Do'A Ibu Yang Sederhana

Do'A Ibu Yang Sederhana
Bab 23 Ini buat aku kah?


__ADS_3

"Cit ....."


mobil besar mas Yunus, kini berhenti mendadak, seakan-akan mau nabrak.


"Mas ada apa kok rem dadak," tanya ku yang kaget.


"'eh nggak ada apa-apa kok, tadi aku hanya kebablasan ke toko batik," sahutnya dengan nyengir.


"hadehhh ... kirain mas nabrak orang tadi," pekikku dengan memukul jidat.


"hush nggak lah, masak iya mas nabrak orang,"


"ya lagian si, mas Yunus remnya dadakan banget!" omel ku yang cemberut.


ketika mas Yunus sudah putar balik, kini berjalan dengan kecepatan yang standar.


akhirnya tiba di "toko Batik Kulo" selesai parkir mobil, kami berdua berjalan masuk ke tokonya.


"mas, emang kita ke sini mau ngapain?" tanyaku dengan penasaran.


"iya .. kita beli batik," sahutnya.


"oh .. buat kerja di kantor mas Yunus yah" titahku yang terkekeh.


mas Yunus hanya merespon ku dengan senyum, dan melanjutkan perjalanan.


5 menit kemudian, Sampai di toko batiknya, seketika aku masuk ke toko batik dengan nuansa kalem.


sedangkan aku yang melihatnya dengan tatapan melongo, karena seumur hidup belum pernah masuk ke dalamnya.


Mas Yunus yang tengah berbincang dengan seorang wanita yaitu Mis Jenny salah satu pemilik toko batik.


"Kak ada yang bisa saya bantu?" tanya Mis Jenny.


"oh ya saya ke sini ingin mencari batik buat acara lamaran, ada kah?" tanya baliknya.


"oh ya, kebetulan saya baru saja mengeluarkan produk terbarunya dari Batik Kulo, mungkin masnya mau lihat," tawarnya.


"ya, di mana batik itu!"


"mari ikut saya mas,"


setelah mas Yunus tengah berbincang dengan Mis Jenny, sedangkan aku yang tengah sibuk melihat baju batik yang tertata rapi.


tiba-tiba mas Yunus memanggilku.


"Ria, sini" panggilnya dengan singkat.


aku yang segera menuju ke mas Yunus, dengan panggilan yang amat serius bagiku.


"ini Mis, jadi yang cocok warna apa ya, kira-kira ?" ujar mas Yunus.


"la .. kalau yang ini bagus kak, karena dengan nuansa warna yang sangat kalem, cocok untuk si cewek dan cowok,"

__ADS_1


sedangkan aku yang merasa kebingungan, dengan adanya aku di suruh masuk ke ruang ganti, untuk menjajal baju batiknya.


"Kak, silakan di coba dulu, di sana ruang ganti bajunya ya!" ucapnya dengan gerakan tangan mengarah ke tempat tersebut.


dengan wajah yang masih bingung, lalu aku turuti aja apa yang di suruh Miss Jenny.


setelah 10 menit kemudian, aku keluar dari ruang ganti baju, dan berjalan menuju ke mas Yunus.


"Mas!!" panggilku.


mas Yunus ketika mendongakkan kepalanya,dan memandangku yang tak henti-henti dan tidak berkedip.


"Subhanallah, kamu cantik sekali Ria!" ucapnya yang terus memandangiku.


dengan pujian mas Yunus, kini aku tersipu malu yang menatap wajahnya.


"Tu kan .. cakep banget kakaknya," sahut Mis Jenny dengan senyuman.


"oh ya Mis, apa aku bisa memesannya dengan pakaian satu keluarga, saya ingin satu keluarga dengan batik capel, gimana bisa," jelasnya.


"oh bisa banget kok, jadi gini, mendingan ayah ibu dan saudara mas suruh kumpul di rumahnya mas Yunus aja, nanti saya kasih nomer. telpon kami, kapan mas ada waktu langsung hubungi saya, dan saya akan ke sana," Jelasnya dengan panjang lebar.


"oh gitu ya, baik jadi warna yang tadi soft kalem itu di simpan buat contoh ya," titahnya.


"baik deal ya, terimakasih," pekiknya dengan berjabat tangan.


sedangkan aku hanya diam dan mendengarkan obrolannya.


"ya sudah, kalau begitu saya pamit dulu," singkatnya sembari berjalan keluar.


"tadi mas, beli batik sekeluarga buat acara apa," tanyaku di dalam mobil yang perjalanan pulang.


"oh tadi, buat acara lamaran aku dan kamu," ucapnya dengan menyetir mobil dan melirikku sesekali.


"hah!! serius kamu mas,"


"iya serius dong, aku ingin kita segera menikah, dan besok kan kamu masih libur kerja, jadi aku ingin ajak kamu bertemu orang tua aku, gimana mau nggak?" jelasnya kepada ku.


