Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 27 bermalam di hotel


__ADS_3

setelah aku selesai mandi kini keluar dari kamar mandi, dan gantian Wina mandi aku yang jaga kamar.


tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu kamar yang dari luar.


"Tookkk "


"Tookk "


setelah aku membukakan pintunya, ternyata staf hotel atau pegawai hotel yang telah mengirimkan makan malam.


"ini kak menu makan malamnya, selamat menikmati," ucap pegawai hotel sembari menyodorkan nampan berisi makanan.


"iya kak makasih yah!" tukasku yang membawa nampan tadi.


Wina yang selesai mandi, kini aku ajak dia makan bareng di kamar, sembari menonton televisi.


"Win ayuk makan, nih tadi di kirim sama pegawai hotelnya," ajak ku ke Wina.


"oh yah, tolong kamu taruh di meja, aku mau keringkan rambut sebentar," titahnya sembari membawa mesin pengering rambut.


makanan Wina kini aku taruh di meja yang ada di pinggir jendela, sedangkan aku yang sudah lapar, jadi makan duluan.


tanpa menunggu Wina selesai mengeringkan rambutnya.


"win, aku makan duluan yah, maaf aku lapar banget soalnya," titahku seraya membawa piring ku.


"oh iya, gapapa kok," singkatnya.


selang beberapa menit kemudian, makanan yang ada dalam piring kini sudah habis.


tidak lupa aku bereskan dan ku taruh di area dapur kecil.


lanjut aku mengeluarkan pakaian kotor dan ku masukan ke keranjang laundry, akan aku taruh di depan pintu kamar.


"lah!! sudah abis aja kamu Ria, lapar apa doyan," ucapnya yang meledekku.


"em heheh iya nih, nggak nyangka, abisan enak banget," ujarku yang terkekeh.


Wina yang mendengar ucapan ku, seraya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.


"aku makan dulu ya ria," pekiknya dengan membawa piring makanan.


"iya silakan, aku mau rebahan," sahutku ddi barengi membaringkan tubuhku di kasur.


lagi enaknya rebahan kini, ponsel ku bergetar seakan ada yang telepon.


"Dreetttt "


"Dreeettttt "


setelah aku cek, ternyata telpon dari mas Yunus, dan segera aku angkat.


"Halo, assalamu'alaikum mas!" ucapku yang di ujung telepon seluler.


"waalaikumsalam, kamu sekarang lagi ngapain di sana, pasti seru yah liburannya," tanya mas Yunus di ujung telepon seluler.


"ni lagi, rebahan sama teman ku Wina,"


"mas udah makan belum, harus makan loh! oh ya mama sama papa mau di bawain oleh-oleh apa kamu juga," jelasku.


"hmm terserah kamu aja, mas udah makan kok tadi makan di rumah sama mama dan papa aku," sambungnya.

__ADS_1


"tapi, tumben kamu belum tidur,"


"oh belum, nih lagi rebahan, capek tadi siang keliling pantai, tapi seru sih, hehe," ucapku yang terkekeh.


"oh .. ya udah tidur gih, dah malem jangan begadang Lo,"


"iya iya aku tidur, kamu juga Lo, ya udah aku matiin yah teleponnya," titahku seng nada berat.


"iyah, good night Ria ku,"


"night to you mas Yunus," sambungku dengan barengan menutup telponnya.


"Cieeeee sobatku udah ada yang punya," ledek Wina ke aku.


"ihh apaan sih kamu, oh yah aku mau cerita sama kamu boleh?" sambungku menatap Wina.


"boleh kamu .aku cerita apa, ayuk dong! jangan bikin aku penasaran," ucapnya sembari menggoyangkan tanganku.


"jadi gini, mas Yunus ingin melamar ku," belum sempat aku jelasin Wina memotong pembicaraan ku.


"Hah!! serius kamu mau dilamar sama Yunus itu!" tukasnya yang sentak kaget.


"ihh tunggu dulu aku belum selesai bicara sudah kamu potong !" sambung dengan muka jutek.


"hehe iya deh! sok dilanjut ceritanya," titahnya yang terkekeh.


"dan kata mas Yunus setelah pulang dari liburan ini, selang beberapa Minggu ke depan, anak di tentukan tanggal lamaran ku," jelasku.


"lah! bagus dong .. terus terus," ujarnya seperti tukang parkir.


"terus ya .. begitu, tapi sebelum nentuin tanggal lamaran ku, orang tua mas Yunus ingin sowan ke rumahku katanya, kalau aku libur kerja,"


"tapi ... kamu udah pernah main kerumahnya?" tanya Wina dengan mengangkat satu alisnya.


