Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 44 Rencana Bulan Madu kemana ..??


__ADS_3

keesokan paginya tepat di hari Sabtu malam Minggu, kami semua berkumpul di ruang keluarga.


untuk segera menentukan tanggal bulan madu, setelah menikah kemarin.


"Jadi, kapan kalian pergi bulan madu, dan mau rencana di mana bulan madunya?" ucap papa yang duduk di sebelah mama.


"Pah, Mah, insyaallah kami berdua akan bulan madu ke Bali, tapi masih nunggu tanggal cuti kantor," sambung mas yunus yang duduk di samping Ria.


"emangnya, nggak bisa apa cuti di percepat," sahut mama di sela-sela minum secangkir teh.


"belum tau mah, soalnya keadaan di kantor masih banyak pekerjaan dari klien dan juga meeting room," ujar mas Yunus yang bersandar di sofa empuk.


"ya sudah kalau begitu, mama sama papa ingin segera kalian pergi bulan madu dan pulang membawa kabar baik yah," pinta mama sembari tersenyum lebar dengan menatap kami berdua.


"insyaallah mah, pah, kami berdua akan mewujudkan cita-cita kalian," pekik mas yunus dengan senyum bahagia.


selesai ngobrol di ruang keluarga z kini saatnya mama dan papa istirahat di kamar.


sedangkan Ria yang tidak suka diem di rumah, kini juga membantu Bi Tutik masak di dapur.


tak lupa juga mencuci pakaian satu keluarga dan menjemur pakaian di atas.


tepat di jam 11 siang matahari sangatlah cerah sekali, jadi sangatlah cocok untuk menjemur pakaian.


"Bi', dimana Ria?" tanya mas Yunus kepada bi Tutik yang sedang ada di dapur.


"anu .. tuan, lagi jemur pakaian di atas, ta - tadi sudah saya larang namun enggan menurutinya, katanya biar saya aja Bi, gitu tuan!" jelas bi Tutik yang ketakutan.


mas yunus yang tengah mendengar ucapan Bi Tutik kini, hanya diam dan tersenyum.


tak abis pikir, menantu di keluarga sini, sangatlah pekerja keras, dan tidak mau diam bersantai.


kini mas yunus menyusul ku ke atas, dengan membawa segelas air dingin.


"sayang, sudah yuk istirahat dulu," ucap mas Yunus yang sampai di teras atas.


"Nih, minum dulu," pekiknya yang menyodorkan segelas air kepada Ria.


"tau aja kalau aku haus, makasih yah!" ucap penuh syukur.


"sayang, aku heran dengan kamu itu, selalu aja nggak bisa diem kalau di rumah," ucap mas yunus yang tengah duduk di kursi teras atas.


"ala mas, sekali aja, lepas itu, kalau aku udah punya anak, nanti aku nggak bisa aktivitas seperti ini lagi," sambung Ria sela-sela minum air.


"tapi .. kamu jangan terlalu capek, kalau butuh bantuan kan ada bi Tutik," sahut mas yunus dengan wajah cemas.


"ya sudah yuk turun!" ajak mas Yunus kepada untuk segera turun kebawah.


selesai menjemur pakaian, kini aku menuju kamar untuk beristirahat sejenak.


"Bi' saya masuk dulu yah," ucap ku yang menaruh keranjang laundry.


"baik Non, makasih sudah di bantu," ucap Bi Tutik yang takut di marahi mas Yunus.

__ADS_1


"iya sama-sama," singkat ku yang tersenyum tipis dengan bi Tutik.


hari sudah menjelang sore, aku yang kelelahan dan tertidur pulas di kamar.


sedangkan mas Yunus yang lagi sibuk memesankan tiket untuk kami berdua pergi ke Bali.


malam pun tiba, semua keluarga ku, telah berkumpul untuk makan malam bersama di rumah.


"sayang yuk makan, mama sama papa sudah nungguin di luar," ucap mas Yunus yang mengelus rambut ku.


"iya, nanti aku nyusul aku mau beresin kasir dulu, yah," shut Ria dengan senyuman manis di bibirnya.


"ya sudah kalau begitu aku tunggu di luar yah, muachh," pekik mas yunus yang mencium kening ku.


tanda rasa kasih dan sayang mas yunus benar-benar nyata dan tulus dari lubuk hatinya.


"mah, pah, nunggu lama yah, maaf ya tadi lagi beresin kasur, abis bangun tidur terus mandi," jelasku yang baru keluar dari kamar.


"iya Nak, gapapa kok," singkat mama Elis.