"iya mau mas, besok jam berapa ya mas jemput aku?"


"besok jam 11 setelah mas selesai meeting, mas langsung hubungi kamu," sambungnya.


aku dengan hati yang sangat gembira, meresponnya dengan anggukan kepala dan senyuman manis.


tak terasa sudah, aku yang diantar mas Yunus pulang, kini sudah sampai di depan kost ku.


"Mas, Makasih banyak kamu sudah nganterin aku, dan makasih banyak mas sudah mau menerima ku dengan apa adanya. semoga Allah memberikan kelancaran dan merestui pernikahan kami," ungkap ku seraya menatap wajah mas Yunus.


"Aamiin, ya udah aku pulang dulu yah!" pamitnya.


"iyah ati-ati di jalan yah .." singkat ku dengan senyum tipis.


ketika mas Yunus sudah pergi jauh, kini aku masuk ke rumah dan tidak lupa mengunci pintu gerbang ku.

__ADS_1


stelah seharian aku keluar sama mas Yunus, kini aku segera mandi dan bersih-bersih, tidak lupa sholat magrib di rumah.


selang beberapa waktu, kini aku merebahkan tubuh ku di atas kasur, sembari main ponsel.


tak tau entah siapa panggilan tak terjawab sebanyak 5 kali tak ku angkat karena habis mandi dan sholat.


ku telpon balik nomer yang telah memanggil ku di dalam ponsel.


"Tuuuuttttt"


Tuuuuttttt "


nada dering di ujung telepon seluler ku, tak lama kemudian terhubung dan ada jawaban seseorang perempuan.


'Halo, Assalamu'alaikum Nak, ini ibu,' ucapnya di dalam telepon selulernya.


'Waalaikumsalam Ibu!!, maaf Bu tadi nggak sempat jawab telepon ibu, Ria habis mandi dan sholat,' jelasku.


'iya nak gapapa, Ria lagi ngapain di sana, ibu sudah kangen banget sama kamu,' sambungnya di ujung telepon.


'ini lagi rebahan aja, tadi abis di ajak mas Yunus ke toko batik.'


'la kamu beli batik ya nak,' tanyanya


'oh ya, Bu aku pengen ngomong sama ibu, kalau tadi aku dan mas Yunus ke toko batik ingin membelinya buat acara lamaran aku dan dia, sekalian buat satu keluarga mas Yunus dan termasuk ibu juga di belikan,' jelasku ke ibu.


'Masyaalloh Nak, sungguh mulianya hati Calon suami mu itu, jadi kapan tanggal lamarannya di tentukan, titah ibu dengan suara bahagia.


'kalau masalah tanggalnya, belum di tentukan Bu, ibu doain aja, supaya acaranya berjalan dengan lancar sampai hari H,' sambung ku.


'Aamiin, ibu selalu doain kamu, meski ibu jauh dengan kamu, tapi dia ibu selalu mengalir di tubuhmu,' ungkapnya.


'ooh ya Bu, Besok aku diajak mas Yunus ke rumah calon mertua aku, termasuk calon besan ibu juga, doakan semoga besok berjalan dengan lancar dan tanpa ada satu halangan apapun,' tukasku di ujung telepon.


'Aamiin Nak, ibu doain di setiap ibu sholat malam,' Sambungnya.


'Nak nanti ibu telepon lagi yah, ibu mau berangkat kerja ada pengajian di rumah By Irma,' sahutnya sembari ingin memutus saluran ponselnya.


'iya Bu, assalamu'alaikum,' singkat ku sembari memutus panggilan.


tak terasa aku yang sedang ngobrol di ponsel bersama ibu ku, kini menjadikan perutku lapar.


bangkit dari atas kasur dan ingin memasak sesuatu di dapur, kebetulan ada makanan di kulkas dan tinggal goreng.


masakan sudah selesai, kini ganti membuat minuman favorit ku, yaitu cafe milk hot.


selesai di perdapuran, aku lanjut di depan televisi,sembari makan malam.


ketika makan malam yang sederhana sudah selesai, segera aku beresin dan ku bawa ke dapur untuk di cuci.


cucian sudah selesai aku melanjutkan dengan melihat film favorit ku di ponsel sembari rebahan di kasur.


karena badan begitu lelah, kini aku merasa sangat ngantuk, dan ku matikan ponsel ku dan lanjut tidur.

__ADS_1


tak lupa juga, aku menutup dan mengunci pintu dan jendela ruang tamu, di lanjut mematikan lampu ruang tamu.


seger aku menuju kamar ku dan tidak lupa menutup pintu kamar, lalu mematikan lampu kamar, dan di ganti menyalakan lampu estetik ku.


__ADS_2