Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 40 Hari tunanganku dengan Mas Yunus


__ADS_3

"Wah indah sekali mas, gedungnya, ini kamu yang ngatur?" tanya ku seraya melihat kanan kiri.


dengan bernuansa di daerah lapangan luas dan juga bunga yang bermekaran, serta hijaunya rumput.


menjadikan suasana gedung outbound untuk tunangan menjadi sangat meriah dan tak kan terlupakan.


"gimana kamu suka?" ucap mas Yunus yang berjalan mengelilingi lapangan hijau.


"suka banget mas, ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan, seumur hidupku," sambungku yang berlebihan.


"sengaja aku buat di luar, biar nanti tamu undangannya bisa leluasa untuk datang kemari," sahutnya.


"iya mas, makasih yah, oh ya ibu tadi di rumah mas, katanya sih kangen ngobrol," pinta ku dengan senyum tipis.


setelah aku mengecek area buat tunangan malam ini, aku segera pulang ke rumah mas Yunus.


sebelum pulang ke rumah, kini aku mampir ke salon perias pengantin untuk booking satu keluarga.


untuk langsung datang ke rumah yang sudah aku kasih kartu nama mas Yunus.


sampai di depan salon perias pengantin saatnya aku menemui yang punya salon tersebut.


"mbak jadi saya pilih yang ini saja, dengan warna make up yang natural dan tidak terlalu menor, buat nanti malam, oh ya ini kartu nama saya di situ sudah alamat rumah kami," jelasku kepada Mis Syifa.


Mis Syifa adalah pemilik toko salon perias pengantin yang terkenal di Jakarta.


"Baik kak, saya terima Yah," ucapnya sembari berjabat tangan.


"iyah, kalau begitu saya pamit dulu, saya tunggu nanti jam 3 an di rumah," pekikku seraya berjalan keluar.


selesai di toko salon Mis Syifa saatnya menuju ke toko emas untuk membeli cincin tunangannya.


15 menit kemudian, akhirnya selesai juga di toko emas, kini saatnya kembali pulang.


karena perlengkapan tunangannya sudah di siap sejak 2 hari lalu.


kini tinggal aku sedikit santai dan ngobrol dengan mama Elis dan juga ibu ku.


tak lama juga, akhirnya sampai di depan rumah, dan segera turun dari mobil.


untuk masuk kerumah, bertemu dengan mama Elis dan ibu yang ada di halaman belakang.


"CEKLEEKK"


"assalamu'alaikum," salamku dibarengi membuka pintu.

__ADS_1


"ayuk masuk!" sahut mas Yunus yang jalan duluan.


"eh Nak Ria sudah pulang!" sahut mama Elis yang berjalan menghampiri ku dengan ibu.


"iya mah, Bu," singkat sembari bersalaman sopan.


"loh, mana yunus?" tanya mama Elis yang berdiri di depan ku.


"oh, mas Yunus ada di kamarnya, katanya mau bersih-bersih dulu, sembari sholat Jumat gitu katanya," jelasku kepada mereka berdua.


"Bu, ibu sedang apa tadi?" tanyaku dengan senyum lebar.


"oh .. ibu lagi asyik ngobrol dengan mama Elis, di halaman belakang," sahut ibuku kepada ku.


"Nak .. kamu kalau capek istirahat saja di ruang depan tv itu, mama mau ke kamar sebentar, Bu Erna gapapa kan saya tinggal sebentar di kamar," tanya mama Elis dengan ibu.


"oh iyah, silakan mama, gapapa kok, lagian ada Ria yang nemenin saya!" singkat ibu.


kini mama Elis tengah berjalan menuju kamarnya, sedangkan aku dan ibu menuju sofa depan tv.


"hufh .. sini Bu duduk!" anakku dengan menepuk Sofanya.


"Nak, kamu capek yah, semangat, nanti malam kan acaranya," ujarnya yang duduk di sampingku.


"iya Bu, anak ibu pasti senang kok, oh yah tadi aku dan mas Yunus sudah ke toko salon perias pengantin, dan juga sudah ke toko emas bi cincin tunangannya," sambung yang bersandar di sofa empuk.


