Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 39 Apa Mas sewa gedung ..!!!


__ADS_3

akhirnya waktu yang di tunggu pun tiba, Iya. waktu pulang kerja, saatnya semua karyawan pulang ke rumah masing-masing.


"Ria aku balik dulu ya," ucap Wina yang menaiki motornya.


"oh iya, hati-hati di jalan yah," sahutku dengan tersenyum lebar.


di tengah perjalanan kami sedang mampir di sebuah toko makanan.


berhubung aku pengen sekali makan di luar, jadi aku mampir bentar untuk membeli makanan dari luar.


sampai di toko makanan, saatnya untuk mengantri di kasir dan menunggu giliran.


10 menit akhirnya sudah dapat sepaket nasi dan lauk, kini langsung kembali pulang.


akhirnya sampai juga di depan rumah, saatnya memasukan motorku ke dalam ruang tamu, dan mengunci pintu gerbang dan pintu ruang tamu.


"Alhamdulillah hari ini capek banget aku," oce ku yang tengah menaruh bungkusan di meja.


segera aku pergi mandi dan bersih-bersih rumah tidak lupa sholat ashar.


selesai sholat, kini aku langsung membuka bungkusan ku dan segera makan malam.


di sela-sela makan malam, tiba-tiba telfon ku berbunyi dan setelah aku lihat panggilan dari mas Yunus.


'Halo mas assalamu'alaikum,' ucapku di ujung telepon seluler sembari makan.


'waalaikumsalam, eh kok kayak beda dengan suara kamu!!' sahutnya dengan terheran.


'e - iya nih, maaf aku lagi makan, mas telpon ada apa yah?' tanya ku yang di selingi minum.


'oh lagi makan, ya udah lanjutin dulu aja, nanti mas telpon lagi,' sambungnya yang ingin memutus telepon selulernya.


'hem ... kok gitu, ya udah aku berhenti makan deh!' tukas ku dengan suara lesu.


'loh gapapa, kamu makan dulu, kalau sudah selesai makan baru telepon balik gitu, manis ..!!' godanya kepada ku.


'iya deh, aku matiin telponnya, aku makan dulu, by assalamu'alaikum,' pekikku yang segera mematikan ponselku.


kini aku melanjutkan makan ku dengan muka sedikit sebel.


"em .. emang ada apa sih, mas Yunus bikin penasaran aku aja deh," oce ku seraya makanan udah abis.


selesai makan saatnya pergi ke dapur cuci tangan dan mengambil minuman dingin.


kembali ke kamar untuk menelepon balik mas Yunus, sembari rebahan di kamar.


sebelum aku menelepon balik, aku menyalakan lampu estetik ku di kamar.


"Tuuuttt"


"tuuuttt"


suara dering ponselku yang menuju ke mas Yunus.

__ADS_1


'Halo, mas kok lama angkatnya,' sahutku dengan nada tinggi.


' iya maaf, mas abis ke kamar mandi tadi, jangan ngambek dong manis ku,' godanya dengan suara lebay.


'hehe iya iya, nah sekarang mas mau bilang ke ria apa?' tanyaku kepada mas Yunus.


'jadi gini, kata mama dan papa ku, acara tunangannya di sebuah gedung outbound, dan kamu sama ibu kamu suruh datang ke rumah ku, gimana?' jelasnya dengan suara lantang.


'a - apa mas, di gedung ..!! aduh terlalu berlebihan mas, aku nggak mau nyusahin keluarga mas, atau gini nanti uang sewa gedungnya bagi dua dengan ku, gimana?' sambungku dengan nada terputus karena mendengar ucapan mas Yunus tadi.


'hahaha nggak usa, kamu itu yah, lucu deh masak iya aku nyusahin kamu, malahan yang buat acara kek gitu itu mama dan papa aku, jadi simpan saja uangnya, siapa tau kedepannya bisa untuk nyekolahin anak kita,' jelasnya yang membuat hatiku tersentuh.


'Mas, bagi ku itu terlalu mewah, dan aku—,' ucapku yang terpotong.


'sudah kamu nggak usah mikirin yang nggak-nggak, cukup fokus dengan kesehatan kamu dan ibu kamu saja, Yah." pintanya kepada ku.


'makasih ya mas, mau udah baik banget .. sama keluarga aku,' pekikku yang terharu.


sekitar 15 menit kemudian, akhirnya aku menutup telponnya dan segera istirahat.


