
Di pertengahan jalan aku ingin mampir sebentar untuk ke supermarket, membeli bahan pokok dan perlengkapan mandi.
sesampainya di supermarket aku berhenti di depan toko dan segera masuk ke dalam.
mengambil keranjang dan menuju ke tempat bahan mentah yaitu beras, minyak goreng, gula garam dan telur.
dilanjut menuju ke bagian bumbu dapur, selesai di bagian bumbu dapur di lanjut ke bagian perlengkapan mandi.
belanja sudah selesai langsung menuju kasir untuk membayar belanjaan ku.
belanjaan sudah ku bayar semua, dan aku menenteng barang belanjaan ku keluar, ku tata sebaik mungkin agar tidak jatuh saat berkendara.
telah sampai di rumah bertepatan dengan adzan Maghrib, aku segera memasukan barang belanjaan ku tadi dan memarkirkan motor ku ke dalam gerbang.
tidak lupa aku slalu mengunci pintu gerbang supaya aman.
menutup pintu kamar dan bergegas mengambil handuk untuk menuju kamar mandi.
Alhamdulillah aku sudah selesai mandi langsung sholat magrib, yang slalu aku lakukan di rumah.
selesai sholat aku membereskan barang belanjaan ku yang tadi.
" hadehhh ... rasanya capek banget, tapi Alhamdulillah aku masih diberikan kesehatan," ungkap ku dengan menggelengkan leher kepala ku.
bongkar" benjolan lalu aku taruh di tempat yang sudah aku sediakan, tidak lupa juga aku tadi membeli susu 10 kardus dan cemilan lainya aku taruh di kulkas.
dengan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ku.
Tok ... Tok ... Tok ...
terhentinya aku yang sedang berkemas dan menuju ke pintu.
"iya sebentar, siapa ya?" pekik ku sembari membukakan pintu.
"Ria .. bagaimana kabarmu?", sembari berjabat tangan dengan ku.
"Alhamdulillah baik, bagaimana dengan ibu!" sahut ku dengan Bu Syelin.
Bu Syelin adalah seorang wanita yang punya kost"an ini.
"silahkan Bu masuk maaf masih berantakan, karena baru pulang kerja" pekik ku untuk menurunkannya masuk.
__ADS_1
"iya makasih sudah di persilahkan masuk," ujarnya sembari masuk ke rumah ku.
"jadi begini Ria, aku kemari untuk menanyakan kapan kamu mau pelunasan kost nya, maaf kalau kedatangan ku mengganggu mu," ungkapnya dengan tersenyum menatap ku.
"tapi Bu .. maaf sebelumnya, kalau saya cicil dulu bagaimana?" tanyaku balik ke Bu Syelin.
"ooh .. ya sudah ga papa pokoknya kamu tidak lupa dengan tanggungan kamu!" serunya sembari tertawa kecil.
"hehe tidak lah Bu aku pasti ingat kok, bentar ya Bu aku ambilkan dulu uangnya!" tukas yang akan otw ambil uang.
Bu Syelin pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis, tidak lama aku pun keluar dari kamar tidur ku.
"ini Bu sementara aku bayar separuhnya dulu ya, sisanya menyusul!" tukas ku kepada ibu yang punya kost'an.
" em ... tumben ibu ke sini apa ibu tidak sibuk di rumah, sampai datang malam' begini?" tanya ku dengan mengerutkan keningku.
"ala .. tidak kok lagian ibu juga bosan kalau di rumah jadi aku kesini, ya sekalian silaturahmi dengan kamu, hehe!" seru nya dengan bercanda kecil.
setelah kami berdua saling ngobrol, akhirnya ibu Syelin berpamitan untuk segera pulang, karena sudah malam.
"Ria .. ibu pulang dulu ya, makasih ya uangnya, uangnya saya bawa ya?" ujarnya dengan berjabatan tangan.
