
Datanglah drama saat pulang kerja.
"Win ayo bareng aku aja, nanti aku anterin kamu sampe rumah," tawarku yang naik motor.
Wina pun menganggukkan kepalanya dan langsung nyamperin aku.
di saat posisi Wina mau nyamperin aku, tiba-tiba Wildan yang sudah mengambil dan menaiki motornya langsung cepat menghampiri Wina.
"ada apa ini, tumben Wina bareng sama kamu," tanya Wildan yang heran.
"oh ini Wina nggak bawa motor, motornya rusak pas dia mau berangkat kerja tadi" jelas ku ke Wildan
"oh kalau begitu bareng aku aja, Win kamu mau kan aku antar sampe rumah kamu?" tanyanya yang menawarkan ke Wina.
"nggak makasih, aku bareng sama Ria aja," tolaknya dengan pelan.
"gapapa kok lagian Ria cewek kalau nanti pulangnya kemalaman kan gak baik," sahutnya.
"iya win gapapa kok, terserah kamu aja mau sama aku atau sama Wildan," ujarku.
akhirnya Wina pun memutuskan untuk pulang bareng Wildan.
"iya udah deh aku bareng Wildan aja, aku nggak jadi bareng sama kamu, nggak papa kan aku bareng sama dia," ucapnya dengan wajah lemas.
"iya gapapa kok, iya udah aku pulang duluan ya, Wil jaga sahabat ku baik-baik ya, jangan sampe lecet," tukas dengan becanda.
"siap pasti aku jaga tanpa ada lecet sedikitpun," sahutnya dengan tertawa.
ketika aku sudah pulang duluan, dan Wina dan Wildan boncengan, tepat di posisi Wildan bonceng Wina.
tidak di sadari bahwa Nila yang suka sama Wildan mengetahui kalau Wildan pujaan hatinya membonceng Wina calon kekasihnya.
dengan raut muka jutek campur aduk yang melihat Wina di bonceng sama Wildan, kini dia langsung menyalipnya dengan muka marah.
"hiiii' sialan! kenapa juga, si centil yang di bonceng, seharusnya aku yang di bonceng bukan si Wina itu, ihh bikin sebel aja," gumamnya yang sedang menyetir motornya.
"awas aja besok aku balas perbuatannya," titahnya yang ingin membalas dendam kepada Wina.
begitu pula dengan Wina yang di bonceng dengan Wildan.
"Win kamu udah makan belum?" tanya Wildan.
"belum, kenapa?" sahutnya.
"gimana kalau kita cari nasi goreng di langganan aku," tawarnya yang sedang menyetir.
"nggak usah makasih, aku nggak mau ngerepotin kamu," tolaknya dengan pelan.
"nggak kok, lagian aku juga pengen ajak kamu makan kok," sambungnya.
"gimana mau nggak?" tawarnya sekali lagi.
Wina pun membalasnya dengan anggukan kepala, Wildan yang melihatnya dari kaca spion motor tersenyum balik ke Wina.
ketika mereka berdua menikmati perjalanannya, akhirnya sampai juga di tempat nasi goreng langganan Wildan.
Wina yang sudah turun dari motor, dia menunggu Wildan memarkirkan kendaraan di tukang parkir.
"ayo masuk Win," ajaknya Wildan.
__ADS_1
Wina pun mengikuti omongan Wildan dan segera mencari tempat duduk yang kosong.
sedangkan wildan, pergi ke Abang nasi goreng untuk memesan 2 porsi dan juga minumannya.
"oh Win kamu udah ngabarin orang tua kamu kalau malam ini pulangnya agak telat dikit?" tanya Wildan ke Wina.
"udah kok, tadi pas di jalan," sahutnya.
setelah mereka berdua asyik ngobrol, makanan yang tadi di pesan sudah datang.
"ayo di makan Win, nanti keburu dingin makanannya,"
Wina pun membalasnya dengan anggukan, dan memakan makanannya.
sembari makan Wildan pun ingin bertanya kepada Wina.
"Win kalau aku ajak kamu makan gini, emang nggak ada yang marah ya?" tanya Wildan dengan ragu-ragu.
"nggak kok, kenapa?" tanya baliknya.
"gapapa si, takutnya pacar kamu marah," tanya dengan wajah takut salah ngomong.
Wina pun tersedak ketika makan, mendengar ucapan Wildan.
uhukk ..
uhuk ..
"eh nih nih minum cepat, biar nggak batuk lagi." pekiknya dengan menyodorkan minuman.
Wina pun minum, pemberian dari Wildan, sedangkan Wildan pun merasa bersalah dengan ucapannya.
Wina pun menghela nafas panjang.
"nggak kok, nggak papa," ucap Wina.
"aku masih sendiri," ucapnya dengan diiringi minum.
Wildan melongo seakan-akan tidak yakin bahwa gadis cantik yang ingin dia miliki sungguh masih sendiri.
selesai kami berdua makan, langsung menuju pulang ke rumah ku.
pada akhirnya sudah ada sampai di depan gerbang rumah Wina.
