Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 18 Libur mendatang


__ADS_3

"Dreeettttt"


"Drettrrr "


"Kenapa kok nggak di angkat ya telpon ku?" gumam mas Yunus.


"coba aku telpon sekali lagi," tukas ku.


"Tuuuttt"


"Tuuuttt "


panggilan berdering, seraya menyambung tadi tidak diangkat.


ketika aku selesai sholat magrib, aku melihat bahwa ponselku berdering, segera ku angkat.


'Halo mas,' ucapku yang di ujung telepon.


'Ria kamu dari mana saja, dari tadi aku telponin nggak ada yang ngangkat,' sahutnya dengan nada kesal.


'maafin aku mas, aku masih sholat tadi jadi aku nggak denger kalau mas telpon,' tukas ku dengan jujur.


'hmm aku kira kamu kemana, lagian kamu angkat telponnya lama, aku cuman mau nanya ke kamu,' sambung di ujung telepon.


'mas mau nanya apa?' sahut dengan penasaran.


' kalau aku ingin, mengajak kamu bertemu orang tua aku,' ujarnya.


'a-apa mas?' tanyaku yang terkejut dengan ucapan mas Yunus.


'iya aku pengen ngajak kamu bertemu dengan orang tua aku, tapi sebelumnya, aku ingin bertemu dengan orang tua kamu yang ada di Surabaya itu, jadi kapan kamu cuti?' jelasnya ke Ria.


' kalau masalah cuti, aku belum tau kapan aku bisa cuti, karena ini masih banyak orderan di pabrik, tapi insyaallah kalau tanggal cuti sudah di tentukan, aku pasti kabarin kamu kok,' sambung ku.


'*****baiklah, aku tunggu kabar dari kamu, oh ya udah makan belum*****?' pekiknya.


'belum, mas udah makan belum, udah sholat belum?' tanya balikku.


'udah semua dong, eh sudah dulu ya, aku tinggal dulu mau pergi menghadiri acara pernikahan sepupu ku, aku tutup ya telponnya, assalamu'alaikum ibu negara', tukasnya di ujung telepon.


'waalaikumsalam,' ucapku dengan memutus telepon ku.


adzan isya telah berkumandang, aku segera bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu sholat.


Alhamdulillah, sholat isya sudah selesai, aku segera pergi ke dapur untuk mengambil cemilan buat sandingan nonton tv.


tak terasa sangking asiknya aku menonton film favorit ku, jam sudah menunjukkan pukul 22.00, aku segera merapikan tempat tidur ku dan menyapu lantainya, supaya tidak ada semut atau serangga lainnya.


ketika sudah selesai semua, aku pergi ke ruang tamu untuk mematikan lampu dan menutup gordennya.


segera aku tidur karena besok masih bekerja seperti biasa.


****


ayam jago punya tetangga sebelah mulai berkokok, tanda sudah pagi.

__ADS_1


ketika aku sudah mandi, sholat dan bersih-bersih rumah, aku melihat ponsel ku, ada pesan dari grup rekan kerja ku.


bahasa di dalamnya di tuliskan, segera berangkat lebih awal, karena ada pengumuman yang akan di beritahukan kepada semua karyawan.


aku yang seketika membaca pesan itu, menjadi terburu-buru berangkat, karena jam 6 sudah harus ada di sana tanpa terkecuali.


"Alhamdulillah, untung nggak telat," ucap diri sendiri.


selesai masuk dalam parkiran, aku bertemu dengan rekan kerja yang lainnya.


tak lama kemudian, Wina dan Wildan datang bersamaan dan langsung menuju ke parkiran.


"eh tumben kalian berangkatnya bersamaan," tanya ku dengan heran.


"nggak kok, tadi kebetulan aja simpangan sama dia," ucap Wildan.


"ooooh!!" sahut ku dengan mengerutkan keningku.


"Ria, kamu baru nyampe apa udah dari tadi?" tanya Wina.


"ooh barusan kok, emang kenapa ?" sahutku.


"nggak kok, ga papa, oh ya ngomong-ngomong ada pengumuman apa ya dari pak bos?" ucap Wina yang penasaran.


"apa jangan-jangan cuti kerja, kan kita belum dapat cuti selama 3 bulan ini!" tebaknya yang aneh-aneh.


"ehh kamu ini, bisa aja, tapi kalau beneran si ya gapapa, Mala seneng dong aku, hehehe," ujarku dengan terkekeh.


Di saat semua karyawan sudah pada datang, di panggil lah semua karyawan untuk berkumpul di lapangan dan berbaris rapi.


Wina menanggapi omonganku dan segera berkumpul.


"apakah semuanya sudah berkumpul di lapangan, apakah sudah tidak ada yang terlambat datang?" tanya pak bos dengan mix yang beliau pegang.


"oke! baik, kita mulai rapatnya dengan bacaan bismillahirrahmanirrahim, assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua," ucap pak bos yang membuka rapat di lapangan.


