Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 26 Ria Duduk sama aku Yuk!


__ADS_3

"KRIIINGGG ....."


"KRIIINGG ...."


alarm ponselku berbunyi tepat di jam 04.00 subuh.


segera aku bangun dan bergegas mandi tidak lupa sholat subuh.


sholat subuh sudah selesai, saatnya aku ganti baju, dan membereskan koper kecil ku untuk segera ku bawa berlibur.


tas terasa jam sudah pukul 5 pagi, kini aku yang sudah selesai packing, saatnya sarapan pagi.


sembari sarapan sembari aku mengabari mas Yunus, ibu dan Wina.


selesai makan saat aku cek dapur dan ruang kamar ku, dan segera aku keluar rumah.


tidak lupa mengunci semua rumah ku dan gerbang pintu.


dengan menunggu Wina yang sudah otw menuju rumah ku kini aku sudah ada di depan gerbang pintuku.


tak lama kemudian, Wina akhirnya sampai, dengan cepatnya aku berangkat langsung menuju ke lokasi yaitu pabrik.


sesampainya di pabrik, Wina sedang memasukan motornya ke dalam gudang parkiran.


"Eh Ria gimana kabar kamu?" tanya Wildan kepada ku.


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana wil," tanya balikku.


"sehat dong, tumben cantik banget kamu hari ini," godanya kepada ku.


"ah .. kamu bisa aja!" gurauku.


"Ria, eh tumben kamu makin cantik aja," sahut Wina saat menghampiri ku.


"apa sih sobatku juga cantik kok!" goda balikku.


Wina yang tersipu malu, mendengar ucapan ku.


Selang beberapa menit kemudian.


Dua Bus besar pariwisata telah datang di depan pabrik kita.


di susuknya dengan ketua direktur perusahaan pabrik sepatu dan juga tangan kanannya pak direktur.


"ayo semuanya langsung masuk saja ke dalam Bus secara bergantian tidak boleh dorong-dorongan" ucap sekertaris pak bos.


kini aku dan Wina sudah ada di dalam bus yang duduk berdua, aku yang dekat jendela sedangkan Ria di sampingku.


ketika semua karyawan sudah masuk ke bus 1 dan 2, sedangkan pak bos duduk di bus 1 dan sekretarisnya duduk di bus 2.


"udah siap semuanya, mari kita berangkat dengan bacaan basmalah, semoga kita semua di berikan keselamatan di tempat tujuan dan pulang ke rumah masing-masing," jelasnya pak sekertaris.


kebetulan aku duduk di kursi bus 2, jadi lebih nyantai, akhirnya kami semua berangkat menuju ke Bali.


1 Hari di perjalanan ke pulau Dewata


"Alhamdulillah akhirnya kita sampai win," ucapku yang bangun tidur.


"Win, win, oii bangun udh sampai", ucapku yang menepuk-nepuk pundaknya.


"serius kita udah sampai, uwwhaah enak banget tadi aku tidur," titahnya sembari menguap.


"ayok ambil tas kamu, dan segera turun,"


"iya tunggu aku mau ambil tasnya," sahutnya.


Di Luar Bus, dengan pemandangan pulau Dewata Bali yang indah sekali.


"Waa!! seumur hidup gue baru menginjak di Bali, ternyata pemandangannya bagusss bangett," oce nya yang berlebihan

__ADS_1


"eehh ayuk win, kita jalan ke pantainya, nanti foto yuk sama turis mancanegara yang ada di sini," sambung ku yang berjalan menuju pantai.


"boleh juga tuh, emang kamu bisa bahasa Inggris," tukasnya yang meledekku.


"emm bisa si sedikit, kalau gak bisa yang pakai isyarat lah!, wkwk," titahku dengan tertawa kecil.


1 jam kita sudah bermain-main di pantai, kini saat kami berdua mencari warung yang ada di dekat pantai.


di saat kamu berdua berjalan menuju warung, kini Wildan yang menghampiri ku dengan Deni.


"Hay!!" sapaan yang singkat.


"mau kemana kamu berdua," tanya Deni.


"yah, mau ke warung Bu dia lah!" ucapku yang keliru.


"eh emang ini di pabrik, cari warung Bu Dia," sahutnya yang syok.


"oh maksudnya cari warung di area pantai, jadi ke inget Bu dia," sahutku yang terkekeh.


"kalian mau kemana?" tanya Wina ke Wildan.


"kita juga mau cari warung si, aku gabung boleh?" ujar Wildan.


"eh boleh banget ayo, kita ke sana," pekiku yang menunjuk ke arah warungnya.


kami berempat berjalan menuju warung lesehan di dekat area pantai.


sesampainya di sana, dan memilih duduk di sebelah pagar bambu pinggir pasir putih.


aku segera ke kasir untuk memesan sebuah es kelapa muda 4 dan juga makanan.


selesai ke kasir aku kembali menghampiri mereka bertiga yang duduk di ujung sana.


sembari menunggu pesananku datang, aku dan Wina sibuk foto-foto sendiri.


sedangkan si para cowok sibuk dengan handphonenya masing-masing.