"makasih ya untuk semuanya, maaf jadi ngerepotin kamu," ucapnya yang tertunduk.
"iya sama-sama, aku pulang dulu ya," ucapnya di iringi dengan wajah sumringah.
kini, Wildan bergegas pulang kerumahnya.
sedangkan di posisi Ria sekarang ada di rumah, yang sedang santai sembari ngemil dan menonton tv.
sangking ke enakan nyemil dan menonton film favoritnya, sampai tidak mendengar bahwa ponselnya berdering 2 kali.
Di saat film favoritnya itu sponsor, dia mengambil ponselnya seraya ingin mengecek apakah ada pesan dari teman-temannya.
ternyata ada 2 panggilan tak terjawab dari Wina sahabatnya.
aku pun menghubunginya kembali, sembari menunggu telponnya di jawab aku ke dapur sebentar untuk cuci tangan, karena bekas makan Chiki tadi.
__ADS_1
"Halo Ria, halo, halo, kemana orangnya kok nggak ada jawaban?' ucapnya di ujung ponsel dengan heran.
aku pun kembali dari dapur melihat ponsel sudah di jawab sama Wina.
'halo Wina, eh sorry, aku masih di dapur cuci tangan, jadi nggak tau kalau sudah kamu angkat,' ucap balikku.
'oh ya maaf tadi aku nggak tau kalau kamu telpon aku sampe 2 kali nggak aku angkat, maklum la lagi liat film favorit aku, hehehe', ucapku yang terkekeh.
'oh ya ada apa kamu telpon aku, sepertinya ada yang ingin kamu ceritakan', tebak ku dengan suara lantang.
'iya nih aku mau ngomong sama kamu,' tukasnya.
'iya silahkan ngomong aja, aku bakalan dengerin kok,' kataku.
'jadi gini, tadi pas aku pulang sama Wildan, aku di ajak makan sama dia, padahal aku udah coba cegah dia, tapi dianya maksa, ya udah aku turutin aja,' jelasnya kepada ku.
'cieee teman ku di ajak makan bareng sama karyawan baru, terus-terus dia ajak kamu kemana lagi?' tanyaku begitu kepo.
'isshh apaan si, dengerin dulu, kan aku belum selesai ceritanya,' ucapnya dengan nada kesal.
'iya deh iya, aku dengerin kok, sok di lanjut lagi ceritanya' kataku.
'aku di ajak makan nasi goreng di langganan Wildan, dan dia tanya ke aku, kalau dia tanya ,kamu aku ajak makan bareng gini emang nggak ada yang marah ya, gitu', jelas ku ke Ria.
' terus kamu bilang apa?' tanya ku semakin penasaran.
' aku ya bilang apa adanya, kalau aku masih sendiri, lagian aku masih trauma dengan kisahku yang 3tahun yang lalu,' ucapnya sedikit sedih.
'hmm kamu yang sabar aja, kalau dia ajak kamu lagi gimana?' tanyaku.
'gimana ya? entah lah aku nggak tau, ya semoga aja dia nggak ajak aku keluar lagi,' sambungnya.
'eh udah dulu ya aku di panggil mamaku suruh makan malam,' pekiknya dengan terburu-buru.
aku pun mematikan ponselku.
***
di situ sisi Wildan mengirim pesan kepada ku, dengan mengasih tau, bahwa Wildan suka sama Wina.
setelah dia kirim pesan gitu, aku pun mengasih tau kalau Nila temanku yang pernah ketemu di gerbang parkiran itu, dia suka sama kamu.
tak lama kemudian Wildan pun meneleponku.
'Halo Wil tumben telpon, ada apa?' tanya ku di ujung telepon.
'tadi kamu udah di kasih tau sama Wina?' ucapnya.
'udah kok, emang kenapa?' tanyaku Yang ke heranan
''jadi gini, pas tadi pulang kerja aku nganterin Wina pulang, di saat posisi ak memboncengnya tanpa aku sadari aku melihat ke belakang, ternyata di belakang ku pas ada Nila yang sedang melihatku membonceng Wina, aku takut kalau Wina besok bakalan di labrak sama dia ,' ucapnya dengan panjang lebar.
'kamu tenang aja,besok akan aku omongin dengan kepala dingin, oke!' tukas ku seraya menenangkan Wildan.
'ya sudah kalau begitu, kalau gini kan aku udah bilang sama kamu, jadi tenang gitu pun kan calon idaman ku dan sahabat kamu juga, hehe', sahutnya yang terkekeh.
'heem iya deh terserah kamu, ya udah aku mau sholat dulu aku tutup ya telponnya,' pekik ku dengan singkat dan sembari memutus telponnya.
selesai juga teleponku dengan Wina dan Wildan, segera aku membereskan makananku dan menyapu kamarku biar nggak ada semutnya.
__ADS_1
aku pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu sholat isya di rumah.