
Ketika aku ingin berangkat kerja, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berwarna hitam pekat berhenti di depan pintu gerbang ku.
aku yang tadinya ingin mengeluarkan motor ku untuk segera berangkat, langkah ku terhenti olehnya.
saat seseorang itu turun dari mobilnya dan menghampiri ku dengan penampilan yang sangat rapi dengan mengenakan jas hitam dan sepatu ala kantoran.
tatapanku yang hampir melongo itu seakan jantung ku berdetak kencang, setelah seseorang itu membuka kacamata dan maskernya, ternyata sosok laki-laki yang menghampiri ku itu adalah, Yunus.
"hush kirain siapa, aku pikir rentenir yang datang," gumam ku di dalam hati.
aku pun menghampiri balik.
"Ria kamu udah mau berangkat kerja ya?" tanya Yunus dengan senyumnya membuatku leleh.
"i-iya nih," ucapku yang terlihat gagap.
"ya udah bareng aku aja, lagian aku juga mau ke kantor kok," sambungnya.
"eh .. tidak usah lagian nanti aku merepotkan kamu lagi," ucapku yang tertunduk ke bawah.
"nggak kok, kamu jangan merasa di repot kan, lagian aku ke sini juga ingin menjenguk kamu," ucapnya di depanku.
"ya udah ayok nanti keburu telat,itu motor kamu di tinggal di rumah aja, mati pulangnya aku jemput kamu," rayunya yang membuatku tidak enak menolak ke dua kalinya.
"eh nggak usah nanti pulangnya biar aku cari angkot," ucapku ketika memasuki mobil Yunus.
Yunus pun melihatku dan tersenyum manis.
setelah kami berdua ada di dalam mobil dan menikmati perjalan, dengan polosnya aku, tidak tau harus ngobrol apa dengannya.
"oh ya aku boleh minta nomer WhatsApp kamu nggak biar nanti bisa hubungi kamu saat sudah pulang kerja," ungkapnya seraya menyetir mobil.
aku pun memberi nomer WhatsApp ku ke Yunus dengan tersenyum malu.
sesampainya di tempat kerja ku, semua temanku termasuk Wina pada ngeliatin aku yang turun dari mobil hitam pekat itu.
ketika aku sudah turun aku pun berpamitan dan berjabatan seraya mengucapkan terimakasih sudah mengantarku.
"a - aku berangkat kerja dulu ya, makasih sudah mau mengantar ku," ucapku di cela mobil yang di depan Yunus.
"iya sama-sama, jangan lupa nanti kalau sudah pulang chat aku saja ya, aku tunggu Lo," sambungnya.
"ya udah aku juga berangkat ngantor dulu ya," pekiknya yang ingin berangkat ke kator.
aku pun membalasnya dengan senyuman sembari menatap dua bola matanya.
berangkat sudah mas Yunus, kini pandanganku tertuju oleh temanku Wina yang melongo menatapku.
"Eh Ria itu tadi siapa yang bersamamu tadi?" tanya Wina dengan bingung.
"oh itu tadi mas Yunus, orang yang nolong aku pas kecelakaan kemarin," sambung ku dengan lirih rendah.
"lalu keadaan kamu serang gimana, terus motor kamu dimana, dan nanti siapa yang jemput kamu," pekik nya seraya kebingungan.
"oh Alhamdulillah keadaanku sama seperti yang kamu lihat sekarang, kotor aku di rumah kemarin motor aku rusak jadi di bawa ke bengkelnya mas Yunus terus pagi tadi diantar, dan soal yang jemput aku nanti siapa, iya yang barusan pergi itu nanti yang jemput aku," jelas ku seraya tersenyum.
"wa cowok baru kamu ni ya .. asik pajak jadian mengalir nih," tukasnya seraya terkekeh.
"eits kamu ni apa sih, bisa aja kamu, ya udah yok masuk," ucapku yang mengalihkan pembicaraan.
"eits tunggu dulu, nanti pas di warteg Bu Dia ceritanya sama aku, masak sama sahabat sendiri nggak mau cerita," ucapnya dengan langkah terhenti.
"iya tenang aja pasti aku ceritakan kok, ya sudah ayok masuk," tukasku.
jam istirahat sudah tiba, aku segera membereskan pekerjaanku dan segera menyusul Wina untuk makan di warteg langgananku.
