
POV Rumahan__________
'jadi begini, aku tuh sekarang kalau mau berangkat ke pabrik, selalu di jemput dengan Wildan, bukan selalu sih, cuman hampir setiap hari,' jelas Wina yang di ujung telepon seluler.
'kamu serius? ciee teman ku yang dulu gak demen sama Wildan sekarang malah jatuh cinta hahaha,' ucapku yang meledek Wina.
'iisat apaan sih kamu, tapi setelah aku pacaran dengan hampir 2 bulan lebih, emang sih rasanya beda seperti mantan kekasih ku dulu, dia selalu rela apa yang aku mau, bahkan dia juga selalu menuruti omongan ku,' sambung Wina yang panjang lebar.
'berarti udah lama juga yah, kamu pacaran sama Wildan, terus nasib si Nilam gimana?' tanya balik ku kepada Wina.
'iya sih, semenjak kamu udah nggak tinggal di sana kost an kamu itu, bahkan kamu juga udah lama nggak ketemu aku, eh tau-taunya ada kabar kalau kamu Hamill,' titah Wina yang nggak ada berhentinya.
'iya juga sih! eh nanti dulu yah, aku mau ke toilet," tukas ku yang segera memotong pembicaraan ku dan Wina.
'oh oke oke, lain waktu kita telpon lagi yah, byee ..' pekik Wina yang dibarengi dengan memutus telepon selulernya.
kelar juga aku dan Wina berbincang lewat ponsel ku, kini aku segera keluar kamar.
untuk menuju dapur atau menghampiri bi Tutik yang ada di dapur sedang memasak makan siang.
"Bi, hari masak apa?" tanya ku yang berjalan menghampiri bi Tutik yang ada di depan kompor.
"eh Non Ria, hari ini menu 4 sehat 5 sempurna aja Non," sahut bi Tutik yang menoleh ke arahku.
"sini biar saya bantu kupas bawangnya!" ujarku yang berdiri di samping Bi Tutik.
"aduh Ndak usah Non, Non duduk aja di situ, nanti Non kecapean, lagian Non sekarang lagi hamil," singkat bi Tutik yang menyerngitkan dahinya.
"nggak papa Bi, lagian saya nggak capek kok malah capek kalau gak beraktivitas," sambung ku dengan mencuci tangan.
"biar saya bantu yah!" pekik ku yang enggan memperdulikan omongan Bi Tutik.
"ya sudah kalau mau Non ria seperti itu, tapi Non bantunya sambi duduk di sana ya, biar nggak capek," pinta Bi Tutik yang menunjuk ke arah kursi yang dekat dengan meja dapur.
"iya Bi, makasih yah!" pekikku yang berjalan ke arah kursi dengan membawa pisang dan bawang.
tak kusangka BI Tutik sangatlah menjaga ku dengan baik, sehingga dia sangat khawatir akan kehamilan muda ku ini.
meski aku jauh dari ibu kandungku, kini aku masih di kelilingi orang yang baik seperti bi Tutik.
bahkan, aku yang tinggal sendiri di rumah tanpa mertua dan suami, aku masih tetap bahagia.
"Non kalau butuh sesuatu panggil bibi aja, Non duduk aja di sini yah!" ucap Bi Tutik yang berdiri di hadapan ku.
"iya Bi, tapi kalau bibi masih repot, saya bisa kok ambil sendiri," sahutku yang menyunggingkan senyum kepada Bi Tutik.
Bi Tutik kini hanya mengangguk dan tersenyum manis kepada ku.
seiring berjalannya waktu, akhirnya selesai juga masak di dapur.
__ADS_1
kini saatnya menata piring di meja makan dan juga masakan yang sudah matang tadi.
"bi saya tata ya piring nya!" ucapku yang sudah di ruang makan.
"iya Non, hati-hati jalannya!" sahut BI Tutik yang berjalan menghampiri ku dengan membawa semangkuk sup buntut.
selesai sudah menyiapkan makanan, kini aku segera bergegas menuju kamar.
untuk sholat dhuhur dan juga bersih-bersih kamar ku, setelah selesai baru aku keluar menunggu kedatangan mertua dan juga suami ku.
15 menit setelah di dalam kamar, akhirnya selesai juga kini saatnya aku keluar untuk menunggu kedatangan mertua dan suami ku.
tepat di jam 1 siang, waktu istirahat kantor, papa yang pulang duluan, sedangkan mas Yunus masih dalam perjalanan.
"assalamualaikum," ucapan salam papa di awang-awang pintu masuk.