15 menit kemudian, akhirnya kami semua selesai melakukan makan malam bersama.


mama dan papa orang yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan mas Yunus yang sibuk dengan menentukan bulan madu.


seperti biasa, aku yang setelah makan, kini saatnya membantu Bi Tutik untuk membereskan piring kotornya.


selesai masalah perdapuran, aku menghampiri mas Yunus yang lagi di ruang keluarga.


aku menemaninya di samping sembari menonton televisi, sedangkan mas Yunus yang lagi sibuk dengan bermain laptopnya.


"Mas, jadi kapan kita berangkat ke Bali?" tanya ku yang menyandar di bahu.


"insyaallah hari Sabtu lusa sayang," sahut mas Yunus dengan suara penuh kasih sayang.


meski sudah 1 Minggu jadi menantu di keluarga konglomerat ini.


aku yang dulunya bekerja di sebuah pabrik sepatu, dan kini aku telah memutuskan berhenti bekerja.


yah, karena itu juga kemauan mas Yunus dan juga keluarganya.


memang sedih, jika berhenti bekerja, sudah tidak pernah bertemu dengan sahabat ku Wina dan juga Bu Dia warung langganan sejak aku bekerja di sana.


namun masih bisa kasih kabar meskipun lewat ponsel saja, itu pun Wina sekarang masih sibuk bekerja.


"Mas!!" panggilku dengan nada pelan.


"iya sayang," singkat mas Yunus lagi lagi mengelus pipiku.


"kalau misalnya aku mau reuni dengan rekan pabrik, boleh nggak?" ucap ku yang masih tetap bersandar.


"iya boleh dong, tapi .. harus di antar sama sopir, gimana?" titahnya yang menatap wajah Ria.


"ya mas, makasih yah," pekikku yang memeluk tubuh kekarnya mas Yunus.

__ADS_1


"uaahh mas, aku ngantuk nih, mau tidur aku ke kamar duluan yah," ujarku yang sesekali menguap panjang.


"iya sayang, nanti aku nyusul, setelah ini semua selesai," sahut mas Yunus yang tersenyum manis kepada ku.


aku yang berjalan ke arah kamar dengan basah yang sangat lemas dan ngantuk.


tidak lupa, rutinitas setiap malam, harus ganti baju tidur dan jangan lupa skincare malam.


sembari menunggu mas Yunus datang, kini aku betah betahin untuk tidak tidur dulu.


rebahan dan menyalakan AC kamar tidak lupa mematikan lampu kamar dengan di ganti lampu estetik.


tepat di jam 9 malam, mas Yunus belum datang juga, aku tunggu sembari menonton televisi di kamar.


"CEKLEEKK," suara pintu kamar di buka.


"loh, katanya ngantuk kok belum tidur," ucap mas Yunus yang masuk ke dalam kamar.


"iya nih, mas belum ada di samping jadi belum bisa tidur, hehe," tukasku yang terkekeh.


setelah selesai mas yunus ganti baju tidur saatnya kami berdua tidur dan menunggu pagi mendatang.


***


tepat pukul 4 subuh, aku bangun duluan, dan mas Yunus yang masih tidur, kini aku benerin selimutnya.


segera aku ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu kemudian sholat subuh.


setelah sholat subuh, barulah aku membangunkan mas Yunus, untuk melakukan sholat subuh dulu.


"mas, ayuk bangun sholat subuh dulu," ucapku yang menepuk pelan pundaknya.


"iya sayang, aku ke kamar mandi dulu yah," sahutnya yang masih ngantuk Sesekali menguap.


tepat di jam 5 pagi, sebelum keluar kamar, rutinitas untuk membereskan tempat tidur ku.


barulah aku keluar dari kamar, untuk segera menyiapkan bekal makanan untuk mas Yunus.


hari ini mas Yunus akan berangkat kerja dan sepertinya akan pulang dengan lumayan agak malam.


dikarenakan ada tugas dari luar kota, yang akan meeting dengan kliennya.


selesai menyiapkan bekal makanan, saatnya aku menyiapkan makanan di atas meja makan.


sebelum papa sama mama keluar kamar, makanan sudah harus siap di meja makan.


tepat di jam 6 pagi, mama dan papa sudah berpakaian rapi termasuk mas Yunus juga.


"Selamat pagi mah, pah," ucapku yang berdiri di depan meja makan.


"pagi sayang," sahut mama yang berjalan menuju meja makan.


setelah mereka sudah duduk di depan meja maka, kini saatnya aku memasukkan bekal makanan di tas untuk mas Yunus.

__ADS_1


"mas aku bawain bekal buat kamu, jangan lupa di makan yah," ujar ku yang di samping mas Yunus.


"siap sayang!!" pekik mas yunus di sela-sela sarapan pagi.


__ADS_2