
pulang kerja, segera bersih-bersih dan mandi, tidak lupa sholat ashar.
selepas sholat ashar, dengan beristirahat sejenak di atas kasur sembari memainkan headphone ku.
tiba-tiba saja ponselku bergetar.
"Dreetttt"
'halo assalamualaikum mas,' ucapku di ujung telepon seluler.
'waalaikumsalam Ria, ada yang lagi mama omongin nih, kamu kapan cuti kerja,' tukas mas Yunus dengan nada lantang.
'em emang mau ngomong apa mama, insyaallah dua hari lagi aku cuti, tapi cuman 2 hari,' jelasku dengan nada lesu.
'oh gitu, ya gapapa, kata mama ku, mama ingin segera bertemu dengan ibu kamu, dan secepatnya menikah,' sambungnya membuat aku tersedak ketika minum air.
'hah .. uhukk uhukk,'
'eh Ria kamu gapapa kan,' tanya mas Yunus dengan suara panik.
' gapapa kok!' singkat ku.
'ya udah, insyaallah saya usahakan cuti kerja secepatnya,' titahku dengan nada slow.
'ya sudah, makasih yah, aku tutup dulu teleponnya, mau ngerjain berkas dari kantor,' pekiknya dengan memutus telepon selulernya.
di tengah waktu, aku hanya terdiam dan masih teringat ucapan dari mas Yunus.
bahwa akan di percepat penentuan tanggal tunangan ku dengannya.
tak habis pikir aku dengan semua kejadian ini, yang akan berpamitan ke ibu untuk menikah.
dari kisahku, yang dulunya aku hanya anak desa, dan saat ini merantau di Jakarta.
selama 3 tahun, kini saatnya aku menjalani kehidupan yaitu ber rumah tangga.
"apa, aku telfon ibu yah," oce ku dengan menatap langit-langit kamar.
kini aku yang tengah berbaring di kasur, sembari mengasih tau Wina lewat chat wa.
"Dreetttt "
'Halo win, eh Wina kasih solusi dong, kan tadi udah aku kasih tau,' ucapku yang di telepon.
'kalau menurut aku ya Ri, lebih baik kamu bilang ke ibu kamu, biar gak ada kesalahan gitu!' jelasnya.
'oh gitu yah, ya udah deh, abis ini aku mau telfon ibu aku dulu,' tukasku.
'nah gitu dong, ya udah aku mau makan dulu yah, udah di tunggu ibu soalnya,' pekiknya.
__ADS_1
tiba waktu adzan Maghrib, sebelum aku menelfon ibu, kini aku sholat magrib dulu.
5 menit kemudian sholat magrib sudah selesai, saatnya menuju dapur.
untuk mengambil cemilan di kulkas dan tidak lupa minum susu, yah kebiasaan dari dulu.
siao sudah semua cemilan, kini saatnya aku menelfon ibu untuk mengabari tentang masalah tadi.
dua kali panggilan tidak di jawab sama ibuku, dan akan ku coba sekali lagi.
Yah, tepat di panggilan ke tiga, ibu mengangkatnya.
'halo, assalamualaikum Bu,' salam ku.
'waalaikumsalam ada apa nak,' tanya kabar ibu.
'jadi gini Bu, dau hari lagi aku cuti kerja, dan keluarga mas Yunus akan datang ke rumah ibu,' jelasku dengan ibu.
'secepat itu!' singkatnya.
'iya Bu, jadi gimana ibu sudah siap, nanti ibu minta bantuan sama BI Ina, dan nggak usah berlebihan untuk masak makanan, ibu nanti kecapean,' jelasku dengan penuh khawatir.
'iya nak, kamu tenang aja, di sini pasti ibu sudah siapin semua,' sahutnya dengan nada Lues.
'ya sudah, ibu di sana jaga diri yah, nggak usah terlalu di pikirkan, jangan lupa makan, Ria mau istirahat dulu,' titahku kepada ibu.