"Mantap!!! ayo kita makan!"


"eeh ..... tunggu!!!!" sahutku yang menghadang mereka berdua.


"lah kenapa ?" tanya Deni yang heran.


"tunggu dulu dong, kita foto dulu biar ada kenangannya," ucap si Ria.


"yeeh! kirain ada apa" singkat si Wildan.


persiapan saat kita foto, dengan posisi masing-masing.


"Ria gimana fotonya bagus nggak" tanya Wina.


"nih!, bagus kan!"


"iya bagus, kirim ke wa yah," jelasnya.


"ini sudah boleh di makan belum," sahut si Deni.


ria pun menganggukkan pelan.


15 menit kami makan dan minum santai,saat kamu pergi berjalan di area pasar baju.


"eh Wil den kamu ikut nggak, kami mau ke tempat oleh-oleh khas Bali," ajak ku ke mereka berdua.


"nggak ah, kamu aja duluan aku masih ingin di sini," ucap si Deni.


"ya udah aku duluan ya, Wil den" tukasku.


kami berdua langsung menuju ke tempat oleh-oleh khas bali, sedangkan Wildan dan Deni menunggu di warung tadi.

__ADS_1


10 menit kemudian, kami telah sampai di sebuah toko busana batik khas Bali.


"wi bagus bagus bangett," ucapku yang tengah mantengin baju.


"eh Win kamu mau beli oleh-oleh apa?" tanya ku ke Wina.


"belum tau aku masih bingung!" sahutnya.


"ya udah kita lihat lihat saja" titahku.


di saat masuk ada yang bagian membukakan pintunya, dan di sambut ramah oleh karyawan tokonya.


ada 15 menit an aku dan Wina di dalam toko, dan akhirnya aku menemukan batik yang cocok buat ibuku.


"eh Win ini bagus nggak buat ibu aku?" tanyaku yang memperlihatkan bajunya.


"bagus kok," jawab yang singkat.


"tapi harganya lumayan mahal," racau ku Sembari menyerngitkan dahi.


"nggak dulu deh!, eh Win yok keluar cari di toko lain," titahku yang menyeret tangan Wina keluar.


"iya udah ayo," singkatnya.


setelah kami keluar dari toko tersebut, kini aku jalan-jalan sembari melihat orang Bali makai baju kemben.


"eh Ria, tunggu aku mau beli minuman haus!" sahut Wina yang menahan tangan ku.


"iya udah ayo ke toko di ujung situ," tukasku.


setelah sampai di ujung toko minuman, kini aku masuk ke supermarket untuk membeli minuman.


sedangkan aku ingin membeli cemilan buat nanti di bus.


setelah kami memilih makanan dan minuman, saatnya menuju kasir untuk membayar.


kelar sudah belanja di supermarket, saat kami berdua menuju ke warung tadi yang di tunggu oleh Wildan dan Deni.


"Win ayo kita ke warung tadi dah di tungguin sama Wildan noh!" titahku yang berjalan agak cepat.


10 menit kemudian, sampai di depan warung, setelah aku masuk ke warung ternyata dia anak tadi sudah tidak ada.


jadi kita mastikan aku dan Wina yang duduk santai di warung itu.


sedangkan karyawan lain mencar ada yang jalan-jalan, di bus, dan juga di warung.


tepat di jam siang kini saatnya kami dan karyawan kumpul di Bus tadi.


untuk melanjutkan makan siang yang sudah di bawakan oleh pabrik.


selesai makan, kamu di beri pengumuman, bahwa kita semua karyawan pabrik akan menginap di hotel yang dekat dengan pantainya.


hotel yang sudah di pesankan oleh direktur PT Sentosa Jaya, sebanyak anak pabrikan.


setalah penjelasan, kini sekertaris pak bos mengabsen semua anak untuk mengambil kunci kamarnya masing-masing.


15 menit kemudian, selesai absensi, kini kami semua di ajak ke hotel untuk check in.


stelah check in dan sudah tau nomer kamarnya, semua karyawan termasuk direktur dan sekretarisnya beristirahat 1 malam.


kebetulan yang perempuan menempati kamar 1 ruangan 2 anak dan yang laki-laki juga sama.


aku dan Wina sekamar karena mumpung sekretarisnya tau kalau kita teman yang nggak bisa di pisahkan.


nempel mulu kaya magnet.


"Ria, akhirnya aku dan kamu satu kamar," ucap Wina yang begitu bahagia.


"iya nih Win, ya udah aku mau mandi dulu," ucapku.

__ADS_1


sembari menunggu aku mandi kini Wina mengeluarkan barang bawaannya sembari menonton pemandangan di dekat jendela.


berhubung kamar kami ada di lantai 3 jadi terlihat bagus ketika membuka jendela langsung menuju pemandangan pantai.


__ADS_2