"hehe di sini itu sudah nggak jaman Bu, lagian mama Elis sudah pesankan catering makanan dari mulai nasi hingga cemilan, bahkan tadi aku dan mas Yunus melihat lokasi untuk acaraku nanti malam," jelas ku dengan menghadap ke ibu.


"oh .. pantesan yah nak, di sini nggak ada, ibu pikir nanti kalau ibu ke rumah mama Elis bisa bantu mask untuk hajatannya, eh ternyata sudah di pesankan," pekiknya dengan terkekeh.


kini mas Yunus yah tengah keluar dari kamarnya yaitu di lantai dua dengan berjalan menuruni tangga.


"Bu, Ria saya berangkat sholat Jumat dulu yah," ucap mas Yunus dengan berpakaian rapi dan bau wangi.


membuat mataku tak henti memandang ketampanannya, seakan-akan ada pangeran dari surga.


"I - iya mas, ati-ati di jalan yah, mas jangan lupa doa buat acara nanti malam," tukasku dengan tersenyum manis kepadanya.


mas Yunus pun tersenyum lebar dan segera berangkat ke masjid untuk shalat Jumat.


sedangkan kaum wanita yang ada di rumah kini sedang bersantai sembari menunggu turunnya sholat Jumat.


kini mas mas Yunus tengah sholat Jumat dengan papanya, dan papa langsung menuju masjid.


papa yang masih sibuk ngantor dan akan pulang habis sholat Jumat.

__ADS_1


sedangkan ibu ku yang sedang menonton tv di ruang keluarga sembari ku temani.


mama Elis yang masih di kamar, mungkin beristirahat sembari menunggu sholat Jumat turun.


setelah 15 menit, akhirnya waktu sholat Jum'at sudah selesai, dan mas Yunus pun sudah pulang.


dengan di susul nya papa yang tengah pulang kerja membuka pintu masuk ke dalam.


"assalamu'alaikum, loh anak Nak Ria, mama kemana?" tanyanya sembari aku bersalaman.


"waalaikumsalam Pah, mama lagi di kamar," sahutku dengan senyuman.


"ya udah saya masuk dulu yah, oh ya Nak, nanti malam gimana apa sudah siap semua?" tanya papa yang membawa tas kantor.


seraya berjalan menghampiri mama Elis yang ada di dalam kini melihat ibuku di ruang keluarga.


"eh ada calon besan kesini to, Bu Erna mari, saya mau istirahat sebentar," ucap papa yang di awang-awang pintu kamar.


"oh ya Pak, silakan!" sahut ibu ku dengan senyum lebar.


"Nak ibu mau sholat dhuhur dulu, mau barengan sama ibu nggak, atau sendiri-sendiri," ajak ibu yang berdiri di depan ku.


"sekalian aja,"


"ya sudah ayuk, kamu duluan gih ke kamar mandi lepas itu ibu nyusul, ibu mau ambil mukenah dulu di kamar tamu," sambung ibuku dengan berjalan menuju kamar tamu.


sedangkan aku yang menuju ruang belakang dengan dekat mushola keluarga.


selesai memakai mukena saatnya menunggu ibu yang masih di dalam kamar mandi.


sedangkan mas Yunus yang tengah keluar dari kamarnya, mencari ku kini bertanya ke Bi Tutik.


"Bi' Ria dan juga Bu Erna kemana ya?" tanya mas Yunus sembari meneguk segelas air dingin.


"Non Ria dan Bu Erna sedang sholat tuan," sahut bi Tutik Kepada ku.


tak terasa hari sudah mulai agak sorean, kini aku segera mandi dan bersih-bersih.


5 menit akan datang Mis Syifa untuk merias ku dan juga keluarga mas Yunus.


selang beberapa menit akhirnya Mis Syifa datang di depan gerbang rumah mas Yunus.


Pak Eko adalah penjaga pintu gerbang rumah termasuk security rumah.


sedangkan di posisi mas Yunus yang sedang menghubungi rekan dekor dan juga catering untuk segera dipersiapkan lebih cepat.

__ADS_1


"oh yah, di mana saya bisa memulai meriasnya?" tanya Mis Syifa dengan membawa koper rias.


__ADS_2