Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 37 ungkapan Hatinya


__ADS_3

"Bu Erna saya pamit pulang dulu yah," ucap mama Elis.


"iyah Bu, makasih sudah menyempatkan waktu untuk sowan di rumah kami, insyaallah saya akan datang ke rumah Bapak dan Ibu," sambungku dengan memegangi tangan mama Elis.


"ooh silahkan dengan senang hati kami melayani ibu," sahutnya dengan senyum lebar.


kini aku dan ibu mengantarkan keluarga mas Yunus ke luar di depan mobil.


sedangkan aku yang masih ingin menginap semalam dengan ibuku di sini.


"Nak mama sama pap pamit pulang dulu yah," ucap mama Elis yang membelai rambut ku.


"aku pulang dulu yah, besok kalau mau pulang kabarin aku, biar nanti aku pesankan tiket keretanya," sahut mas Yunus dengan suara lembut.


"iyah mah, pah, mas," singkat ku seraya anggukan kepala.


"Mas! Jaga mama sama papa yah, hati-hati di jalan," pinta ku di hadapannya.


"Nak, jaga ibu kamu baik-baik yah," sahut papa.


anggukan kepala dengan senyum lebar sembari bersalaman dan berpelukan.


saatnya keluarga mas Yunus meninggalkan kami berdua, semoga sampai di rumah dengan selamat.


"ayo Bu, kita masuk!" sahutku yang menuntun ke dalam.


"Nak, ibu nggak nyangka, kamu bisa memiliki laki-laki yang Sholeh dan bertanggung jawab," titahnya yang duduk di ruang tamu.


"aku juga begitu Bu, ini semua berkat doa ibu dan restu ibu juga ria bisa sampai sekarang ini," sambungku dengan memegangi tangannya.


"oh yah ibu, aku pengen bongkar barang belanjaan ku tadi," sahutku dengan wajah sumringah.


"iyah ibu juga, ya sudah yuk kita ke kamar kamu aja," pekiknya dengan berjalan ke kamar ku.


"Masya Allah, mama Elis beserta keluarganya, baik ... banget sama kita," puji ibu ku yang duduk di kasur.


"Alhamdulillah Bu, aku bersyukur banget hari ini," sahutku.


"ya sudah yuk Bu kita buka," pekikku.


seraya membuka barang belanjaan ku tadi, kini aku mengambil barang yang masih sisa di ruang tamu.


untuk ku bawah semua ke kamarku, tidak lupa juga menutup pintu ruang tamu.


"Masya Allah ini kan branded semua," ucapku yang menjabarkan baju di hadapanku.


sangking banyaknya kita belanja kini kotak terakhir ku yang akan ku buka.


yaitu pemberian dari mas Yunus yang tak tau kapan dia membelinya.


setelah aku buka, meski kotaknya kecil tapi isi kotaknya membuatku takjub.


"Masya Allah Bu lihat nih, kotak yang dibelikan mas Yunus, sebuah kalung emang dengan berat 5gram Bu," jelasku yang menggantungkan kalung di tanganku.


"beruntung sekali kamu nak, ibu ikut senang mendengarnya," sahut ibu yang tengah membereskan kotak kardusnya.


"WAH .. bagus banget," ucapku sembari melihat di depan cermin.

__ADS_1


"Bu bagus nggak," tanyaku dengan hati yang penuh gembira.


"bagus banget nak, oh ya ibu mau sholat isya dulu yah," pekiknya yang keluar dari kamar ku.


aku pun menganggukkan kepalaku yang sedang bercermin.


tak lupa aku membereskan baju, sepatu, tas dan kardus bekas yang sudah ku buka.


selesai membereskan kardus bekas dan pakaian, kini keluar menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


10 menit kemudian, sudah selesai sholat saatnya aku packing baju buat besok kembali ke Jakarta.


5 menit sudah selesai packing, kini menyisihkan koperku di ujung lemari.


tak lupa juga membersihkan kasur ku dengan penebah sapu lidi, setelah itu, di sapu sampai bersih.


lelah sudah keseharian ku saatnya aku merebahkan tubuhku di atas kasur.


"astaghfirullah hallazim, hampir lupa, matiin lampu ruang tamu dan menutup gorden jendela," oce ku dengan menepuk pelan jidatku.


finishing, kini aku benar-benar sudah selesai dan saatnya rebahan di kamar.


****


Keesokan paginya.


ponselku yang tengah ku chas di kamar telah berbunyi ketika aku bangun tidur.


setelah ku lihat, ternyata pesan dari mas Yunus yang telah memesan tiket untuk ku.


dengan keberangkatan di jam 11 siang, kini aku masih punya waktu untuk menemani ibu di rumah, meski itu hanya sebentar.


