Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 51 Di Beri Nama Siapa Yahh??


__ADS_3

1 tahun kemudian ........


dimana hari yang sangat bahagia, kini telah tiba pada waktunya, dengan kedatangan keluarga baru yaitu telah lahirnya cucu dari keluarga yang bisa dibilang berkecukupan.


Ria yang baru saja melahirkan anak pertamanya di sebuah rumah sakit yang dekat dengan hotel Jakarta.


kini sudah selesai melakukan persalinan, bahkan anaknya sudah lahir dengan selamat, dan sehat.


mas Yunus yang saat ini masih bersamanya di dalam ruang bersalin kini sedang menemaninya di dalam.


sedangkan Bu Erni, mama Elis dan juga papa, kini masih menunggunya di luar ruangan.


setelah 30 menit kemudian, akhirnya cuci mereka keluar dari ruang bersalin untuk menuju ke ruang perawatan bayi yang baru saja lahir.


dengan di masukan ke ruang inkubator yang khusus untuk bayi, tangis pecah oleh mama , papa dan Bu Erna ketika melihat cucu pertamanya lahir.


"Masya Allah Nak, kamu sudah lahir, aduh lucu sekali kamu," ucap mama Elis yang berdiri di samping Bu Erna dengan melihat kotak inkubator yang bersih cucunya.


"maaf ibu, mohon tidak menghalangi jalan, kasian nanti anaknya, ini mau saya ganti baju untuk pemotretan bahwa telah lahir di rumah sakit ini," jelas sang perawat yang mendorong kotak tersebut.


"baik sus, kapan kita bisa ketemu dengan anak dan ibunya sus, saya semua keluarga nya," ucap Bu Zulaikha dengan tangisan hati yang melihat cucu pertamanya lahir.


"sementara ini jangan dulu, karena pasien sedang dalam perawatan, mungkin nanti sekitar jam 1 malam ya Bu," ucap perawat satunya.


"baik kalau begitu, makasih banyak!" sahut papa yang memasang muka gembira.


"Alhamdulillah ya Allah, mah kita punya cucu baru, besan selamat ya atas kelahiran cucu baru kita semua," titah Mama Elis yang saling peluk.


"iya mama Elis, papa selamat yah," sahut bu Erna yang menyunggingkan senyum kepada mereka berdua.


setelah beberapa menit kemudian, ria yang masih belum siauman dari proses bersalin nya, kini di pindahkan ke ruang fyp dengan kamar khusus keluarga.


suara roda ranjang rumah sakit yang di geledeknya menuju keluar ruang operasi, kini menuju ruangan keluarga.

__ADS_1


Bu Erna yang melihat Ria tergeletak tidak berdaya kini, sesekali meneteskan air matanya.


begitu juga mama dan papa yang tidak tidak tega melihat menantunya terbaring lemas , dengan di temani mas Yunus yang akan ikut menuju raung Fyp.


"Mah, Ria akan di pindahkan ke ruang yang lebih nyaman, supaya cepat sadar," ucap Yunus yang barusan keluar bersamaan.


"iya Nak, yang penting terbaik buat menantu mama dan papa juga Bu Erna," sahut mama Elis yang berdiri di pelukan papa.


"ya sudah kalau begitu, Yunus mau mengurus surat akta kelahiran dulu yah, mama papa dan Ibu nanti tolong jagain Ria di kamarnya yah," singkat Yunus yang bergegas menuju kantor Capil.


selang beberapa menit kemudian, Yunus yang sudah sampai di Capil, kini segera antri dengan nomer urut yang sudah di sediakan.


begitu juga dengan bi Tutik yang ada di rumah, sempat sibuk dengan memasak untuk acara kelahiran anak pertama dari keluarga terhormat.


yang bisa di bilang brokoan dalam bahasa jawanya, salah satu syarat ketika anak yang baru lahir.


namun mama Elis, papa dan juga Bu Erna kini masih menunggu di ruang tunggu, untuk bisa menjenguk masuk ke dalam.


tak lama kemudian, dokter pun mengizinkan masuk ke dalam dengan syarat tidak boleh berisik.