"wiiii!! keren banget, kalau aku jadi kamu, sujud syukur aku," titahnya dengan ekspresi seraya bahagia.


"mangkanya itu, bahkan baju lamarannya udah di pesan sama mas Yunus, buat keluarganya dan ibu ku," sambung.


seketika waktu telah menunjukkan pukul 10 malam, dan tidak terasa kita berdua bercerita hampir larut malam.


"Ria, aku ngantuk banget aku tidur dulu ya!" ucapnya sembari menguap.


"oh ya deh! aku juga mau tidur," singkatku.


****


"KRINGGG"


"KRINGGG "


alarm ponselku berbunyi tepat di jam 04.00 subuh.


segera aku bangun dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


sedangkan Wina yang kini masih tidur, sengaja tidak aku bangunin dulu, karena tunggu aku selesai sholat baru aku bangunin.


5 menit kemudian, aku sudah selesai sholat subuh, kini saatnya aku membangunkan Wina untuk melakukan sholat subuh.


"Win, Wina, ayo bangun udah jam setengah lima udah subuh ayo sholat dulu," ucapku yang menggoyang goyangkan tubuhnya.


"emm ada apa sih ria," sahutnya yang menguap dsn balik tidur lagi.

__ADS_1


"lah!! malah tidur lagi nih anak, ayo bangun sholat subuh dulu," ucapku yang membangunnya lagi.


tak lama kemudian, Wina pun bangun dengan rambut acak-acakan.


dia langsung menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu sholat subuh.


"lah! gitu dong, baru namanya sahabat Sholehah," titahku yang meledeknya.


kini aku menunggu Wina selesai sholat, aku sambi dengan membereskan tempat tidur ku dan juga tempat tidurnya Wina.


ketika semuanya sudah rapi, kini Wina juga sudah selesai sholat, barulah aku mengambil handuk untuk segera mandi.


sedangkan Wina yang tengah duduk-duduk di kasur sembari memainkan handphonenya.


10 menit kemudian, aku keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk yang di lilit di tubuhku.


"Win, sana mandi dulu, kan abis ini kita lanjut makan di restoran bawah," titahku ke Wina.


Wina yang tanpa basa-basi langsung mengambil handuk dan segera pergi ke kamar mandi.


akhirnya aku selesai ganti baju dan make up, kini Wina juga sudah keluar dari kamar mandi.


sembari menunggu Wina berdandan, kini aku sambi dengan mengemasi pakaian ku dan perlengkapan lainya.


untuk ku masukan ke dalam tas yang tidak terlalu besar, tapi simpel.


5 menit setelah mengemas barang, kini aku gantian menunggu Wina yang sedang berkemas.


"oh ya ria! emang kita abis ini mau kemana?" tanya Wina yang sedang berkemas.


"kita abis ini turun di lantai 1 untuk kumpul dengan rekan kerja yang lain, dan di sana kita akan makan bersama di restoran hotel ini," jelasku ke Wina.


"oooh .. gitu," singkatnya.


"ya udah, kamu udah selesai belum"?


"udah kok, ayok kita turun," tukas Wina.


pada akhirnya kami berdua keluar dan seger meninggalkan kamarnya langsung menuju ke lantai 1.


di saat ingin menuju lantai 1 kini aku bareng dengan rekan kerja yang lain, dan menaiki lift untuk turunnya.


sesampainya di lantai 1 kita di suruh kumpul di depan hotel, karena menunggu pak bos dan sekretarisnya.


setelah kamu menunggu sudah mampir setengah jam, akhirnya beliau datang juga.


pada akhirnya semua karyawan disuruh langsung menuju restoran hotel tersebut.


"Win, win kita duduk di sini aja," ucapku yang menggandeng tangan Wina.


"iya deh sini aja, lagian aku mah nggak suka yang terlalu nyumpal kek gitu," ucapnya dengan menyerngitkan dahinya.


hampir sekitar 15 menitan, makan yah sudah pak bos pesan akhirnya sampai di depan meja makan kita semua.


ketika karyawan ingin makan, tiba-tiba sekertaris pak bos mengumumkan bahwa, setelah makan kita semua.


akan melanjutkan perjalanan menuju ke Yogyakarta yaitu di Malioboro.


selesai mengumumkannya, Bru di situlah semua karyawan boleh makan.


kurang lebih ada 1 jam an kita selesai makan, saatnya kami berjalan menuju bus yang di parkir di sekitar hotel tersebut.

__ADS_1


ketika semua karyawan sudah masuk ke dalam bus, kini menunggu supir bus yang sedang mengecek keadaan busnya.


supaya tidak terjadi kemogokan atau kerusakan.


__ADS_2