"Ria ayo ke warteg Bu Dia biasa cari makan, oh ya katanya kamu tadi mau ceritain tentang mas mas yang tadi entah siapa itu," ucapnya menuju warteg Bu Dia.
"iya tenang aja bakalan aku ceritakan kok," sambung ku.
Wina pun terkekeh.
__ADS_1
"Bu Dia biasa nasi dua lauknya ayam goreng semua sama aku es teh ria es jeruk," jelas ku ke Bu Dia.
aku dan Wina segera memilih tempat duduk yang nyaman.
"ini neng cantik makanan sudah datang, Monggo di nikmati." ucap Bu Dia yang menyodorkan makanannya.
"makasih ya Bu," ucap penuh syukur.
"Ria jadi gimana kok kamu bisa ketemu sama mas mas yang tadi itu." tanya Wina yang sesekali makan.
"jadi gini, kemarin aku kena musibah kecelakaan di perempatan jalan, dan aku pingsan mas Yunus pun datang untuk menolong ku setelah itu aku di bawah ke rumah sakit, bahkan biaya rumah sakitnya pun dia yang bayarin dan mengantarku pulang juga ke rumah. terus motorku langsung di bawa ke bengkelnya, gitu." jelas ku ke Wina dengan panjang lebar seraya makan siang.
"lalu gimana lagi," tanya Wina lagi ke aku.
"gimana, apanya, ya setelah itu pagi tadi motor ku di kembalikan ke rumah, pas mau berangkat kerja, tiba-tiba aja dia datang menjemput ku, udah si gitu aja gak lebih." jelas ku lagi ke Wina si tukang kepo.
"ooh jadi begitu, tapi kamu suka kan sama yunus itu," ucapnya yang menggoda ku.
"apaan sih kamu," pekik ku membuat pipih ku merah merona.
Wina pun tertawa puas seusai menggoda ku dan hampir tersedak nya.
uhukk ... uhukk ...
"tu .. kan minum gih biar redah batuknya," ucapku seraya menyodorkan minum ke Wina.
Wina pun meminumnya segera.
"ya sudah ayo kita balik lagi," ucapku setelah makan siang.
kami berdua pergi dari warung Bu Dia setelah membayar makananku,untuk segera kembali bekerja.
di depan pintu gerbang pabrik, headphone ku bergetar, setelah aku buka ternya chat dari mas Yunus.
"Ria aku masuk dulu ya," pekik Wina yang segera masuk ke dalam.
lima menit kemudian aku juga masuk ke dalam,dan segera mematikan ponsel ku.
beberapa jam kemudian.
dengan begitu, keluar pabrik di jam 16.30 aku yang sendirian tidak membawa sepeda, dengan ragu nya aku menelepon mas Yunus.
tapi jika aku tidak meneleponnya, nanti dia pasti kecewa kepadaku, dan setelah beberapa menit kemudian, aku pun memberikan diri untuk menelepon mas Yunus.
telpon pun berdering.
tuuuttt ... tuuuttt ...
'Ha-halo mas Yunus ma-maaf mengganggu, mas lagi dimana sekarang.' ucapku dengan gugup di telpon.
'iya ada apa,?' seketika mas Yunus lupa dan mencoba untuk mengingatnya.
'oh ya ampun iya aku harus jemput kamu, maaf aku lupa oke sekarang ini aku otw ke sana ya, tunggu aku jangan pulang duluan,' ucap mas Yunus dengan suara terburu-buru.
'ba-baik mas, aku akan aku tunggu.' ucap Ria seraya barengan menutup telponnya.
beberapa menit kemudian, mas yunus pun sampai di depan gerbang pabrik, mas Yunus memberi pesan lewat WhatsApp kepadaku.
'aku sudah di depan gerbang pabrik kamu nih, kamu dimana?' tanya di pesan ku.
'iya nih aku otw ke depan,' balasku di WhatsApp.
aku pun berpamitan dengan teman ku Wina.
"Win maaf aku pulang duluan ya,aku udah di jemput di depan gerbang sana," ucap ku dengan wajah galau.
"cieeeeeeeeee ... Ria temanku udah di jemput sama ayang nya, iya gih gapapa kok kamu duluan aja," ucapnya seraya menggoda ku.