"ya sudah ibu pulang dulu ya .. kamu jaga diri di kost ini," ucapnya dengan berpamitan di dalam mobil.
"iya Bu, ibu juga hati-hati di jalan" tukas ku dengan cepat dan melambaikan tangan.
setelah Bu Syelin sudah pergi agak jauh aku pun segera menutup pintu gerbang ku dan masuk ke dalam rumah, untuk melanjutkan berkemas tadi.
beberapa menit kemudian, berkemas ku sudah selesai di lanjut sapu" kamar sampai ke dapur dan ruang tamu.
"enak kali ya kalau aku pergi mencari makan di luar, kebetulan aku lagi pengen makan di luar" ucapku dengan mengangkat satu alisku.
"oh ya tadi kan aku ada janji dengan Nila mau pergi jalan-jalan ke pasar Minggu, coba deh aku telepon dulu dianya," ucap ku dengan duduk di raung tamu dan Mambawa hp.
'halo ... Nila aku mau tanya, tadi kamu kan mau ngajak aku ke pasar Minggu jadi nggak, soalnya aku juga ingin mencari makan di luar?' tanyaku saat bicara di telepon.
'ooh ya Alloh aku hampir lupa, sorry ya aku gak ingat, untung kamu telpon aku, oke aku akan ganti dulu dan langsung jemput kamu ke sana ya, tungguin aku, jangan berangkat dulu!", ujarnya di dalam telepon.
"oke aku tunggu, kalau udah di depan gerbang ku kamu calling aku ya?" sahut ku ke Nila.
"oke siap!" seru balik.
__ADS_1
pembicaraan ku di telepon sudah selesai dan aku mematikan teleponku, dan bersiap untuk berangkat jalan-jalan.
tiba-tiba telepon ku bernyanyi.
Dreetttt ... Dreetttt ... dreeettttt
tanda kalau Nila sudah di depan gerbang, dan aku segera nyamperin dia, aku keluar rumah dan membuka pintu gerbang dengan sapaan.
"Hay .. udah dari tadi ya, maaf kalau aku lama!" pekik ku dengan wajah di tekuk dan sembari membuka gerbang.
" eh nggak kok aku baru aja nyampe, ya udah yok aku bonceng kamu?" ujarnya memberi ku tumpangan.
"loh .. ini aku kamu bonceng gitu, emang kamu ga papa ta?" tanya balik ku dengan perasaan sungkan.
"iya ga papa kok ya udah ayok naik keburu kemalaman nanti!" serunya untuk segera naik ke motornya.
sembari menikmati Udara di malam hari aku dan Nila ngobrol dan canda tawa di atas motornya.
sampai di pasar Minggu aku memarkirkan motor dan dilanjutkan berjalan kaki.
"sampai juga di pasar Minggu, Ria kamu mau beli apa?" tanya Nila kepadaku.
"beli apa ya..? aku bingung di sini banyak banget yang jualan" sahut ku dengan waja bingung memilih makanan.
"eh di sana aku mau lihat-lihat aksesoris dulu deh," tukas ku dengan mata tertuju ke pedang itu.
"wa .... bagus banget, jam tangan ini cocok nggak di aku," tanya ku ke Nila.
"bagus kok lagian cocok juga di kulit kamu," pujinya dengan melihat jam tangannya.
"oke lah aku mau beli ini, pak aku mau beli yang ini ya!" seru ku ke pedagang aksesoris.
setelah beberapa menit kemudian aku dan Nila pergi jalan kembali untuk membeli cemilan.
tak di sangka aku dan Nila bertemu dengan rekan kerja ku yang satu pabrik, yaitu Deni.
"Hay den kau juga di mari, sama siapa kamu kesini?" tanya Nila ke Deni.
"biasa sama teman-teman ku, ya udah ya aku cabut dulu" ujarnya sembari menghembuskan rokok.
"i - ya den" ucap Nila ke Deni.
__ADS_1