***


keesokan harinya___


dimana pagi hari dengan bercuti bekerja karena H-1 menuju ke tunangan ku.


tepat di rumah keluarga mas Yunus kini mengadakan pengajian untuk acara lamaran kami.


sedangkan aku tengah menjemput ibu yang sudah ada di stasiun Jakarta.


sekitar 15 menit, akhirnya sampai juga di stasiun, dan menunggu ibu keluar dari stasiun.


"Nah, tu ibu, IBU ..!!" ucapku di tengah ramainya penumpang.


ibu pun melambaikan tangan dan tersenyum kepada ku yang berjalan menghampiri ku.


"Bu, sini aku bantu bawain," sahutku dengan membawakan barang bawaan ibu.


"Nak, kamu kesini sama siapa?" tanya ibu dengan berjalan keluar.


"sendiri Bu, mas Yunus sedang ada di kantor, dan di rumah mas Yunus sedang ada pengajian tasyakuran lamaran ku.


selepas sampai di depan mobil yang tadi ku naiki, sekarang kembali pulang ke rumah kost ku dengan ibuku.


"Ayo pak jalan, ke rumah tadi yah,"pinta ku dengan pak supir taksi.


"Baik Non," sahutnya.


kini aku dan ibu sudah dalam perjalanan menuju rumah kost ku, yang lumayan agak jauh.


"Nak kamu disini udah lama, Brati hafal semua daerah!" sahut ibuku yang tengah melihat pemandangan dari dalam kaca mobil.


"iya lumayan sih .. Bu, lagian meski aku sudah lama di sini, tapi aku nggak pernah main keluar, pulang kerja langsung di rumah nggak keman mana," sambungku yang duduk di samping ibu.

__ADS_1


akhirnya sampai di depan rumah kost ku, pertama kali ibu datang ke Jakarta dan ke rumah kost ku.


"Makasih ya pak," ucapku yang menyodorkan uang ke pak sopir.


"ayo Bu masuk!" ajak ku yang telah membawa barang bawaan ibu.


"ini kost kamu nak!" pekiknya dengan berjalan masuk.


"iya Bu, Ya begini keadaan kos aku," singkat ku yang berjalan menutup gerbang.


"CEKLEEKK,"


"assalamu'alaikum, Nah Yuk masuk!" ajak ku seraya menggandeng tangan ibu.


"ibu istirahat dulu, biar barang ibu aku taruh di kamar ku yah, bentar aku bikinkan minum," titahku yang masuk ke kamar.


sedangkan ibu yang masih melihati kanan kiri luar dalam rumah kost ku.


seakan-akan nggak berhenti berjalan, dan tidak mau di ajak duduk.


"Nak, lumayan besar kost kamu, ini tempat tidur kamu, lalu ini dapur kamu, dimana kamar mandi kamu?" tanya ibu yang bingung.


"Hehe di sini ibu!" tukasku yang terkekeh.


"oh yah, kalau ibu mau istirahat atau rebahan di kamar ku aja Yah, Ria mau ke kamar mandi dulu," sahutku yang berjalan ke kamar mandi.


ibu pun menganggukkan kepalanya dan menuju kamar ku untuk ganti pakaian.


selesai ganti pakaian, ibu merebahkan tubuhnya di atas kasur, sembari menyalakan kipas angin.


kini aku keluar kamar mandi dan segera menghampiri ibu yang ada di kamar.


"Bu, ibu sudah makan?" tanya ku sembari mengeringkan rambut.


"Sudah tadi, di dalam kereta!" sahut ibu ku yang rebahan.


"ooh ya sudah kalau begitu," singkatku.


kini aku sedang duduk di sebelah ibu dengan memainkan ponselku.


seketika juga mengabari Wina dan mas Yunus, kalau besok adalah acara tunangan ku di gedung.


'Halo win, maaf aku ambil cuti kerja 3 hari karena besok acara lamaran ku,'. ucapku yang di ujung telepon seluler.


'hem .. pantesan , ya sudah aku doa kan semoga lancar sampai Hari pernikahan nanti,'. sambung Wina di tempat pabrik.


'Amiin makasih yah,'


'eh Ria, undangan kamu mana buat rekan pabrik dan juga aku,' titah Wina kepada ku.


'oh ya, sebagian udah aku sembari ini ada di rumah, nanti pulang kerja kamu mampir ke rumah ku bisa, soalnya acaranya malam hari," jelasku kepada Wina Yangs i telepon seluler.


'oke fine, nanti aku ke sana,'

__ADS_1


'makasih yah', ucapku penuh kebahagiaan.


kini aku menunggu Wina di pulang kerja nanti, saatnya aku istirahat sejenak di samping ibuku.


__ADS_2