas ku.
"hayu .. pasti dari mas Yunus kan," tebak Wina sembari menggoda ku.
shut meletakkan jari di mulut ku tanda suruh diam dan tersenyum di depan Wina.
'Halo selamat pagi ibu negara,' ucap mas Yunus di ujung telepon.
'selamat pagi juga buat mas Yunus', sambung ku dengan nada malu-malu.
'kamu udah sarapan pagi belum?' tanya mas Yunus.
__ADS_1
'udah kok, ini aku udah berangkat kerja, mas gimana udah sarapan?' tanya balik.
'belum nih, ini aku mau berangkat ngantor dulu,' ucapnya di dalam telepon.
seketika waktu masuk kerja sudah tiba aku pun segera menutup teleponku dengan mas Yunus.
'mas, maaf ga bisa lama-lama, ini udah mulai masuk kerja aku matiin ya,' kataku dengan terburu-buru.
belum sempat mas Yunus bilang iya ke aku, aku pun segera mematikan ponselku.
aku segera berjalan masuk, lalu bekerja.
sedangkan wildan yang di luar sudah datang di jam 08.00
Wildan pin segera masuk ke ruangan kantor, untuk bertemu dengan atasan kami.
Wildan yang masih di luar segera mengetuk pintu kantor.
"Tookk"
"Took"
seseorang yang di dalam pun menjawabnya.
"Masuk!". suara bos kami memerintahkan Wildan masuk.
Wildan pun masuk ke ruangan, kemudian pak bos memerintahkan Wildan untuk duduk di sofa.
"ayo silakan duduk dulu!" perintah bos ke Wildan.
"oh jadi kamu ya, yang mau ngelamar kerja di sini,?" tanya pak bos dengan mengangkat satu alisnya.
"iya pak," jawab Wildan sembari menganggukkan kepalanya.
"bawa pak," ucap Wildan sembari menyodorkan berkasnya.
pak bos pun menerimanya dan mengecek berkasnya dengan teliti.
"sebelumnya kamu sudah pernah ngelamar kerja dimana saja?" tanya pak bos seraya mengangkat satu alisnya.
"saya pernah ngelamar kerja di perusahaan PT Sentosa Jaya sebagai karyawan kantor, ternyata tidak membuka lowongan," jelasnya Wildan ke oak bos.
pak bos pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda memahami omongan Wildan.
"sebentar!" pekik pak bos yang singkat.
Wildan menunggu di sofa yang sama tadi sembari pak bos balik dari meja kerjanya.
Wildan melihat pak bos yang sedang mengecek data-data yang ada di dalam komputernya.
setelah mengeceknya, pak bos kembali menghampiri Wildan deng berkata bahwa iya di terima kerja di PT perusahaan Abadi atau yang kita ketahui pabrik sepatu.
"selamatnya kamu di terima kerja di sini, mulai besok kamu bisa kerja disini dan bergabung dengan teman-teman lainnya," ucap pak bos dengan wajah tersenyum senang.
"Alhamdulillah, terimakasih banyak pak, bapak sudah mau menerima saya sebagai karyawan baru di pabrik ini," ucap Wildan yang penuh semangat dan syukur.
"baik pak kalau begitu saya permisi pulang dulu," ucap Wildan di barengi dengan berjabat tangan.
akhirnya yang di impikan Wildan pun tersampaikan, dengan di terimanya kerja di pabrik sepatu, Wildan segera keluar dari ruangan kantor pak bos.
__ADS_1
jam istirahat sudah tiba, aku segera membereskan peralatan kerjaku.
setelah selesai beberes aku keluar, setelah di depan gerbang aku menunggu Wina yang belum keluar juga.
sembari aku menunggu Wina datang, ponsel ku bergetar tanda ada pesan masuk, pas aku lihat ternyata pesan dari mas Yunus.
Wina pun sampai dengan mengagetkanku.
"duar ...," seraya barengan menepuk pundak ku.
"hayu .. dapat chat dari mas Yunus ya," tanya Wina dengan menggoda ku.
"iya nih, kamu itu tau aja, eh ya ada yang aku mau omongin sama kamu nih!" ucapku berjalan ke warteg Bu Dia.
"kamu mau ngomong apa?" tanya Wina dengan nada singkat.
"nanti aja setelah sampai di warteg Bu Dia, aku ceritain," ucap ku.
"Bu Dia ....!" panggilannya dengan suara lantang.
Bu Dia keluar dari dapur, dengan menghampiri kami berdua di meja makan.
"iya neng makan apa?" tanya Bu Dia dengan suara lembut.
"hehehe biasa 2 porsi ya," ucap ku dengan terkekeh.
"siap neng," pekiknya dengan menuju ke dapur.
"ehh .. Ria katanya kamu mau ceritain aku, ayo dong .. aku sudah penasaran banget," ungkapnya dengan wajah kepo.
di saat Ria ingin menceritakannya, keduluan Bu Dia datang membawa nampan berisi makanan yang tadi aku pesan.
"Nah!! sudah datang makanannya, Monggo gadis cantik," ucap Bu Dia dengan tersenyum.
"ayo makan dulu aja nanti setelah makan aku janji bakalan cerita sama kamu, oke!" ucapku merayunya.
selesai makan kami berdua bersantai sebentar di warteg Bu Dia, dan sambil bercerita.
"begini Win, Aku kemarin pas pulang kerja di jemput kan sama mas Yunus, terus aku diajak dinner di restoran langganan mas Yunus, setelah ak berdua ngobrol santai sembari menunggu makanannya datang, mas Yunus bilang ke aku, kalau mas Yunus itu .. itu .." jelas ku dengan terpotong.
"itu apa Ria, jangan bikin aku penasaran dong, terusin ceritanya," ucap Wina yang sangat penasaran.
"itu, dia bilang ke aku kalau mas Yunus suka sama aku," sambung dengan malu-malu mengatakannya.
"tu kan .. apa aku bilang, pasti dia tertarik sama kamu, teru kamu terima nggak cinta dia," tanya balik Wina.
"aku bilang ke dia, aku suruh temui ibu aku dulu baru aku terima, gitu!" ucapku dengan cemberut.
"lha .. kenapa, eits tapi ada benarnya juga si, kan kamu selama ini nggak pernah tu Deket sama cowok, apalagi pacaran," sambung Wina.
"lalu kapan kamu ajak dia bertemu dengan ibu kamu?" tanya Wina kepada ku.
"ya nunggu aku cuti dari kerja, baru aku bawa dia bertemu dengan ibuku, lagian aku udah janji sama ibuku, kalau aku pulang pasti aku akan membawa orang yang di inginkan ibuku," tukas ku.
"yaitu calon menantu, hhh," ucap Wina yang terkekeh.
"east apa si kamu jangan gitu atu," ucapku dengan Pipih merah merona.
"dah yok kita balik lagi cari cuan," ajak Wina ke pabrik.
__ADS_1
kami berdua pun beranjak menuju tempat kerja, tapi sebelum pergi kami berdua bayar dulu makanan di Bu Dia.
ketika kami sampai di pabrik, kami berdua pun amsuk untuk melanjutkan pekerjaan ku, hingga jam pulang tiba.