"iya dok benar, kami semua keluarga besar Ria, apa sudah boleh di jenguk dok," sahut papa yang tidak sabar melihat menantunya.


"sudah pak, Bu, namun tolong jangan berisik, dan biarkan pasien beristirahat sejenak," jelas dokter dengan menyunggingkan senyum kepada mereka semua.


"kalau begitu, makasih yah dok," singkat Bu Erna dengan membalas senyuman


"sama-sama Bu, kalau begitu saya permisi dulu!" pekik dokter yang berjalan ke sembarang arah.


setelah dokter tersebut pergi, kini kami semua segera masuk ke dalam untuk melihat kondisi Ria yang saat ini.


"Ria, Nak, cepat pulih yah," seru mama Elis yang mengelus elus rambutnya.


"iya sayang, Ibu ada di sini, kami semua ada di dekat Ria, tuh anak kamu sudah lahir dia laki-laki," Gerutu Bu Erna yang berdiri di samping nya.

__ADS_1


setelah lamanya menunggu siuman, kini Yunus yang sudah selesai mengurus surat akta kelahiran pun kembali ke rumah sakit.


tak lama kemudian, suster yang berbaju Patih maroon kini datang dengan membawa kotak berisi bayi laki-laki.


"maaf permisi Bu, ini bayinya, sudah saya bersihkan dan kami data berat badan 3, 8 kg dsn tinggi badan nya 32,4 cm," ucap suster tersebut yang berdiri di depan mereka semua.


"wih gendut banget yah, aduh ganteng sekali kayak papanya merah banget bayinya pasti kalau dah besar putih jadi incaran para gadis," tukas Yunus yang sesekali menggodanya.


"hahaha bisa aja kamu Nak," sahut Mama Elis dengan mencubit pelan pinggang nya.


setelah suster itu pamit pergi, akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah sadarkan diri, namun tidak sepenuhnya ingat.


kini masih dalam gelombang bius dsn infus yang masih berfungsi di tubuh Ria, hanya membuka mata sedikit setelah itu tidur kembali.


memang operasi saat melahirkan, membutuhkan waktu untuk pemulihan badan dari obat bius tersebut.


tapi tidak harus di biar kan begitu saja, dokter menganjurkan untuk sering-sering memberikan air minum untuk Ria.


tidak hanya banyak minum air putih kini dokter juga menganjurkan untuk lebih banyak makan makanan yah sehat dsn supaya cepat pulih jahitannya.


"Alhamdulillah, Ria kamu udah sadar Nak, ayo minum dulu!" tukas Bu Erna dengan menyodorkan sedotan yang membuat lebih mudah minum air putih.


setelah selesai minum kini, obat bius masih bereaksi, dsn Ria pun tertidur lagi dengan tidak sengaja.


dengan sangat lamanya menunggu Ria benar-benar sadarkan diri, kini keluarga sedang duduk-duduk di sofa yang satu ruangan dengan Ria.


papa yang di sambi dengan mengerjakan berkas dari kantor, sedangkan mama dan Bu Erna kini sedang asik memainkan ponsel.


tak heran juga dengan mas Yunus yang selalu setia menemani Ria dengan duduk di kursi merah dekat dengannya.


sembari melihat anaknya yang pertama kalinya, dsn ngerasa sudah menjadi orang tua untuk calon bayi tersebut.


Yunus sembari memainkan ponselnya, kini sedang mencari mana untuk anaknya yang pas, dsn menunggu Ria sadar untuk bisa mempermudah kasih nama.

__ADS_1


"mama, papa, Ibu, apa kalian ada saran untuk nama anak kami?" tanya Yunus yang menoleh ke belakang tepatnya ke arah mereka bertiga yang duduk di sofa.


"hmm diberi nama siapa yah?" sahut papa yang masih bingung pilih nama.


__ADS_2