"waalaikumsalam Pah," sahutku Dengan menghampiri dan bersalaman.
"mas Yunus mana pah, tumben nggak barengan, lalu mama belum pulang?" tanyaku kepada papa Eko dengan menatap arah luar.
"Yunus masih dalam perjalanan, mama tadi telpon papa kalau pulang agak telat," jelas papa yang berdiri di hadapan ku.
"o gitu yasudah papa ke kamar dulu aja, setelah itu Ria tunggu di meja makan yah," singkat dengan menyunggingkan senyum kepada papa Eko.
papa Eko kini hanya diam dan menganggukkan kepalanya sembari senyum tipis.
sedangkan Bi Tutik yang saat ini sedang ada di atas menjemur pakaian.
tak lama kemudian, mas Yunus telah tiba di rumah dengan memarkir mobil di halaman rumah.
"assalamualaikum," ucap mas yunus yang membuka pintu rumah.
"waalaikumsalam," sahutku yang menoleh ke arahnya dan menghampirinya.
"sayang, udah makan kamu?" tanya mas Yunus yang dibarengi dengan bersalaman.
aku pun menggelengkan kepalaku dan tersenyum tipis kepada mas Yunus.
"Lo kenapa belum, nanti kalau Dede bayi nya lapar gimana?" ujar mas Yunus dengan mengelus perut ku.
"sengaja aku nggak makan, nunggu mas pulang," racau ku yang terkekeh.
"ii bisa aja, ya udah mas bersih-bersih dulu yah," singkat mas yunus dengan mencubit hidungku.
kini aku berjalan menuju meja makan yang sembari menunggu papa dan juga mas Yunus keluar dari kamar.
"Bi Tutik!" panggil dengan duduk di meja makan.
"iya Non!" sahut Bi Tutik yang langsung berjalan menghampiri ku.
__ADS_1
"tolong nanti setrika in baju mas Yunus yang buat ke kantor besok, nanti biar saya anter ke bibi," ucapku kepada bi Tutik.
"baik Non," singkat bi Tutik dan langsung pergi meninggalkan ku.
tak lama kemudian pak sudah keluar dari kamarnya dan segera menuju ke meja makan.
"eh ayuk pah, silahkan duduk!" ucapku yang menyuruh papa Eko duduk di kursi.
"Yunus udah pulang?" tanya papa di sela-sela minum air putih.
"udah pah, masih di kamar habis ini keluar kok," sahutku yang masih tetap duduk.
"nah tuh mas yunus, yuk mas makan bareng," ajak ku untuk duduk di sebelah ku.
"pah, Ria ambil yah," tawarku yang di samping papa.
papa yang tersenyum kepada ku untuk memberikan tanda mengiyakan kemauan ku.
"mas kamu mau lauk apa?" tawar ku yang membawa piring putih mas Yunus.
"terserah apa aja," sahut mas Yunus dengan senyum di wajahnya.
selesai semua melayani papa dan juga mas Yunus kini giliran aku mengambil lauk dan nasi.
10 menit kemudian, kami bertiga telah selesai makan siang.
"Alhamdulillah, hari ini masakannya enak banget, pasti kamu ya yang masak," ucap papa Eko yang menunjuk ke Ria.
"hmm bisa aja papa, yang masak hari ini aku sama Bi Tutik," ucapku sesekali mengunyah makanan.
"sayang kamu gak boleh capek-capek, nanti kasian Dedek Bayi nya," sahut mas yunus dengan mengelus rambut ku.
"iya sayang, kamu tenang aja, insyaallah akan ku jaga anak kita dan calon cucu papa, mama dan ibu aku," Pekik yang tetap sama masih makan.
"Alhamdulillah sudah selesai," ujar ku yang selesai meneguk segelas air putih.
"aku ambilin vitamin kamu yah!" tukas mas yunus yang beranjak dari tempat duduknya.
"iya sayang, makasih yah," singkat ku dengan menyunggingkan senyum kepada mas Yunus.
kini mas Yunus berjalan menuju kamar, untuk segera mengambil vitamin ku yang ada di atas meja dekat dengan lampu tidur.
tak lama kemudian, mas Yunus balik ke meja makan, untuk mengasih vitaminnya Kepada ku.
"ini sayang, segera di minum yah," tutur mas Yunus dengan menyodorkan vitamin ku.
"makasih yah," Pekik dengan senyum di bibirku.
kini mas Yunus hanya mengangguk dan tersenyum balik kepada ku.
__ADS_1