"eits apaan si kamu ini, maf ya teman cantik aku jadi ga bisa nemani kamu pulang," sambung dengan wajah cemberut.
"iya gapapa, udah sana di tunggu Lo," pekiknya suruh aku cepat-cepat.
__ADS_1
aku pun beranjak pergi menuju pintu gerbang, setelah sampai di pintu gerbang, aku segera masuk mobil.
"maaf ya kalau lama nungguin aku," ucapku yang tertunduk.
"iya gapapa kok, ya udah sekarang aku antar kamu pulang ya," ucapnya.
kami berdua pun pergi menunju rumah ku.
"oh ya kamu .. udah makan belum?" pekiknya yang menyetir mobil.
aku pun menggelengkan kepalaku, dengan tanda sebagai jawabku.
"gimana kalau kita cari makan sekarang," ungkap di barengi dengan tawaran.
"em nggak usah aku makan di rumah aja, aku nggak mau ngerepotin kamu lagi," sambung ku yang tertunduk ke bawah.
"eh nggak ngerepotin kok, aku juga ingin mengatakan sesuatu ke kamu, gimana kamu mau ya makan bareng dengan ku," tukas nya yang menawarkan ke dua kalinya.
aku pun membalasnya dengan anggukan kepala dan senyuman.
ketika kamu berada di perjalan, Yunus pun segera menuju tempat makan yang biasanya dia datangi, setelah beberapa menit akhirnya kami berdua pun sampai di lokasi.
aku segera turun dalam mobil, sedangkan mas Yunus sedang memarkirkan mobilnya.
"ayo kita masuk," ucapnya sembari menghampiri ku.
kami berdua pun masuk ke dalam restoran tersebut, aku di kaget kan nya tiba-tiba dengan telapak tangan yang putih dan halus menyentuh tanganku dan menggandengnya untuk mencari tempat duduk.
aku pun melihat ke arah tanganku yang di gandeng sama mas Yunus itu, ketika berjalan masuk.
kami pun akhirnya menemukan tempat duduknya, dan mas Yunus pun segera memanggil pelayan restoran tersebut.
pelayan itu pun menghampiri kita berdua dan menyodorkan daftar menu makanannya.
sedangkan mas Yunus pun segera memilih makanan yang ada di daftar menu tersebut.
"Ria .. kamu mau makan apa,? tanya mas Yunus.
"aku ikut saja apa yang mas pesan," ucapku.
"baik mbak ini sama minuman yang ini dua," ucap mas yunus ke pelayan tersebut.
sembari menunggu makanannya datang, mas Yunus memulai obrolannya dengan menanyakan kabarku.
"gimana kabar kamu sekarang, oh ya maaf kalau saya telah lancang mengajak kamu makan bareng dengan ku, apa nanti pacar kamu tidak marah sama aku?" tanya mas Yunus yang membuatku terdiam.
"Alhamdulillah baik kok mas, pacar mana, maaf aku belum punya pacar dan aku masih sendiri kok," ucapku yang tertunduk ke bawah.
"oh jadi selama ini kamu masih sendiri ya?" tanya mas Yunus.
aku pun menganggukkan kepalaku.
saat kemudian, pesanan kami pun tiba di atas meja kami.
"silahkan dinikmati pak, buk." ucap si pelayan restoran tersebut.
"ayo ria dimakan makannya," tawarnya kepadaku.
aku pun memakannya sembari melihat ke arah mas Yunus makan.
"dilihat sambil makan aja tetap ganteng apalagi kalau dari dekat," gumam ku di dalam hati.
"oh ya Ria kapan kamu ada weekend, kita jalan-jalan ke kota yuk," ajak mas Yunus seraya makan siang.
"aku belum tau kapan ada weekend, tapi nanti kalau aku cuti aku pasti kabarin mas kok," ucap ku dengan tersenyum..
selesai makan kami pun segera pulang ke rumah, sedangkan mas Yunus memanggil pelayan restoran untuk membayar semua tagihannya.
selesai membayar aku dan mas Yunus langsung bergegas menuju parkiran mobil, tapi aku hanya di suruh tunggu di depan pintu restoran tersebut.
mobil mas Yunus pun tiba dengan membunyikan klaksonnya.
__ADS_1
thin .. thin ..
aku pun segera masuk ke dalam mobil untuk menuju pulang.