'Waalaikumsalam warahmatullaahi wabarakatuh," sahutnya para karyawan.


"sebelumnya saya selaku yang mempunyai pabrik PT. sentosa Jaya, akan mengumumkan bahwa akan diadakan liburan bersama semua rekan kerja, tapi sebelum mengadakan liburan, kita di beri cuti selama 5 hari, sesudahnya, pada hari Sabtu, kita kumpul di pabrik sini, dan berangkat bareng-bareng dengan menaiki Bus pariwisata.


sedangkan soal biaya di tanggung oleh direktur perusahaan PT Sentosa Jaya ini, jadi ... kalian hanya membawa barang yang di perlukan saja dan tidak lupa membawa uang saku," jelasnya pak bos kepada semua karyawan.


salah satu karyawan ada yang bertanya dan mengacungkan jarinya.


"*Pak izin bertanya, kalau boleh tau kita semua akan liburan kemana ya?"


" oh ya, kita akan berlibur di sebuah pemandangan yang sangat indah , yaitu di Bali Denpasar, di sebuah Pantai Dewata, dan pulangnya kita semua mampir di swalayan yang ada di Malioboro yaitu di Yogyakarta, kalian setuju*!" sambungnya.


"setuju," sahutnya semua karyawan.


"baik kalau begitu, jadi rapat kita kali ini saya tutup dan saya akhirnya, kalian semua boleh kembali bekerja seperti biasa, dan pulang pada waktu yang sudah di tentukan, kalian paham!" tukasnya yang akan menutup rapatnya.


"paham!!" sahutnya dengan barengan.


setelah rapat selesai dan sudah di tutup, para karyawan bubar dan segera masuk ke pabrik untuk melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


"eh Ria kamu ikut nggak liburan Minggu depan itu?" tanyanya.


"kalau aku insyaallah ikut, nanti kamu juga ikut ya, temenin aku liburan, masak iya Sabahat nya sendiri nggak mau nemenin liburan, kalau di sana kesepian gimana?" sahutku dengan wajah di tekuk.


"iya pasti aku temenin kok," tukasnya dengan wajah sumringah.


"lah gitu dong ini baru sahabat sejati, ya udah yok masuk," titah ku seraya masuk kedalam.


***


ketika kami mau masuk ada si bikin onar mulai aktif lagi.


"eh Ria kalau kamu ikut liburan tolong ya! dijaga teman kamu itu biar gak centil sama cowok aku," pekiknya dengan nada sentak.


"ehh corong mushola, kalau ngomong dijaga ya, mulut kok seraya nggak ada rem nya, lu nggak pernah ya di ajarin orang tua Lo tata Krama?" shut Wina dengan muka kesal.


"ehh jaga ya mulut mu!" titahnya dengan nada tinggi.


"ehh lu tu yang jaga, seenaknya aja kalau bicara, mangkanya kalau mau bicara tu di pikir dulu," sindir si Nila.


"ehh udah udah, kalian kok malah ribut si, Nila aku mohon jangan di lanjutin, udah sana pergi masuk!" pekikku suruh masuk Nila.


Nila pun pergi dengan muka marah dan kesal.


seketika semua karyawan masuk ke dalam untuk melanjutkan pekerjaannya di dalam, termasuk aku dan Wina.


***


Jam istirahat sudah tiba, seperti biasa Wina dan aku langsung keluar dari pabrik, sebelumnya aku akan membereskan barang-barang ku.


setelah kami berdua keluar, langsung saja ke warteg Bu Dia, tapi kali ini tidak langsung ke wartegnya Bu Dia, aku mengajak Wina ke supermarket.


untuk membeli sebuah minuman dan cemilan, yang akan aku bawah ke rumah dan juga ke warteg Bu Dia.


aku berjalan kaki ke supermarket, dan itu pun tidak jau dari tempat kerja ku, sekitar 15 menit sudah nyampe.


aku membeli berbagai macam cemilan yang aku suka, dan sesekali menawarkan cemilan kepada Wina.


"Win kamu mau beli apa biar sekalian di total?" tanyaku ke Wina.


"ehh mm aku mau beli ini aja," sahutnya yang mengambil makanan yang dia pilih.


"udah itu aja, nggak nambah?" tukasku.


"nggk kok, ini aja," sambungnya dengan suara lembut.


"baiklah, sini masukin ke keranjang, ayo kita bayar," ajak ku ke kasir.


setelah kami selesai belanja di supermarket, kamu berdua langsung menuju ke warteg Bu.


berhubung warteg Bu Dia tutup, jadi aku dan Wina pergi ke rumah makan yang nggk jau dari warteg Bu Dia.


aku segera memanggil pelayan untuk melihat daftar menu, selesai aku memilih menunya, aku dan Wina, menunggunya sebentar.


tak lama kemudian, makanan dan minuman yang aku pesan sudah datang.

__ADS_1


kamu berdua pun menikmati makanannya sembari ngobrol santai.


__ADS_2