'iya nak, kamu juga baik-baik di sana, jika mau ke sini hubungi ibu dulu ya nak,' pekiknya.
hari sudah mulai larut malam saatnya aku tidur, karena besok masih aktif bekerja.
tak lupa mematikan dan mengunci area ruang tamu, setelah itu mengisi botol minum.
siap sudah, saatnya aku menuju kamar tidur dengan membawa botol minum yang sudah ku isi.
***
jam Beker telah berbunyi, menandakan hari sudah mulai pagi.
tepat di jam 4 subuh, aku bangun tak lupa membereskan kamar tidurku.
selesai beberes kamar, aku berjalan menuju ruang tamu untuk menyala lampu.
mengambil handuk untuk mandi kemudian sholat subuh di rumah.
5 menit kemudian, aku melanjutkan ke dapur memasak sarapan pagi ku dan untuk bekal kerja ku.
"entah mimpi apa hari ini aku ingin sekali bikin bekal dari rumah," racau ku di depan kompor.
tak terasa, saking lamanya di dapur, seketika sudah jam 05.30 segera aku menyapu dapur hingga ke halaman depan.
__ADS_1
jam 6 pagi, aku masuk ke dalam rumah, untuk ganti pakaian bersiap berangkat kerja.
ganti baju sudah selesai, saatnya aku memanasi motor ku yang sudah ku parkir di depan pintu rumah.
sembari memanasi motor, tidak lupa aku sambi dengan bersepatu.
jam di Tangan sudah menunjukkan pukul 06.45, segera aku mengecek kembali dapur dan menutup semua pintu.
_Perjalan menuju pabrik_
tiba di pabrik pukul 07.05 lebih lima menit, dan segera menuju tempat parkiran.
"Hay Win tunggu!" teriak ku di dalam gudang parkiran.
"tumben kamu telat hari ini!" ucapnya dengan Ter heran.
"iyah nih, jalanan macet," ucapku dengan nafas ngos-ngosan.
"eh gimana semalem, lancar?" tanya Wina dengan mengangkat satu alisku.
"Alhamdulillah, semua berkat saran dari kamu pastinya lancar!" tukasku dengan wajah sumringah.
ketika sedang berjalan masuk ke pabrik, datang Nila dengan mencari masalah.
"eh Win, dengerin yah, gara-gara lu, si Wildan cowok gue dia nggak bales chat gue!" ucapnya dengan nada tinggi.
"lah kok jadi salah gue sih, bagus dong kalau Cha ku nggak di bales sama dia, itu tandanya di nggak suka sama lu!" titah Wina dengan menunjuk ke Nila dan muka marah.
"ya .. kan semua itu gara-gara lu juga,. jadi tolong jangan pernah dekati Wildan, kalau saja kamu deketin dia, liat tanggal mainnya," ancaman dari Nila ke Wina.
Wina yang kini mendengar ucapan Nila hanya suntuk terdiam, dan Nila pun pergi meninggalkan kami berdua.
"sabar ya win, yuk masuk!" ajak ku dengan membuat hati Wina dingin.
tak banyak omong kini Wina menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke dalam pabrik.
"eh Ria, emang bener yah, kalau Wildan suka sama aku?" ucapnya di sela-sela berjalan masuk.
"kalau menurut aku yah, kayaknya dia serius sama kamu, tapi nggak tau juga sih," sambung ku yang di samping Wina.
"kalau menurut ku yah, lebih baik kamu chat dia tanyain lebih dalam tentang dia, yah pokoknya tanya tentang hubungan kamu sama dia gitu!" jelasku Kepadanya.
bel pabrik sudah berbunyi, itu menunjukkan jam kerja sudah di mulai.
semua karyawan telah masuk ke dalam untuk ukai bekerja hingga jam pulang tiba.
sedangkan Wina yang tengah bekerja dengan melamun, kini memikirkan omong Nila yang tadi.
"astaghfirullah, kenapa aku jadi melamun gini," ucap Wina yang masih bekerja.
__ADS_1
"nanti aja deh, kalau sudah di warung Bu Dia, dibahas lagi sama ria!" gumamnya di dalam hati.