Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 46 siap dong .!!


__ADS_3

"mas, mana pakaian kotor kamu, sini taruh di tas laundry," ucap Ria yang masih memakai handuk baju.


"o iya, di situ sayang," sahut mas Yunus yang sedang rebahan di kasur.


aku menaruh tas laundry di depan pintu kamarku, supaya nanti di ambil dengan staf hotelnya.


setelah itu, aku pun masuk ke dalam dan mengunci kamarku,supaya bisa istirahat dengan tenang.


ketika aku ingin menuju ke meja rias, tiba-tiba saja tangan ku di cegah sama mas Yunus.


"Mas?" seru Ria yang menatap wajahnya.


"sudah siap sayang ..!!" bisik di telingaku yang duduk di pangkuan mas Yunus.


Yah. di situlah mas Yunus, mulai melancarkan aksinya, selaku suami istri.


entah apa yang harus aku lakukan, dan selama ini aku tidak pernah mengalaminya


hampir 2 jam kami berdua bergulat,membuat ku kelelahan.


tepat di saat itu, aku dan mas Yunus merasa melayang di udara.


sungguh permainan yang sangat hebat, yang pernah aku rasakan.


tak sanggup lagi aku menahan nya untuk malam pertama ku dengan mas Yunus ini.


kami berdua pun istirahat sejenak, sembari menghela nafas panjang, akibat permainan mas Yunus.


"Sayang, yuk lanjut lagi," bisik mas Yunus di telinga Ria.


Ria yang sudah tidak berdaya kini, menyerahkan semua nya kepada mas Yunus dan banyak bisa mengangguk senyuman.


setelah 2 jam permainan, dengan Gonta ganti posisi kini selesai juga, dan saatnya bersih-bersih di kamar mandi


"mas aku mau mandi dulu yah," ucap Ria yang sedang memakai handuk baju.


namun ketika Ria sudah berada di depan pintu kamar mandi, Yunus yang tengah berjalan menghampiriku dengan jalan sempoyongan.


"sayang, ini handuk untuk rambut kamu, nanti kan basah bisik mas Yunus di ujung telinga ku.


suara dan hembusan nafasnya terasa jelas di telingaku, kini aku hanya mengangguk dan juga tersenyum kepadanya.

__ADS_1


tepat di dalam kamar mandi, mas Yunus yang masih ketagihan dengan permainan yang tadi, kini di lanjutkan di kamar lagi.


seraya ku tahan mulutku demi kesunyian yang ada di dalam kamar hotel


air yang mengalir memenuhi satu ruangan kamar mandi di barengi dengan suara gemericik air shower.


dengan bergantian, tidak lama aku melanjutkan di dalam kamar mandi, setelah matahari terbit secara normal.


25 menit kemudian, kami selesai Mandai dan sudah ganti baju, saatnya turun ke bawah untuk menuju restoran yang ada di dalam hotel tersebut.


"mas yuk turun, aku laper banget, kita cari makan di restoran yang dekat dengan hotel ini," ucap ku di sela-sela menyempatkan parfum.


"yuk sayang, aku juga sudah laper," sahut mas Yunus yang tersenyum kepada ku.


selang beberapa menit kemudian, kami berdua telah sampai di restoran khas Bali, dengan menu yang halal.


tidak berhenti di sebuah restoran, kami berdua juga pergi jalan-jalan ke toko pusat oleh-oleh khas bali.


untuk di bagikan kepada karyawan kantor mas Yunus dan juga mama dan papa, tidak lupa oleh-oleh buat ibu yang akan di kirimkan lewat kantor pos.


"mas yuk kita pergi jalan-jalan ke toko pusat oleh-oleh khas bali," ucapku yang selesai makan di restoran.


"iya sayang, nanti jangan lupa beli untuk karyawan aku, mama sama papa, dan juga ibu kamu," seru mas Yunus yang menggandeng tangan ku.


sampai di depan toko, kami berdua langsung masuk dan mengambil keranjang belanja.


di Bali terkenal dengan oleh-oleh khasnya yang seperti kain batik, baju santai, dan juga makanannya.


namun di sini tidak hanya menjual pakaian saja, akan tetapi berbagai jenis hiasan dinding juga ada.


setelah 1 jam di dalam toko, dengan memilih barang mana yang akan di beli, akhirnya beres semua.


setelah selesai membeli oleh-oleh, kami masih melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah pura dimana setiap malam ada pentas tari Kecak dan juga Anoman.


perjalanan lumayan agak jauh, dari toko pusat oleh-oleh menuju ke sebuah pura dimana ada berbagai macam tarian tradisional Bali.


tidak lupa selalu membawa cemilan untuk teman nonton nanti di acara tersebut.


sekitar setengah jam, akhirnya sudah sampai di lokasi, kami berdua setelah memarkirkan mobilku.


kini berjalan kaki menaiki tangga, tepat di lokasi kami memilih tempat duduk yang agak atas supaya kelihatan lebih jelas.

__ADS_1


banyak sekali pengunjung yang ingin melihat tarian Bali dengan ciri khas mata yang terbelalak.


dan juga ada banyak turis asing yang ingin berwisata ke Bali untuk melihat keberagaman budaya di Indonesia.


"mas duduk sini aja yah, nanti aku takut kalau di samperin sama Anoman nya," seru Ria dengan wajah cemas.


"iya sayang, kamu tenang aja, tuh liat baru di mulai acaranya," sahut mas Yunus yang duduk di sampingku.


kami menginap di hotel selama 3 hari, jadi lumayan cukup lama untuk menikmati lingkungan Bali.


acara sudah dimulai, dimana semua penari dengan gerak yang sangat elok dan anggun.


membuatku sangat kagum akan keindahan tarian yang masih melekat dengan zaman dahulu.


tidak terasa, acara tarian sudah selesai di jam 11 malam, di daerah Bali, apabila kita menonton acara khasnya, tidak boleh pulang sebelum acara selesai.


jadi, tadi aku tidak kembali ke hotel sebelum acaranya selesai.


"yuk pulang sudah selesai acaranya, lagian aku ngantuk," ucap Ria yang sesekali menguap.


"ya sudah nanti kamu di dalam mobil tidur aja, kalau sudah sampai hotel aku bangunin kamu yah," sahut mas Yunus yang berjalan ke Parkiran mobil.


dalam perjalanan, aku sudah tidur duluan di dalam mobil, setengah jam kemudian, akhirnya sampai juga di hotel.


"sayang yuk bangun udah sampai," titah mas yunus yang menepuk pelan pundak ku.


sesampainya di kamar,aku langsung ganti baju cuci muka, dan tidak lupa sholat isya dulu, kemudian tidur.


tidur di jam setelah 12 malam, membuat mataku sangat ngantuk berat, dai tambah tadi siang permainan mas Yunus yang membuat badan ku sangat lelah.


***


keesokan paginya ______


sempat bangu. terlambat, karena kejadian semalam melihat acara tarian tradisional di Bali.


yah. bangu di jam 8 pagi itu sangat tidak masuk akal, alarm subuh telah berbunyi 3kali, namun kami berdua enggan bangun.


"astaghfirullah hallazim mas,kita bangun ke siangan," sentak kaget melihat jam di dinding.


"iya sayang, lagian kita tadi malam tidurnya terlambat,jadi ya gapapa dong!" tukas mas Yunus yang masih ngantuk.

__ADS_1


"huuh .. iya juga, kita kan masih di hotel yah," pekik Ria yang bersandar di dinding kasur.


__ADS_2