"Oh yah, Bu nanti aku berangkat ke stasiun jam setengah sepuluh an soalnya tiket yang sudah di pesankan mas Yunus berangkatnya jam 11 siang," jelasku kepada ibu yang tengah di dapur.


"cepat banget kamu udah mau balik lagi ke Jakarta," sambungnya dengan wajah sedih.


"Bu, jangan sedih gitu, Yah," titahku dengan mengelus pundaknya.


kini aku langsung beranjak menuju ke kamar mandi, 5 menit kemudian, selesai mandi dan segera masuk ke kamar untuk sholat subuh.


Alhamdulillah sholat sudah selesai, lanjut ke ruang tamu menyalakan lampu dan membuka jendela beserta gordennya.


jam 5 pagi, aku menyapu dapur hingga menuju ke halaman depan.


kemudian menjemur pakaian yang sudah aku cuci selepas subuh tadi.


menjemur pakaian sudah selesai, saatnya belanja sayuran di warung kampung sebelah dengan ibuku.


"Bu ayuk, nanti keburu abis sayuran segarnya," ucapku di halaman depan.


"iya nak, tunggu sebentar!" ucap ibu yang di ruang tamu.


"Dah yuk!"


kami berjalan kaki menuju kampung sebelah yaitu di warung Bu Lis penjual sayuran.


sampai di depan warung, dengan di penuhi banyak orang yang ingin berbelanja.

__ADS_1


"eh ada ria, kapan pulang!" ucap Bu Ida tetangga belakang rumah.


"udah 3 hari Bu,"


"Wah .. pasti duitnya banyak nih, borong sayur yah!" ucapnya dengan raut menyebalkan.


"eh nggak kok Bu," singkat ku.


kini aku tidak memperdulikan omongan Bu Ida yang membuat hati tidak nyaman.


selesai memilih sayuran dan lauk, kini segera ku bayar lalu cepat pergi dari tempat itu.


"Bu Lis ini yah uangnya, saya permisi dulu!" singkat ku dengan menggandeng tangan ibuku.


"eh kembaliannya!!" teriak Bu Lis di dalam warung.


"ibu ambil saja, ibu-ibu saya permisi dulu yah, Mari!!" pekikku.


di satu sisi Bu Ida yang telah menghibah aku dan ibu di belakang dengan suara lantang.


"iiih ... sombong amat si, si ria itu, baru aja kerja udah sombong gitu," ucap Bu Ida dengan judesnya.


kini ibu-ibu yang lain hanya mendengar ucapannya dan tidak memperdulikannya.


"emang yah, dari dulu Bu Ida nggak pernah berubah, slalu ... aja bikin gosip gak jelas," oce ku dengan emosi.


"sudah biarin aja, emang begitu Bu Ida dari dulu," tukas ibu yang menenangkan diri ku.


sesampainya di rumah, langsung menuju dapur dan memasak untuk sarapan pagi.


10 menit akhirnya makanan sudah matang dan sudah ku tata rapi di meja.


"Bu yuk makan!" anakku yang tengah duduk di depan meja makan.


kini ibu menghampiri ku dan segera duduk di depan ku dengan sekat meja makan.


5 menit kemudian, selesai sarapan pag, saatnya aku membereskan piring kotor ku.


setelah mencuci piring di dapur saatnya aku berantai menemani ibu ku di teras depan.


sembari mengobrol kecil, dan menikmati udara di pagi hari.


tak terasa sudah, jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, kini saatnya aku siap-siap untuk ke stasiun.


sembari berkemas kini aku juga memesan Go Car atau taksi online.


selesai ganti pakaian, kini aku membereskan kamarku sebelum aku meningkatkannya.


keluar kamar dengan membawa koper besar, sembari menunggu taksi ku datang.


tak lama kemudian, akhirnya taksi online ku sudah tiba di depan rumah, kini aku berpamitan dengan ibuku.


"Bu, ria balik ke Jakarta dulu yah," ucapku yang menatap wajahnya.


"iyah nak, kamu hati-hati di jalan ya, kabari ibu kalau sudah sampai di rumah," sambung ibu ku dengan memelukku.


"assalamu'alaikum," salam ku seraya bersalaman.

__ADS_1


"waalaikumsalam," sahutnya dengan melambaikan tangan kepada ku.


kini aku sudah berada di dalam mobil, dan segera berangkat menuju stasiun kereta api.


__ADS_2