
"Pagi Bi Tutik," ucap Ria yang tengah berjalan cuci tangan ke dapur.
"Pagi Non, udah bangun aja, yang lain belum pada bangun," sahut BI Tutik yang sedang memotong wortel.
"gapapa, lagi pengen bangun pagi aja," tukasku sembari merebus air.
bangun di jam 5 pagi, mas Yunus yang masih tidur di kamar, dan mama papa juga masih berada di dalam kamar.
aku dan Bi Tutik yang sudah berada di dalam dapur, untuk menyiapkan sarapan pagi.
tidak lupa aku membuat kan kopi teh dan susu, sedangkan Bi Tutik sedang memasak sayur sup ayam kesukaan papa.
tepat di jam setengah 6 pagi, kini segera aku menata piring di meja makan.
kemudian tidak lama akhirnya sayur sup ayam sudah matang beserta nasi di bakul.
setelah siap semua di meja makan, barulah aku kembali ke kamar untuk melihat mas Yunus apakah sudah bangun tidur.
"Bi, aku mau ke kamar dulu yah, mau mandi juga sekalian," ucap ku di depan Westafel dapur.
"baik Non, makasih yah sudah bantuin Bibi masak," ucap penuh syukur.
"iya Bi sama-sama," singkat ku seraya mengelus pundak Bi Tutik.
sesampainya di kamar aku di kejutkan oleh mas Yunus yang sudah berpakaian rapi seraya berangkat ke kantor.
"eh mas, tumben udah rapi aja," ucap ku di sela menutup pintu kamar.
"baru aja mau aku bangunin kamu," tutur ku di sela-sela membereskan tempat tidur.
mas Yunus kini yang tengah memakai sepatu, dan menatap sembari menyunggingkan senyum kepada ku.
"kamu abis dari mana?" tanya mas yunus yang berdiri di depan cermin.
"tadi aku abis bantuin BI Tutik masak di dapur," sahut ku yang membereskan meja kamar.
"O iya sayang, ingat kamu jangan terlalu capek, jaga kandungan kamu, yah" seru mas Yunus dengan mencium keningku.
"iya sayang, insyaallah aku pasti akan jaga kandungan ku," pekikku dengan senyum lebar.
"ya udah yuk sarapan, jangan lupa nanti minum vitamin yang di berikan dokter waktu itu yah," singkat mas Yunus tepat di awang-awang pintu keluar.
"iya sayang," pekik ku dengan suara lebay.
__ADS_1
setelah 10 menit kemudian, akhirnya papa dan mama sudah kwluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan.
kini di barengi mas Yunus yang keluar dari kamar menuju meja makan, sedangkan aku masih di kamar yang selesai mandi.
"pagi mah, pagi pah," ucap mas yunus dibarengi dengan duduk di kursi.
"pagi Nak, loh mana Ria?" tanya mama Elis yang di sela-sela minum susu.
"dia sedang mandi mah, bentar lagi dia keluar," sahut mas yunus dengan menyeruput kopi.
"Yunus, gimana kabar perusahaan kamu selama ini, kok papa lihat tenang tenang aja," tanya papa kepada mas Yunus.
"Alhamdulillah pah, baik kok," sahut mas Yunus sembari makan roti.
di sela obrolan mereka bertiga, kini di susulnya aku yang baru saja selesai mandi.
"pagi semua," ucapku dengan senyum di pagi hari.
"ee sayang, pagi, yuk duduk," sahut mama Elis yang menatap balik kepada ku.
"sayang, kata Bi Tutik kamu yah yang masak ini tadi," sambung mama Elis yang di samping papa.
"iya mah, pah, mas, sengaja aku tadi bangun pagi, karena sudah terbiasa saat di rumah ibu," jelas ku yang duduk di samping mas Yunus.
"Mah pah, ada yang Ria ingin sampaikan," ucap Ria dengan senyum terpaksa.
"iya sayang katakan," sahut mama Elis yang selesai sarapan pagi.
"Mah pah, kita akan segera mendapatkan tamu yang sangat istimewa," ucapku dibarengi dengan senyum tipis.
"siapa itu," tukas papa yang berdiri membawa tas kerja kantor.
"Ria sedang Hamil Mah, Pah," pekik mas yunus dengan senyum bahagia.
"Alhamdulillah ya Alloh, Pah kita akan segera menggendong cucu pah," tangis hatu mama Elis yang memeluk papa.
"Ria, kamu hamil nak," tanya papa yang terharu.
"selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan jadi calon orang tua," ucap mama Elis yang menghampiri ku dan memelukku.
"iya mah, makasih yah," pekik Ria yang juga ikut bahagia.
"Nak, jaga baik-baik cucu papa dan mama," singkat papa yang mengelus rambut ku.
__ADS_1
"insyaallah pah mah, kami berdua akan menjaga calon cucu dan calon Dede baby kita," sure ku sembari mengelus elus perutku.
"eh udah jam berapa ini, mama sama papa berangkat dulu yah, assalamu'alaikum sayang, muuacch" tukas mama yang mencium kening ku.
"sayang, mas berangkat dulu yah, kamu di rumah baik-baik yah, kalau butuh sesuatu panggil bibi aja, kamu jangan terlalu capek," tutur mas Yunus yang di barengi salaman.
setelah aku mengantar mereka semua di pintu luar, kini segera aku masuk ke dalam untuk segera mengasih tau kabar baik kepada Ibu.
tepat di dalam kamar aku mengambil ponselku dan segera menghubungi Ibu.
"Loh tumben Ibu nggak Akat telpon dari aku," gerutu yang duduk di dekat jendela.
"aku coba hubungi lagi deh," sekali lagi aku hubungi Ibu, tetap saja nggak diangkat, kemungkinan ibu masih sibuk.
yah, aku dan Bi Tutik saja yang ada di rumah, kini supaya tidak bosen, ganti aku hubungi Wina teman kerja ku dulu.
'Halo, Wina .. apa kabar kamu,' ucapku di ujung telepon seluler.
'eh pengantin baru, baik kok, kamu sendiri gimana kabarnya?' tanya balik Wina yang di ujung telepon genggam.
'alhamdulillah aku juga baik, eh ngomong-ngomong kamu nggak kerja?' tukasku dengan asyik ngobrol di telepon seluler.
'lagi libur, o iya aku pengen curhat sama kamu, semenjak kamu nikah, kita jadi jarang ketemu,' jelas Wina dengan suara sedih.
'iya nih, aku juga mau curhat ada kabar gembira untuk kamu,' seru dengan wajah gembira.
'hayo aku dulu apa kamu dulu nih yang cerita,' tebak wina dengan tertawa kecil.
'ya udah aku dulu deh,' sahut Ria dengan tertawa kecil.
'baiklah, aku akan dengarkan semua curhatan teman baikku,' pekik wina yang sangat bahagia.
'jadi, aku sekarang lagi hamil,' ucapku yang bersuara lantang.
'Hah serius kamu! aduh sebentar lagi teman ku mau jadi calon bunda dong, celamat sayang,,' pekik Wina dengan suara lebay yang kaget akan mendengar ucapan ku.
'iya, makasih yah, ayuk kapan kamu nyusul,' canda Ria kepada Wina temanku.
'***doain aja, supaya cepat nyusul kek kamu,'
'iya deh, aku doain biar cepat nyusul, oh ya katanya kamu mau cerita, ayo sekarang gantian aku yang dengerin cerita kamu***,' sambung Ria dengan panjang lebar.
'jadi begini ...
__ADS_1